
Alvin masuk ke mobilnya ,kemudian menutup nya dengan kencang ..
Ia bahkan tidak mempeduli kan Bella yang berusaha dengan keras menahan nya untuk pergi .
"Antar kan aku ke rumahnya Hanna"
perintah nya pada pak Adit yang kini sibuk menggunakan sabuk pengaman nya .
Air mata masih merambat di pipinya ,menandakan seorang manusia bernama Alvin itu sangatlah lemah.
Ia hanya terdiam memandang kosong ke depan .
"*Aku membencimu Hannaya aku membencimu .
kau sama saja dengan ******* ,menjual dirimu dengan uang ,memanfaat kan kekayaan yang aku miliki
aku sungguh tidak sudi memiliki istri seperti mu .
jika saja kau bukan wanita kesayangan ibu ,aku berjanji akan membuat kehidupan mu menderita* ."
"Bunda maafkan aku bunda"Batin Alvin meronta .
"Untuk apa kau berdandan seperti ini? ,menarik perhatianku ? ,jangan mimpi .
Istriku hanyalah Bella ,kau tentu tau posisimu . Harga dirimu sangatlah rendah di hadapan ku .kau mempercantik diri sama saja dengan mempermalukan dirimu sendiri"
"Bunda aku menyesal karena telah mengatakan ini padamu,maafkan aku Hanna maafkan aku"
Teriak Alvin dalam hati.
"Bukan kah kau masih mampu untuk bekerja ,apa gunanya aku mempekerjakan pembantu .. kau sendiri jadi istri ku apa gunanya ?"
"Bunda maafkan aku ,aku tau aku salah
tapi jangan seperti ini ,kau benar-benar telah membuat ku tersiksa "
***
"sudah sampai tuan"
suara pak Adit membuyarkan lamunan nya .
Alvin hanya menatap sekeliling nya bengong.
kemudian mengangguk saat pak Adit menunjukan rumah Hanna
"Itu rumah nyonya,tuan"
Alvin turun,kemudian berjalan pelan sambil memandang rumah kumuh yang telah pak Adit tunjukan .Harapan nya satu
dia ingin Hanna ada di dalam nya .
tok.. tok..
"Assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
pintu terbuka ,seorang gadis mengenakan jilbab coklat berdiri di depan Alvin .
Tubuhnya terlihat berisi ,jika di perhatikan sekilas wajah nya terlihat mirip dengan Hanna .
Ia diam terpaku,kemudian mengguk tak paham saat Alvin mengatakan sesuatu .
"kau adik nya Hanna?"
"aku kakak iparmu" ucap Alvin tak enak .
"kakak ipar ,masuk kak , silahkan masuk!"
Raisa mempersilahkan Alvin gugup .
"sebentar aku ambilkan air!"
ucap Raisa kemudian berlalu pergi .
Alvin duduk di kursi berusia puluhan tahun . kursi kayu jati yang sudah mulai mengeropos dengan ukiran sederhana ,mejadikan kursi itu terkesan sangat tua ..
Ia memandangi sekelilingnya ,tidak ada barang-barang mewah sama sekali ,tidak ada hiasan-hiasan atau pernak pernik semacam nya .
Mata Alvin terpaku melihat tiga foto wanita ,dengan satu bocah kecil laki-laki tersenyum bahagia.
__ADS_1
Hanna ..
deg...
"mereka semua adik-adik Hanna kah?,
deg..
"mas apa boleh .Aku mau pergi ke kampung mengunjungi halaman ku?"
Mata yang sudah mengering kini kembali menetes .. Ia baru mengerti perasaan Hanna sekarang.
Ia juga tentu menyayangi adik -adik nya ,
seperti Alvin menyayangi Iriana .
"yah ,bunda akan pulang ,ayah harus ikut.
Ada sesuatu yang harus bunda beritahu"
"Inikah yang akan kau beritahu,bunda maafkan aku!"
Alvin meng lap kasar sisa-sisa air matanya ,kala Raisa datang dengan gelas berisikan air di tangan nya .
Raisa duduk ,tidak tahu apa yang hendak di bicarakan ..
Ia sendiri baru mengetahui wajah kakak ipar nya sekarang .
Karena hidup mereka sebatang kara , wali yang menikahkan Hanna saat itu di hakim kan . Pernikahan mereka sangatlah sederhana .Hanna bahkan tidak memiliki foto hari paling bersejarah baginya ,Ia tidak sama sekali memiliki foto pernikahan untuk sekedar di tunjukan pada adik-adiknya .
"kak Hanna apa kemarin berkunjung ke sini?"
tanya Alvin memulai percakapan .
Ia berusaha santai walau pun sangat penasaran ingin segera mengetahui kemana istrinya itu pergi.
"Iya kak ,hanya saja tidak lama ,kak Hanna apa tidak meminta izin pada kakak?"
Jawab Raisa tidak mengerti .
Bagaimana bisa kakak iparnya bertanya kepada nya .
perasaan Alvin sudah mulai campur aduk ..
deg ...
Jantung Raisa hampir saja copot ,saat mendengar penuturan kakak iparnya .
flshback on.
"kakak apa akan lama tinggal disini"
tanya Raisa saat melihat Hanna membereskan koper nya .
"kakak akan pergi sebentar lagi"jawab Hanna
santai .
"lalu untuk apa kakak membawa koper?"
Raisa penasaran .
Hanna berdiri ,kemudian duduk di samping Raisa ,ia tersenyum menunjukan lesung pipi di sebelah kirinya .
"Tadinya memang mau lama disini ,tapi kakak harus tetap pergi"
ucap Hanna tak jelas .
Raisa cemberut .
"Aku masih merindukan mu kakak?"
"nanti kalau ada umur panjang ,kita akan bertemu lagi"
jawab Hanna sambil tersenyum sedih.
deg...
Raisa memperhatikan tubuh kakanya.
Tubuh Hanna sekarang memang terlihat sangat kurus .
__ADS_1
"kakak , apa kakak sakit?"
tanya Raisa hati-hati .
Hanna hanya tersenyum .
"seperti yang kau lihat ? , kakak baik-baik saja"
Raisa tersenyum berkaca-kaca , antara percaya dan khawatir dengan apa yang di katakan kakak nya .
"Adel,kesini!" panggil Hanna sambil melembaikan tangan nya .
Adel berjalan pelan kemudian duduk di samping Hanna .
"kamu yang nurut ya, sama kak Raisa .
kakak harus pergi!!" ujarnya sambil mengusap-ngusap puncak kepala Adel.
Raisa diam terpaku seolah tidak siap di tinggalkan sang kakak ,untuk ke dua kalinya .
Sementara mata Adel terlihat berkaca-kaca .
"kakak apa kakak akan pergi lagi?" tanya Adel sambil memeluk Hanna .
Air mata Hanna tak mampu lagi di bendung nya ,ia menangis memandangi adik kecilnya .
"kakak udah punya suami sayang ,nanti kalau kita semua panjang umur kita akan bertemu lagi" ucap Hanna sambil menghapus air di pipinya.
Jiwa Raisa koyak , ia tidak terlalu polos untuk mencerna kata-kata yang di ucapkan kakaknya .
"kakak bolehkah Adel ikut ?,Adel ingin bersama kakak" ucap Adel dengan nada polos nya .
Air mata kali ini merambat di pipi Raisa
kemudian segera dihapusnya .
"nanti kalau sudah besar ,Adel akan kakak bawa" ucap Hanna terluka.
"benarkah?,"
Suara Adel kali ini terdengar girang .
Sementara Hanna tersenyum mengangguk ,mengiya kan ucapan adik kecilnya.
Dring ponsel Hanna berbunyi .
Hanna menyambar kemudian menempelkan nya di telinga.
"Ya aku sudah siap ,aku akan pergi sekarang .
samapai jumpa"
sesingkat itu namun mampu membuat dua kakak beradik itu hancur.
"kakak harus pergi..Kalian jaga diri baik-baik ya..
Raisa ,kakak titip Adel !!"
ucap Hanna sambil menciumi pipi Raisa .
flashback of
"kemana kakak pergi?"batin Raisa.
permata bening telah mengalir di wajah manisnya.
"kak Hanna di sini hanya satu hari kak"
ucap Raisa sambil menghapus air matanya
deg...
***
vote nya mana ?? he he
tiga minggu
sudah 116500 pembaca ,tapi banyak yang tidak ninggalin jejak ya he he.
omong-omong terimakasih pada readrs yg setia menunggu up nya.
__ADS_1