
flasback on
" pah tia demam , cepetan pulang yah"
suara mama di telpon dengan nada bergetar dan hawatir
"iyah mah papa ini juga lagi ssiapsiap mau pulang "
" iyah pah mama tunggu " mama pun mengakhiri panggilannya , di luar cuaca sudah mulai gelap karna akan menurunkan air yang begitu deras tak berselang lama angin yang di sertai hujan yang deras mengguyur kota bandung dengan dasyat nya banyak pohon di pinggirjalan yang tumbang bahkan tak sedikit kedai yang tertimpa ppepohona .
di rumah mama sangat khawatir dengan papa yang mengendarai motor sedangkan tia panasnya yang tinggi tak kunjung turun menambah kecemasan sang mama ,
"tia sayang kamu makan dulu yah !" ucap mama ke pada tia kecil yang berbaring
" engga ma tia kangen papa, papa kapan pulang nya ko lama " ucap tia sambil mengerjap - ngerjap mata nya
mama hanya bisa pasrah karna memang tia yang sangat manja kepada sang papa dan mama pun sangat menghawatirkan sang suami yang lagi berkendara di luar sana .
...****************...
...pukul 19:00 WIB...
baru lah hujan reda hanya menyisakan rintik-rintik nya saja
"papa ko belum nyampe juga yah " sambil monndarmandir di kamar tia kecil
tak berselang lama datang lah panggilan masuk ke hape mama , mama pun tak langsung mengangkat nya karna dia penasaran dengan no baru ,
"no siapa yah , ahh lebih baik aku angkat aja" sambil menggeser icon hijau
__ADS_1
"hallo dengan siapa ini "
"selamat malam nyonya , apa benar ini dengan keluarga nya bapa amril ?"
"iyah benar saya istrinya "
"maaf bu apa ibu bisa datang ke rumah sakit permata indah "
"iyah saya akan datang ke sana sekarang " panggilan pun terputus dan mama ratna pun menuju ke rumah sakit permata indah dengan mengendarai taxsi online yang sebelumnya telah ia pesan .
" pak ke alat tujuan yyah" sambil menampakan wajah yang cemas
"iyah baik bu " jawab sang supir
tak berapa lama sampailah taxsi yang membawa mama ratana ke rumah sakit permata indah .
"iyah bu trimakasih "
mama ratna pun masuk kedalam rumah sakit dan menuju ke area inpormasi
"maaf saya mau bertanya ruangan nya bapa amril ada di sebalah mana yah ? "
"sebentar yah bu , bapak amril masih di ruangan ICU karna luka di kepalanya belum bisa di deteksi "
"kalau begitu ibu lurus nanti ada tulisan ICU yah bu "
" trimakasih sus " mama ratna pun pergi berlalu menuju ruangan ICU
tak berapa lama mama sampai lah di ruangan ICU , di lihatnya papa amril yang sedang berbaring dengan di tempeli selang di bagian tertentu pada tubuh papa amril . tak berdaya melihatnya pun sampai tak tega , tak berselang lama keluarlah dokter yang menangani papa amril.
__ADS_1
"bagai mana keadaan suami saya dok" tanya mama ratna sambil mengurai air mata
"maaf sebelumnya , keadaan suami itu yang sangat begitu memprihatinkan hanya keajaibanlah yang bisa menolong nya"
"dok saya mohon tolong selamat kan suami saya "
"maaf bu sekali lagi kita di sini sebagai tim dokter sudah melakukan yang terbaik"
"apa saya boleh menemui suami saya dok "
"iyah silahkan bu , tapi maaf harus tetap mengikuti protokol yah bu "
"iyah dok trimakasih"
melihat keadaannya yang sangat memprihatinkan tak kuasa mama ratna untuk menumpahkan air matanya .
"mah jangan nangis "ucap pak amril sambil terbata
mana tia mah , papa pengen ketemu tia "
"tia di rumah pah sedang sakit demam"
"bawa tia kesinih mah papa kangen , papa merasa kalau waktu papa sudah tidak lama llagih
" pah , mama mohon bertahan demi tia demi keluarga kecilkita "
"iyah mama minta bibi mengantarkan tia ke sinih pah , "
pak amril pun hanya menganggukan kepala nya
__ADS_1