ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
PERTEMUAN


__ADS_3

"Fatimah butique"


Butik yang didirikan beberapa tahun yang lalu itu kini namanya cukup terkenal di kalangan-kalangan atas .Hal itu di karenakan pelayanan yang tidak pernah mengecewakan pelanggan .


selain baju nya yang selalu mengesan kan ,kualitas nya juga tidak kalah baik dari butik-butik terkenal lain nya.


pukul sembilan.sebentar lagi ada klien yang harus ia temui. Jika ada klien yang ingin bertemu dengan nya biasanya ia selalu mencari-cari alasan agar tidak bertemu , urusan klien biasanya Hanna pasrah kan pada Raisa .Raisa juga bisa di andal kan toh ,dia sudah dewasa.


"Alhamdulillah"


setelah satu minggu ia merancang model gaun pernikahan akhirnya selesai.


Hanna tersenyum ,


memandang hasil rancangan nya dengan puas.kemudian membereskan peralatan yang baru saja di pakainya .


"Kak ,Ada tamu yang ingin bertemu kakak!"


"dimana dia?" tanya Hanna memandang karyawan nya sekilas. kemudian kembali sibuk memasukan peralatan nya .


"masih di luar kak"


"Suru dia masuk ,antarkan ke ruangan khusus untuk tamu ya .. kakak akan menunggu di sana " Hanna berucap kemudian berdiri hendak pergi


"Baik kak," wanita seumuran dengan adik nya itu mengangukan kepala nya sopan .


kemudian melangkah kan kaki nya pergi


***


Alvin nampak sibuk mengutak ngatik kan ponsel nya saat memasuki ruangan yang di tunjukan karyawan tersebut .


Hanna menelan salivnya ,.Ia memandang tak percaya siapa yang di lihat nya sekarang.Air mata yang sering kali menetes karena menangisi orang yang ada di depan nya itu seolah kering tidak sama sekali ada yang keluar.


Setelah tujuh tahun ,ketampanan wajah itu masih tetaplah sama . Hanya saja sekarang terlihat sedikit tua,mungkin karena terlalu banyak beban dihidup nya .Kini tubuh itu juga terlihat sangat kurus .


ponsel yang Alvin pegang sedari tadi jatuh ,ia terkejut dengan apa yang ia lihat .


"Hanna.."


Sosok yang selalu di tangisi karena penyesalan nya itu kini sedang duduk di hadapan nya ..


Antara rindu dan bahagia perasaan itu menjadi satu .


laju air matanya kini tidak dapat lagi di bendung .Ia menangis


jatuh bersimpuh di lutut Hanna.


"Ini bunda kah?"


Alvin memandang wajah Hanna ,Ia hendak meraba wajah Hanna ,tapi buru-buru Hanna menjauhi nya .mangingat Alvin tidak menafkahi nya selama tujuh tahun .


Talak jatuh ,meski suami nya tidak pernah mentalak nya.


"Bunda kemana saja,aku merindukan mu"


Alvin mendongak ,memandang wajah orang yang selama ini membuat nya tersikasa.


"mereka telah berbohong kepada ku bunda,


Mereka mengatakan bunda sudah meninggal .. aku menyesal bunda karena telah percaya begitu saja pada kata-kata mereka"


Hanna terdiam tidak merespon sedikit pun kata-kata Alvin .,Ia tidak mengerti dengan apa yang telah Alvin ucapkan


"Bunda.. maafkan aku"


"Aku tahu aku berengsek,Aku ********.


Aku tidak pantas menjadi suami bunda ,aku tau itu bunda.."


"Tapi aku mohon ,berilah kesempatan agar bunda menerima ku kembali .. aku akan melakukan yang terbaik aku janji bunda."


Alvin mengiba . Sejujur nya ia ingin sekali menggenggam menggenggam tangan Hanna .

__ADS_1


Hanna menggeser tubuh nya dengan Alvin kemudian membenar kan posisi duduk nya .


"Duduklah !"perintah nya dingin .


Alvin memandang Hanna ,kemudian duduk menuruti perintah Hanna.


"jadi apa tujuan mu kesini!"Hanna memulai pembicaraan secara formal .


Bukan nya menjawab Alvin malah menggeleng kan kepala nya .sementara


Hanna terlihat sangat kesal.


"ya sudah jika tidak ada yang mau di bahas aku pergi .. " Ucap Hanna kemudian berdiri dari duduk nya


"Baiklah bunda,jangan dulu pergi"


Alvin berucap menghentikan langkah Hanna.


Hanan terdiam kemudian menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi yang di duduki nya tadi.


Alvin terdiam ,bingung dengan apa yang harus dia katakan .


Sementara Hanna nampak menautkan alisnya menunggu apa yang akan di ucapkan oleh seorang yang status nya masih menjadi suami baginya.


"mencari gaun ulang tahun, ya .. maksudku aku ingin melihat-lihat model baju ulang tahun" ucap nya gugup .


Hanna mengangguk-ngangguk mengerti.


"untuk usia berapa tahun?" Hanna bertanya lagi kemudian berdiri .Tentang hati jangan di tanya lagi ,Hanna hampir tak kuasa menahan tangis.


"tujuh tahun"


jawab nya cepat .


"mohon tunggu ,akan aku carikan!"


Hanna berlalu .


Hanna meringis menahan perih di hatinya.


"bunda ,bekerja di sini sudah berapa lama?"


Alvin melihat lihat sekeliling nya ,saat melihat Hanna datang dengan buku yang di pegang nya .


"dulu pun kau seperti ini mas ,kau sungguh tidak tahu malu .. bertanya seolah tidak memiliki kesalahan dan melupakan apa yang telah kau lakukan"


Batin Hanna bersuara .


"cukup lama ,sekitar lima tahun yang lalu" ucap Hanna sambil menjatuhkan bobot tubuh nya kemudian meletakan buku yang sedari tadi di ambilnya .


"Maafkan aku yang tidak bisa memenuhi tanggung jawabku bunda. Aku sungguh tidak tahu kau masih hidup"


"Selama aku hidup bersama mu ,apa kau memenuhi tanggung jawab mu ..


kau tentu tidak lupa dengan apa yang telah kau lakukan ."Mata Hanna berkaca-kaca jika ia mengingat apa yang terjadi di masa lalunya,itu tentu sangat menyakitkan .


Hanna nampak menghembuskan nafasnya kasar ,ia sungguh tidak suka suami nya berbicara di luar tujuan nya.


"jadi kamu mau pilih yang mana?"Hanna berucap sambil membuka satu persatu lembaran kemudian menunjukan nya pada Alvin .


"Terserah bunda saja." Ucap Alvin sambil melirik wajah istrinya yang sedang serius menunjukan gambar satu per satu kepadanya..


"ya sudah... kau cari butik lain saja " Hanna berucap kemudian menutup buku nya dengan keras .


"bunda,"Alvin bersuara tiba-tiba


"apa ini benar-benar bunda?" tambah nya sambil meneliti setiap inci wajah Hanna.


Ia ingin sekali memeluk tubuh Hanna.


"Bunda yang ku kenal dulu tidak seperti ini,


aku ingin bunda yang dulu .. selalu membuka pintu maaf kapan saja untuk ku."

__ADS_1


Alvin memandang Hanna lemah .


"Jangan sama kan aku dengan yang dulu mas ,kau tentu tahu kehidupan yang dulu aku jalan kan terlalu menyakitkan ..


Kau suka aku yang dulu kah mas ?


diam saat kau menyikasaku ,


diam di saat kau menginjak-nginjak harga diriku .Kau mau aku yang selemah itu kah ?"


Hanna berteriak-teriak sakit di hatinya .


Alvin meringis menahan sakit di hatinya ..


seharusnya ia sadar dengan apa yang di ucapkan nya ...


"Maafkan aku bunda .. maafkan aku"


Alvin tidak bisa menahan diri ..Ia hampir saja memeluk tubuh Hanna.


"Tinggal kan aku sendiri mas,!" Hanna berlinang menjauhkan diri nya dari seorang yang memanggil nya bunda .


"tidak bunda ,aku tidak akan melakukan kesalahan yang ke dua kali.." Alvin menggeleng .


"


"Bunda ku mohon terima aku kembali sebagai suami mu ,aku mencintai mu." Alvin berucap


"untuk kau siksa kah mas ,untuk kau permalukan di depan madu mu kah?"


seperti ada sesuatu yang menancap di hatinya .. pernyataan itu terlalu menyakit kan


walau hanya untuk sekedar di dengar..


"berhentilah bunda ,aku mohon jangan seperti ini... kau telah melukai hatiku"


ucap Alvin lemah ..


"dengan apa yang dulu kau lakukan kepada ku ... bagai mana mas?


Apa kau pikir aku sekuat itu mas ,bisa menahan sakit dengan apa yang telah kau lakukan ..


kau mungkin bisa bayang kan posisiku yang saat itu"


Ucap Hanna sambil menghapus air mata di pipinya ..


"Aku mengerti .. bunda !"


"lalu ?" Hanna bertanya ..


"Aku akan memperbaikinya ,ku mohon berilah aku kesempatan "Alvin berucap sambil berlinang .


"kata itu dulu sudah berapa kali kau katakan mas, kau selalu membohongi ku"


deg...


Jantung Alvin rasanya benar-benar copot ..


Ia menangis mengingat apa yang di lakukan nya dulu ..


"Aku mencintaimu bunda...


aku mencintai mu ...aku sungguh mencintai mu.."


Alvin berucap lemah ,kemudian memaksakan tubuh nya berjalan keluar ...


Hanna menangis sejadi jadinya .. badan nya merosot ..


"Apa yang telah aku lakukan ?


maaf kan aku mas ,aku sungguh minta maaf "


ucap nya lemah ..

__ADS_1


__ADS_2