ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
BAJU ULANG TAHUN


__ADS_3

Hanna memasuki ruangan nya diikuti Alvin di belakang nya ..


Tatapan nya kosong ia memandangi mobil yang berlalu lalang di balik kaca jendela .


Butik yang Hanna dirikan ini memiliki dua lantai .. Dan Hanna saat ini berada di lantai dua,di ruangan khusus untuk dirinya.


"Sudah cukup kau membuat ku terluka mas , aku tidak akan membiarkan mu melukai putriku juga ..


Maafkan aku mas ,kau boleh menganggap ku egois,tapi putriku dia segala nya lebih penting dari hidup ku ..


Ku rasa kau sudah paham dengan apa yang dulu kau lakukan, kau telah membedakan istri-istri mu ,dan aku tidak mau kau membeda-bedakan putriku juga .


Aku bukan pendendam mas ,tapi kata-kata mu ,kau tentu masih ingat kan? ,kau sama sekali tidak pernah mengharapkan kehadiran Fatimah di kehidupan mu .


Bahkan apa yang terjadi antara aku dan dirimu itu benar-benar seperti kecelakaan .


Saat itu kau bahkan tidak ada bedanya seperti pemerkosa .


Aku sungguh membenci hal itu mas .."


Hanna menghapus air mata nya dengan kasar ,kemudian menatap mata Alvin yang kini diam memandang nya ..


ke dua bola mata dengan bercak bening itu kini tak mampu lagi menahan debit air di matanya..


Air mata itu meluncur begitu saja di pipinya.


"Bunda ,bukan kah aku sudah minta maaf,apa kau belum mau memaafkan ku juga?"


Alvin memegang kedua lengan Hanna sambil memandang mata yang selama ini dirindukan nya.


"Apa aku tidak pantas mendapat maaf darimu ..


katakan bunda ,apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkan ku?"Tambah nya kemudian .


"Aku sudah memaafkan mu mas ,tapi untuk Fatimah aku tidak akan menyerahkan nya padamu,kau juga jangan terlalu berharap aku akan kembali kerumah mu"Hanna memalingkan wajah nya kesamping ,guna menghindari tatapan mata Alvin


"jangan seperti ini bunda ..aku mohon ,"


"Fatimah juga putriku bunda.. apa aku tidak memiliki hak untuk merawat nya,aku sungguh akan menyayanginya .." Alvin kesal menurut nya Hanna terlalu egois.


"Baiklah ,hanya sekedar membawa Fatimah bermain di hari libur ..aku akan mengizinkan nya" Hanna menimpali.Tatapan matanya kini menatap kesembarang arah ,menjauhi tatapan Alvin kepadanya.


"Aku tidak mau bunda ,aku ingin Fatimah tinggal bersama ku" Alvin mengelak ,menjadiakan Hanna jengkel di buat nya .


"Harus berapa kali aku mengatakan nya kepada mu ,sudah ku bilang aku tidak akan mengizinkan Fatimah tinggal bersama mu "


kesal Hanna ..


"Kita akan membicarakan hal ini dengan Fatimah nanti ..keputusan ada di tangan nya ,kita sebagai orang tua jangan terlalu egois" Putus Alvin kemudian. Sejujur nya ia ingin Hanna dan Fatimah ada bersama nya.


"Orang tua?,itu tidak adil mas" Hanna mementang alvin ,memandang nya sekilas kemudian kembali memperhatikan jalanan yang saat ini di penuhi kendaraan .


"Fatimah tentu memilih kita bersama"


batin Hanna berucap.


"dari mana nya yang tidak adil bunda..?"


Alvin bertanya tidak mengerti ..

__ADS_1


"Apa kau bisa adil menyikapi ke-dua putrimu itu mas,aku sungguh tidak dapat lagi mempercayai mu .." Air mata kini meluncur kembali dari mata Hanna mengingat dulu perlakuan suami kepada dirinya dan Bella.


"Aku berjanji bunda ,aku akan memperlakukan mereka seadil adilnya."


"Dan menurut mu aku akan mempercayi mu..Maafkan aku mas..!!"


Hanna menimpali kemudian meminta maaf.


Ia berjalan pelan kemudian mendudukan tubuh nya di sopa.Sementara Alvin menarik nafas mencoba menahan kesabaran nya .


Ia mengikuti Hanna kemudian duduk disebelah nya.


"Bunda, diamlah ku mohon..!!"Alvin berucap kemudian menyandarkan kepalanya di pundak Hanna


"Tetap seperti ini bunda ,aku mau istirahat ,semalam aku tidak tidur karena terlalu memikirkan mu.."


tambah nya kemudian memejamkan mata ..


Hanna menggigit bibir nya,ia bahkan membiarkan jantung nya lebih cepat berdetak ..


"Rabbi,betapa munafik nya aku" batin nya.


"Anak-anak mas ,kita telah membiarkan nya."


Hanna berucap ,setelah menyadari kesalahan nya. Sayang nya ia merasa Alvin itu masih sah menjadi mahram nya.


Mata Alvin terbuka ..


deg ..


jantung keduanya hampir saja copot ketika beradu pandang.


namun Alvin lebih dulu menahan nya ..


"kenapa bunda,?"


Alvin bertanya sambil memandang mata indah Hanna.


"menjauh lah mas !" Hanna masih mencoba melepaskan diri .. mendorong tubuh Alvin dengan kuat.


Dengan berat hati pula Alvin melepaskan nya.


Langkah Hanna tergesa keluar dari ruangan nya meninggalkan Alvin yang kini masih menyandarkan tubuh nya di sopa ..


"kak..!"Raisa memanggil menyadarkan Hanna dari lamunan nya .


Wajah Hanna bersemu namun kemudian ia bertanya .


"Ada apa?" tanya nya mencoba menetralkan suasana hatinya .


"Apa itu kak Alvin?" Raisa bertanya penasaran .


"yah ..."Hanna menjawab kemudian meninggal kan Raisa yang masih memiliki banyak pertanyaan di pikiran nya..


***


Senyum Hanna mengembang ketika melihat dua orang gadis kecil yang sedang memilih milih gambar ..


"bunda ..!" Fatimah bersuara namun mata nya tampak melihat-lihat sekeliling nya .

__ADS_1


"Dimana ayah ?" tanya nya kemudian .


Mata Mala membesar ..


"apa kamu sudah bertemu dengan ayah mu?" Mala bertanya terheran-heran , sebelum nya Fatimah menceritakan bahwa ia belum ketemu dengan ayah nya.


Mata Fatimah berkaca-kaca ..


"maksud ku ayah nya mala bunda" Fatimah menunduk sedih.


"Ayah di sini sayang "Alvin bersuara saat memasuki ruangan ,Hanna melirik Alvin sekilas kemudian mengikuti langkah Alvin yang melangkah lebih dulu darinya .


"Ayah ..apa ini bagus


mami apa akan menyukai nya?"


Mala bertanya sambil memperlihat kan gambar dalam buku yang sedari tadi di genggam nya .


"wahh .. ternyata gadis ayah pintar yah"


"Gadis ayah ,gitu loh" Senyum Mala mengembang. Sementara


Mata Fatimah kembali berkaca-kaca . Gambar yang Mala tunjukan adalah pilihan nya .


Mata Hanna sedih memandangi anak gadis nya.Ia mengusap-ngusap kepala Fatimah ,


seorang ibu memamg terlalu mengerti apa yang di rasakan putrinya ..


Sementara Alvin memandang Hanna tak enak .. nyatanya apa yang Hanna bilang benar .


Ia tidak bisa bersikap adil di antara dua manusia yang di sayangi nya ..


"Fatimah ,boleh pilih


mau baju yang mana?" Alvin mengusap-ngusap puncak kepal Fatimah .


Fatimah mendongak ,memandang ibu nya


namun tidak berapa lama ia bersuara .


"Tidak usah om,


Fatimah tidak pernah merayakan ulang tahun .. sayang kan nanti gak kepake" Tolak nya sopan ..


Ada rasa ngilu ketika mendengar penuturan putrinya..


Ingin rasa nya ia memeluk sang putri yang di anggap nya belum mengetahui keberadaan dirinya..


***


sehari nyampe 40 ribu pembaca ..


rupanya banyak pembaca yang tidak ninggalin jejak ..


terimakasih untuk readers yang menunggu up nya .. mohon maaf telah membuat lama menunggu ..


jangan lupa untuk dukungan nya ya ..


komen ,like sama vote nya kalo bisa .

__ADS_1


aku pada kalian muach ..


__ADS_2