
Beberapa hari kemudian, di sejuknya siang kota S. Dalam sebuah Pondok pesantren yang di kelilingi hamparan sawah dan perkebunan organik serta peternakan ikan.
kini persiapan untuk umroh sudah lengkap, siang ini Hasna dan Afnan akan berangkat ke Jakarta terlebih dahulu agar mereka dapat beristirahat di rumah singgah atau rumah Papa nya.
Hasna dan Afnan akan bertemu dengan rombongan Jama'ah Umroh nya di bandara Internasional Soekarno Hatta dan setelah dua hari yang lalu mereka manasik Umroh terlebih dahulu. Nantinya mereka akan terbang ke Jeddah lalu menuju Madinah barulah Mekkah. Paket perjalanan Umroh mereka yaitu paket Umroh plus.
"Sayang jangan Nakal dengan Umma dan Abba ya!" pesan Hasna pada Twins A.
"Sini Biyya gendong ke depan! Mimma koper nya biar nanti di angkat Pak supir, sekarang kita pamit dulu pada Umi dan Abi," ucap Afnan seraya menggendong Twins A.
"Baik By," Hasna membariskan koper nya di ruang tamu rumah kayu. Nanti pak supir yang akan mengangkat nya ke mobil. Afnan tidak di perbolehkan membawa mobil oleh pak Kyai, maka dari itu ia meminta salah satu sopir Ponpes agar mengantar mereka ke Jakarta.
kini mereka sedang berjalan menuju Rumah utama. Di perjalanan mereka berpapasan dengan para santri dan mereka menyelamati serta mendoakan mereka agar di beri kemudahan, kelancaran dan keselamatan.
Semalam Afnan dan Hasna sudah melaksankan tasyakuran kecil kecilan di area Masjid hanya di hadiri orang orang lingkup pesantren saja. Ia memohon doa pada para penduduk Ponpes Hubbul Wathan.
"Assalamu'alaikum Aba, Uma, A'a Kha dan Dedek Sha tiba nih," celoteh Afnan saat masuk ke rumah utama yang pintunya terbuka lebar. Hasna pun ikut berucap salam.
"Masuk sayang, sini A'a Kha dengan Aba dan Dedek Sha dengan Uma ya!" ucap pak kyai menyongsong kedua cucunya.
"Iya sini sayang. Uma gendong," ucap Umi, mengambil Afsha dari gendongan Afnan.
"Abi, Umi kami berangkat ya," ucap Afnan.
"Berangkat lah A, Doa kami menyertai kalian," ucap Abi dengan Afkha sudah dalam gendongan nya yang sedang menarik-narik kopiah pak Kyai. Memang Afkha senang sekali dengan kopiah pak Kyai saat ia di gendongan nya. Afkha akan meraih kopiah itu hingga terlepas dan ia akan memasang pada kepala nya dengan posisi yang tidak betul,dan itu membuat ia terlihat menggemaskan.
"Umi,Abi maafkan Nana kalau selama ini merepotkan Umi dan Abi, bahkan hingga hari ini Nana masih saja merepotkan."
"Bicara apa sih sayang. Tidak ada yang di repotkan koq, pergilah! nikmati waktu mu, ibadah di Masjidil haram itu serasa dekat sekali dengan Allah dan dengan Rasulullah, Insya Allah sayang. Dan nikmati pula bulan madu kalian yang tertunda ya Nak! Jangan memikirkan apapun, A'a Kha dan Dedek Sha akan baik-baik saja di sini," ucap Umi. ia mengerti kegundahan Hasna yang akan pergi meninggalkan kedua Anak nya.
Ubaydillah, Lintang, beserta Baby-G baru saja keluar dari kamar mereka. Devano, Elyavira beserta Adrian pun baru saja tiba dan berucap salam dari arah luar. Setelah ada jawaban lalu mereka pun masuk ke dalam rumah.
"Sudah mau berangkat A?" tanya Ubaydillah.
"Iya dek, Terimakasih banyak,"
"Sudahlah A, Ana ikut bahagia. InshaAllah setelah ini kita berangkat bersama ya A, double date honeymoon A'a bro. Karena Ana mau buat Lintang hamil lagi biar Baby-G ada temannya," bisik Ubaydillah.
"Anta dek, niat amat menghamili anak orang," canda Afnan. Mereka pun tertawa,masih dalam posisi berpelukan.
"Kami belum terlambat kan Bang? untuk menitip oleh-oleh," ucap Devano menghampiri Afnan.
"Hehe, belum Dev! memang mau di bawakan oleh oleh apa?" tanya Afnan tersenyum. Dan ia pun berangkulan dengan Devano.
"Oleh-oleh Do'a saja Bang!" ucap Devano kembali.
"InshaAllah, tanpa diminta pun Dev!" ucap Afnan.
Adrian pun menghampiri Afnan. "Alhamdulillah, Om! selamat ber Umroh ya, insya Allah bisa mendapatkan umroh yang mabrur dan mendapatkan ridho ALLAH dunia dan akhirat."
"Aamiin yaa rabbal Alamiin, terima kasih Adrian," tukas Afnan.
"Sama-sama Om."
"A'a Kha dan Dedek Sha. Biyya serta Mimma pergi dulu ya sayang. Jangan Nakal," ucap Afnan pada kedua anak nya. Lalu ia kecup pipi mereka satu-persatu. Seraya membaca Do'a. Seperti halnya do’a saat safar, Do’a untuk orang yang hendak pergi Haji/Umroh pada orang yang hendak di tinggalkan dengan Do'a yang dapat di amalkan.
أَسْتَوْدِعُكَ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
“Astawdi’ukallaha alladzi laa tadhi’u wa daa-i’uhu."
(Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”
Dalilnya adala: Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah SAW. Pergi meninggalkanku dan beliau mengucapkan, (Astawdi’ukallahawllah.. ,dst🙏). (HR. Ibnu Majah). (Al Hafizh Abu Thohir : hadits ini shahih).
setelah puas mengecupi Pipi Twins A. Afnan pun beralih mengecup tangan Abi dan Umi nya. Abi Kyai mengucapkan doa sambil memeluk Afnan yaitu Doa yang di ucapkan dari orang yang hendak di tinggalkan pergi haji/Umroh.
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Astawdi’ullaha diinaka, wa amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik."
(Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”.
Dalilnya adalah: Ibnu ‘Umar pernah mengatakan pada seseorang yang hendak bersafar, “Mendekatlah padaku, aku akan menitipkan engkau sebagaimana Rasulullah SAW menitipkan kami, lalu beliau berkata: “Astawdi’ullaha diinaka.. dst 🙏.(HR. Tirmidzi. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).
Begitu pula bisa membaca do’a pada orang yang pergi berhaji,
زَوَّدَكَ اللَّهُ التَّقْوَى وَغَفَرَ ذَنْبَكَ وَيَسَّرَ لَكَ الْخَيْرَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Zawwadakallahut taqwa wa ghofaro dzanbaka wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta."
(Semoga Allah membekalimu dengan takwa, mengampuni dosa-dosamu, dan memudahkanmu di mana saja engkau berada).”
Dalilnya adalah : Dari Anas, ia berkata: “Seseorang pernah mendatangi Nabi Muhammad SAW. Lantas berkata pada beliau, “Wahai Rasulullah, aku ingin bersafar, bekalilah aku.” Beliau bersabda, “Zawwadakallahut taqwa (moga Allah membekalimu dengan ketakwaan).”
“Tambahkan lagi padaku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa ghofaro dzanbaka (moga Allah ampuni dosamu).”
“Tambahkan lagi padaku, demi ayah dan ibuku”, mintanya. Beliau bersabda, “Wa yassaro lakal khoiro haytsuma kunta (moga Allah memudahkanmu di mana saja engkau berada).” (HR. Tirmidzi no. 3444. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).
__ADS_1
"Lintang, Kak Elya Nana pergi dulu ya."
"Iya Na, hati-hati jaga kesehatan ya, hikkss.. hikkss..," merekapun menangis haru.
"Dek Nana jangan terlalu lelah ya, dan tolong sebut nama kami agar secepatnya dapat menyusul," tambah Elyavira.
"Insya Allah Kak Elya."
Setelah ritual berpamitan selesai. Kini Afnan dan Hasna sudah berada di dekat mobil. tak ada yang mengantarnya ke gerbang ponpes, karena Afnan melarang mereka mengantarkannya. hanya Ubaydillah yang bersikeras ingin mengantar sembari menggendong Baby -G memakai kain layak nya Ibu-ibu.
Sejak mempunyai Baby-G. Dan di saat memiliki waktu senggang, Ubaydillah senang sekali menggendong baby-G memakai kain batik, sembari berkeliling kawasan Ponpes, padahal ada kereta bayi, namun ia tak mau menggunakan nya. Sesekali ia di temani Lintang. Dan mereka juga tak jarang terlibat obrolan dengan Ibu-Ibu para tenaga pengajar, atau para pekerja lahan pertanian yang mereka jumpai. Mereka saling berbagi ilmu serta pengalamanya.
"Kami pergi Dek! Baby-G, Biyya Nan dan Mimma Nana pergi ya sayang, titip kakak- kakakmu ya. Assalamua'laikum Baby-G," celoteh Afnan. Di susul Hasna yang juga berpamitan pada Ubaydillah dan Baby-G.
"Iya A'a bro hati-hati. Wa'alaikum salam," jawab Ubaydillah. Setelah itu ia berlalau kembali ke rumah utama karen Baby-G menangis. seperti nya ia haus.
"Tidak ada yang tertinggal ya pak?" tanya Afnan pada sopir yang kini mengantar mereka.
"Tidak ada Den, Alhamdulillah sudah semua."
"Ya sudah mari kita berangkat!" ajak Afnan. Namun Hasna tak jua bergeming. Ia masih menatap ke arah jalan yang menuju rumah utama.
"Sayang!" tak ada respon
"Sayang!"
"Ah ia By," Hasna menoleh pada Afnan, buliran air Mata berseluncur begitu saja menyusuri pipinya.
"Loh, sayang kenapa?"
"Twins By!"
"Hmmmm,, atau kita batalkan saja, keberangkatan ini?" Afnan menghela nafas.
Hasna hanya menggelengkan kepala. "Tidak By, Nana tidak ingin kak Ubay kecewa! mari kita berangkat By, Insya Allah kuat."
Lalu Hasna masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Afnan. "Jalan Pak! jangan lupa berdo'a terlebih dahulu," pinta Afnan.
"InshaAllah Den!"Pak sopir dengan meng anggukan kepala, terdiam sejenak membaca do'a naik kendaraan darat. Lalu ia meng hidupkan mesin mobil dan kini mulai berjalan.
"Baca Do'a dulu sayang!"
"Iya By."
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
“Bismillaahi, tawakkaltu ‘alallaahi laa haula wa laa quwwata illaa billaah”
Artinya : “Dengan menyebut nama Allah, aku menyerahkan diriku kepada Allah dan tidak ada daya dan kekuatan selain Allah”.
Di atas adalah Do'a untuk naik kendaraan darat.
Dan di lanjut Do'a perjalanan Jauh.
اَللّٰهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِعَنَّابُعْدَهُ اَللّٰهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِوَالْخَلِيْفَةُفِى الْاَهْلِ
“Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa hadzaa wathwi ‘annaa bu’dahu allaahumma anta ashshoohibu fissafari walkholiifatu fil-ahl”
Artinya : “Ya Allah, mudahkanlah kami berpergian ini, dan dekatkanlah kejauhannya. Ya Allah yang menemani dalam berpergian, dan Engkau pula yang melindungi keluarga”.
آمين. Aamiin
"Menangis lah sayang, jangan di tahan," ucap Afnan seraya membentangkan tangan nya pertanda agar Hasna menangis dalam pelukan nya.
"Hikss..hikss, Twins By! Perasaan Nana tak keruan. Hati Nana rasa teriris By!" Hasna terisak di pelukan Afnan.
"Byby pun merasakan hal yang sama sayang. Sudahlah, kita sudah dalam perjalanan. Kepergian kita dalam rangka ibadah dan Insya Allah, kita akan kembali dan bersama twins lagi sayang. Bulatkan tekad ya! Ikhlaskan, twins akan baik-baik saja InshaAllah."
"Insya Allah By,"
Afnan menyeka air mata Hasna yang saat ini sedang mendongak kearah wajahnya. "Sudah ya sayang, kalau nangis tambah cantik! Nanti Byby tergoda. Bahaya!"
"Iikkh fiktor! mana ada orang sedang menangis tambah cantik," protes Hasna.
"Ada! buktinya Istri Byby kalau menangis tambah cantik," ucap Afnan.
"Ya sudah, Nana menangis lagi ya!"
"Oh not please, jangan! nanti Byby tak dapat menahan Iman," bisik Afnan.
"Mmm, ber arti kalau tidak menangis. Nana tidak cantik ya?"
"Cantik maksimal sayang ! Level 100."
__ADS_1
"Astagfirullah, bagaimana rasanya level 100, level 5 saja pedas sekali," ucap Hasna.
"Hehe, memang nya makanan! Astaghfirullah," Afnan dan Hasna saling tertawa. Afnan berusaha mengalihkan pemikiran Hasna, agar tidak terus-terusan menangisi twins. dengan terus menyenandungkan sholawat. Lama-kelamaan Hasna pun tertidur di pelukannya.
Di rumah utama,
Ubaydillah dan Lintang sedang sibuk menidurkan Afkha dan Afsha. Baby-G sudah tertidur. Umi dan Abi pamit dahulu menghadiri undangan acara tasyakuran grand opening sebuah butik syar'i milik salah satu orang tua santri. Awalnya Twins A hendak di ajak, namun Ubaydillah melarang nya.
"Yang bobo saja kalau lelah. Biarkan Diddad yang menidurkan A'a Kha dan dedek Sha!" ucap Ubaydillah.
"Tidak mengapa Dad! Dedek G sudah bobo koq. Kita bobokan A'a Kha dan Dedek Sha bersama ya. Sini sayang mungkin dengan Mimi Dedek Sha mau bobo Dad!" ucap Lintang. sementara Hasna dalam bepergian, Lintang akan menjadi Ibu susuan untuk twins A. Itu murni keinginannya.
Seperti hal nya Nabi Muhammad SAW yang Juga memiliki Ibu susuan. Selain dari ibu kandung nya yaitu Aminah binti wahab maka Rossululloh SAW pun memiliki Ibu susuan yaitu thuwaibah dan Halimah As saadiyah (hingga usia empat tahun).
Betul saja Afsha pun tertidur pulas setelah di susui Lintang. Sedangkan Afkha ia tertidur setelah di timang Ubaydillah.
"Huuff akhir nya mereka bobo!" ucap Ubaydillah.
"Iya Alhamdulillah Dad! bersyukur dapat bobo dengan mudah," sambung Lintang.
"Ya sudah. Mari sini Mimom, saat ini waktunya kita pacaran," tarik lembut Ubaydillah pada Lintang menuju arah sofa. Dan merekapun duduk di sofa dengan Lintang di dalam dekapan Ubaydillah, sembari memperhatikan ketiga bayi yang baru saja mereka tidurkan.
"Dad."
"Hemmm."
"Perkiraan perjalanan Nana dan A'a Ustadz berapa lama?" tanya Lintang.
"Hmmm,, mungkin dua bulan kurang lebih sayang. Di Mekkah saja 10 harian, di Dubai mungkin 10 hari, di Oman 10 hari, di Turki bisa saja 20 hingga 30 hari, karena A Ustadz juga ada banyak pekerjaan dan pertemuan dengan rekan-rekan bisnisnya di sana! belum lagi meninjau beberapa bisnis dan tempat Usaha yang sudah lama tidak kita kunjungi, biasa 5 atau 6 bulan kita akan meninjau langsung. Namun setelah A'a Ustadz menikah dengan Nana kan tidak pernah ke sana lagi. Selain awal nya Nana berfikir Ustadz itu hanya Guru ngaji dan Guru Agama jadi A'a Ustadz nyaman nya di anggap begitu. Lalu di susul Nana hamil dan A Ustadz enggan untuk pergi ketika Nana hamil, ia tak mau meninggalkan Nana dalam keadaan hamil. Sebetulnya salah satu restauran kita di sana pernah mengalami musibah kebakaran beberapa bulan lalu.
"SubhanAllah, kebakaran Yang?" tanya Lintang merasa terkejut, karena selama ini kakak beradik itu tidak terlihat sedang mengalami masalah apapun.
"Iya, kejadian nya tepat di hari saat dek Nana melahirkan. Beruntung tidak ada korban jiwa! dan restauran sedang ramai pengunjung. Menurut investasi kepolisian di sana sumbernya korsleting dari arah gudang."
"Lalu Jika Diddad dan A'a Ustadz tidak ke sana siapa yang mengurus semuanya?" tanya Lintang.
"Alhamdulillah Suaminya kak Adreena yang mengurusi semua nya sayang. Nah saat nanti di sana A Ustadz juga akan meninjau restauran yang baru di buka kembali setelah perbaikan."
"Astagfirullah, berarti waktu itu A'a Ustadz begitu terguncang ya Dad? Nana tak sadarkan diri sedangkan di waktu yang bersamaan restauran nya terbakar." ucap Lintang, miris.
"Ya begitulah sayang, Alhamdulillah nya Ayang tahu sendiri kan ketenangan A'a bro. rasa tawaqal dan berserah dirinya pada Allah itu yang luar biasa. Maka semuanya tetap baik-baik saja." ucap Ubaydillah.
"Iya Yang, Lilin tahu koq. Berarti Abi, Umi dan juga Nana belum tahu ya, jika sebetulnya restauran A'a Ustadz terbakar?" tanya Lintang.
"Kalau Umi dan Abi sudah tahu dari sejak awal, namun untuk dek Nana seperti nya belum! mungkin A'a Ustadz akan memberi tahukan nya nanti setelah di sana," jawab Ubaydillah.
"Oouuhh,"
"Oouuhh..(Ubaydillah mengecup bibir Lintang yang menganga. "Lihat sayang, Twins A dan Baby-G bobo nya nyenyak sekali. apa sayang tidak ingin menambahkan satu lagi nih agar Dedek Sha ada teman nya," goda Ubaydillah.
"Iikkh Ayang apa sih, Baby-G saja masih kecil. Masa mau nambah!" protes Lintang.
"Ya tidak apa-apa dong sayang, mumpung Diddad masih kuat nih, mau 10 anak juga ayo ta jabani," canda Ubaydillah. Dan justru membuat Lintang merinding.
"Ayaaaangg apa sih! Ayang yang enak. Lilin yang jebol. Sudah ah mau ke dapur dulu membuat juice," pekik Lintang sembari melemparkan bantal sofa ke dada Ubaydillah, lalu ia berdiri dan berbalik serta berjalan menuju ke arah dapur.
"Yang tunggu! ayo Yang, besok Diddad mulai sibuk loh, bekerja sendiri. Bisa jadi pulang malam tiap hari," bujuk Ubaydillah seraya menyusul langkah Lintang hingga sampai dapur Ubaydillah tak henti hentinya merayu Lintang yaitu mengajak nya membuat anak lagi. Lintang pun dengan sengaja menghidupkan blender saat Ubaydillah hendak bicara,dan begitu seterusnya hingga selesai dan Ubaydillah cemberut. Dalam hatinya Lintang tertawa melihat suaminya cemberut.
"Sudah selesai Yang, minum juice nya di kamar saja! ayo Ayang mau ikut ngamar tidak?" tanya Lintang.
"Tidak!" jawab Ubaydillah ketus.
"Yakin nihh?"
"Heeemmm."
"Ooo,, ya sudah! berarti ngadonin dedek bayinya batal ya Yang. Uuuu padahal Lilin sudah siap nih," ucap Lintang sembari ngeloyor ke kamar.
"Haaaa,, serius Yang?" tanya Ubaydillah sumringah.
"Tidak jadi. Diddad nya ngambek! bye Dad." ucap Lintang, melambaikan tangan nya.
"Jadi yang, jadi ayo. Mau koq, mau." Ubaydillah sumringah, seperti anak kecil yang permintaan nya terpenuhi. Dan setelah sampai kamar dengan tidak sabar Lintang di terjang nya.
"Pelan, pelan Yang!"
"Sssstt, jangan keras-keras bicara nya Yang! nanti mereka terbangun."
"Aw Dad sakit!"
"Maaf Yang."
"Iya, tapi lebih pelan Yang."
"Ini sudah pelan Mimom sayang. Yaaahh Yang, Baby-G bergerak!"
Next Up 👉
__ADS_1