ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
APA AYAH TIDAK AKAN DATANG..?


__ADS_3

"Tidak mau ayah,Mala tidak mau ikut bersama mami" seorang gadis kecil dengan rambut di kuncir kuda menangis sambil memegang lengan ayah nya kuat .


Sementara tangan satu nya lagi mencoba melepaskan diri dari tarikan sang ibu yang tidak berperasaan..


"Sakit mami,lepas kan" Gadis itu menangis ,menggaduh kesakitan.


Lain lagi dengan Alvin,ia terdiam seolah tidak percaya dengan apa yang di katakan mantan istri nya barusan,kata-kata yang tidak seberapa banyak itu masih mengiang-ngiang jelas di telinga nya,seolah menambah kan luka yang telah membekas di hatinya.


"Ayah.. ku mohon bawa aku pergi..!!".wajah polos itu memelas kepada sang ayah.


Wajah yang selalu terkesan imut itu kini tanpa berantakan ,mata nya menatap Alvin seolah dengan penuh harapan .


"Dengar Mala ,dia bukan ayah mu"Terdengar


Bella membentak putri nya ,ubun-ubun itu seperti sudah benar-benar di kuasai emosi mengingat Mala masih belum juga mau menurutinya .


"Ini ayah Mala mami,ini ayah Mala!"


Mala berucap setengah berteriak ,sama sekali tidak bisa menerima kenyataan ,wajar saja


selama ini Alvin lah yang di kenal sebagai ayah nya.


Tidak ada kata lagi yang keluar dari mulutnya ..Ingin marah pada Bella ,tapi tidak ada guna nya mengingat tidak ada apa-apa lagi di antara mereka.


marah pada gadis kecil itu juga tidak mungkin ,karena bagai manapun Mala tidak tahu apa-apa mengenai semua nya..


"Mala kasian sama Fatimah ,dia belum pernah ketemu sama ayah nya"


Sekelebat kata-kata Mala dulu melintas di pikiran nya,ia menunduk memandangi gadis yang kini menangis,merengek mengajak nya untuk pergi.


"Aku bahkan lebih mementing kan persaan putri orang lain ,di banding kan darah daging ku sendiri" Batin Alvin meratap ,ia ingin sekali.melempar tubuh mungil itu setelah mengetahui semua nya ..


"Ayo Mala,ikut lah dengan mami"


Tanpa di sadari tangan mungil itu sudah melepaskan lengan nya.


"mami aku tidak mau" gadis itu memberontak di gendongan sang ibu ..


"Ayah .. ku mohon tolong lah aku"


kata-kata lemah itu masih terdengar di gendang telinga Alvin,


namun ia hanya terdiam memandangi punggung yang semakin jauh dalam pandangan nya.


"Aku benci ayah sama mami ,


ayah juga tidak menyayangi bunda lagi" teriak Mala histeris .


"Diam Mala ,Dia tidak akan menyayangi mu lagi ..Sudah mami katakan ,dia bukan ayah mu lagi."

__ADS_1


samar-samar bentakan Bella masih terdengar dari kejauhan.


Alvin memejamkan mata nya bersamaaan dengan air mata yang turun mengalir di pipinya.


Alvin menjatuh kan tubuh nya ,pandangan nya kosong..ia hampir kehilangan akal menerima kenyataan yang sebenar nya ..


Bagai mana dulu ia bisa hidup dengan wanita


yang juga bisa memberikan tubuh nya untuk pria lain ..


Air mata nya berjatuhan ,perlakuan nya dulu pada Hanna kembali bermunculan di pikiran nya seolah membekas.


Sekarang ia seperti merasakan apa yang dulu Hanna rasakan .


Seorang istri yang tulus memberikan segenap jiwa dan raga kepada nya bahkan ia sia-sia kan hanya demi wanita yang bahkan bisa melahir kan seorang anak dari pria lain saat status nya masih menyandang gelar istri darinya.


Mata nya benar-benar di butakan oleh Allah,


ia bahkan tidak bisa,walau hanya untuk sekedar mengenali Mana Putrinya atau bukan..


***


Sementara di teras depan seorang gadis kecil tampil cantik mengenakan gamis warna Navy tengah duduk menelunjar kan kaki nya.


Pandangan nya sesekali menatap gerbang yang masih tertutup seolah mengharap kan seseorang muncul di balik nya .


Fatimah menghelas nafas nya kecewa ,


"Sudah sayang ,masuk lah ..


ayah mu sedang sibuk ,sepertinya ia memiliki banyak kerajaan" sang ibu bersuara sambil mengelus ngelus pundak putri nya berharap Fatimah berhenti menunggu kedatangan ayah nya..


"Tidak bunda,ayah sudah berjanji kepadaku.


Ia pasti datang" Ucap nya penuh dengan keyakinan,mengelak kata-kata ibunya barusan .


Hanna menghembus kan nafas nya kecewa ,bagai mana Alvin bisa berjanji pada putrinya sendiri jika pada akhir nya akan mengecewakan .Untuk apa dia menjanjikan kemari jika pada akhir nya ia tidak datang.


"Ayah mu tidak akan datang sayang ,lihat lah


sebentar lagi akan turun hujan"


Hanna menasihati Fatimah pelan-pelan,agar tidak menyakiti perasaan nya.


Fatimah mendongak ,memandangi langit yang kini menghitam bersama derasnya air hujan .


suara petir menggelegar terdengar keseluruh penjuru langit menambah suasana terkesan mencekam .


"Fatimah ayo sayang ,masuklah..

__ADS_1


ayah mu tidak akan datang saat hujan seperti ini" bujuk Hanna lembut ,ia masih belum menyerah membawa putrinya ke dalam menghindari bahaya badai atau sejenis nya .


Terlihat air mata merambat di pipi gadis kecil itu,ia masih saja setia menunggu ayah nya di luar ,tidak peduli dengan kilatan petir bersamaan suara yang kadang hampir membuat jantung nya copot.


"Sebentar lagi ayah akan datang bunda"ucap nya sambil melepas kan pegangan sang ibu.


"Bunda masuklah,jika ayah datang


nanti akan Fatimah beri tahu" ucap nya. mata besar yang terlihat mirip dengan Hanna itu masih setia memandang kosong pintu gerbang.


"Tidak sayang,ini berbahaya


ayo cepat masuklah" bujuk Hanna sambil mencoba menahan kesabaran nya.


namun gadis itu menggeleng ,menolak keras ajakan ibunya .


"Fatimah berhenti bersikap seperti ini...


bunda tidak suka"Hanna membentak Fatimah tak sengaja..


"Ah sayang maafkan bunda,bunda hanya mengkhawatir kan mu" tambah nya lagi setelah menyadari kesalahan yang di lakuakn nya barusan .


"Bunda .. apa ayah benar-benar tidak akan datang?"


manik-manik yang terlihat sembab itu bertanya memasang wajah sedih nya.


Hanna menggeleng pelan,ia tidak tahu apa yang harus di jawab nya mengingat dalam nya kekecewaan yang di rasakan oleh putrinya.


"Nanti bunda telpon sayang?"


Ucap nya kemudian setelah berfikir lama.


***


" Bunda .. suara petir itu telah menghilang ,


sampai kapan bunda akan menelpon ayah?"


Fatimah bersuara setelah lama memandangi ibunya yang sedari tadi memain kan benda pipih di tangan nya.


"Ah baiklah,tapi kau yang harus bicara ya!"


ucap Hanna kemudian mengapit kan benda pipih tersebut ke gendang telinga nya..


***


terimakasih untuk readrs yang selalu setia menunggu up cerita nya .


author berterima kasih sekali atas dukungan nya.

__ADS_1


vote sama like nya jangan lupa ya..


__ADS_2