ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
ADIK ADIK HANNA


__ADS_3

mohon maaf buat kakak kakak yang menunggu up nya.


sebenarnya dari kemarin sudah up


cuman masih di review kalo biasanya 10 menit sekrang satu hari masih belum lolos


mohon maaf yahh .


pembaca yang bijak pasti ninggalin jejak ,


komen sama like nya . hehe


kalo bisa vote nya juga .


Mobil yang di tumpangi Hanna melaju dengan pelan memasuki Desa CiJambe .


matahari siang ini sangat terik , seorang petani berlalu lalang ,sepertinya mereka telah selesai dengan pekerjaan nya masing-masing .


Suasana di Desa ini masih sama seperti delapan bulan yang lalu .


Rupanya tidak sama sekali ada kemajuan ,


bahkan jembatan yang menggunakan kayu itu pun rupanya masih juga belum di ganti , keadaan nya sekarang bahkan semakin memburuk.


Hanna tak habis fikir , warga sangat membutuhkan nya .mengapa pemerintah tidak menanggapinya ,padahal itu akan sangat berbahaya jika di lalui kendaraan roda empat .


Segerombolan anak sekolah berseragam merah putih tampak nya berjalan lesu, bagai mana tidak mereka harus berjalan kurang lebih dua km untuk mencapai rumah ,dibawah terik nya sinar matahari .


Mata Hanna terlihat fokus ,melihat wajah anak-anak yang di lewatinya satu per satu .


matanya tertarik pada seorang gadis yang menenteng termos es .


seberkas senyum terbit dibibirnya.


Hanna yakin itu adalah adiknya , namun ada rasa sedih saat melihat Adel berjalan sendirian padahal di depan nya banyak segerombolan gadis seusianya .


"Turun sini aja pak" ucap Hanna


sambil membenahi penampilannya .


"Tidak sampai rumah nyonya?"


tanya pak Adit ,setelah memberhentikan mobilnya .


"dari sini rumah saya deket pak , bapak yakin ga mau mampir?"tanya Hanna ,karna memang tadi Pa Adit bilang akan langsung pulang setelah mengantar Hanna .


"tidak nyonya,!"jawab pa Adit mantap .


"itu rumah saya pak," ujar Hanna sambil menunjuk pada rumah tua yang cat nya sudah memudar .


ada keterkejutan di wajah pak Adit saat melihat rumah yang di tunjuki Hanna ,bagaimana tidak


padahal nyonya nya ini adalah istri sorang pemilik perusahaan .

__ADS_1


"Bapak bisa bantu saya saya menurunkan barang-barang? " tanya Hanna , setelah mengingat tadi banyak membeli barang-barang .


"oh ,bisa bisa" ucap pak Adit gugup ,bagaimana tidak dia dari tadi hanya bengong memperhatikan rumah kumuh itu .


Dengan sigap pak Adit turun ,dan mebuka bagasi .


"mau di anterin ke rumah nyonya?" tanya pak Adit setelah meletakan barang terakhir .


"tidak usah ,kalo bapak ga mampir" ucap Bella sambil menengok kanan kiri .


"saya duluan aja nyonya" ucap pak Adit sopan


"ya sudah makasih ya pak, hati-hati di jalan "


ucap Hanna sambil tersenyum .


sementar pak Adit hanya mengangguk , kemudian memasuki mobilnya .


***


Air mata Hanna kini menggenang ,bibirnya tersenyum haru saat memandangi rumah kumuh itu .


Disana tersimpan kenangan yang mungkin takan pernah terlupakan .


tempat Hanna menemukan kasih sayang , tempat Hanna bisa tertawa ,menertawai sikap konyol adik-adiknya .


sekaligus tempat duka , dimana empat orang anak menangis menghantarkan jasad ibu bapak nya .


Ia mematung melihat sosok gadis ,yang tadi ia lihat menenteng termos es kini sedang membawa wadah besar dikepalanya .


Sambil berjalan lesu air matanya kini mengucur deras .


Sementar Adel nampak terkejut memandangi Hanna .wadah yang di tentengnya jatuh ,membuat gorengan yang ada di wadah itu tumpah berserakan .


setelah sadar ia terliahat bingung . Bukan nya ia menyambut Hanna malah panik memanggil Raisa


"kak ,Raisa maafin Adel .Gorengan nya tumpah" teriak Adel sambil menangis .


seorang remaja putri tampak tergopoh-gopoh menghampiri Adel ,memandangi gorengan yang kini sedang di punguti Adel.Badan nya merosot putus asa


"Bagai mana kamu bisa numpahin gorengan nya Adel ,itu modal terakhir kita"


samar-samar ucapan nya masih terdengar ditelinga Hanna


Sementara tidak terlalu jauh dari mereka seorang wanita berusia dua puluh tahun diam terpaku menyaksikan intraksi kakak dan adik itu . barang yang di tenteng nya ambruk ,Hanna jatuh merosot .


"kak ,Hanna " ucap Raisa lemas , memandangi kakak satu-satunya yang tega meninggalkan nya . kakak satu-satunya yang ia sayangi sekaligus mengecewakan nya .


Dengan tertatih-tatih Hanna berjalan sekuat tenaga .


ia ambruk ,jatuh di hadapan adik-adiknya .


"maafin kakak ,sayang"

__ADS_1


"kakak...." bebarengan dua adik nya memeluk Hanna


"kami merindukan kakak,"ucap Raisa terisak .


Sementara Adel masih menangis sesenggukan dipelukan kakaknya .


"kalian kenapa masih berjualan,bukan kah sudah kakak beri uang .


Raisa terdiam ,namun dengan polos nya Adel mengatakan sesuatu yang sukses membuat Hanna makin melemas .


"kata orang-orang , uang yang di kasih Kak Hanna harram ,kami ga boleh menggunakanya


Temen-temen Adel juga bicara kak ******* katanya,temen-temen Adel tidak mau berteman sama adiknya ******* ,kakak jangan jadi ******* lagi yah!!"


"apa kalian percaya begitu saja hah,Raisa apa kamu tidak percaya sama kakak?" marah Hanna,sambil terisak .


Hanna masuk kedalam ,tanpa mempedulikan dua gadis yang masih terduduk menangis di teras.


pandangan Hanna kosong ,ia menjatuh kan bobot tubuhnya di sopa, hatinya rapuh .


kesalahan nya pula tidak bisa membawa Alvin pulang membuat keadaan semakin buruk ..


Pandangan Hanna jatuh kepada foto berbingkai seorang bocah laki -laki .


ia melihat-lihat sekeliling nya


"bocah itu apa dia sedang bermain"batin Hanna kemudian menghapus sisa air mata di pipinya.


Dua gadis itu datang ,membawa kantong plastik jumbo yang tadi Hanna jatuhkan,


mereka meletakan nya di meja kayu jati yang sudah berusia puluhan taun itu .


"Raisa,dimana Afdal?" tanya Hanna.


sementar yang ditanya hanya diam menunduk ,matanya berkaca-kaca seolah siap mengeluarkan debit air yang sudah di tahannya .


"Raisa katakan ,dimana Afdal"


tanya Hanna lagi ambil memandangi Raisa yang kini telah menangis .


"katakan Raisa" bentak Hanna .


"Afdal men..."


"sudah cukup jangan lanjutkan kata-katamu"


untuk kesekian kalinya badan Hanna merosot .Ia nyaris gila mendapatkan pernyataan adiknya .


Pandangan ny kosong ,air matanya tumpah


berserakan di pipinya .


sementara Adel hanya memandang Hanna sedih, lain lagi dengan Raisa yang kini telah sesengukan karena tangisnya .

__ADS_1


__ADS_2