ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
AWAL PERUBAHAN


__ADS_3

Hanna bersimpuh,air mata yang menggenang kini telah merambat menyapu pipi putihnya .


isak tangis sesekali terdengar beriringan .


Tampak nya ia sedang khusuk ,mengadukan nasib pada sang pencipta , menceritakan semua beban hidup yang selama ini ia rasakan . perasaannya sakit nya pun mulai lenyap.


kalian perlu tau ,sebaik-baik tempat bercerita adalah Tuhanmu , jika saja ada masalah yang begitu berat. cobalah untuk berbicara pada tuhan melalui hatimu ,katakan saja semua masalah mu seolah tuhan benar -benar sedang mendengarkan mu .menangislah kepadanya ,ini nyata masalah seberat apapun akan menjadi masalah yang tidak seberapa , bonus kalian akan mendapat jalan keluarnya . asal kalian memasrahkan diri kepadanya .


Hanna mengangkat ke dua tangannya ,


Robbi...


"Kini Hanna menghadap atas panggilan mu ,menceritakan semua keluh kesah kehidupan yang telah menimpa Hanna.


Hanna mohon ampun Robi,atas ketidak sabaran Hanna . Namun Hanna hampir tak mampu menjalaninya , berikanlah kekuatan untuk Hanna ,tanpamu apalah daya Hanna yang lemah ini .


terimakasih telah memperingatkan Hanna melalui suami yang kejam.


Kini Hanna mengerti betapa Hina nya Hanna dalam pandangan mu ,lalu apa gunanya kesombonganku "


jika dengan ini saja ,Hanna tak mampu untuk menjalankan kehidupan , lalu bagai mana dengan nerakamu yang sakitnya tidak bisa di bayang kan ,ampuni hanna yang telah merempah laranganmu Robi ,ampuni Hanna yang mempergunakan tubuh ini dengan tidak benar


Rabbi...


Hanna menghadap mu dengan tubuh berlumurkan dosa, Hanna yang tidak bisa menjaga amanah tubuh ini darimu .


memohon ampun , memohon untuk di bersihkan Robbi ....ampuni Hanna ."jeritnya.


"Hanna ridho menerima semua ujian yang telah menimpa Hanna , namun hanna minta,Hanna minta bimbingan untuk ditunjukan arah menuju jalan mu,sungguh sebaik baik kebahagiaan ku adalah mendapat keridhoan darimu."


diiringi isak tangis,


batin Hanna menjerit .


kemudian mengusap wajah yang kini terlihat tenang.


***


Hanna berdiri perlahan ,melihat Alvin yang kini duduk di tepi ranjang ,


Hanna tersenyum .


walau bagaimanapun surga sang istri ada dalam keridhoan suaminya ,sekejam apapun seorang suami derajat nya tetaplah diatas seorang istri .


sebenarnya Hanna ingin sekali marah ,tapi ridhonya lebih berharga dari kemarahan nya .


Hanna perlahan menghampiri Alvin ,kemudian meraih tangan suaminya .


"Hanna minta ridho nya mas , Hanna mohon maaf atas kekurangajaran Hanna ,Hanna mohon maaf belum bisa membahagiakan mas"


ucap Hanna masih mencium tangan suaminya .


Alvin memeluk Hanna ,

__ADS_1


"Bunda adalah wanita terbaik yang pernah aku temui ,


mas menyesal telah menyakitimu ,terimakasih bunda atas kesabaran bunda .Seharusnya suami sepertiku tak pantas lagi mendapat ampunan darimu . maafkan aku bunda,maafkan aku."


ucap Alvi sambil masih memeluk tubuh mungil istrinya . namun kepedihan tak dapat disembunyikan nya .


"lupakan mas ,sekarang berubahlah!"ucap Hanna tegas


"mas janji akan bahagiain bunda sebisa mungkin ,mas tidak mau lagi menyia nyiakan bunda ,berilah mas kesempatan" ucap nya .


"cobalah mas ,semoga Allah selalu memberi maaf untuk mas"jawab Hanna sambil tersenyum .


"Bunda lapar mas , apa ada makanan" tanya Hanna sambil mengelus perutnya .


"Ada bunda, sebentar ayah ambilkan " ucap Alvin tanpa ragu .


"Ayah?"


Hanna nampak kebingungan .


"ya ,mulai sekarang bunda harus panggil aku Ayah " ucap nya sambil tersenyum kemudian berlalu mengambil makanan nya .


suasana tampak hening . Tidak ada percakapan saat mereka makan .


***


"Bunda sini dulu"ucap Alvin


"duduk !"perintah Alvin sambil membatu istrinya duduk.


kini mereka mengahadap cermin .


wajah Hanna terlihat pias ,luka lebam di sudut bibir nya seolah menunjukan keterlukaannya.


Alvin meraih sisir


"Rambut bunda belum di sirir "ucapnya.


Di villa ini memang sudah tersedia apapun ,karena Alvin sering mengunjungi nya bersama Bella . villa ini juga miliknya .


"Bunda tampak kurus ,apa bunda sering telat makan?" tanya Alvin serius .


sementara Hanna tidak berniat untuk menjawabnya .Seharusnya ia tak menanyakan nya, kemarin Hanna di rumah sakit satu minggu ,bagai mana bisa ia masih bertanya .


Alvin nampak membelalakan matanya saat melihat rambut yang disisirnya banyak terbawa .


Rambut Hanna rontok .


"Bunda apa bunda tidak merawat rambut bunda" tanya Alvin mencoba menepis pikiran jeleknya .


sementara bayangan mata Hanna tampak berkaca-kaca . melihat rambut yang berserakan. padahal kemarin kemarin rontok nya belum seperti ini .


Alvin yang melihat perbuahan istrinya ambruk ,pikiran jelek mulai menghantui pikiran nya .

__ADS_1


Hanna hanya diam menunduk ,mencari-cari alasan yang tepat untuk suaminya .


" Bunda katakan,bunda kemarin sakit apa " tanya Alvin sambil menggoncang pelan tubuh istrinya .


"anu yah ,bunda kemarin hanya panas" ya ..


panas memang alasan yang tepat ,karena riwayat penyakit panas juga bisa membuat rambut rontok .


ucap Hanna sedikit gugup .


Alvin memandang wajah istrinya , satu kata yang ditemukan pias ,dengan luka-luka di wajahnya .


"bunda maafkan ayah " ucap Alvin ketakutan sambil memeluk istrinya .


Hanna terdiam .


" bunda jangan tinggalkan ayah ,ayah mohon" ucap nya sesak .


"jangan seperti ini ayah , bunda baik-baik saja" ucap Hanna sambil melepas pelukan suaminya .


"bunda bohong" bantahnya .


kali ini Hanna hanya menangis .


"bunda katakan,apa yang sebenarnya telah terjadi " Alvin memaksa.


"bunda capek yah ,bunda perlu istirahat ."


"katakan dulu bunda ,apa yang telah terjadi"


"iya ok ,nanti bunda ceritakan , tapi sekarang izinkan bunda untuk istirahat , bunda mau pulang " ucap Hanna sambil terisak .


"baikalah kita pulang,tapi malam bunda harus menceritakan nya"


pikiran Alvin sudah kemana mana ,hatinya resah seolah tau akan ada kabar buruk yang menghantuinya .


"ayah bantu bunda mengemasi rambut yang berantakan itu "


Alvin hanya menautkan alis nya ,


"itu Aurat ayah , jangan biarkan rambut itu menyusahkan bunda nanti"


kali ini suara Hanna terdengar manja ,seolah menjelaskan bahwa rambut itu harram jika dilihat lain mahrom .


"ah,baikalah "ucap Alvin sambil memunguti rambut yang ditunjukan .


yang semangat ya readers bacanya ,soalnya ceritany up terus . habis nya gada kerjaan he he .


mohon dukungan sama bimbingan nya , janga lupa like ,komen sama kasih rate nya .


kalo bisa vote nya juga di kasih ..


hihihi ..

__ADS_1


__ADS_2