
Alvin turun ,dengan sigap ia membukakan pintu untuk Hanna.
Hanna menatap Alvin sekilas ,kemudian turun dari mobil yang di tumpangi nya.
"Pak tolong turun kan barang-barang nya ya!" Alvin memerintah kemudian memberikan kunci mobil nya pada security yang baru saja membukakan gerbang untuk nya.
Pikiran Hanna bertanya-tanya mengenai rumah yang yang saat ini akan di masuki nya .
Rumah nya tidak terlalu besar ,namun masih lebih besar dari tempat tinggal nya .
"Apa bunda menyukai nya ,aku baru kemarin membelinya." Alvin berucap setelah Hanna mengucap kan salam .
Hanna terdiam ,tidak berniat sedikit pun menjawab pertanyaan Alvin ,pikiran nya benar-benar sangat kalut
Ia melangkah pelan kemudian menjatuhkan bobot tubuh nya di ruang tamu .
"Bunda mau minum apa?" Alvin menawar kan minum untuk seorang yang kini dicintai nya .
Hanna mendongak memandang sekilas pada Alvin kemudian menggelengkan kepala nya .
"Aku akan mengambil nya sendiri ,lagi pula ini akan menjadi tempat tinggal ku" ucap Hanna cuek .
"Alvin membuang nafas kasar nya ,namun kemudian berucap .
"nanti aku yang akan menjemput Fatimah" Ucap nya ,namun posisi nya masih tetap mematung .
"Apa kamu tidak memiliki kerjaan ,urus saja istri dan anak mu." Hanna menjawab malas ,ia benar benar sangat risih dengan perlakuan Alvin kepada nya ,toh sekarang juga ia bukan lagi istri nya .
"Fatimah juga anak ku" Jawaban singkat Alvin mampu membuat Hanna terdiam .
Alvin melangkah kan kaki nya ,kemudian duduk menghadap Hanna.
"aku ingin kita rujuk bunda ,bagai mana?"Alvin memandang Hanna penuh harap .
Mata Hanna berkaca-kaca saat mendengar ucapan apa yang baru saja di dengar nya .
"Aku tidak mau,maaf" Hanna menggeleng ,kemudian meminta maaf.
"Aku mencintai mu bunda ,dan akan tetatap mencintai mu.
ku mohon tunggu lah aku ,tunggu sampai mana aku mampu memperjuang kan cinta ku untuk bunda" Alvin berkata tulus .
sementara mata Hanna masih saja berkaca-kaca .
"Seperti ini aku merasa tenang mas .
__ADS_1
Kau boleh sekali kali mengajak Fatimah untuk liburan ,tapi aku mohon jangan berharap lebih dari sekedar ini" Hanna berucap seolah mengingat kan .
"aku menginginkan bunda ,bunda bisa kah menerima ku kembali.
Aku telah mencintai mu bunda.?" Alvin masih juga mengharap ,seolah tidak mendengar apa yang baru saja Hanna ucap kan .
"Sudah ku bilang aku tidak mau mas ,kau jangan memaksa" Kini suara Hanna terdengar kesal .
Mata Alvin berkaca-kaca ,hati nya terasa sakit mendengar penolakan Hanna .
Tapi tekat nya sudah bulat kali ini ia akan memperjuang kan cintanya untuk menggapai kebahagiaan untuk nya.
"Aku tidak peduli seberapa keras bunda menolak ku ,aku juga akan berusaha keras agar bunda menerima ku kembali"
Terang Alvin.
"Kau pergi lah mas ,berkunjung lah jika kau akan membawa Fatimah berlibur .
kau tentu tahu kan ,kita bukan lagi suami istri" Hanna berucap seolah mengusir Alvin dari rumah yang baru saja di masuki nya . Tanpa menimpali apa yang telah Alvin ucap kan
"Aku memberikan rumah ini untuk putriku ,bunda jangan seenak nya mengatur ku untuk berkunjung ke rumah ini" Alvin kesal ,tak terima dengan pernyataan Hanna.
"kalau begitu aku akan pergi ,aku sudah punya rumah .Lagi pula aku tidak membutuh kan rumah ini" Hanna menimpali ucapan Alvin dengan suara sedikit mengancam .
Alvin membuang nafas nya
Bunda jaga diri baik-baik ya" Alvin perhatian ,kemudian melangkah kan kaki nya dengan berat hati keluar .
Tadi nya ia membelikan rumah ini berniat akan sering mengunjungi nya untuk melihat Hanna dan putri nya .
Namun ,dugaan nya ternyata salah .
Alvin memasuki mobil nya,kemudian melajukan nya dengan kencang ,kemana lagi kalau bukan ke makam ibu nya .
Urusan pekerjaan ia sudah memasrah kan semua nya pada sekertaris nya .
Ia akan mengunjungi dan mengontrol nya sekitar dua minggu sekali ,atau jika ada pertemuan-pertemuan penting lain nya .
Ia menuang kan air ,tidak ketinggalan bunga yang baru saja di beli nya .
"Ibu ,apa yang harus ku lakukan ..
Hanna tidak mau menerima ku kembali "
Alvin berucap seolah yang di panggil nya ibu itu mendengar kan nya .
__ADS_1
"Aku mencintai nya ibu.. Aku mencintai nya ..
Kau tahu ibu,bahkan dia menolak ku untuk rujuk kembali" Air mata Alvin kini merambat mengingat Hanna tadi menolak nya "
"kata kan ibu ,apa yang mesti ku lakukan?" Alvin bertanya lagi kemudian menunduk putus asa .
"Aku pergi .. semoga Allah selalu melimpah kan rahmat nya untuk ibu" Alvin mengusap pusara ibu nya kemudian berdiri hendak meninggal kan nya.
Ia memasuki mobil nya ,kemudian melajukan nya dengan pelan .
Kali ini ia melajukan mobil nya ke tempat dimana Fatiamah dan Mala bersekolah.
***
Dari kejauhan terlihat segerombolan anak-anak seusia putri nya keluar dari kelas nya .
Seorang yang pertama di lihat nya adalah Fatimah .
Gadis kecil itu berjalan loyo ,entah apa yang saat ini ada di dalam fikiran nya .
Lain lagi dengan Mala ,sesekali dia terlihat tertawa .. dua gadis nya itu memang mempunyai keperibadian yang berbeda .
"Fatimah .." Alvin memanggil gadis kecil saat melintas di hadapan nya .Fatimah berjalan pelan ke arah nya .
"Ayah... "dari kejauhan Mala bersorak memanggil nama ayah nya ,kemudian berlari menghampiri ayah nya.kemudian berhambur kedalam pelukan ayah nya.
Mata Fatimah tampak berkaca-kaca,ia terdiam
kemudian tersenyum saat Alvin mengatakan sesuatu kepada nya
"Fatimah juga boleh peluk ayah "
Alvin merenggang kan ke dua tangan nya"
Fatimah berhambur kedalam pelukan Alvin ,
Saat ini ia benar-benar merasakan mempunyai seorang ayah .Air mata jatuh di pelupuk mata nya .
"Fatimah mulai sekarang panggil om ayah ,ya!" Alvin berbisik
kemudian melepaskan pelukan nya.
Alvin tersenyum ketika melihat dua anak gadis nya kini berada di hadapan nya
"kita pulang sama-sama ya .. !"
__ADS_1
Alvin membuka kan pintu mobil untuk kedua putri nya.
Fatimah nampak ragu .Ia takut ibu nya akan menjemput nya. tapi karena Alvin memaksa akhir nya ia menuruti kemauan Alvin .