
mobil fortuner baru saja meninggalkan pekarangan rumah nya.
dari kejauhan Alvin melihat Hanna mengutak ngatik ponsel tamunya kemudian dikembalikan nya .
Sementara pak Adit memberhentikan mobil atas perintah tuannya .
"pria itu apa kau mengenalnya ?"tanya Alvin pada pria yang berusia sekitar lima puluh tahun itu .
"sepertinya itu dokter yang menangani nyonya Hanna saat di rawat "
jawab pak Adit yakin .
"apa dia terlihat sangat akrab saat Hanna di rumah sakit."tanya Alvin datar .
Alvin bertanya pada pak adit ,karena pak aditlah yang kemarin mengurus keperluan Hanna di rumah sakit.
"sepertinya begitu tuan , bahkan dokter Adrian sering membelikan makanan untuk nyonya ,dia sangat perhatian pada nyonya".
Alvin yang mendengar penjelasan sopir nya tampak diam
"jalan,!!" perintahnya ,saat mobil Adrian melewati mobilnya
sementara Bella merinding saat menyadari perubahan suaminya ,jika biasanya manja sekarang dia hanya terdiam .
"apa kau cemburu mas,?"
tanya Bella .Nyali nya sedikit menciut .
"diam!"
hanya itu yang di ucapkan Alvin kepadanya .
Bella yang mendengar itu hanya menarik nafas nya ,
ia tidak bisa membayang kan apa yang akan terjadi setelahnya .
__ADS_1
***
Alvin turun tergesa-gesa , jangan ditinggalkan wajah merah padam menahan amarah nya .
Sementara Bella berteriak memanggil-manggil suaminya .
Hanna yang melihat kejadian itu terlihat bingung ,ia tidak tahu akan apa yang terjadi .
namun ia tetap menyambut kedatangan suaminya sambil tersenyum ..
Hanna mengulurkan tangannya , niatnya untuk mencium tangan suaminya yang baru saja datang .
namun ,tangan Hanna di tepisnya dengan kasar , tangan putih nya nampak sangat merah menahan sakit atas perlakuan suaminya .
Hanna mendongak ,ia tidak mengerti dengan apa yang terjadi ,namun teriakan Alvin seolah petir menyambar telinganya menyadari akan lamunan nya
"Jadi ini yang kamu lakukan selama aku di Bali?"teriak nya sambil menampar pipi Hanna .
debit air yang berusaha di tahannya kini sudah tumpah menyusuri pipi mulusnya . Ia menunduk,
"dasar ****** tak tahu diri ,apa uang ku kurang untuk keperluan mu ,hah?"
berapi-api Alvin mengucapkan kata itu sambil mencengkram dagu yang kini menyandang status sebagai istrinya .
"hentikan mas ,kau telah menyakitinya"Bella mencoba menenangkan kemarahan suaminya .
"diam kamu ,masuk ke kamar,aku juga tidak segan menyakiti mu" ucap Alvin tegas ,namun berhasil membuat Bella ketakutan .
Bella hanya terdiam sesaat,
"pergi!"teriak Alvin lagi
Bella pun pergi menuju kamar nya .
cengkraman nya, Alvin lepas dengan kasar,sukses membuat tulang wajah Hanna kesakitan .
__ADS_1
tamparan sekali lagi mendarat dipipi Hanna,menambah robekan pada sudut bibirnya .
"hentikan mas, kau telah menyakitiku "
teriak Hanna kesakitan .
"bukan kah ini pantas bagi wanita ****** sepertimu ?"
lagi-lagi Alvin tidak mempedulikan nya .
"apa salahku mas "
"kau berselingkuh masih saja menanyakan apa kesalahmu?. "
Alvin kembali mencengkram dagu istrinya.
"apa yang telah kulakukan mas ,bahkan kau marah tanpa mendengarkan penjelasan dariku"
cihhh
"apa jangan- jangan kau telah memberikan hak ku kepadanya"
Alvin mendecih .
" kalau ia, memang nya kenapa mas,apa kamu marah,?
lagi pula apa salahku,bahkan kau tidak pernah memberikan kebutuhan batinku,Adrian sangat lembut kepadaku "
tanpa takut Hanna berbicar dengan lantang .
"Hanna ,berhenti memujinya di depanku . Atau akan ku bunuh Adrian"
Ucap Alvin sambil menyeret tubuh kurus Hanna ,kemudian membanting nya ke mobil
Alvin ,melajukan mobilnya dengan sangat kencang .
__ADS_1
Sementara Hanna sangat ketakutan ,sambil menahan sakit di tubuhnya .