ISTRI YANG TERLANTAR

ISTRI YANG TERLANTAR
SAINGAN


__ADS_3

Alvin berdiri setelah sekian lama ia terdiam di ruang tamu .Kaki nya ia langkah kan menuju kamar anak gadis nya ,namun kemudian langkah nya terhenti ketika melihat Mala sedang terbaring menjalan kan tidur siang nya ,bersama seorang pengasuh yang bertugas menjaga Mala


"Nona sedang tidur tuan"ucap seorang remaja putri yang baru saja menidurkan anak majikan nya itu sambil turun dari ranjang yang


kini menjadi tempat tidur Mala.


"Ya sudah .. tolong jagain Mala ya ,saya ada urusan di luar sebentar " Alvin menitipkan anak gadis nya kemudian melangkah kan kaki nya keluar .


Ia menaiki mobil kemudian melajukan nya pelan keluar dari pekarangan rumah nya ..mata nya tampak sibuk melihat kesana kemari jalanan yang begitu ramai ,namun kemudian memberhentikan mobil nya saat ia melihat toko bunga dan boneka di samping nya .


Ia turun berjalan dengan santai memasuki toko yang baru saja di lihat nya .


"Ada yang bisa saya bantu pak?" pelayan toko itu menyambut nya dengan ramah .


Mata Alvin memperhatikan satu per satu boneka yang terpampang di lemari kaca namun kemudian pandangan nya terhenti tatkala melihat bonek beruang berwarna pink yang ukuran nya cukup besar baginya .


"yang model nya seperti ini ,apa masih ada?" Alvin bertanya pada pelayan yang dari tadi mengikuti nya sambil menunjuk pada boneka yang sempat menarik perhatian nya .


"Ada pak hanya saja warna nya berbeda"Jawab pelayan tersebut sambil tersenyum menunjukan lesung pipinya ,melihat lesung pipi itu Alvin jadi teringat Hanna..Seorang yang sebentar lagi akan di temuinya.


"Tinggal warna apa saja?" tanya Alvin lagi berharap pelayan itu menunjukan boneka nya .


"yang ini pak," pelayan tersebut menunjukan boneka yang sama persis dengan boneka sebelum nya namun boneka yang di lihat nya sekarang berwarna merah .


"Sama-sama cantik ,bisa tolong ambil kan dua-dua nya.


saya akan membayar nya" Ucap Alvin kemudian melangkah kan Kaki nya menghampiri bunga-bunga yang terlihat cantik di mata nya ..


Alvin keluar dari toko itu dengan bunga mawar berwarna merah yang ada di tangan nya di ikuti dua pelayan membawa boneka yang tadi di belinya satu persatu ..


"Terimakasih" Alvin berterimakasih saat dua pelayan itu sudah meletakan boneka yang di belinya di bagasi kemudian ia menutup nya.


Sementara dua pelayan itu hanya tersenyum dan mengagguk ,mereka kembali masuk ke toko saat alvin telah melajukan mobil nya .


mungkin itu salah satu cara mereka menghormati tamu nya .


***


Alvin memasuki pekarangan rumah yang di tuju nya ,ia tampak memilih milih boneka yang akan di berikan nya pada Fatimah ,kemudian ia mengambil boneka berwarna merah saat teringat Mala menyukai warna pink .

__ADS_1


Tentang warna yang Fatimah sukai ia tentu tidak mengetahui nya .


Langkah Alvin terhenti ketika melihat seorang lelaki sedang berbincang-bincang dengan Hanna ..


Rasa sakit menyelinap di hatinya ,nafas nya terasa sesak ,dada nya bergemuruh menahan cemburu melihat Hanna duduk berhadapan dengan seorang pria


Apalagi pria itu adalah sosok yang dulu pernah menjadi saingan nya ..


Sementara Hanna memandang Alvin yang baru saja datang tak enak .Tapi ia berusaha bersikap senormal mungkin untuk membuktikan bahwa tidak ada lagi tempat di hati nya untuk Alvin..


"Assalamualaikum" Ucap Alvin saat ia telah menginjakan kaki nya di teras rumah Hanna.


Alvin menjaba tangan Dave setelah mendengar mereka menjawab salam nya .


"Lama tidak bertemu kawan" Ucap Dave dengan tatapan dendam ,namun masih mampu tersenyum demi wibawa nya di depan Hanna.


"Senang bertemu anda kembali ,tuan Dave"Alvin menjawab ,membalas senyuman Dave kapada nya ,kemudian melepaskan tangan yang barusan mencengkram nya .


Hanna memandang dua lelaki yang ada di hadapan nya secara bergantian ,melihat intraksi mereka Hanna dapat menyimpulkan bahwa mereka sudah saling mengenal .


Alvin berbalik menelungkup kan tangan nya ribet karena bunga yang di pegang nya, pada wanita yang kini ada di hadapan nya,


"apa kabar mu ,bunda?" Alvin bertanya sambil tersenyum seolah menyembunyikan sakit di hati nya .


"Seperti yang kau lihat ,aku baik"Hanna menjawab tak enak ,Hanna sendiri tanpa kesal dengan perkataan itu.


Dave memperhatikan kedua nya ,kemudian seulas senyum terbit ketika Hanna melihat nya.


"putri ku ada ,aku ingin menemuinya"Alvin berucap sambil menyerahkan bunga mawar yang sedari tadi di pegang nya pada Hanna .


sejenak Hanna terdiam kemudian menerima bunga yang Alvin berikan .


"Ada ,masuk saja kedalam" Hanna berucap mempersilahkan Alvin dengan santai kemudian meletakan bunga tersebut di pangkuan nya .


Alvin meraih boneka yang tadi sempat di letakan nya.


Sekilas ia melirik mereka berdua ,mata nya sudah berkaca-kaca ,ia hampir saja menitikan air mata karena sakit di hati nya .


Namun ia segera melangkah kan kakinya ,tidak mau menambah rasa sesak di dadanya .

__ADS_1


Pintu kamar Fatimah di buka ,gadis itu tengkurap di tempat tidur tampak sibuk menulis sesuatu di buku nya ,Fatimah bahkan tidak menyadari kehadiran ayah nya .


Rasa sesak di dada nya pun kini menyusut ketika melihat anak gadis nya,seolah kejadian yang menyakitkan baginya itu hilang begitu saja .


"Assalamualaikum"Alvin tersenyum saat menatap manik-manik putri nya ..


"waalaikumsalam"mata Fatimah berkaca-kaca karena bahagia slaat melihat siapa yang datang ke kamar nya .


"Ayah ..."ucap nya


ia turun dari ranjang nya ,berlari kemudian berhambur di pelukan sang ayah.


Kemarin Alvin memang memberi tahu dirinya sendiri adalah ayah nya saat mengantarkan putrinya pulang sekolah .


Fatimah sendiri sudah tahu tentang nya bahkan sebelum ia menceritakan semua nya.


"Fatimah merindukan ayah" Ucap Fatimah masih dalam posisi memeluk ayah nya .


Ada ketenangan yang merasuki relung jiwa Alvin ketika mendengar pernyataan putri nya .


Ia menitikan air mata ,mengingat enam tahun putrinya baru mengenal sosok ayah ..


Ia bahkan tidak bisa membayang kan bagai mana perasaan putrinya hidup tanpa seorang ayah di samping nya.


Seperti ada sesuatu yang mengiris-ngiris hatinya ketika ia membayang kan Fatimah di cemooh teman nya karena tidak tahu sama sekali tentang dirinya .


"Maafkan ayah ,yang baru bisa menemui mu ,ayah juga merindukan mu" Ucap Alvin sambil menghapus air mata yang sempat menetes dengan salah satu tangan nya .


Alvin melepas kan pelukan itu ,kemudian menarik boneka beruang yang ada di samping nya .


"putri ayah apa menyukai nya ,ini untuk mu sayang" Alvin memegang boneka itu dengan ke dua tangan nya .. Boneka itu bahkan terlihat lebih besar dari badan Alvin .


Fatimah tersenyum kemudian memeluk nya ,ia bahkan terlihat kesusahan saat memeluk boneka yang di berikan ayah nya .


"ini sangat cantik ,


Fatimah menyukai pemberian ayah ,apapum itu ..


terimakasih ayah .. " Fatimah menggeser boneka itu ke samping kemudian mencium pipi ayah nya lembut .

__ADS_1


"Fatimah akan bahagia sekali jika ayah tinggal bersama Fatimah .." Tambah nya kemudian memeluk ayah nya kembali .


__ADS_2