
Tadinya Alvin berniat untuk bermalam di villa ,tapi berhubung Hanna mengajak nya pulang jadi ia turuti. Di tambah ia juga mengkhawatirkan Bella yang tadi di tinggalkan nya.
Saat ini Bella pasti sedang menunggunya
Mobil Alvin masuk ke pekarangan rumah , pak Adit dengan sigap membukakan pintu untuk tuan nya ,setelah mobil berhenti.
"selamat malam pak" ucap pak Adit sopan, sementara Alvin hanya menganggukan kepalanya .
Ia turun kemudian menggandeng tangan Hanna yang sedari tadi sudah ingin memasuki rumahnya .
"Assalamualaikum" memang seperti itu yang dilakukan Hanna saat memasuki rumah nya .
Bella yang sedari tadi resah nampak berdiri ,
sekilas ia melihat Hanna dengan memar di wajahnya namun tampak baik-baik saja. kemudian pandangan nya beralih pada suaminya.
Bella melihat tangan mereka masih bergandengan .
Ia cukup mengerti suasana sekarang sedang membaik .
***
Hanna pov
kebahagiaan baru saja akan di mulai , ucapan nya masih hangat aku dengar .
Dia telah berjanji untuk membahagiaan ku, dan akan bersikap adil pada ku dan maduku.
Dulu aku pernah berfikir,akan memperjuangkan cintaku.
jika saja bisa, dulu aku menginginkan Alvin hanya miliku , namum apa boleh buat ,hanya untuk sekedar dirinya mencintaiku pun rasanya aku sudah sangat kewalahan .
Bella tak memberikan ku sedikitpun kesempatan untuk dekat dengan Alvin , ia selalu saja mencari-cari alasan agar Alvin tetap bersamanya .
apalagi saat dia telah mengandung ..
Alsan nya semakin menjadi-jadi saja .
sekarang aku tak peduli lagi ,aku benci karna aku telah menaruh hati ,aku benci harapan-harapan ku .. karna harapan itu hidup ku terasa hancur ,jika saja tak terlalu mencinta ,mungkin lain lagi rasanya .
Sekarang ,
aku hanya perlu menunaikan kewajiban ku sebagai istri,melayani semua kebutuhan nya ,tanpa perlu mengharapkan lagi yang namanya cinta .Ku rasa itu akan lebih baik.
Aku melepaskan gandengan Alvin ,berjalan melewati Bella ,Bella sendiri tidak sopan .
Hanya untuk menjawab salam tadi pun sepertinya enggan.
Langkahku belum terlalu jauh ,rengekan manja Bella masih terdengar jelas di telingaku . Aku duduk di sopa ruang tengah mencoba memperhatikan apa yang akan Bella lakukan pada suamiku.
__ADS_1
"Mas ,bayi kita merindukan mu"
Alvin hanya tersenyum kemudian mencium perut Bella yang masih rata .
"yah ,mas juga merindukan nya"
ucap Alvin lembut .
"ini udah jam sepuluh ,mas akan tidur dengan Bunda malam ini"
ucap Alvin sambil mengusap ngusap kepala Bella .
Bella nampak kaget dengan pernyataan Alvin .
"bunda?"
semacam memanggil tapi seperti bertanya .
"ya ,bunda Hanna."
"kamu tidur sendiri dulu ya"
samar samar suara Alvin masih terdengar.
"tidak bisa mas,bayi kita ingin tidur bersama mu!" kali ini suara Bella mengeras
"baby ayah tidur sama bunda Hanna ya malam ini? "
Bella pergi meninggalkan Alvin ke arah kamar utama , pintu di tutup dengan keras sementara Alvin kulihat menghembuskan nafas kasarnya .
aku menghampirinya .
"yah ,mau bunda buatkan teh?" tanyaku .
"tidak bunda terimakasih , bunda istirahat saja di kamar .Ayah nanti akan menyusulnya".
tolak Alvin ,namun juga memerintah .
"ah ,baiklah bunda duluan ,Bunda tunggu di kamar." ucapku berlalu kemudian meninggalkannya .
***
ku lihat hp jadulku ,beberapa panggilan tak terjawab dari no tak dikenal.
Aku yakin semua panggilan itu dari dokter Adrian .
Benar saja ,ternyata ada pesan masuk juga mengatakan saya Adrian .
keputusan ku sudah bulat , aku akan menyetujui tawaran Adrian .
__ADS_1
ya aku akan melanjutkan pengobatan ku di singapura,sekitar dua hari lagi.
ku hembuskan nafas kasarku yang terasa berat ,namun aku harus kuat .
adik-adiku membutuhkan ku ,aku tidak mau terus seperti ini ,mereka akan sangat khawatir saat mengetahuinya.
ku ketikan pesan pada Adrian
"dok ,dua hari lagi saya berangkat,mohon berkenan untuk membantuku mempersiapkannya"
ku keluarkan foto yang sudah terlihat kumuh ,
terlihat Raisa gadis 14 tahun tersenyum senang sambil mengangkat dua jarinya .
sementara Adel gadis berumur 7 tahun itu bergaya ala-ala cherybele.
Afdal yang baru berumur lima tahun nampak menjulurkan lidahnya.
"Afdal apa kau sudah sembuh sayang?,besok kakak akan belikan mainan untukmu nak ,kakak menyayangimu."
"kakak merindukan kalian sayang, maafin kakak karena telah meninggalkan kalian,kakak benar-benar tak pantas di sebut kakak,maafin kakak nak"ucapku lirih sambil terisak .
sudah delapan bulan aku tidak pernah bertemu dengan mereka. jangan kan bertemu menghubunginya pun aku sudah tidak pernah . Aku kehilanga no Raisa saat Alvin melempar telpon ku yang sekarang entah kemana . Dua minggu aku mencarinya ,namun hasilnya nihil . aku tidak menemukannya . yang aku tangisi adalah karna aku kehilangan no nya.
belum lagi keadaan yang tak memungkinkan untuk mengunjungi mereka.
saat itu aku benar-benar merasa telah menjadi kakak yang tidak berguna .
ku letakan kembali foto kumuh itu ,saat aku puas memandangi nya .
Aku putuskan besok akan mengajak Alvin untuk menemui adik-adik iparnya .
mempertemukan mereka sebelum aku menjalankan pengobatan ke Singapura.
Alvin sangat tidaklah pantas di sebut kakak ipar, bagaimana tidak, ia sampai sekarang bahkan tidak pernah tahu keberadaan adik-adiku .
aku pastikan dia akan menjadi seorang yang sangat menyesal dalam kehidupannya.
Aku menghapus sisa - sisa air mata dipipiku ,ku hembuskan nafas kasarku mencoba melupakan sebentar tentang mereka,kemudian
ku rebahkan tubuh yang masih tersa sakit ini ,ku pejamkan mataku juga dengan tenang .
Sudah pukul sebelas namun Alvin belum juga mengunjungi kamarku.
aku yakin Bella dengan keras pasti menahannya untuk tidur bersamaku .
readers tercinta ,jangan lupa like ,komen sama vote nya juga he he.
satu lagi rate nya ya .
__ADS_1
aku pada kalian love you ..