ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
MENGENAI RAISA


__ADS_3

Ia menatap pepohonan yang tertiup angin dengan penuh makna,sementara tangan nya masih sibuk mengaduk-ngaduk jus alpukat yang baru saja di pesan nya.


Angin sesekali menerpa wajah,seolah memberikan ketenangan tersendiri baginya.


Ia mengedipkan mata,terlepas dari itu


air mata mengalir pelan menyusuri pipi alami nya.


Wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu telah menangis ketika mengingat perkataan Iriana mengenai perasaan Adrian kepada nya.


Terlepas dari itu ,seberkas memori berputar dengan sendiri di kepala nya, ingatan itulah yang telah menambah luka di dalam hatinya .


Dapat di simpulkan ,saat ini ia benar-benar tersiksa.


Flashback on.


"Kak Adrian mau melamar Raisa,menurut kakak bagaimana?"


Wanita itu bertanya sambil memandang


kakak nya.


Ponsel yang sedari tadi Hanna pegang kini ia letakan,ia balas memandang Raisa seolah meyakinkan akan kebenaran yang telah di ucapkan adik nya.


"Bukan kah kamu sudah menjalin kasih dengan nya,kakak rasa kamu sudah tahu akan jawaban nya." Timpal Hanna dengan nada bijak,bagaimanapun yang paling mengenal Adrian adalah Raisa.


Bagi Hanna sendiri Adrian hanya sosok yang


yang Allah kirim untuk menolong nya dulu.


"kakak,tapi Raisa merasa kak Adrian itu telah mencintai kakak." celoteh nya ,Raisa memang sosok yang berterus terang ,jika ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya .


Dengan begitu hatinya akan merasa lebih tenang,selain itu masalah juga akan cepat terselesaikan.


Hanna terperanjat kaget dengan pernyataan yang adik nya katakan .


"Hais,perkataan mu sungguh tidak masuk akal."kesal nya kemudian kembali menyandarkan kepala nya pada kepala ranjang .


Saat ini mereka memang sedang berada di kamar Hanna.


"Aku serius kak,apa kakak tidak lihat bagaimana kak Adrian saat kemarin memperhatikan kakak"celotehnya lagi seolah meyakinkan sang kakak agar percaya pada ucapan nya.


"Jadi bagaimana keputusan mu,apa kau akan menerima lamaran Adrian nanti.?


kakak rasa usia mu sudah cukup untuk menikah."Hanna mencoba mengalihkan arah pembicaraannya ,kata-kata Raisa sendiri


baginya sangatlah tidak masuk akal.


mendengar pertanyaan Hanna,tampak nya ia terdiam ..Ia terlihat seperti orang yang sedang menimbang-nimbang keputusan nya.


"Dia tidak mencintaiku kak."


ucap nya kemudian menunduk.


wajah nya sangat jelas menampakan gurat keterlukaan .


"Raisa ,kakak sungguh tidak mengerti.


Bagaimana dia tidak mencintaimu jika dia akan melamarmu."


Hanna memprotes ucapan Raisa,ia sungguh tidak mengerti jalan pikiran adik yang sudah sekian lama bersama nya.


"kenyataan nya memang seperti itu kak,dia tidak mencintaiku .Dia menjalin kasih dengan ku hanya sebatas pelampiasan saja."


jawab nya ,permata bening di mata nya ,kini sudah tampak mencair merambat pelan meyapu pipinya.

__ADS_1


"Kakak rasa pikiran mu terlalu negatif.. kau harus memperhatikan ucapan mu lagi Raisa"


Tegur Hanna,ia masih tidak mengerti dengan tingkah Raisa saat ini.


Raisa membaringkan kepala nya di paha Hanna,sambil memejamkan matanya.


Bagi Raisa selain kakak,Hanna adalah sosok ibu baginya.Tempat bercetia suka maupun duka dalam kehidupan nya


"Bagiku yang sedang kupikirkan itu benar kak."ucap nya bersamaan air mata yang menetes.


"Raisa pernah bertemu dengan pacar kak Adrian."Tambah nya membuat Hanna sedikit penasaran.


"maksudmu,kakak tidak mengerti Raisa."


Ucap Hanna sambil mengusap-ngusap kepala Raisa yang kini sedang di balut dengan jilbab pashmina .


"kami tadi bertemu dengan mereka di resto,


kak Adrin datang bersama dengan kekasihnya." Jelas Raisa,air mata itu ia biarkan menetes,sebagai ungkapan rasa sakit di hatinya.


"Bagaimana kau bisa mengatakan dia kekasih nya,apa Adrian yang memberitahumu?" tanya Hanna lagi.Air mata nya juga kini menetes,ikut hanyut kedalam perasaan Raisa saat ini.


"Selain mereka bersikap manja di depan ku,kak Adrian juga mengatakan bahwa saat ini dia memiliki tiga wanita."jelas nya dengan nafas sesenggukan layak nya anak kecil.


"Dia akan melamar mu,apa maksudnya semua ini?" Hanna sepertinya kebingungan .


dengan apa yang tadi sempat Raisa katakan dengan perkataan nya yang sekarang .kedengaran nya perkatan Raisa sangat berbanding arah."


Dia mengatakan dia akan memilihku,dia akan memutuskan dua kekasih nya secepat mungkin" jelas nya sambil beranjak dari pangkuan Hanna,ia terbangun kemudian menggenggam tangan Hanna.


"Kakak tidak tahu Adrian akan seberengsek ini"Terang Hanna sambil menghapus air matanya.


"Jangan berbicara seperti itu kak." Nyatanya Raisa tidak suka dengan perkataan Hanna barusan.


"memang nya kenapa.katakan Raisa ,setelah apa yang Adrian lakukan kepadamu,apa kamu masih mencintainya.?" Hanna bertanya sambil menatap mata Raisa ,berharap wanita yang kini mengenggam tangan nya itu menggelengkan kepala ,mengatakan.Tidak.


Ia tidak bisa menyalah kan Adrian sepenuhnya ,karena yang telah membuat Adrian seperti ini adalah kakak nya sendiri.


Flashback of.


"Secara tidak langsung,bahkan aku tak sengaja melukai hati mereka berdua" batin nya .Ia meminum jus alpukat yang tadi di main kan nya itu sampai habis tandas.


Ia menghapus air mata nya kemudian berdiri saat suara adzan dzuhur terdengar ditelinga nya,jika saja ia tidak ingat Fatimah ia


masih ingin diam di kafe tersebut walau hanya untuk sekedar menenangkan diri.


Sementara Iriana,sudah sejak tadi ia pamit undur diri.


Hanna pergi setelah melakukan shalat dzuhur di mushola yang dekat dengan kafe tersebut .


Mungkin karena kebiasaan nya ,ia tidak nyaman jika melakukan perjalanan sebelum melaksanakan kewajiban nya.


***


Sementara di lain tempat,Fatimah termenung menunggu sosok ibu yang akan menjemputnya.


Pandangan nya mengedar kesana kemari memperhatikan satu persatu teman nya yang meninggalkan area sekolah.


"kak Mala ..!"Ucap nya kemudian saat kedua mata nya menangkap sosok gadis seusia nya.


Fatimah memang tergolong gadis yang sopan,ia memang selalu memanggil sebutan kakak pada seorang yang usia nya lebih tua.


Langakah Mala terhenti ,ia melirik pada seorang yang memanggilnya kemudian dua langkah kaki itu berjalan menghampiri Fatimah.


"Apa ibumu belum menjemputmu..?" Tanya

__ADS_1


Mala sambil menyodorkan satu buah es cream


yang berada di tangan kanan nya.Sementara tangan satu nya lagi sibuk memegang es ceram coklat yang sudah meleleh ke tangan nya.


Fatimah mengambil es cream tersebut sambil tersenyum .


"Terimakasih kak" ucap nya tulus.


"Bunda masih belum menjemput ku ,mungkin sedang sibuk ."Tambah nya kemudian kembali mendudukan tubuh nya ke kursi panjang yang berada di taman sekolah yang sedari tadi di dudukinya.


Mala mendudukan tubuh nya samping Fatimah,raut muka nya terlihat gurat kesedihan ketika mendengar kata-Kata Fatimah .


"Mami ku juga sangat sibuk."ungkap nya kemudian.


"Kak Mala ,apa sudah melihat keadaan ayah?" tanya Fatimah penasaran .


Mala memang mengerti dengan sosok ayah yang Fatimah maksud ,karena sebelum nya Alvin telah mengatakan bahwa Fatimah juga boleh memanggil nya ayah.


"Kata mami dia bukan ayah ku lagi,


karena dia sudah tidak sayang sama aku"


ungkap nya ,ia memandang Fatimah dengan kedua bola mata berkaca.


"Dia boleh menjadi ayahmu..aku tidak suka memiliki ayah sepertinya,dia sangat jahat"


Tambah nya kemudian .


Fatimah terdiam mendengar ungkapan Mala seolah mencerna kata-kata nya.


"memang nya ayah melakukan apa kepadamu?" tanya Fatimah penaran ,karena biasa nya Mala akan bercerita membanggakan sosok ayah yang dimilikinya.


"Papi.." teriak Mala tiba-tiba,saat melihat sosok Brayn


melembai-lembai kan tangan nya di dalam mobil .


Ia melirik Fatimah .


"Dia papi baruku ,dia sangat baik kepada ku"ucap nya sambil menunjuk sosok lelaki yang ada di mobil ..


Pandangan Fatimah tertuju pada sosok Brayn,pikiran nya kemana-mana ia nampak nya belum mengerti dengan apa yang barusan Mala katakan .


"Fatimah ,aku duluan ya." ucap nya sambil berlari meninggal kan Fatimah yang masih diam terpaku .


***


Sementara Hanna ,dia baru saja tiba


Ia memandang putrinya dari kejauhan


yang sedang berusaha membuka kemasan es cream di tangan nya .


Ia tersenyum kemudian memanggil nya.


"Fatimah" panggil nya.


***


Alur cerita nya berantakan ,wkwk


tapi setidak nya hargai tulisan ku dengan cara


Budayakan untuk menekan tombol like.


kasih rate sama

__ADS_1


vote kalo suka he he .


__ADS_2