
Tujuh tahun bukan lah waktu sebentar hanya untuk sekadar di jalani. Apa lagi perjalan itu di iringi penyesalan di dalam hati ,itu tentu akan sangat menyakitkan ..
Tiga tahun yang lalu ia bangkit dalam keterpurukan ,hanya demi putri yang dulu berada dalam rahim Bella.
Ya.. Alvin bangkit setelah Mala berusia sekitar empat tahun .
Sementara Mira telah meninggal dengan penyesalan yang amat mendalam.
Mira terbaring di rumah sakit selama satu tahun ,setelah mendengar kabar Hanna meninggal .Semenjak saat itulah tubuh yang sudah tua itu drop..
Mobil Alvin melaju dengan tenang kemudian berhenti di sebuah toko bunga .
Bella terlalu mengerti,ya .. Alvin akan membeli kan bunga untuk mendiang istri tercinta .
Cinta Alvin terlalu banyak di berikan pada wanita yang kini berada di dalam tanah .
Ini sangat lah menyakitkan baginya ,namun apa boleh buat ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Melati.,bunga kesukaan Hanna.
Alvin ,tahu itu ketika ia memasuki kamar Hanna dan melihat beberapa buah bunga melati terletak di dalam gelas berisikan air di dalam nya .
***
"Ibu aku datang ,maafkan aku kerena tidak bisa menjadi anak yang bisa ibu andal kan "
Alvin memegangi pusara ibundanya .
sambil berlinang ,
Ia menatap kuburan yang ada di sebelah nya,ia meremas tanah kuburan itu dengan hati yang mulai melemah .
"Bunda ,kau wanita terbaik yang pernah aku temui .
kau wanita yang kuat ,aku menyesal waktu itu karena telah menyia-nyia kan mu"
"Maafkan aku yang tidak sempat membahagia kan mu bunda ,di sana ku harap kau bisa tersenyum sama seperti saat kau hidup di dunia ,aku menyukai senyuman mu itu .
Hanya saja ,aku jarang melihat nya. kau pasti terlalu banyak menyimpan luka"
"Aku selalu merindukan mu ,aku pasti akan datang kesini setiap hari menemui mu .
Aku mencintai mu bunda"
"Kau cantik, kau wanita tercantik yang pernah aku temui ,hanya saja ego ku terlalu besar waktu itu .. Aku terlalu gengsi untuk mengakui nya "
"Bunda, berbahagia lah ..
Aku mencintaimu ,dan tetap akan mencintaimu "
__ADS_1
Alvin berucap setelah menaburkan bunga di atas pemakaman.
Di situ pula ,Bella menangis
kata-kata suami nya tentu melukai hatinya .
pada akhir nya cinta manusia tidak lah akan bertahan lama .
Jika waktu itu Alvin sangat tergila-gila kepadanya ,ia bahkan sering melakukan hal bodoh karena terlalu mencintai nya .
dan ini ,kalian tentu tahu apa yang saat ini terjadi pada cinta mereka .
Alvin tidak mencintai nya ,bahkan semenjak ia terbaring di rumah sakiti sampai sekarang ia seperti kehilangan hasrat karena penyesalan nya .
Alvin tidak pernah lagi tidur seranjang dengan Bella ,setiap malam ia tidur di kamar yang dulu di tempati Hanna ,mengenang mendiang istri tercita ..
"kau telah menyakiti ku mas"
Bella berucap memberanikan diri
Ia tidak kuat lagi dengan perlakuan Alvin yang seperti ini . Ia ingin Alvin mencintai nya dan mencintainya .
"Mau kamu apa Bella?"
Ucap Alvin sambil menghembuskan nafasnya .
"Aku mau kita cerai aja mas,aku sudah tidak kuat" Bella berucap memandang lurus ke depan ,kali ini mereka sudah berada di dalam mobil .
Kata itu memang sering di ucap kan oleh Bella ,namun Alvin enggan mentalak nya dengan alasan ada seorang anak di tengah-tengah pernikahan mereka.
"Aku akan memikir kan nya nanti ,Bella"
jawab Alvin datar ,ia tahu ia salah
Ia tahu ini tidak benar .
Tapi apa boleh buat ia tidak mau putri nya tidak memiliki ayah atau ibu nantinya .
selama perjalanan mereka terdiam dengan pikiran nya masing-masing .
Alvin memberhentikan mobil nya.
"tanpa Alvin suruh pun rupanya Bella mengerti ,ia turun dan menutup pintu mobil dengan kencang"
fiuhh ..
"Apa yang telah aku lakukan?"
Ucap nya dalam hati .
__ADS_1
"Haruskah aku menceraikan nya,aku tau dia menderita pula.. Tapi Mala ? ..
aghh .." Alvin kesal sendiri di buatnya.
***
"kakak ,aku akan pulang cepat"
Raisa berucap setelah menata baju terakhir nya .
"Memang nya ada apa di rumah ?"
Hanna nampak sibuk mengutak ngatik leptop yang ada di hadapan nya .
"Aku ada janji dengan kak ,Adrian "
Raisa tersenyum malu-malu .
"oh .. ya ampunnn " Hanna tampak menghembuskan nafas kasar nya .
"oh ,ayolah kakak tugas ku sudah selesai "
Raisa cemberut .
"pantas saja kamu datang pagi-pagi"
Raisa tampak kikuk saat mendengar apa yang kakak nya ucap kan .
"o,iya kak ,hari ini ada klien yang ingin bertemu langsung dengan kakak pukul sembilan"
Raisa berucap sambil mengenakan ransel nya .
"pagi-pagi sekali"Hanna melirik Raisa sekilas kemudian melanjutkan aktivitas nya.
"Orang sibuk kali kak"Raisa nampak menaikan ke dua bahunya .
"Raisa ingat, jangan terlalu lama" teriak Hanna saat melihat adik nya sudah berada di ambang pintu keluar .
Hanna mengijinkan Raisa pergi karena yang akan di temui nya Adrian ,jika saja bukan Adrian ia tentu tidak akan mengizinkan nya ..
Bagaimanapun Hanna sudah mengenal Adrian pria yang seperti apa.
satua lagi yang harus kalian tahu Adrian tidak mengetahui Raisa adik kandung Hanna.
"Percyalah padaku kak.."
***
sedikit dulu ya kak ..
__ADS_1