
Di jalan raya tempat Afnan menikung Devano agar berhenti dari pelarian nya..
“Alhamdulillah Hirrobal'alamiin, Dek kita masih dilindungi oleh Allah”.Ucap Afnan
“Iya A, alhamdulillah, adduuhh kening Ana benjol nih A,” ringis Ubaydillah.
“Aahahah benjol Dek, yaah Neng Lilin merebus telur nih nanti pulang, hihi” ledek Afnan.
“Aih A, Anta tuh masih saja ledek Ana, bibir Anta juga tuh A, pojok atas bengkak bin jontor, ahhaha” ledek Ubaydillah.
“Hu'uh dek, kepentok stir nih, aaww heesstt, nikmat dek nyutnyutan, koq airbag gak ngembang sih dek” ucap Afnan menyeringai.
Ya si A'a ngaco, yang di tabrak Mobil Dev itu samping bukan depan, tuh kalau Mobil Dev, baru mengembang.
“Wadduh, ini serius dek kaca Mobil bagian samping belakang Ana pecah itu?” tanya Afnan belum percaya.
“Halu A, hihi”
Astagfirullah.. Afnan menarik Nafas lega.
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
La haula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil azhimi
Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung." Ucap Afnan.
“A, keluar ayo lihat Devano” ajak Ubaydillah.
“Ayo A, wah banyak warga berkerumun A” lalu mereka pun keluar dari mobil, dan sudah banyak warga yang berkerubung dari sejak saat mereka mendengar suara benturan keras.
Mobil Afnan yang sempat menjegal Mobil Devano dengan cara manuver satu kali putaran maka Mobil nya lah yang tertabrak Mobil Devano Karena terkejut maka Devano mengerem terlalu dekat, hingga menabrak bagian samping belakang mobil Afnan, hingga Mobil Afnan terdorong beberapa meter hampir ke tepi jembatan, kaca jendela Mobil Afnan pecah dan hancur berkeping, posisi Mobil melintang.
Mobil Devano kap nya menganga bertekuk, bumper dan bagian depan penyok, airbag mengembang sempurna dan Devano dalam keadaan sedikit syok masih terlihat duduk bersandar pada kursi pengemudi, lalu Ubaydillah dan Afnan menghampiri nya.
“Dev, keluarlah” Ubaydillah mengetuk kaca jendela mobil Devano.
“Iya Dev, ayo keluar.. Kita bicara” bujuk Afnan.
#####
“A, apa tidak apa apa?”
“Alhamdulillah, baik baik saja kan pak?”
“Bagaimana yang di mobil ini?”
Bla bla bla (pertanyaan para warga yang melihat kejadian itu).
“Alhamdulillah Bapak dan Ibu, kami baik baik saja” jawab Ubaydillah dan Afnan.
Akhir nya Devano mau keluar dengan kening terluka dan berdarah, Devano duduk bersandar pada Mobil nya.
“Loh Dev.. koq terluka, kan airbag nya mengembang?” tanya Afnan.
“Iya bang, seperti nya kena tali jam, saat Dev menghalangi wajah Dev dengan menyilangkan kedua tangan” ucap Devano.
“Oh mungkin juga, nih minum dulu” tawar Ubaydillah ia juga mendapatkan minunan itu pemberian warga.
__ADS_1
Dan terlihat Dev baik baik saja maka Ubaydillah berani memberikan minum, jika Dev terluka apalagi di bagian dada, maka Ubaydillah tidak akan berani memberikan minum, takut malah Efek dari air minum membanjiri paru paru atau organ dalam lainnya.
“Bang, maafkan Dev!” Devano meraih botol air mineral itu, lalu meminum nya sedikit.
“Dev, sudah menyusahkan kalian” ucap Devano kembali.
“Sudahlah Dev, lalu saat ini bagiamana, apa masih mau melanjutkan pernikahan atau batal?” tanya Afnan, seraya menepuk pelan bahu Devano agar Devano merasa tenang.
“Iya Dev, ayo fikirkan kembali” bujuk Ubaydillah.
“Hmmm..maaf bang Dev kalut, Dev belum percaya akan menikah dan bingung masa ia Dev akan mempunyai Istri dan tanggung jawab!, namun sekarang Dev malu bang, pada Abi dan Umi terutama, pasti Abi dan Umi merasa terhina oleh kelakuan Dev, dan Dev juga malu pada kalian berdua bang , pada El dan keluarga nya, Dev sudah membuat Abang kecewa, dan Dev sudah menghinakan mereka” tutur Devano.
“Hmmm.. Dev, masih bisa di perbaiki koq, belum terlambat, okke jika Dev tidak mau menikahi Nona El, mari kita bicarakan dengan mereka, semoga mereka akan mengerti” ucap Afnan.
“Marilah kita pulang Dev, kasihan mereka menunggu, masih ada jalan baik baik Dev daripada kabur macam Ini kan, makanya sebelum malu nya berlipat lipat, mari ikut kita pulang Dev minta maaf pada mereka dan setelah itu terserah Dev mau melanjutkan pernikahan atau tidak” bujuk Ubaydillah sehati hati mungkin, agar Devano tidak merasa tertekan Karena di salahkan.
“Baiklah bang, Dev ikut pulang ke ponpes, tolong dampingi Dev terus ya bang” pinta Devano.
“Iya Dev, pasti kita dampingi koq, tenang saja”
Ucap Ubaydillah dan Afnan.
Dalam insiden kecil ini tidak ada polisi, mungkin tidak ada yang melaporkan, maka Afnan dan Ubaydillah dapat leluasa membawa Devano pulang ke ponpes tanpa adanya pemeriksaan dari polisi dan Mobil Devano di Derek ke bengkel oleh pemilik bengkel terdekat setelah menelpon pihak asuransi, Karena mobil Devano terkunci otomatis di bagian roda jadi belum dapat di gunakan.
Kini mereka menggunakan Mobil Afnan yang kaca belakang nya pecah dan boddy samping nya penyok.
Di ponpes, suara riuh para tamu terdengar banyak menuai spekulasi tentang Devano, kini mereka Akhir nya tahu bahwa Devano kabur dari acara pernikahan nya.
Hasna masih terduduk lesu dalam dekapan Umi di teras masjid, ia sedang menunggu kabar dari Zainal yang Menyusul Afnan.
Lintang berada di dalam dekapan maminya, saat ia tahu suaminya bersama Afnan.
“Alhamdulillah sayang itu mobil A'a, dan ya itu kak Ubay yang bawa sayang” pekik Umi menyadarkan Hasna dari lamuan nya yang entah kemana.
“SubhanAllah,” ucap pak kyai yang melihat mobil Afnan penyok di bagian samping.
“MasyaAllah byby, Alhamdulillah, Twins Biyya kembali” pekik Hasna, dan tak lupa ia berbicara pada perut nya yang ia elus, lalu ia Menghampiri Afnan dan saat Afnan turun dari mobil ia peluk Afnan penuh haru dan sudah tak perduli lagi dengan para tamu yang melihat.
“Byy.. Sungguh ini byby, suaminya Nana dan Biyya nya Twins utun?” bisik Hasna.
“Iya sayang, ini byby.. Twins ini Biyya, maafkan Biyya tidak memberitahu kalian kalau Biyya akan mencari Dev” ucap Afnan.
“Hehe.. Hiikkzz By.. tega sekali, Nana khawatir saat mendengar benturan dan bunyi rem” ucap Hasna, ia tersenyum sembari menitikan air mata.
“Yang tidak apa apa kan?” tanya Lintang lirih pada Ubaydillah, saat ia melakukan hal yang sama memeluk Ubaydillah.
“Alhamdulillah tidak sayang” ucap Ubaydillah.
Kini Devano menghampiri pak Kyai dan Umi nyai, lalu meminta maaf dan pak Kyai pun Memaafkan, Devano beralih pada Daddy, Mommy, Granny dan Grandad, ia pun meminta maaf pada mereka.
Dan terakhir kepada kedua orang tua Elyavira, dan orang tua Elyavira pun memaafkan, pada Elyavira dan para tamu.
“El, Dev minta maaf telah membuat Elya cemas” ucap Devano.
“Iya Dev, tidak mengapa Elya mengerti koq keadaan Dev” ucap Elyavira lirih bernada lembut membuat Devano merasa lega, tatapan mereka beradu terlihat mata Elyavira berkaca kaca dan seperti nya ia sedang tersenyum dalam getirnya hati.
Sreeeeettt
__ADS_1
Deg!
Deg!.
Deg!......
Terasa ada yang menyayat hati Devano dan berdebar tak karuan.
Maafkan atas kelakuan bodoh saya, akhirnya Devano meminta maaf pada para tamu, penghulu dan saksi.
Elyavira memperhatikan luka pada kening Devano yang masih mengeluarkan darah dan belum sempat di obati, sesekali Devano menyekanya dengan lengan kemeja putih nya, dan lengan kemeja itupun sudah terlihat banyak peperan darah, Devano seakan tidak peduli dengan lukanya.
“Alhamdulillah baiklah para tamu Bapak Bapak dan Ibu Ibu sekalian mari kita tanya bersama apakah Saudara Devano akan melanjutkan pernikahan ini atau tidak?” ucap pak penghulu..
Devano melirik pada Daddy nya, dan Daddy nya mengangukan kepala dengan mantap, lalu pandangan nya teralih pada Elyavira, dan gadis itu seperti nya sedang menunggu jawaban dari nya dengan harap harap cemas, ia menunduk dan memainkan jari jemarinya, ada perasaan sakit dan tidak tega dari dalam hati Devano , dan Akhir nya...
“Saya akan tetap Menikahi Nona ini pak!”
“Alhamdulillah”, ucap mereka serempak.
Kini Devano sudah siap melafalkan ijab qobul dan..
“Baiklah maaf mas kawin nya tolong di persiapkan” ucap penghulu.
Devano merogoh kantong celana nya dan kotak cincin sebagai mas kawin tidak ada,
“seperti nya mas kawin nya jatuh di mobil pak!” ucap Devano.
“Astagfirullah...” ucap serempak.
“Tidak apa Dev, pakai saja cincin Granny” ucap Granny seraya melepas Cincin nya dari jari manis.
(Cincin Berlian 15 karat, sekitar harga 4 Miliar)
“Terimakasih Granny” ucap Devano.
Dan setelah pak penghulu berdoa serta membimbing ayah Elyavira melafal Ijab, kini dengan di Jabat tangan Ayah Elyavira, maka Devano pun melafalka qobul...
Qobul : saya terima nikahnya ELYAVIRA NAUMA CAHAYA binti Bapak Ali Hakim, untuk saya sendiri dengan mas kawin Cincin Berlian dalam satuan berat, 15 karat tunai.
“Bagaimana saksi SAH?” pak penghulu.
SAH..
SAAAAAHHH.....
Alhamdulillah.......
Berlanjut penyerahan buku nikah, penandatanganan buku nikah, Pembacaan sighat ta’liq, dan berlanjut pembacaan Doa serta prosesi sungkeman.
Maka Devano dan Elyavira pun kini telah Halal.
************
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐