
"kalau saya , saya serahkan ke pada tia aja ,karna tia yang akan menjalankan rumah tangganya , saya hanya sebagai ibu mendukung dan mendo'a kan yang terbaik saja buat anak saya "
" bagai mana nak tia "
"saya.....saya......saya insyaalloh saya terima " ucap tia sambil bergetar dan semakin menundukan kepalanya , tak ada wajah bahagia yang terpancar pada wajah tia .
"baik lah kalau begitu maksud dan tujuan nya sudah terjawab bagai mana kalu kita makan malam sekarang , kebetulan waktunya sudah waktu makan malam , silahkan tuan dan nyonya"
"okkkyy baik lah "
makan malam pun di laksanakan dengan hidmat dan tak ada obrolan yang keluar sepatah pun , selesai makan malam galang ingin membawa tia ke halaman belakang kebetulan halaman belakang rumah tia di tumbuhi dengan apotik berjalan .
" maaf tante apa boleh saya mengobrol dengan tia sebentar?"
"oohhh yah tentu boleh dong kan sekarang tia adalah tunangannya na galang , bukan begituh pak anwar bu rita "
" iyah benar bu "
__ADS_1
akhirnya galang dan tia pun menuju bangku yang tersedia di halaman rumah teras belakang
"saya cuman ga mau basa basi , saya tekan kan kamu jangan pernah berharap saya akan menyukai kamu , malahan saya dengan melihat muka kamu saja aku muak kalu bukan karna dady yang memaksa saya ga akan sudi menerima lamaran ini , kamu ga ada aapa-apa nya dibandingkan pacar saya yang super model " ucap nya sambil menampakan wajah yang datar dan menyorotkan mata kebencian yang mendalam , tia hanya bisa menunduk dan tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut tia sampai seperkian detik tia ber ucap
" mari kita menikah dengan ada surat perjanjian dan setelah 6 bulan kita bercerai "
"harusnya kamu sadar diri dong siapa kamu yang berani mengajukan peryaratan begitu " desisnya
air mata tia tak dapat di bendung nya sampai galang pun melangkah kan masuk ke dalam lumah
" galang mana tia " tanya bu rita
"eemmm kalau begitu saya sekeluarga mohon pamit dulu " ucap pa anwar
"iyah lagian waktu juga sudah mulai llarut sambung bu rita .
mama ratna pun memanggil tia yang masih betah di halaman belakang
__ADS_1
"tia nih keluarga nya nak galang mau pamit pulang "
"iyah mah " tia pun beranjak dari duduk nya sambil membenarkan penampilan nya yang berantakan yang sehabis nangis
"maaf om , tante nunggu lama " sambil menampakan senyum man nya
" yah tidak aapa-apa , om dan sekeluarga mau pamit dulu yah " oamit om anwar
" iyah waktu pernikah nya jukan tinggal dua minggu lagi jadi kamu harushanya tinggal fiting baju dan foto freweding saja kalau urusan gedung tinggal momy dan dedy yang urus " ucap tante rita dengan tulus
"iyah tante "ucap tia
"ko masih panggil tante sih panggil momy dan dedy dong sama kaya galang kan sebentar lagi kamu akkan sah menjadi istrinya galang " ucap momy rita dengan bahagia
"baik lah momy " jawab tia sambil tergagap
" kalu begitu kita pamit dulu yah , nanti kalu ada aapa-apa kita atau kalian tinggal hubungi aja " ucap dedy anwar
__ADS_1
"iyah tenang ajja nanti saling beri inpo aja " jawab mama ratna
mama ratna dan momy rita pun cipika cipiki sedang kan aku pun menyalami tangan momy dan dedy dengan takzim , sedangkan di saat sudah menyalami tangan momi dan dedy tak sengaja tatapan galang dan tia pun saling bertabrakan , dengan cepat tia membuang muka dan mengantar kan tamu nya pulang sampai memasuki mobil dan sampai mobil hilang di pandangan mama ratna dan tia .