ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
DAVE..


__ADS_3

Badan Hanna merosot ,ia memegang dada nya kuat ,yang barusan keluar dari mulut nya ternyata menyakiti perasaan nya juga .


"Rabbi,apa yang telah ku perbuat"


batin nya meringis ..


Mata Hanna memandang kosong ke arah di mana sebuah bunga tergeletak ,bunga yang tadi Alvin bawakan untuk nya kini telah rusak


"Maafkan aku mas" ucap nya lagi .


Senyum Hanna terbit ketika melihat siapa yang datang keruangan nya,kedatangan pria yang sudah cukup lama dikenal nya sejenak menghilangkan kekacauan hati nya.


Ia berdiri menyambut Dave yang berjalan semakin dekat kearah nya.


"Dave,apa kabar?" sapa Hanna sambil menelungkup kan ke dua tangan nya,yang di balas dengan gerakan sama pula oleh Dave.


"Aku baik,bagai mana dengan mu?" Dave menjawab di iringi pertanyaan sambil memperhatikan wajah Hanna yang kini terlihat kacau .


"Seperti yang kamu lihat ,aku baik-baik saja"


jawab Hanna seraya tersenyum .


kini posisi Hanna telah duduk kembali .


Sementara Dave ,ia menjatuh kan bobot tubuh nya di kursi yang tadi sempat Alvin duduki.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Dave ,mamandangi wajah Hanna serius,


Dengan wajah Hanna yang seperti itu,sudah tentu sesuatu yang tidak menyenangkan telah terjadi kepada nya.


Hanna melirik Dave sekilas,kemudian memainkan alat tulis nya kembali


"apa maksud mu Dave ,aku tidak mengerti"


celoteh Hanna pura-pura tidak mengerti dengan pertanyaan Dave kepada nya .


"Barusan mantan suami mu,bukan..


apa dia membuat ulah lagi,dia menyakiti perasaan mu lagi?" tanya Dave serius,sementara Hanna nampak menghentikan aktivitas nya .


Ia menandang Dave serius,kemudian menghembus kan nafas kasar nya.


"kali ini aku yang membuat masalah" ucap nya kemudian ,mata nya berkaca-kaca nyaris menangis mengingat kejadian yang di lakukan nya beberapa saat yang lalu .


"apa yang telah kau perbuat?" tanya Dave penasaran .


Hanna menunjukan sebuah bunga yang tergeletak,ia menatap bunga tersebut sedih


"itu.." ucap nya.


"aku menginjak-nginjak bunga pemberian nya "


tambah nya lemah ,kali ini air mata telah merambat menyusuri pipi putih nya..

__ADS_1


Dave hanya menyunggingkan senyum ,tidak menimpali kata-kata Hanna .


"Sekarang apa yang harus ku perbuat?"


suara itu kembali terdengar di telinga Dave.


"Apa kamu masih mencintai nya?"


pertanyaan itu melayang di mulut Dave membuat Hanna menjadi sedikit salah tingkah.


"Setelah apa yang Alvin lakukan kepada mu,apa kau yakin masih mencintainya?" tambah Dave sambil memandang wajah Hanna lekat .


Kali ini Hanna menunduk sedih ,hati nya bahkan masih tersa sakit jika teringat perlakuan Alvin kepada nya dulu .


Ia boleh saja berkata sudah memaafkan nya ,tapi hati.Hatinya benar-benar tidak bisa di bohongi dengan perasaan nya.


"Aku tidak tahu Dave" Hanna menjawab sambil menggelengkan kepala nya pelan .


"Setiap bertemu Alvin meminta rujuk kepada ku,sepertinya ia benar-benar telah berubah" ucap nya melemah .


"Dan kau akan menerima nya kembali,aku sungguh tidak mengerti dengan jalan pikiran mu ,Hanna.Di luar sana masih banyak pria yang mengingin kan mu ,untuk apa kau kembali kepada nya." Celoteh Dave terkesan kesal. Dave sendiri menyukai Hanna sudah sejak lama ,hanya saja ia tidak memiliki keberanian mengutarakan keinginan nya demi rasa hormat nya pada Hanna.


"Tapi dia ayah Fatimah Dave..Aku sungguh bingung."


"Apa aku tidak tahu ,Fatimah gadis yang punya pemikiran dewasa,ia pasti mengerti dan menerima dengan pria yang kamu pilih kan untuk menjadi ayah nya.


Tidak ada lagi alasan untuk kembali kepada nya Hanna,selain kau masih ingin menjadi istrinya kembali" Timpal Dave lagi.


kata-kata Hanna sedikit membuat Dave kacau. Ia mendengus kesal, setelah mengetahui pernikahan Hanna dulu ,bagai mana bisa wanita itu masih mengharap kan pernikahan nya dengan pria yang sudah menyakiti dzohir juga batin nya.


"Dave ,kau belum mengatakan apa tujuan mu kesini?" tanya Hanna .


Dave dari tadi datang memang langsung membahas perihal Alvin ,ia sama sekali belum mengatakan tujun nya menemui Hanna .


Dave nampak salah tingkah dengan pertanyaan Hanna,kata-kata yang sedari tadi sudah di rancang nya kini seperti menghilang begitu saja .


Lidah nya kelu ia bingung dengan apa yang maski di katakan nya pada Hanna .


"aku emhh .. aku hanya ingin mengajak mu keluar,maksud ku aku mengajak mu pergi makan-makan" Ucap Dave gerogi .


Hanna menautkan alis nya ,ia melirik jam yang melekat di tangan nya kemudian menggelengkan kepala nya pelan .


"Aku tidak bisa Dave ,aku banyak kerjaan,maafkan aku..


aku memiliki banyak sekali pesanan."


tolak Hanna tak enak , seharus nya ia menuruti permintaan Dave ,karena ia bisa mendirikan butik ini juga atas bantuan Dave.


"tidak apa-apa ,bisa lain kali saja..


aku mengerti kok" Timpal Dave sambil tersenyum.


"aku sungguh minta maaf"Hanna memandang Dave dengan rasa bersalah

__ADS_1


"Tidak masalah Hanna ,aku pergi saja ya.


maaf sudah mengganggu waktu mu" ucap nya kemudian berdiri .


Ia melangkah kan kaki nya keluar begitu saja.


Sementara Hanna memperhatikan punggung Dave sampai tidak terlihat lagi .


"Fiuhh" Dave membuang nafas nya saat sudah tiba di mobil.. Ia mengeluar kan kotak cincin di saku nya ,kemudian kembali menghembus kan nafas berat nya .


Sebenar nya hari ini ia berencana melamsr Hanna ,hanya saja keadaan membuat ia mengurun kan niat nya yang sudah sejak lama.


***


semenjak keluar dari ruangan Hanna, Alvin berjalan seprti mayat hidup . kata-kata Dave tadi benar-benar membuat nya prustasi.


"Calon Istri?" kata-kata itu telah mengubrak ngabrik jiwa lemah nya .Antara sedih ,kecewa ,juga putus asa perasaan itu bercampur membuat dirinya terlihat seperti seorang yang sudah kehilangan akal .


"Bunda jangan menikah dengan ******** itu, dia tidak pantas untuk mu" racau nya tak jelas ..


Perut Alvin berbunyi,karena semangat nya untuk bertemu Hanna ia memang telah melupakan sarapan pagi nya ,sementara jarum jam sudah menunjukan pukul sebelas .


Ia berjalan gontai memasuki rumah makan ,ia duduk kemudian melambai kan tangan nya memanggil seorang pelayan .


Pelayan itu datang kemudian pergi setelah Alvin menandai beberapa menu yang di pesan nya.


Seorang wanita dengan pakaian mini tampak berjalan dengan seorang model pria yang nama nya kini cukup melenjit.


wanita itu menggandeng tangan Brayen dengan manja,sesekali tawa terdengar dari mulut ke dua nya .


Sementara di pojok sana ,Alvin memperhatikan mereka dengan tatapan sulit di artikan .. antara marah dan juga tidak peduli ia mengunyah makanan nya dengan santai .


"Bella ,bagai mana bisa ia melakukan hal seperti itu dengan pria, sementara masa idah nya belum selesai"


ucap Alvin dalam hati namun mata nya tidak terlepas memperhatikan Bella.


deg..


jantung Bella hampir saja copot ketika melihat siapa yang kini menatap nya .


Dengan wajah pias ia teihat mengatakan sesuatu pada pria yang kini bersama nya .


"Sayang ...nyari tempat lain ya,


tempat ini tidak nyaman untuk ku"


ucap Bella ,sambil menarik tangan Berayn


tak sabar ..


***


Untuk yang mempertanyakan soal Dave ,author pernah menulis nya di bab SAINGAN..

__ADS_1


__ADS_2