
Continued______
"What....Kak DAVIAN ??????? "
Ucap Lintang.
'Astagfirullah kak Davi, tidak apa apa kan? " tanya Lintang
" Tdak apa apa dek '"(padahal babak belur gini) gumam Ubaydillah dalam hati nya.
Kemeja warna putih pass body yang Ubaydillah kenakan basah, tentu saja tambah membalut erat tubuh nya dan sukses memetakan sketsa pulau pulau berbentuk kotak Di tubuh Ubaydillah bagian depan, Lintang yang melihat itu ia begitu terpesona
Baru kali ini lihat Boddy seorang sopir banyak kotak kotak nya, perasaan sopir sopir di komplek sini perut dan dada sama datar nya tidak berkotak kotak begitu, eemm jadi gak Nahan gitu hihihi"
Gumam Lintang dalam hati nya sambil senyam senyum.
"Non, kenal dengan pria ini?" tanya mbok.
"Kenal mbok, pria Ini calon suami Lintang ucap nya sumringah.
"Calon suami ???" ucap ketiga art Lintang dengan kompak karena terkejut mendengar kata calon suami, mana mungkin Lintang itu mau menikah dan mempunyai calon suami, setahu mereka lintang itu Tak pernah berpacaran,saat ini hanya Devano laki laki yang dekat dengan Lintang.
"Iya calon suami, ya kan kak DAVIAN????.
Tanya Lintang pada Ubaydillah.
" Iya" Ubaydillah Hanya mengaiakan.
" Kak DAVIAN sedang apa coba Di sini , koq mengendap ngendap begitu,kenapa Tak mengatakan sudah menemukan rumah Lintang sih, kan bisa Lintang jemput kalau mau ke sini, masuk dulu yuk kak, biar Lintang obati itu luka luka nya" cerocos Lintang ia memapah Ubaydillah yang meringis kesakitan masuk ke dalam rumah.
Sebetul nya Lintang terkejut Karena Ubaydillah sudah berada di hadapan nya, ia merasa bersalah Karena telah menganiaya Ubaydillah, dan bahagia Karena Ubaydillah telah menemukan nya, itu berarti ia sungguh sungguh Ingin menikahi nya.
"Iya terimakasih dek Lilin" ucap Ubaydillah ia seperti nya Tak sadar sedang di papah oleh Lintang Karena ia sedang merasakan tubuh nya terasa remuk apalagi bagian pungung , jika ia sadari, susah pasti ia akan menghindar.
"Kak, duduk dulu ya, Lintang ambilkan obat dan baju bersih milik papih, semoga ada yang cukup Di tubuh kak Dav," ucap Lintang setelah mengantarkan Ubaydillah duduk Di sofa.
" Tidak usah repot repot dek Lilin " ucap Ubaydillah.
" Tidak koq kak Davi, lagi pula kan Lintang yang membuat kak DAVIAN basah dan terluka, ya Sudah kak Davi. Tunggu sebentar ya" ucap Lintang.
"Iya dek Lilin terimakasih" ucap Ubaydillah.
Tak lama salah satu Art Lintang menghantarkan minuman hangat untuk Ubaydillah tepat nya kopi susu , setelah sebelum nya Lintang meminta membawakan nya.
"Silahkan di minum Tuan" ucap Art Lintang menawar kan minuman itu.
__ADS_1
"Iya terimakasih mbak" ucap Ubaydillah
Setelah Art Lintang berlalu, Ubaydillah pun Menyambut minuman itu tanpa basa basi untuk menghangat kan tubuh nya karena ia merasa tubuh nya dingin dan Bibir nya mulai bergetar apalagi terhembus pendingin ruangan Di ruangan tersebut maka tambah lah menggigil.
Ubaydillah me nempel kan Bibir nya pada cangkir dan Mulai menyeruput kopi itu... "Sruuuuutt, aakhh well lelelelelele aduh Hanas, Nanas aw aw Nanas ucap nya, maksudnya panas" , Karena memang air itu masih panas.
"Ya ampun, amsyong dua kali, astagfirullah"
Gumam Ubaydillah dalam hati nya sembari menutup mulut nya menggunakan telapak tangan Ia merasa lidah nya seperti terbakar.
"Maka nya hati hati dong minum nya, Di tiup dulu itu kan masih panas, atau begini deh cara minum nya" ucap Lintang Rupanya ia menyaksikan kelakuan aneh calon suami nya itu, sembari menuang kan kopi ke dalam piring tatakan gelas nya, dan ia meniup nya sebentar lalu ia sodorkan dan ia tempelkan pada mulut Ubaydillah.
"Ayo minum kak Davi, ucap Lintang
Ubaydillah pun menyeruput kopi yang Di sodorkan oleh Lintang, ia menatap Lintang, Ubaydillah bagai terkena hipnotis oleh Lintang yang begitu menarik.
" Astagfirullah Al 'adazim " ucap Ubaydillah seraya mengusap wajah nya kasar.
"Kak Davi, ganti pakaian dulu ya, nih pakaian dan handuk nya, ganti nya di kamar tamu saja tuh yag sebelah kanan," tunjuk Lintang pada kamar yang Di tuju, "nanti setelah berpakain Lintang obati luka luka nya." ucap Lintang.
Ubaydillah pun meraih handuk dan pakain dari Lintang, Ubaydillah merasa gugup berada sedekat itu dengan Lintang, lalu ia dengan cepat memasuki kamar tamu untuk berganti pakaian.
Setelah 10 menit Ubaydillah keluar, ia sudah mengganti pakain nya dengan t-shirt dan celana bahan, walaupun agak kebesaran sedikit namun itu terlihat fungky.
"Kak sini, biar Lintang obati luka luka nya" , ucap Lintang menepuk sofa Disebelah nya
"Tidak bisa kak, itu luka nya di leher dan area belakang, izin kan Lintang menyentuh tubuh kak Davi ya" ucap Lintang
"Baiklah," ucap Ubaydillah
Lintang pun mulai mengobati Ubaydillah, terlihat ada goresan Di leher Ubaydillah bagian samping, Lintang pun menempelkan obat antiseptics dengan menggunakan kapas.
"Heeesstt." Ubaydillah terdengar menahanPerih.
"Perih ya kak" ucap Lintang.
"Sedikit" ucap Ubaydillah m
"kak maaf Di naikan dulu T-shirt nya, Lintang mau obati bagian belakang"
"Oh iya dek, Ubaydillah menuruti.
Terlihat sedikit memar Di area bahu Ubaydillah, kali ini Lintang mengolesi salep tanpa penghalang, ia menggunakan jarinya, yang sontak membuat Ubaydillah merinding disco.
Ya Allah, kuat.. ya Allah .. kuat kan Hamba , aduuhh seer seer seer ini, dek Lintang udahan "please A'a ubay takut Tak sanggup menahan Tegangan yang Di hasil kan dari sentuhan jari dek Lilin, Di serang kamu A'a ubay tersiksa, Namun Di sentuh kamu A'a ubay lebih tersiksa lagi, dan ternyata menahan iman itu lebih berat dari menahan rindu dilan " ucap Ubaydillah di dalam hatinya.
__ADS_1
" Sudah kak " ucap Lintang
" Alhamdulillaaahh "ucap Ubaydillah penuh kemenangan.
Lalu ia duduk bersebelahan dengan Lintang.
" Kak Davi, maafin Lintang ya , Lintang fikir kak Davi orang yang sedang ingin berbuat kejahatan,Lintang hanya waspada dan jaga diri" ucap Lintang Menyesali
Tidak apa apa dek Lilin, toh ini juga salah kak Davian.
"Ya Sudah, sekarang kan kak Davian Sudah menemukan keberadaan dek Lilin, lalu bagaimana, masih kah dek Lilin akan menerima kak Davian untuk menjadi suami dek Lilin, kan kak davian itu hanya seorang sopir" ucap Ubaydillah.
"InshaAllah kak,, Lintang yakin akan terima kak Davi, untuk menjadi suami Lintang, apapun profesi nya, mungkin ini jawaban dari Allah Atas doa doa Lintang me lalu istikharah Lintang, " ucap Lintang
"MasyaAllah" . ... Ubaydillah merasa tersanjung mendengar kata kata Istikharah,itu artinya Lintang membawa namanya dalam DOA nya.
"Terimakasih dek Lilin, besok atau lusa kak davian akan membawa orang tua kak Davian untuk mengkhitbah mu, dek Lilin Sudah siap kan?" tanya Ubaydillah
"Lintang siap kak" ucap Lintang dan ia tersenyum ke arah Ubaydillah, Ubaydillah melihat senyuman Indah Lintang hatinya merasa betul betul Tak karuan.
"Dek Lintang,astagfirullah senyuman mu membuat ubun ubun ku hampir meledak, habislah iman ku ini lama lama di dekat mu dek, malam ini aku harus kembali ke ponpes untuk isi ulang iman"
Gumam Ubaydillah dalam hati nya.
"Lalu bagaimana dengan papi dan mami mu dek?" tanya Ubaydillah.
" sebelum nya aku sudah ceritakan kejadian Di pantai waktu itu, dan Semalam aku sudah menelpon papi dan mami aku Sudah mengirimkan foto kak Davi, mereka sih setuju setuju saja, dan saat ini masih Di Hongkong mungkin akan kembali dalam tiga hari kedepan kak"
"Baiklah dek Lilin, kita sepakat ya langsung Khitbah saat orang tua kak Davi bertamu ke sini" ucap Ubaydillah.
"Iya kak, sepakat" ucap Lintang.
"Malam ini kak Davi pulang ke kota S, Karena kak Davi sudah hampir dua pekan Di Jakarta mencari keberadaan mu." ucap Ubaydillah.
"Ya ampun selama itu baru bertemu hari ini kak?" Tanya Lintang
"Iya dek," sebetul nya sudah tahu dari kemarin, namun sedang mencari waktu yang tepat agar basah dan teraniaya hehe " ucap Ubaydillah menyeringai.
" Iih kak Davi, Lintang minta maaf ya " ucap Lintang.
Ya sudahlah kak Davi bahagia dapat bertemu Lintang, maka nya kak Davi harus pulang ke kota S malam ini, Karena persediaan iman kak Davi mulai menipis dan aku harus Isi ulang IMAN ku Hehe", ucap Ubaydillah .
"Hihi kak Davi ada ada saja , ucap Lintang terkekeh
***********
__ADS_1
😍😍😍😍😍😍💗💗💞💞💞