
Masih Di halaman parkir kantor polisi...
"Maa maaf by..ucap Hasna,, dengan nada bergetar menahan Tangis, Ia terkejut dengan sikap Afnan yang biasa nya lembut kini ia sedikit membentak nya.
" Setiap ada hal yang kamu anggap salah Dan kamu tidak setujui, lalu harus ya minggat itu solusi terbaik, Dan apa tidak ada tempat lain untuk kamu kunjungi, selain kantor polisi dari akhir petualangan mu ?" tanya Afnan
Hasna hanya merunduk diam, ia tak berani melihat ke arah wajah Afnan, terlebih lagi Afnan sedang menatap nya tajam fokus pada wajah nya tanpa tedeng aling aling..
" Jawab Hasna Aulia Zahrani " !!! Ucap Afnan, walau Bersuara pelan namun terdengar menyentak Di telinga Hasna.
"Iii iya by..maafkan Nana, Nana tidak akan mengulang kembali, tadi Nana hanya ingin berjalan jalan, mana tahu akan jadi seperti ini. Jawab Hasna," bulir air mata satu persatu mulai turun menyusuri pipinya, Hasna menyeka dengan ujung hijab yang ia kenakan,
" Dengan cara mengendap seperti itu, tanpa izin terhadap suamimu, lalu kamu anggap apa aku ini Hah?"
Ucap Afnan kembali, sebetul nya la Tak tega menyentak Hasna, namun kali ini harus ia lakukan, agar Hasna kapok, saat ini ia sedang hamil muda Dan sedang di fase rentan rentan nya, dia Tak boleh egois.
"Jawab Hasna..." Ucap Afnan kembali dengan penuh penekanan.
"Iya byby sayang, Nana salah Nana minta maaf by..." Ucap Hasna bergetar masih menahan Tangis.
Lalu Afnan menaiki motor, "ayo" ucap nya singkat.
Hasna masih mematung, ia bingung bagaimana cara nya menaiki motor dengan stelan gamis yang ia kenakan saat ini..
"Cepet Hasna.. Atau kamu mau menginap Di sini? .."
Ucap Afnan kembali sembari menyodorkan helm pada Hasna.
Setelah berkali kali mencoba akhir nya ia berhasil naik ke Atas motor, walaupun Di rasa tidak nyaman, lalu ia memeluk pinggang Afnan.
Afnan melaju dengan perlahan dan hati hati, ada calon anak mereka saat ini yang harus Afnan lindungi.
Hasna hanya diam, air mata nya yang sedari tadi Ia tahan, akhir nya jatuh juga, ia terisak Di balik helm dan menyandarkan kepala nya di bahu Afnan, Hasna makin merapatkan pelukan nya pada Afnan, ia merasa sakit Dan bersalah telah mengecewakan Afnan , dan dari rasa bersalah itu, maka cinta Dan sayang nya pada Afnan kian makin tumbuh.
Afnan dapat merasakan getaran tubuh Hasna yang sedang menangis , ia pun begitu merasa sakit perasaan nya, namun ia senang saat Hasna mengeratkan pelukan nya.
"Sayang maafkan byby, ini semua byby lakukan demi kebaikanmu, saat ini kamu sedang mengandung Dan byby tidak mau , kamu bertindak gegabah yang akan berujung pada hal yang fatal"
Afnan berbicara dalam hati nya.
Hasna berfikir kemana Afnan membawa nya pergi, ini bukan jalan menuju ponpes..
Tak berapa lama Afnan berbelok ke arah Danau, terlihat pemandangan yang begitu asri, Afnan menghentikan laju motor, Dan setelah turun dari motor, ia berlalu menuju tepi Danau, ia Tak menghiraukan Hasna yang menatap nya penuh kebingungan dan kesedihan.
Afnan terduduk Di tepi Danau, sekali sekali ia melemparkan kerikil ke arah Danau.
Lalu Hasna Menghampirinya, dan ia ikut duduk Di samping Afnan, lama mereka terdiam .hingga Hasna buka suara.
__ADS_1
"By.. Byby masih marah pada Nana?" Tanya Hasna seraya menggenggam sebelah tangan afnan dengan kedua belah telapak tangan nya.
"Aku tak marah, aku hanya kecewa pada istri yang ku sayangi, Dia sudah Tak menghargai keberadaan ku lagi!!" ucap Afnan
Deg... Jantung Hasna berdegup, terasa ada yang menusuk pada Ulu hatinya.
"Maafkan Nana by, maafkan Nana..." ucap Hasna memelas .
"Ya sudahlah.." Yang ter penting kamu sudah selamat, ucap Afnan datar.
Lalu mereka terdiam kembali. Hingga ponsel Afnan berdering Dan memecah keheningan..
Afnan menerima panggilan Di ponsel nya dan ia berdiri lalu menjauh dari Hasna.
Entah dengan siapa Afnan bicara, Dan apa yang Di bicarakan.
Lama Hasna menanti di tempat ia berdiri, namun Afnan terlihat asyik mengobrol Tak ada tanda tanda afnan akan mengakhiri obrolan nya, ia tertawa Dan mencibir, terlihat seperti saling meledek...
Makin lama Hasna merasa sakit Menyaksikan gelagat Afnan yang berbicara seperti orang sedang menerima telpon dari seorang spesial.
Hasna menghampiri Afnan, ia mencuri dengar percakapan Afnan bersama si penelpon.
"Hahah.. Iya iya.. MasyaAllah.. Lucunyaaa..
Ya sudah, sabar dong sayaang , Nnti kan jika waktu nya me mungkin kan InshaAllah kita akan bertemu ya sayang " ucap Afnan
Tanpa fikir panjang Hasna merebut ponsel yang masih tersambung dari genggaman Afnan, lalu mematikan ponsel itu Dan melempar nya ke Atas tanah.
Afnan yang terkejut ia hanya menatap Hasna tajam Dan dingin,.. Lalu ia memejamkan matanya Dan mengambil nafas dalam serta Menghembuskan nya perlahan..
"Ada apa sih sayang..." Afnan mengambil ponsel nya dari atas tanah, ia berusaha bertanya dengan sikap yang biasa nya, yaitu dengan nada yang lembut, namun kali ini ia berkata sembari menahan amarah nya, Hasna tau itu.
"Byby tuh yang ada apa???" jawab Hasna ketus.
"Loh byby kenapa memang nya..??" Tanya Afnan lirih.
"Byby jahaaaaatt, huaaaa hikzz hikzz.." Hasna menangis.. "Byby jahaaaat.. Mengapa harus menikahi aku, kalau simpanan byby di mana mana... Huuuu hikzz hikzz byby jahaaat.. Nana benci . Nana benci byby.." ucap Hasna meracau..
Afnan meraih Hasna lalu ia memeluk nya, kebetulan area Danau itu dalam keaadan sepi..
"Huuusssttt.. Sudah dong sayang.. Byby minta maaf sudah keras sama kamu tadi, itu Karena byby sayang Nana, byby takut terjadi apa apa pada Nana dan calon anak kita sayang, byby cinta dan sayang sama Nana, tak ada perempuan manapun Di hidup byby apalagi simpanan, duh amit amit deh,, jangan sampai byby melakukan hal itu ,hanya sekedar berfikir saja tidak mau sayang... Sayang tuh satu satu nya istri dalam hidup byby InshaAllah istri Dunia Akhirat, wanita manapun Tak akan ada yang mampu mengalahkan tentang mu sayang, kecantikan mu, kepandaian mu, kelincahan Dan keberanian mu MasyaAllah setiap hari byby Merasa jatuh cinta sama kamu sayang.. Ana Uhhibuki fillah Hasna.
Tutur Afnan, lalu membisikan Kata cinta di telinga Hasna..
"Sungguh by??" Tanya Hasna masih dengan sisa Tangis nya.
"Iya sayangg... Sudah yaa.. Duh coba ini di kamar, habis nangis begini pasti minta di nina bobokan deh, kan keuntungan lebih buat byby tuh jadinya xhiiiii.. Ucap Afnan menyeringai.
__ADS_1
Uuuuh apa sih, dasar byby genit.. Ucap Hasna lalu mencubit pinggang Afnan.
" Aww.. Nikmaaat.." Ucap Afnan meringis Karena kesakitan, dia berkata nikmat tujuan nya meledek Hasna.
"Iiih.. Masa berkata nikmat tapi nyengir nyengir gitu by.." ucap Hasna
"Hehe.. Buat sayang mah nikmat Aja deh sakit juga hehe... " ucap Afnan
"Ya sudah ayo pulang, byby Sudah Nahan haus dari tadi siang nih.." ucap Afnan
"Ya kalau haus minum by , kok di tahan tahan" ucap Hasna
..
"Ini haus nya beda sayang" Afnan
"Haus apa, memang nya by?"
"Haus akan belain gairah mu sayang" hehe
"Cheehh... Byby nakal nih, Byby geniit" ucap Hasna.
Mereka telah sampai di dekat valentino..
"By..."
"Humm"
"Byby tadi tlp nan dengan CLEO ya...??' Tanya Hasna
" Heehh mana mungkin" jawab Afnan
"Kok mana mungkin" Tanya Hasna
"Memang nya di akhirat ada telepon???" Tanya Afnan kembali
"Maksud nya Byy..??? "
"Sudah ayo naik , kalau kamu penasaran dan Ingin berkenalan dengan yang nama nya CLEO, ayo byby antar menemui nya..." ajak Afnan.
"Tapi Byy...."!!!!!
***********
Sabar yaaa..
Next Episode CLEO 👌🙏😍
__ADS_1