ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
BENTROK


__ADS_3

Alvin menyilangkan kaki nya mentap Bella dari atas kepala hingga ujung kaki dengan intens .Wanita itu manarik-narik ujung bajunya kebawah seolah baju yang di kenakan nya saat ini tidak nyaman untuk nya.


ia meremas jarinya kahawatir mengingat apa yang telah di lakukan nya .


"Dari mana saja kamu?"Alvin bertanya menatap mata Bella dengan tajam seolah siap melampiaskan amarah pada wanita yang kini di tatapnya .


Bella yang sedari tadi menunduk kini mendongak,menurut nya apa untung nya pula harus takut .Lagi pula ia memiliki alasan tertentu.


"apa mas melarang ku, mas sendiri kemana aja selama ini? " Bukan nya menjawab pertanyaan Bella malah mengajukan pertanyaan ..Bella berucap masih dengan suara santai .


"Apa pertayaan ku terlalu susah untuk di jawab,istriku?" Alvin bertanya


santai pula mencoba menahan amarah nya ,bagai mana bisa Bella merempahi larangan nya .Bukan kah dia sudah memperingat kan Bella untuk mengenakan pakaian Syari jika keluar .


Bibir Bella tersungging seolah menyindir ..


"Sama sekali tidak ada urusan nya dengan mu ,apa sekarang kau peduli mas?" Timpal Bella diiringi pertanyaan pada suami nya .


kemarahan Alvin menggelegar memenuhi sudut ruangan.Bagai mana bisa istrinya mengatakan dirinya keluar bukan urusan nya . Bagai manapun ia masih suaminya.


"Aku tidak melarang mu keluar Bella ,tapi setidak nya hargai permintaan ku .. Bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk mengenkan pakain syari,untuk apa kau mengenkan pakai itu kembali ?"


Bella namak terkejut ,badan nya gemetar mendengar bentakan Alvin kepada nya .


"Mas sendiri apa pernah menghargai ku ,tiga tahun kau menelelantar kan ku ,apa kau sadar mas,Aku benar-benar menyesal karena telah menikah dengan mu ." Bella berucap dengan suara bergetar sambil memuatar haluan melangkah kan kaki nya meninggal kan Alvin yang masih berdiri di tempat nya.


"Bella berhenti di tempat mu!."Alvin menyuruh Bella menghentikan langkah nya ,namun Bella sama sekali tidak menghiraukan perkataan suami nya .


"Bella.."


Teriakan Alvin masih terdengar di telinga nya ,saat Bella sudah memasuki mobil yang barusan di naiki nya ..


Ia menancap gas,sambil menangis sejadi-jadi nya ..


"Aku mencintaimu Bella,dan akan selalu mencintaimu .Berjanjilah kepadaku untuk tidak meninggal kan ku ..Aku sungguh bisa mati jika hidup tanpa kehadiran mu di sisiku."


"Apa yang telah kau lakukan padaku mas,kau benar-benar telah menyakiti ku.


aku membencimu mas ,aku benar-benar membencimu" Teriak nya seperti orang gila.


"Ia turun melangkah kan kaki nya dengan cepat.Mata nya masih juga belum berhenti menangis menambah kan penampilan nya terkesan begitu kacau di mata setiap yang memandang nya.


Bella jatuh ambruk di makam yang di anggap nya Hanna.

__ADS_1


"mbak apa kau melihat ku sekarang hah .. apa kau senang dengan keadaan ku yang sekarang ,bagai mana dulu kau begitu sabar mengahadapi suami ku? .."


Ucap nya setengah berteriak .Ia menghapus air mata nya dengan kasar kemudian berucap kembali seolah yang di anggap nya terbaring di dalam tanah itu mendengar kekacauan hidup nya.


"Apa ini karma karena dulu aku senang dengan perlakuan suami ku pada mbak ,apa mbak dulu mendo'a kan ku supaya semua ini terjadi padaku ..


Aku masih belum mengerti tentang hidup yang aku alami"


Bella masih berteriak kemudian suara nya melemah.


Air mata nya kembali menetes ,mengingat apa yang telah Alvin lakukan kepada nya .


"Maaf kan aku mbak,dulu aku banyak menyakiti mu" Ucap nya kemudian


berdiri hendak meninggal kan makam yang di kunjungi nya.


Bella merogoh tas nya mencari-cari benda yang ada di dalam nya .


kemudian ia mengeluar kan tangannya saat benda pipih itu berada dalam genggaman nya .


"Apa kau ada di apertemen mu,


aku akan mengunjungi mu sekarang" ucap nya kemudian ia memutus kan sambungan telpon itu saat sudah mendengar jawaban singkat dari seseorang di sebarang sana.


"Hai sayang "sapa seorang pria saat dirinya sudah memasuki apertemen yang di tujunya .


Pria itu sedang duduk di sopa sambil menikmati jus yang barusan di buatnya .


Bella duduk di pangkuan Brayen ,kemudian mengalungkan tangan nya tanpa ragu .


Ia menatap mata Brayen dengan tatapan yang menggoda kemudia mencium ***** nya sekilas .


"Aku merindukan mu sayang" Bella berucap masih tetap dengan posisi sebelum nya .


"Jangan menggoda ku seperti ini sayang,aku bisa menyerang mu sekarang juga .


pria yang masih berpropesi seorang model itu berucap sambil meminum jus nya kembali kemudian memasukan nya kedalam mulut Bella.


Bella menelan nya kemudian turun dari pangkuan pria itu .Kali ini ia duduk di samping nya sambil menyandar kan tubuh nya pada pundak Brayen .


"Apa kau di marahi suami mu lagi ?" Tanya Brayen sambil menatap manik-manik Bella .


Jika di marahi suami nya wanita itu memang selalu menemui nya .

__ADS_1


"Aku hanya merindukan mu " Bella menjawab dengan suara lemas .


"Kau berbohong sayang ,kau tidak lupa kan kita baru saja bertemu"Brayen menimpali jawaban kekasih nya itu tidak percaya.


"kau memang selalu mengerti"


"kapan kau akan mengajukan surat perceraian itu ke pengadilan?"Brayen menahan kepala Bella kemudian membaringkan kepala itu di pangkuan nya.


Brayen memang benar-benar sangat mencintai wanita yang kini terbaring di paha nya itu .


"Secepat nya.,aku sudah tidak tahan lagi sayang"Air mata kini merambat di pipi Bella ,bagai mana pun ia telah menanam cintanya untuk Alvin .Soal Brayen tidak lebih hanya untuk sekedar mengalih kan pikiran nya ,kemudian untuk memuas kan nafsu nya juga .


"aku akan mencitai mu sayang ,bukan kah dari dulu aku menyuh mu untuk secepat nya mengajukan perceraian itu?" Suara Brayen terdengar jengkel ..Namun hati nya bahagia karena jika perceraian itu terjadi ia tidak sia-sia memperjuang kan cintanya ,Ia tentu akan memiliku Bella seutuh nya .


"Aku masih memikirkan nasib anak ku" Bella berbohong ,ia mempertahan kan pernikahan nya itu tentu karena ia masih berharap suami nya akan kembali mencintai nya .


"Soal Mala ,apa kau yakin itu anak nya Alvin?" Ragu-ragu Brayen bertanya .


Bella terbangun,kemudian menatap mata Brayen


"Apa maksud perkataan mu ,saat itu aku tidak lagi berhubungan dengan mu" Jawab nya kesal .


***


Sementar di sana Alvin meracau tak jelas saat istri nya pergi begitu saja.


"Aku benar-benar tidak bisa menjaga amanah darimu Tuhan." ucap nya putus asa .


"Dulu aku telah menyia-nyiakan istri yang begitu tabah menghadapi cobaan mu .sekarang aku malah menyakiti wanita yang dulu pernah aku cintai ..


Sebenar nya apa yang telah terjadi padaku tuhan?" Racau nya lagi .


***


masih ada kah yang menunggu kelanjutan novel ini,


maafin author yang terlambat up nya ya .


Setidak nya like ,meskipun karya author tidak lah bagus .tapi setidak nya author sudah berfikir.


vote kalo bisa ya he he.


jangan lupa kan untuk dukungan nya ya.

__ADS_1


aku pada kalian muach..


__ADS_2