
Adrian memandang Iriana penasaran.
"Jadi apa yang mau kamu tanyakan?"
Ucap nya serius .kemudian menyeruput kopi hitam yang baru saja di pesannya .
"Aku hanya ingin menanyakan pasien yang kemarin kamu bawa ke singapura,aku telah bersalah karena kemarin aku meninggalkan nya."
"Jadi mengapa kamu meninggalkan nya ,padahal sebelumnya kamu telah bersedia untuk merawat dan memenuhi kebutuhannya Riana."Adrian mengintimidasi
"Aku ada urusan mendadak ,maafkan aku"
Adrian menganggukan kepalanya,namun kembali memandang Iriana serius .
"kamu menemuiku hanya untuk menanyakan ini?" tanya Adrian lagi sambil mengangkat ke dua alisnya
Iriana memainkan jarinya cemas,seperti ragu untuk bicara
"Aku hanya ingin bertanya ,apa dia sudah sembuh?" iriana berkata sambil menghembuskan nafas berat nya.
"Ya ..sepertinya sekitar tujuh puluh lima persen tubuhnya sudah pulih ,tapi dia mesih harus melanjutkan pengobatan nya"Adrian menjelaskan sambil mengangguk nganggukan kepalanya pelan .
"lalu?"tambahnya lagi .
"Apa dia sudah pulang ?" Iriana menunduk,menyadari perubahan Adrian saat ini.
"Apa kau belum mengunjungi rumah kakak mu,dia sudah pulang Riana"
Sekilas wajah keterkejuatan terlihat di muka Iriana kala mendengar pernyataan dari Adrian
namun kemudian ia kembali berucap santai
"Bagaimana kamu bisa tau dia istri dari kakak ku?"
"Lalu,mengapa kamu tidak memberitahu ku kalau dia kakak mu?"Adrian mengintimidasi
"Aku hanya..."Iriana berhenti tidak melanjutkan perkataan nya .
"Hanya?" Adrian masih penasaran.
"maksudku aku harus pergi..terimakasih atas waktunya!!"Iriana menggenggam ransel nya kemudian hendak berdiri .
"buru-buru sekali Riana ,bukan kah kau belum menjawab pertanyaan ku?"
Adrian mencegahnya .
"Aku ada urusan ,lain kali aku akan menjawabnya "Iriana berlalu ..
***
"ibu... ibu"baru saja datang Iriana berterik teriak cemas..
"Sayang ada apa dengan mu,tenanglah !!"
Mira berucap sambil membenarkan letak duduknya.
Iriana menjatuhkan tubuhnya pelan di tepi ranjang.
"Ibu,apa kakak ipar kemarin sudah pulang?"
Tanya nya tak sabar
Mira terdiam .
pertanyaan itu sukses membuat hati Mira hancur, ia bahkan tak lagi mampu membendung rasa sakit di hatinya sampai air itu jatuh di pelupuk matanya.
"Ibu ,katakan?" Iriana tak sabar ..
__ADS_1
"kemarin dia pulang Riana ,tapi"Mira
Menangis .
"Tapi apa bu?"
Iriana khawatir ..
"Dia pergi lagi ,kami mengusirnya "
"ibu.. oh ya ampunnn ...
apa yang telah ibu lakukan?"
Iriana menangis putus asa mengingat keadaan sang kakak .
"Ibu juga tidak tahu Riana ,tapi mengingat apa yang telah dia lakukan padamu ,juga kakak mu .Ibu rasa dia pantas mendapatkan perlakuan semacam itu"
Iriana terdiam ,lagi-lagi kesalahan nya karena telah berbicara tidak benar pada ibunya .
"ibu ..aku harus mencarinya kemana ?"
Iriana menangis ,memandang lurus ke depan .
"untuk apa kamu mencarinya Riana,apa Alvin bertanya keberadaan Hanna kembali? "
Mira bertanya ,sambil menghapus air mata di pipinya .
"Katakan ibu ,apa ini kesalahan ku,aku sungguh tidak mampu menahan rasa sakit di hatiku ibu"Iriana menyandarkan kepalanya ke pundak Mira.
"apa maksudmu Riana?"
"Aku akan menjelaskan nya, tapi berjanjilah ibu untuk tidak membenciku."
Iriana tidak mau lagi kebohongan nya membawa nestapa baginya .. ia memutuskan untuk berbicara jujur pada sang ibu.
Bagaimana seorang ibu bisa membenci putrinya sendiri?"
"Kau tahu ibu,saat aku membatalkan janjiku untuk menemani ibu ke rumah kakak ini .
Waktu itu aku mendapat telpon dari kekasih ku untuk menjaga seorang wanita di singapura "sejenak Iriana berhenti kemudian menarik nafasnya kembali .
Mira mulai serius mendengar penjelasan putrinya .
"wanita itu mengidap penyakit leukemia "
"bukan kah itu penyakit kanker darah?" Mira memotong penjelasan putrinya .
"iya .. ibu benar
Wanita itu mengidap penyakit kanker darah .
Aku tidak tahu siap wanita itu namun alangkah terkejutnya aku bahwa wanita itu adalah kakak ipar "
Riana membiarkan air matanya mengalir .
"Hanna.. maksudmu Hanna mengidap penyakit kanker darah?" terlihat dari raut wajahnya ,sepertinya Mira khawatir.
"iya ibu"Sejenak Iriana terdiam .
"kau.. lalu mengapa waktu itu kau mengatakan Hanna kabur bersama kekasih mu?"
"ibu... maafkan aku " Iriana menangis
"Apa maksud permintaan maaf itu Riana?"
Liadah Riana kelu ,ia bahkan tak berani menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"katakan Riana?"
"Aku telah berbohong ibu ,maafkan aku"
Riana melepaskan penat nya dalam hati,Ia menangis sejadi jadinya di lutut sang ibu .
"Kamu berbohong sama ibu,kau telah ceroboh Riana" badan Mira merosot, kata-kata Riana bagaikan pisau tajam yang mengenai hatinya.
"ibu maafkan aku"
Iriana sesenggukan .
"Sudah ku bilang ,Hanna tak mungkin melakukan hal seperti ini,tapi mengapa aku bisa mempercayai mu " Mira terisak ..
"Lantas kamu berbohong sama ibu ,apa maksudnya Riana?"
Iriana terdiam menunduk.
"aku sakit hati ibu ,Adrian mencintai kakak ipar" Ucap nya lemah .
"Adrian mencintai kakak ipar ,seharusnya kamu menyelesaikan masalah mu dengan Adrian .mengapa kamu menanam benih kebencian pada Hanna..
Ibu tidak mengerti dengan sikap mu Riana ,bukan kah ibu sudah menyekolahkan mu sampai Singapura "marah Mira
"Aku menyesal ibu"
Mira memejamkan matanya ,ia membuang nafas nya dengan kasar .
"kau tahu penyakit kanker darah itu seperti apa?"
Iriana menunduk ..
"kau masih tega menambah penderitaan padanya demi ego mu Riana ,ibu sungguh tidak mengerti " Mira berteriak
"ibu maafkan aku"
"sudah lah Riana ,maafmu juga tidak terlalu berguna,tinggal kan ibu sendiri " Mira menghapus air mata di pipinya .
Iriana terdiam.
"ibu ... mas Alvin ingin bertemu kak Hanna..
Aku harus bagai mana?"Iriana kebingungan ..
"Semua ini gara-gara kamu Riana,jika saja kau tak mengatakan yang tidak-tidak tentang Hanna pada ibu .. Ibu tidak akan mengusirnya"Mira menangis sejadi-jadinya
"Aku akan bertanggung jawab ibu. aku akan mencari kakak ipar"
putusnya kemudian pergi meninggalkan sang ibu ..
Mira merebahkan tubuhnya , kemudian memejamkan matanya .
"apa yang telah ibu lakukan ,maafkan ibu Hanna.
Jika saja ibu tidak mempercayai ucapan yang belum tentu benarnya, ibu mungkin tidak akan menyesal seperti ini.
Ibu benar-benar bodoh karena telah percaya di bodohi putri ibu sendiri ..
maafkan ibu Hanna ,maafkan ibu.
Ibu sungguh menyesal"
***
Mohon dukungan nya readrs ,kritik dan saran nya ..
ceritanya masih amburadul wkwkk ,typo bertebaran ..
__ADS_1
Masih belajar di maklum ajh ya ..