
tak berselang lama karna jarak rumah sakit dan rumah tidak terlalu jauh . terdengar dari luar ada orang yang mengetuk pintu , mama ratna pun beranjak untuk membukakan pintu .
"maaf bu ini saya mau mengantarkan neng tia , alhamdulilah panasnya sudah turun bu "
"iyah makasih yah bi "tak ada senyum lagi seperti biasa yang menghiasi bibir cantik sang majikan nya itu hanya mata yang sembab dan penampilan yang acak- acakan .
"mah papa mana , kata bibi papa sakit yah ?" dengan wajah polosnya tia berucap dan menampakan wajah yang murung
"iyah sayang papa sakit dan sekarang pengen ketemu tia" ucap mama sambil membawa tia masuk ke dalam ruang rawat pak amril
" mah papa kenapa ko banyak selang nya sih , kasian papa mah tia mau lepasin selang nya nanti ada air nya kelur dari kerannya " celotehan tia dengan wajah polosnya
pak amril pun membuka matanya karna mendengar suara celotehan tia yang slalu dirindukannya setiap saat
"sini sayang , peluk papa , papa kangen princes imut "
"tia juga kangen papa " sambil merentangkan tangan pada tubuh lemahnya pak amril
" mah apa papa boleh minta sesuatu sama mama"
__ADS_1
" apa pah "
" tolong jika nanti umur tia sudah cukup tolong nikahkan tia dengan sahabat papa pak anwar wijaya , karna kita sudah sepakat untuk menjodohkannya "
" iayah pah mama janji akan mengabulkan permintaan papa ini "
"trima kasih mah , dan tia sayang tumbuh lah menjadi gadis yang bisa menjaga kehormatan untuk keluarganya , maafin papa yah " ucap nya sambil menarik napas yang mulai hilang di iringi ucapan syahadat yang di bisikan oleh mama di telinga papa amril .
"inalilahiwainalilahirojiun papa sudah pergi sayang " ucap mama sambil memeluk tia kecil yang nangis memerontaronta
flasback of
mama ratna menyambut sang besan dengan begitu ceria nya
" selamat malam nyonya rita , tuan anwah wah na galang tumbuh menjadi pria yang tampan dan gagah yyah
" iyah siapa dulu dong dady nya " kelakar om anwar sambil memasuki ruang atamu
" silah kan duduk dulu saya mau manggil dulu tia "
__ADS_1
"iyah trimakasih " jawab bu rita dengan senyuman yang tak pernah pudar dari bibir merah merekah nya.
tia yang sedang melamun pun di kaget kan dengan suara pintu yang di ketuk dari luar ,
"tiia yuk keluar sayang keluarga galang sudah nunggu di luar tuh "
"iyah mah "
"senyum dong kan biar nambah cantik nya , jangan manyun gitu , ini kan hari bahagia jadi kamu pun harus terlihat bahagia"
"iyah mah " sambil memancarkan senyum yang yerpaksa
tia dan mama ratna keluar menuruni tangga secara beersama-sama , dari bawah sudah terlihat keluarga pak anwar yang duduk menghadap ke tangga sedangkan galang sendiri duduk membelakangi tangga , sesampainya tia di bawah tia langsung menyalami tangan pak anwar dan nyonya rita dengan sopan
"assalamualaikum om , tante selamat malam maaf menunggu llama"
"iyah ga aapa- apa , kamu terlihat berbeda dari biasanya sayang lebih cantik , iyah kan galang?"
galang hanya menatapnya sekilas lalu membuang mukanya lagi , ada perasaan yang berdesir dalam hati galang tapi dia mencoba untuk menepisnya .
__ADS_1
"baik lah kita mulai ke tujuan intinya , kedatangan saya sekeluarga datang keintinyantuk meminang tia untuk anak saya galang , bagai mana bu ratna?"