
mata yang terkenal mempesona itu masih juga terpejam,ia masih enggan membuka mata nya barang sedetik pun .
Tubuh kurus nya terbujur kaku,
dari semenjak ia tak sadar kan diri,tubuh itu memang masih belum juga bergerak.
Saat insiden kecelakaan itu terjadi,mobil Alvin memang paling dekat dengan sebuah truck ,belum lagi posisi mobil nya yang berada di tengah-tengah ,maka tak heran lagi; jika ia merupakan korban dengan keadaan terparah yang masih dalam keadaan selamat .
Keadaan nya benar-benar sangat mengkhawatirkan.Ia mengalami patah tulang pada kaki sebelah kanan,belum lagi pergelangan tangan kiri nya tampak bengkak juga membiru,luka pada bagian-bagian lain nya di akibatkan pecahan kaca mobil bagian depan. Sementara
hal yang masih belum membuat nya tak sadar,besar kemungkinan akibat terlalu keras nya benturan kepala pada kemudinya .
Dokter mengatakan dia mengalami geger otak ringan.
Hanna memandang tubuh itu dengan tatapan sendu.
Air mata nya kini tidak sama sekali ada yang keluar,entahlah.. entah mungkin air mata nya sudah habis sejak kemarin di keluarkan nya.
"Mass..bangunlah,aku mohon."
Ia berbisik tepat di telinga nya Alvin .
"lamaran itu sekarang aku terima,jika mas sembuh kita akan menikah secepatnya." Ia menambah kan ucapan tersebut sambil menggigit bibir kecilnya.
Air merambat di sudut mata Alvin ,ia menangis mendengar kalimat-kalimat yang terucap dari mulut Hanna.
Kata-kata yang sangat ingin sekali ia dengar kini menyapa telinga nya,hanya saja yang membuat dirisnya semakin rapuh kerena Hanna mengucapkan kata itu saat ia sedang
terbaring dan tidak bisa berbuat apa-apa sama sekali.
wajah Hanna terkejut melihat bulir bening yang menetes di sudut mata seorang yang sejak tadi di perhatikan nya.Ia memanggil-manggil seorang dokter dengan wajah panik .
"Dokter.. dokter"
teriak nya panik .
Seorang dokter di tambah dua perawat tampak berhamburan masuk kedalam ruangan menghampiri asal suara ,wajah mereka tak kalah beda panik nya dengan Hanna .Tentu saja,mereka menyangka hal buruk telah terjadi pada pasien nya.
"Lihat lah dokter dia menangis mendengar suara ku.." Ucap Hanna girang sambil menunjuk sudut mata Alvin yang terlihat sedikit sembab .
Dokter pria berperawakan tinggi dengan tubuh ramping itu memeriksa keadaan Alvin sejenak.
Ia menarik nafas nya kemudian menebarkan senyum nya kearah Hanna.
"Keadaan nya sudah semakin membaik,
Apa kau salah satu orang yang di cintainya,
Perbanyak lah bicara untuk membantu mempercepat kesadaran nya."
Pria itu berpesan pada Hanna sambil tersenyum menambah kan kesan ketampanan nya.
"Ah ,baiklah dokter akan saya coba.
__ADS_1
terimaksih dokter" Jawab Hanna dengan senyuman pula .
Hanna terdiam memandangi tiga orang yang kini sudah menghilang di balik pintu.
mata nya kembali tertuju pada Alvin,kemudian tersenyum tulus.
"Mas ...kau mendengar kata-kata ku bukan ..?
Aku mencintaimu mas ,aku mencintaimu"
"Soal waktu itu aku benar-benar minta maaf..
aku minta maaf mas" ucap nya lagi .
Alvin memang tidak sadarkan diri,tapi suara Hanna masih mampu dia tangkap .
setiap kata yang terucap di mulut Hanna benar-benar membuat nya terharu.
Ia menangis sambil menikmati kata-kata yang Hanna ucapkan kepada nya .
"Jika ini hanya sebuah mimpi,aku sungguh tidak mau bangun lagi ." batin nya.
Hanna masih setia duduk.
wajah nya menampakan keterkejutan saat melihat wanita tergopoh-gopoh masuk kedalam ruangan.
Baju nya terlihat sangat minim ,rambut nya acak-acakan dengan make up yang sudah terbasuh air mata membuat wajah nya terkesan berantakan .
"Adik ipar.." batin Hanna
Pandangan nya berhenti saat melihat wajah Alvin,ia menatap Alvin dengan tatapan rapuh.
"kakak.."ucapan nya terdengar sangat pelan,namun terlihat air mata merambat pelan keluar dari ujung mata nya .
"Kakak maafin Riana"
Ucapnya lagi ..mata itu memandang setiap inchi wajah Alvin dengan tatapan pedih yang tak bisa ia sembungikan ..
"Maafin Riana kak ,Riana sungguh menyesal" tangan nya mulai memilih ,meraba-raba wajah Alvin dengan lembut..
"Cepat lah bangun kak .. Riana janji Riana akan jadi adik yang nurut sama kakak."
wanita itu merengek layak nya anak kecil berharap sang kakak cepat sadar kembali .
Air mata itu masih juga belum berhenti,sementara tangan nya masih sibuk
mengelus-ngelus wajah Alvin.
"Cepat lah sembuh kak ..Riana janji Riana akan bawa kak Hanna untuk kakak"
ucap nya sambil terisak .
Hanna terpaku,tenggorokan nya tercekat ketika mendengar nama nya di sebut.
__ADS_1
Ia memandangi dua adik kakak yang kini ada di depan nya itu tidak mengerti ,
Mengingat lama nya tidak bertemu dengan mereka,rupanya banyak sekali kejadian yang belum ia ketahui .
***
Iriana menatap nanar tubuh Hanna yang sedang terbaring lemah..
mata tajam nya menatap wajah dengan mata yang masih setia terpejam ..
kepala nya benar-benar telah di kuasai emosi ketika Adrian mengatakan perasaan sebenar nya pada Hanna .
Jika saja Hanna bukan manusia ,ia sudah tentu pasti akan membunuh nya.
"Wanita ****** ..
kau sudah menghancurkan kehidupan kakak ku ,sekarang kau ingin menghancurkan kebahagiaan ku pula.Aku sungguh tidak mengerti mengapa Tuhan menciptakan wanita sepertimu." bibir itu berucap namun air mata nya terlihat menetes.
"Aku membencimu Hanna..aku membencimu.
Aku tidak pernah menemukan perempuan jahat selain kamu ,kehadiran mu sungguh banyak membuat keluarga ku menderita.Aku membencimu Hanna."Tubuh itu rapuh ,sementara suara lemah nya masih berusaha menahan sakit di hatinya.
"mati saja kau Hanna bersama penyakit mu ini,kau sungguh berhak atas semua nya.Jika saja harus ku katakan
aku sungguh tidak sudi memiliki ipar sepertimu."
Ucap nya .. Sebenar nya hati nya berkata lain ,ia sangat mengenal Hanna. Ia tahu Hanna baik,tapi keegoisan nya lah yang membuat nya seperti ini .
Ia mengingin kan Adrian ,sementara Adrian sendiri mencintai Hanna .
***
seputar ingatan Hanna saat masih di singapura melintas .
Riana,suara nya saat itu ,terdengar seperti baru saja di ucapkan ..
Ia mengungkapkan kebencian nya pada Hanna secara terang-terangan .
Hati Hanna meringis ,seperti ada belati yang mengenai hatinya reflek membuat Hanna memegang dada nya .
"Astagfirllahaladzim" lirih nya beristigfar berusaha menghilangkan sakit di hatinya .
Iriana menoleh ketika mendengar seorang wanita mengucapkan istigfar ..
Tubuh nya kaku ,ia terlalu malu menatap siapa yang saat ini berada di sebrang ranjang kakak nya .
"Kak Hanna" mulut mungil itu bersuara..
mata nya memandang seolah tak percaya.
***
Dukung karya author dengan cara menekan tombol like di bawah ..
__ADS_1
terimakasih untuk yang masih setia menunggu lanjutan nya.