ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
CURAHAN HATI ALVIN


__ADS_3

Menatap langit-langit kamar,Dengan sangat hati-hati ia menyampingkan tubuhnya.Di sana jam dinding terpampang begitu jelas,sudah pukul dua belas malam Alvin masih juga enggan menutup mata.


Matanya kini tertuju pada Fatimah yang kini tertidur pulas di baluti selimut tebal di tubuh nya .


Seulas senyum merekah ,Ia mendaratkan telapak tangan nya di kening Fatimah kemudian mengusap-ngusap nya dengan sangat lembut.


"Maafin ayah ,nak"Ucap nya.


Tak lupa kecupan manis ia daratkan dengan punuh kasih sayang.


Ia menindih tangan kiri dengan kepala nya,sementara tangan satunya lagi masih setia mengusap-ngusap kepala putrinya.


"Saat kau di kandungan bundamu,apa kau menyusahkan nya?,"Pertanyaan konyol itu ia ucapkan .Terlepas dari itu ,matanya berkaca-kaca seolah kata-kata tersebut mengandung arti yang sangat dalam baginya.


Iya ,dia memang merasa sangat bersalah.


Bagaimana tidak ,seorang ayah tidak tau akan kehadiran anak nya . Sejak Fatimah hadir dalam kandungan ibunya bahakan ia sama sekali tidak mengetahui nya.


"Saat bunda mu ngidam,kau mau apa?,


harus nya waktu itu ayah ada,memenuhi semua keinginan mu."Celotehnya lagi.


Tangan yang tadi sempat mengusap kepala Fatimah kini sudah melingkar di pinggang kecil itu.


Air mata nya juga sudah merambat pelan keluar dari sudut matanya.


"kau tahu sayang,dulu ayah seorang yang amat kejam ,bunda mu sering sedih karena ayah . sekarang ayah begitu bersyukur karena kau tidak sama sekali membenci ayah mu yang kejam ini.


Tetaplah seperti ini sayang,jadi wanita sabar dan kuat seperti bunda mu.


Ayah sangat menyukai itu."Tutur nya.


muachh..


Satu kali lagi ia mengecup puncak kepala putrinya .


"Selamat malam sayang ,Tetap lah menjadi kebanggaan ayah bunda ."bisik nya seraya tersenyum.Air mata yang sempat menetes ia usap dengan tangan kasar nya sampai mengering.


Malam itu Alvin habis kan memandangi putrinya sampai terlelap.


Masih dirumah yang sama namun kamar berbeda ,Hanna juga masih terjaga.


Entah apa yang menyebabkan nya sulit tidur,namun hatinya begitu yakin


ia belum bisa tidur karena Fatimah tidak ada di sampingnya.


Ia bangkit ,menuju kamar mandi hendak mengambil air wudhu.


Tidak berapa lama ia sudah keluar dengan wajah yang sudah di basahi air,berjalan pelan kemudian mendudukan tubuh nya di tepi ranjang.


Ia mengambil gelas berisikan air di nakas kemudian meminum nya sampai tandas.


Mata indah itu kini memandangi setiap sudut ruangan.

__ADS_1


Ia masih ingat betul,di atas meja rias,di sana dulu terpampang jelas foto pernikahan Alvin dengan Bella ,namun kali ini tidak ada


Di rumah ini tidak ada foto sama sekali ,di rumah itu seperti tidak pernah ada kehidupan sebelumnya.


Kamar ini dulu menjadi kamar utama,dada nya akan sesak jika ia memasukinya,namun kini rasa nya berbeda.


Hampa,mungkin seperti itu kira-kira.


"Mas Alvin telah menceraikan Bella,bukan kah dulu ia sangat mencintainya.?"


Satu pertanyaan melintas di pikaran nya ,ia belum tahu betul akan masalahnya.


Riana bilang karena dirinya ,entahlah..


Akhirnya ia keluar menuju kamar Alvin ,Ia ingin memastikan Fatimah sudah tidur apa belum , berhubung ia tidak bisa menejamkan matanya , ia berniat membawa Fatimah tidur bersama nya.


Perlahan pintu kamar itu ia buka .


Pemandangan yang pertama dilihatnya adalah Alvin yang sedang memeluk putrinya.


Ke empat mata orang yang di cintainya sudah terpejam .


Fiuh...


Hanna menghembuskan napas nya pelan.


Ia menatap sekelikingnya,tidak ada yang berubah dari semenjak di tinggalkan nya.


Bahkan bunga melati segar yang terletak di dalam gelas berisikan air masih ada di tempatnya.


Dulu tempat itu tempat ia terbaring sendirian ,tempat mengadu pada tuhan , tempat di mana ia menahan sakit di dalamnya.


Dan sampai sekarang tempat itu masih terasa hidup baginya.


Sebulir bening jatuh di pipinya.


Ia menghampiri meja rias ,membuka lacinya kemudian mendarat kan tubuh nya di kursi meja rias tersebut.


Ada sebuah buku besar.


Lama terdiam ia menatap buku tesebut kemudian mengambil dan membukanya saat rasa penasaran belum juga hilang di dalam hatinya.


Aku tidak menyangka ,wanita yang bahkan tidak aku pedulikan keberadaan nya masih setia memegang pernikahan meski harus mengorban kan kebahagiaan hidupnya.


Aku tidak mau melakukan ini ,aku sendiri tidak tega melihat dirinya saat aku siksa ,namun ego ku .


AKu sungguh tidak bisa menahan nya.


Dan untuk pertama kali aku bertingkah seperti penjahat .Aku bahkan menyakitinya seperti orang kesetanan,tak sadar dan akan berhenti sampai melihat dia berdarah.


Besok aku akan melangsungkan pernikahan dengan wanita yang aku cintai.


Namun tiba-tiba hatiku resah ,aku teringat pada sosok yang berhati mulia.

__ADS_1


Namun cintaku,sayang nya aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.


Dan untuk nya,aku tidak akan melepas dan menceraikannya.


Bunda ,selain ibu kau adalah wanita terbaik yang pernah aku temui .


maaf kan aku selama ini,maafkan aku karena telah banyak menyakiti mu,


maafkan aku karena telah menelantarkan mu .


Aku berharap Tuhan suatu saat membalas kebaikan untuk mu.


Terimakasih sekali bunda ,terimakasih karena telah mengizinkan ku menikah dengan Bella.


Dia adalah wanita yang sangat aku cintai.


Nanti. jika saat nya tiba,


jika hatiku telah terbuka,dan


jika cinta telah ada untuk bunda aku berjanji akan membahagiakan mu juga Bella.


Aku percaya bunda akan menyayangi Bella ,aku percaya bunda akan ikhlas bila suatu saat ketidak adilan ada di pihak bunda .


Dan aku akan menjalankan kewajibaku sebagai suami kelak,jika aku telah mencintai bunda .


Maafkan aku bunda,untuk saat ini aku hanya bisa menganggap mu wanita terhormat juga mulia.


@Suamimu,Alvin.


Perlahan air mata jatuh di pipi Hanna saat membaca bait demi bait curahan hati Alvin kepadanya,


Hatinya baik,mengakui kesalahan ,namun nafsu nya yang mejadikan dirinya sekejam ini.


Ia menutup buku itu ,


"Bunda,"disana terpampang jelas judul dari buku itu.


Ia mengambil buku tersebut,penasaran dengan apa yang ia tulis di dalam nya.


Sebelum nya ia berjalan menuju tempat tidur yang sedang mereka tiduri,ia meraih selimut yang sudah melorot kemudian membenarkan nya .


Ditutupnya tubuh dua orang yang ia cintai,pandangan nya terhenti ketika melihat wajah Fatimah .


"Selamat tidur sayang,"


satu kecupan manis ia daratkan.


"Buku nya aku pinjam mas,"Ucap Hanna pelan saat melihat wajah Alvin.


Setelah itu ia pergi hendak meninggalkan kamar tersebut namun langkah nya tiba-tiba terhenti ..


Saat mendengar suara Alvin menyebut namanya

__ADS_1


"Bunda,"racaunya,kata itu memang kata yang di khususkan untuk Hanna.


__ADS_2