
"Ibu aku tidak menyukainya ,jangan membuat ku kecewa ibu"
Alvin menggenggam tangan Mira .
"Ini demi kebaikan mu Alvin,menikahlah dengan nya" sergah Mira kesal .
"oh ,ayolah ibu Bella lebih baik segalanya ketimbang Hanna. Bella seorang yang mandiri pula .Ibu bisa dengan bangga menunjukan menantumu jika aku menikah dengan Bella"
"Menurut mu apa yang harus di banggakan itu Alvin,
istri yang gratis di cicipi siapa saja kah,kau bukan kah tau seperti apa gaya hidup seorang model .Memperlihatkan tubuhnya untuk mendapatkan uang,bukan kah itu sangatlah murahan .
kau tentu tidak bodoh Alvin."
kau lihat Hanna ,bukan kah kau sendiri Sebagai orang yang bukan mahromnya tidak bisa menyentuh walau hanya sedikit tubuhnya .
Menurut mu mana yang lebih murah jika di bandingkan keduanya?"
dengan marah Mira mengucapkan kata itu .
"Ibu ,aku akan menghentikan propesi nya ,jika ibu merestui hubungan ku dengan Bella "
Alvin masih memohon .
"Ibu tidak akan meridhoi mu ,jika kamu tidak mau menikah dengan wanita pilihan Ibu" putusnya kemudian pergi.
kata itu mampu membuat Alvin tak berkutik.
Alvin putus asa ,hatinya benar-benar sangat kecewa .Kecewa pada sang ibu yang bersikeras dengan keputusan nya .
Bagaimana bisa ia dipaksa menikah dengan wanita yang sama sekali tidak dicintainya.
Argrhhhh ..
marah Alvin ,membanting benda yang ada di kamarnya
Percakapan mereka tidaklah pelan .Suaranya tentu terdengar ke tempat di mana kini Hanna berada .
Jika hati Alvin hancur ,Jiwa Hanna lebih dari sekedar hancur .
Bagai mana bisa ia menikah dengan seorang yang sama sekali tidak mencintainya .
Akan bahagia kah ? atau
Akan tersiksa kah?
sayang nya ia harus tetap menjalin pernikahan ini,alasannya tentu karena uang yang Hanna pinjam telah habis di pakai operasi adiknya.
permata bening lolos begitu saja di pipinya .
Rasa sakit di hatinya bahkan tak mampu lagi menahan beban air di matanya .
Ia duduk lemas di teras belakang .
Memandang kosong dedaunan yang kini bergerak diterpa angin .
kedamaian masuk kedalam relung jiwanya . Bibirnya tersungging ,meihat daun yang kini bergerak seolah mengagungkan asma Allah .
"semua ini atas gerak nya, dan kehidupan ku atas geraknya pula . "
batin nya .
Ia menghapus sisa-sisa air di matanya .
mencoba menyandarkan penderitaan pada rabb nya . ia pejamkan mata nya dengan pelan
"Rabbi , kehidupan ku adalah milikmu ..
maka kuatkan lah hamba di dalam ujian yang kini menimpaku
***
__ADS_1
Air menetes ,merambat menyusuri sudut matanya .
Entah butuh berapa lama lagi mata lembut nya untuk terus terpejam .
Untuk menenangkan hatinya kah ,untuk menghindari dunia yang kejam kah ?
Semuanya sungguh tidak ada yang mengerti .
Tapi seperti ini kelihatannya lebih baik.
Terbaring dan terpejam dengan tenang
Iriana memandangi kakak iparnya .
"Maafkan aku ,karena telah membencimu kak!"
Iriana menggenggam tangan Hanna .
"Tapi aku sungguh tak rela melihat kak Alvin menderita.Tanpa kakak mungkin kehidupan kak Alvin akan lebih berwarna .
maafkan aku tidak bisa memberi tahunya"
tambah nya menangis .
"Izinkan aku sekali lagi membuat mu menderita kak ,maafkan aku .
Aku terpaksa melakukan ini "
"Aku juga ingin melihat orang yang aku sayang bahagia,kakak juga seperti itu bukan?"
"Sejenak biarkan kakak bahagia dulu"
Iriana berucap sambil berlinang air mata.
Flasback on.
"Dia baik , tapi aku tidak menyukainya"
Iriana berucap sambil mengaduk-ngaduk es th manis yang barusan di pesannya .
"mengapa?"
ucapnya penasaran .
"Dia telah menghancurkan kebahagiaan kakak ku ,aku membencinya."
"Aku masih tidak mengerti"
Ucap Bella pura-pura .
padahal setelah menikah dengan Hanna ,Avin selalu bermalam di apertemen nya .
Dengan begitupun tentunya ia mengerti akan kehidupan rumah tangganya.
"Aku tidak punya banyak waktu.,aku bertemu dengan mu ingin menawarkan sesuatu".
"katakan"
ucap Bella dingin ,ia memang pandai dalam menyikapi seseorang .
"menikah lah dengan kakak ku"
Tawar nya serius .
"Aku bukan pelakor ,Riana"Ucapnya menegaskan .
"Aku juga tidak mau menjadi madu"
tambahnya,kali ini Bella menyeruput jus Alpukat miliknya .
"kau akan menjadi madu ,tapi posisimu tetapkah menjadi istri satu-satunya ,bagaimana?"
__ADS_1
tawar Iriana lagi .
"Tapi kau tak bisa menyingkir kan posisi Hanna sebagai Istri ,bagaimanapun di wanita pilihan ibuku "
Ucapnya nya lagi .Kali ini suara nya terdengar dingin
"Bagaimana dengan Ibumu?"
Suara Bella masih tetaplah sama .
"Ibu bisa aku atur ,namun mau tidak mau kau harus meninggalkan propesimu sebagai model ."
"Jika aku mengorbankan karirku ,apa jaminan yang kau punya ?"
seperempat saham perusahaan milik kakak ,untuk mu.!"
Bella tersenyum senang , seperempat saham perusahaan Alvin penghasilan nya bisa 20 kali lipat dari pengahasilan nya .
Selain itu ia juga tidak perlu cape dengan urusan pekerjaan lagi .
"Baiklah ,aku setuju. Kau urus saja semuanya"
"ah ,baikalah aku akan mengabarkan kabar bahagia ini pada kakak secepatnya.
Terimakasih atas waktunya ,"
Ucap Iriana sambil berdiri kemudian berlalu .
Flasback of ...
"kau menderita kah dengan keadaan mu yang seperti ini?"
"Tubuh mu kurus sekali.,apa kau sering telat makan ?"
"Sudah empat bulan pengobatan ,apa kakak tau tentang penyakitmu ?"
"kau pasti menderita kakak "
"kau wanita yang kuat kakak ,ku mohon berilah aku izin untuk membuat mu menderita satu kali lagi "
"aku tidak akan memberitahu keberadaan mu pada kak Alvin ,maafkan aku"
"Tapi tenang aja ,aku yang akan menanggung jawab semuanya ,aku akan mengurus mu kak!"
Ucap Iriana berlinang air mata .
"kau terlihat menyayanginy Riana,"
Iriana nampak kaget dengan ucapan Adrian .
"aku hanya kasian saja" ucapnya berbohong .
"Dia sangat lembut Riana , aku menyukainya"
Ucap Adrian tak sadar .
deg ..
nafas Irana terasa sesak ,ia memandangi Hanna teliti .
"Adrian menyukainya kah?"
"ah bahkan aku tidak sadar dengan alasan hubungan Adrian dengan kakak ipar "
"mungkin kah ?."
.
***
Author ucapkan terimakasih pada readrs yang setia menunggu up nya ..
__ADS_1
muachhh
aku pada kalian ..