ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
PERCAKAPAN DENGAN IRIANA


__ADS_3

Jam di tangan Iriana baru menunjukan pukul sepuluh. Maka tak heran,suasana warung kopi itu masih sangat sepi ,yang datang hanya dua tiga pengunjung saja.


warung kopi itu biasanya akan ramai di kunjungi muda mudi dari mulai masuk waktu asar sampai pukul dua belas malam ..


Pandangan Iriana menyapu jalanan,kebetulan sekali kafe yang mereka kunjungi berada di pinggir jalan.Pepohonan yang sengaja di tanam oleh pemilik kafe tentu saja menambah kenyaman pengunjung ,walau posisi nya di pinggir jalan namun suasana kafe tersebut masih bisa di katakan asri.


Ia melirik Hanna sekilas,kemudian pandangan nya kembali terarah pada jalanan yang di penuhi pengendara speda motor.,ia tengah berfikir keras dan memutuskan akan menceritakan semua nya pada seorang yang kini duduk bersebrangan dengan nya.


"kak Alvin mencintai kakak."ucap nya kemudian berhenti .


Hanna hanya terdiam tidak berniat menjawab kata-kata Iriana,Ia memandang wajah Iriana dengan serius seolah sedang menanti kata yang akan Iriana ucapkan selanjut nya .


Iriana menarik nafas nya,kemudian menghembus kan nya dengan kasar mencoba membuang rasa gugup yang menyelimuti hatinya.


"Saat di singapura kak Alvin nyaris gila mencari kakak,sementara aku tahu keberadaan kakak dan menyembunyikan nya.Aku menyayangi kak Alvin ,kakak tahu sendiri itu. Yang aku tahu kak Alvin membenci kakak,itu sebab nya aku menyembunyikan kakak darinya.


Namun dugaanku salah,ternyata kak Alvin sudah jatuh cinta pada kakak."Ucap nya terdengar lantang,namun


Air mata itu terlihat merambat pelan menyapu pipi putih nya.


"Mas Alvin mencari aku ,benarkah?"Batin Hanna bertanya-tanya,namun ia memutus kan untuk diam ,fokus pada kata-kata yang akan Iriana ucapkan .


"Ibu membawa penyesalan nya sampai meninggal,Ibu menyesal karena dulu telah mengusir kakak.


Yang lebih menyesal tetap saja aku..


Aku sudah membohongi ibu ,menuduh bahawa kakak selingkuh dengan kekasihku. "


"Kau telah berselingkuh dengan kekasih nya adik ipar,bagaimana kau masih bisa mengatakan kalau kau bukan *******"


Kata-kata Bella muncul dalam ingatan Hanna .Air mata nya menetes ,ingatan itu seolah kembali menghadirkan luka yang berusaha ia kubur dalam-dalam.


Akhirnya ia mengerti dalang di balik semua ini adalah adik ipar nya sendiri.


"pergilah Hanna ,kau cari tempat yang nyaman untuk kehidupan mu yang baru.


Satu lagi ,jangan pernah temui putraku .


Ibu mohon"


paska pengusiran itulah yang membuat putrinya menderita dari semenjak di dalam kandungan sampai sekarang ,sampai saat ini Hanna benar-benar masih mengingat jelas kejadian yang paling menyakitkan baginya.Di usir oleh orang yang selama ini disayangi nya hanya karena sebuah kesalah pahaman.


"Saat itu aku baru saja pulang dari Singapura,


aku syok melihat keadaan kak Alvin terbaring lemah di rumah sakit ,yang membuat ku gila kerena kak Alvin telah mencintai kakak.


kak Alvin memohon-mohon kepada ku agar aku mencari dan mempertemukan kakak dengan nya."


Air mata yang sedari tadi di hapus kembali menetes ,raut penyesalan benar-benar terlihat jelas di muka nya .


Iriana memandang Hanna ,kemudian meraih tangan nya . Ia menggenggam tangan kanan Hanna seolah berusaha menahan sakit untuk mengucapkan kata-kata selanjutnya.


"Saat itu aku membenci kakak,"


kata-kata nya tertahan ,rasa sesak mulai terasa didada nya ,satu lagi kalimat yang akan ia ucapkan ,maka sudah tentu,tangis nya akan pecah saat itu juga .


"Mau tidak mau aku harus mempertemukan kakak dengan nya,saat itu aku benar-benar berfikir bahwa kak Alvin akan meninggal karena keadaan nya."

__ADS_1


Lanjut Iriana kemudian setelah ia berhasil mengatur nafas nya .


"Mas Alvin sakit karena memikirkan keberadaan ku,pantas saja dia tidak mencariku..padahal aku dengar dari Raisa setelah aku pergi ke singapura mas Alvin menyusul nya kesana"Batin Hanna bertanya-tanya.


Iriana kini tengah menangis ,sementara Hanna tetap membiarkan nya .


Ia mengerti dengan menangis beban dalam hatinya akan sedikit berkurang .


"Sebelum menemui Ibu ,aku putuskan untuk bertemu dengan Adrian .Namun dia mengatakan bahwa masa pengobatan kakak sudah selesai." Iriana terisak .


"Aku nyaris gila ketika ibu menyatakan bahwa ia telah mengusir kakak,aku tidak percaya ibu akan melakukan pengusiran pada kakak sampai senekat ini..


Saat itu aku hanya menginginkan agar ibu membenci kakak,bukan mengusir kakak.


maafkan aku.." sesalnya sambil terisak .


Air mata Hanna merambat pelan ,ia tidak mengerti mengapa banyak sekali orang yang sangat membencinya .Adik ipar sendiri terang-terangan menyatakan kebencian nya kepada nya bahkan nekat memfitnah agar satu-satu nya membencinya pula.


"Aku telah menyesal kak ,aku mengatakan semua nya pada ibu dan saat itu pula tubuh tua ibu drop.Ibu terbaring di rumah sakit singapura selama setahun." kini Iriana melepas kan genggaman nya.


"Satu-satunya yang ku punya hanya kak Alvin ,Sementara kak Alvin sendiri saat itu masih terbaring lemah di rumah sakit .


Aku mencari kakak kesana kemari,sayang aku tak dapat menemukan nya pula.


Hingga aku mengulangi kesalahan ku kembali ,aku berbohong pada mereka.


mengatakan bahwa kakak telah meninggal dunia" Hati Iriana meronta-ronta,menahan sakit ketika mengingat kesalahan nya .


"Aku tidak mengerti Riana,mengapa kau bisa senekat ini.?"


kali ini Hanna yang bersuara


"Aku tidak percaya mas Alvin semenyesal ini."


Ucap Hanna ,ia ingin tahu cerita Alvin selama ia meninggal kan nya.


Iriana melirik Hanna sekilas kemudian kembali mengedarkan pandangan nya


yang telah asik melihat jalanan.


"Kakak tidak tahu saja,selama kakak pergi ia terbaring di rumah sakit hampir empat tahun." Jelas nya .


Raut keterkejutan terlihat di wajah Hanna ,ia tidak menyangka Alvin bisa sakit selama itu hanya kerena di tinggal kan nya,


Hanna menunduk ,ia jadi merasa bersalah karena telah berfikir negatif pada Alvin.


"Waktu kakak banyak di habis kan di makam.


setiap hari ia mengunjungi makan yang di anggap nya kakak walau hanya menaburkan bunga atau sekedar bercerita tentang susah nya kehidupan yang saat itu dialami nya..


kakak tahu bagai mana perasaan ku saat itu ,aku benar-benar hancur melihat kak Alvin seperti orang gila bercerita seolah makam tersebut adalah benar makam kakak."


Iriana berucap ,membiarkan air mata yang sudah entah berapa banyak yang keluar .


Hanna terbawa persaan ,ia menangis seolah saat ini ia benar-benar sedang menyaksikan keadaan Alvin saat itu.


"Setiap malam kak Alvin tidur di kamar kakak,ia menelantar kan Bella juga dengan putrinya.

__ADS_1


Ia bahkan tidak peduli dengan prusahaan nya yang terbengkalai hanya karena memikirkan penyesalan nya terhadap kakak.."


Lirih nya sambil meraih kopi yang sudah sejak tadi di pesan nya .


"Semenyesal itu kah..?" Hanna membatin .


"kau tahu Riana,saat aku di usir


aku telah mengandung anak dari kakak mu.


Kau tahu bagai mana perasaan ku saat dia menanyakan tentang keberadaan ayah nya..


aku sendiri yakin jika kau tidak akan bisa menjawab nya"


Hanna mulai bercerita.


Iriana membulat kan mata nya ,ia nyaris tak percaya mendengar kata-kata Hanna.


"karena kebencian mu,anak tak berdosa seperti putriku bahkan harus menanggung penderitaan nya" Air mata Hanna menetes mengingat Fatimah saat pertama kali menanyakan keberadaan ayah nya.


"Bunda,ayah Fatimah mana..?"


Hanna tersenyum getir,mengingat betapa terluka nya ia saat itu..


Seperti ada sesuatu yang menghantam hati Iriana,ia memegang dada menahan sakit di dalam nya .


"Maafkan Riana kak." ucap nya di ikuti deraian air mata.


"Apa aku telah melakukan kesalahan padamu,sehingga kau membenciku Riana?"


kali ini Hanna bertanya.


Iriana menggeleng pelan ,ia menggigit bibirnya tak tahan .


"Tidak kak.."ungkap nya .


"Jika tidak ,mengapa kau harus membenciku?"tanya Hanna lagi.


Sementara Iriana terdiam ,ia ragu untuk mengatakan nya.


"katakan Riana..!"perintah Hanna tegas .


"Selain karena kak Alvin,semua itu juga karena Adrian .. Adrian telah mencintai kakak ,dan aku tidak rela" terang nya sambil terisak.


Deg...


seperti ada hantaman batu besar yang mengenai hati Hanna.


"Raisa... Raisa telah menolak lamaran nya."


Batin Hanna.


***


lumayan banyak ya up nya hmm


jangan lupa tekan tombol like ya ..

__ADS_1


vote nya juga kalo berkenan .


he he..


__ADS_2