
"Wa'alaikum salam! Sorry Who's?" tanya
Hasna, karena wanita itu tertutup Niqob.
Karena melihat Hasna seperti kebingungan, maka wanita itu pun menunjukkan name tag nya.
"R_Rhaseda! hooo..so, you Rhaseda? Astaghfirullah Rhaseda it's you? O my God Rhaseda the world seems to be narrowing," (dunia tamak nya
menyempit)," ucap Hasna tertawa kecil.
Hasna dan Rhaseda saling berpegang tangan mereka berjngkrak kegirangan. Seperti anak kecil yang baru bertemu kawan nya.
"Ada apa ini, sayang?" tanya Afnan yang tiba-tiba sudah berada di samping Hasna.
"Rhaseda By! ini Rhaseda," pekik Hasna.
"Mister Al-Jaris!' ucap Rhaseda merundukan kepalanya dan mundur dua langkah dari tempatnya semula.
"Miss Rhaseda, it's you?" (Nona Rhaseda itu kah kamu?) tanya Afnan.
"Yes, I am Sir!," jawab Rhaseda.
"Glad to know you work in this restaurant," ( senang mengetahui Anda bekerja di restoran ini)."ucap Afnan
"Thank you Sir!" ucap Rhaseda dan ia segera permisi kemeja kasir nya.
"Baiklah sayang! Kami harus siap-siap. Sebentar lagi restoran ini akan segera beroperasi dan Byby harus terjun langsung. Sayang tunggu di kantor Byby ya! Byby baru dapat pergi dari sini setelah Dzuhur," ucap Afnan
"Boleh Nana membantu di sini By? apa saja deh! menjadi pelayan pun tidak apa, Nana jenuh," ucap Hasna.
"Mmmm, boleh saja sayang! tapi jangan sampai lelah ya! kalau lelah istirahat," ucapan Afnan mirip peringatan.
"Baik Byby sayang," ucap Hasna dengan genit mengerjap ngerjapkan matanya.
"Jagan menjadi pembangkit gairah tegangan tinggi nya Byby ya sayang! hati-hati bisa kesetrum," bisik Afnan.
"Mau dong,kesetrum sama tegangan tingginya Byby," ucap Hasna kembali berbisik
Higga pegawai Afnan melaporkan bahwa restoran sudah siap menerima reservasi pengunjung. Maka Afnan dan Hasna saling menjauh, Afnan pergi ke dapur bergabung bersama para chef,Hasna bergabung bersama Rhaseda.
Dari arah bersebrangan, sesekali Afnan dan Hasna saling melempar senyum. Afnan dengan kesibukan nya membuat racikan bumbu. Hasna malah sibuk ngobrol dengan Rhaseda.
***
Siang hari selepas Dzuhur.
"Masya Allah Byby, indah dan cantik sekali laut nya," Afnan mengajak Hasna untuk singgah sebentar di pesisir laut Marmara.
"Iya, sayang. Dulu Byby dan Ubay kalau sedang jenuh di kamar, ya kami belajar di sini sembari refreshing otak," ucap Afnan.
"Waaaahh!! Masya Allah," ucap kagum Hasna.
Afnan dan Hasna menikmati waktu mereka berdua. Sholat Ashar dan makan di pesisir laut tersebut hingga senja tiba.
"Sudah Sore sayang, mari pulang. Kita sholat Maghrib dulu di Masjid Sultan Ahmed atau Masjid biru," ajak Afnan.
"Mari By." Hasna pun mengiyakan.
"By!"
"Iya sayang!"
"Mmm.. Seandainya besok-besok ketika kita masih di Turki dan Nana marah atau kita berantem! terus Nana pergi dari rumah. Nana izin minggat ke sini ya By! kalau mau cari Nana kesini saja, jangan ketempat lain!" terdengar begitu polos ucapan Hasna telinga Afnan.
"Astaghfirullah sayang! Hehe koq kamu tuh lucu sekali sih, masa orang minggat minta Izin," ucap Afnan menarik gemas hidung Hasna. "Jadi sebelum kamu marah pada Byby dan atau kita berantem. Kamu sudah niat pergi dari rumah dan akan pergi ke pesisir ini?" tanya Afnan masih mengekeh lucu.
"Ya iya By! biar sedang nagambek dan minggat, Nana ingin tetap menjadi Istri Sholehah dong! dengan meminta Izin minggat. Lagi pula kemana lag? di sini tempat paling tenang dan paling aman sepertinya. Habis kalau nanti perginya ke rumah kak Andreena, gak seru dong minggat nya!" ucap Hasna. Lagi lagi dengan nada serius dan terdengar polos.
"Hehe. Memang nya yakin? Byby akan mencari mu sayang?" tanya Afnan dengan tetap mengekeh
"Insya Allah yakin dong! Byby kan sayang Nana!"
"Emm, paling bisa deh membuat Byby tak punya jawaban lain. Selain mengiyakan, baiklah ratu hatinya Byby! karena rasa sayang pada mu. Walaupun kamu marah dan minggat, Byby akan tetap menemukan mu," ucap Afnan
"Terimakasih Byby. Love you By!" ucap Hasna
"Love you too, Honey," bisik Afnan .
Hingga tibalah akhir nya mereka di depan Masjid biru.
"Ayo sayang," ajak Afnan.
"Iya By! loh katanya biru? tapi koq tidak biru, By?" tanya Hasna meminta penjelasan.
"Dulu keramik-keramik di dinding yang membuat warna Masjid ini biru. Saat ini sudah melalui beberapa kali renovasi jadi keramik- keramik biru nya sudah banyak yang di ganti. Topi kalau dari kejauhan, Kubah besar Masjid, masih nampak biru koq sayang," tutur Afnan.
"O seperti itu By, tapi waktu Nana lihat foto Byby yang sedang di Masjid pakai jaket itu bukanlah di sini By, nih photo nya ada di ponsel Nana juga," ucap Hasna, sembari mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan sebuah photo pada Afnan.
__ADS_1
"Oh! yang photo ini. Waktu itu Byby sedang di Masjid Aya Sofya sayang! dan ada juga yang sedang di Masjid Sulaiman, orang sini menyebut nya Masjid Sulaimaniye. Mungkin jika orang Indonesia atau orang negara lainnya menyebut Masjid Sulaimaniah," tutur Afnan.
"Ooh begitu By!"
"Iya sayang! sudah sampai Sayang! Byby ke tempat laki-laki ya," Pamit Afnan. "Baik By Nana ke tempat perempuan, Assalamua'laikum Byby sayang," pamit Hasna. Wa'alaikum salam sayang."
Mereka pun menunaikan Sholat maghrib berjamaah. Setelah selesai Afnan mengajak Hana makan malam. Tak lupa mereka menghubungi Twins A melalui sambungan video call.
***
Hari-hari berikutnya---
Afnan begitu sibuk meladeni kawan-kawannya para pelanggan-pelanggan setianya. Afnan berangkat pagi dan pulang malam, dia melakukan segalanya di restoran dari mulai sholat hingga makan. Tak jarang ketika pulang Hasna sudah tertidur.
Malam itu Afnan baru saja sampai rumah nya yang di Turki, reservasi restoran hari ini selesai pukul 10 malam, setelah semua selesai Afnan harus pulang ke rumahnya dengan menempuh jarak 30 menit. Hingga ia sampai ke rumahnya sekitar pukul 11 malam.
Setelah para pekerja menyambutnya Afnan masuk ke dalam kamar. Ia membuka pintu kamar perlahan. "By, baru pulang?" tanya Hasna, saat itu ia sengaja menahan kantuk nya untuk menanti Afnan pulang.
"Assalamu'alaikum Sayang! Iya, maaf sayang, Byby baru sampai rumah. Restoran sangat ramai,Byby juga tadi kedatangan beberapa teman serta pelanggan setia dan menetap! jadi Byby harus menemani mereka ngobrol. Restoran baru tutup pukul 10 lewat sayang," tutur Afnan.
"Wa'alaikumsalam! Byby sudah makan?" tanya Hasna. "Byby sudah makan sayang bersama kawan lama! kalau sayang sudah makan belum? tanya Afnan Kembali.
Hasna hanya menggelengkan kepala. Sebetulnya Hasna ingin sekali makan bersama Afnan. Ia memilih menahan lapar sejak Maghrib tadi. "Asaghfirullahaladzim, ini sudah malam sayang! Koq sayang belum makan? Byby kan tadi pagi berkata akan makan di restoran dan akan pulang malam, seperti saat ini," ucapan lembut Afnan.
"Entahlah By. Malam ini Nana Rindu sekali ingin makan dan berduaan dengan Byby! sudah satu minggu lebih, Byby pulang malam. Nana merasa di abaikan oleh Byby," ucapan Hasna sedih.
"Astagfirullah, Maafkan Byby sayang! Byby betul-betul sibuk, bahkan untuk hari ini saja para sahabat dan kolega baru pulang setelah pukul sepuluh. Insya Allah nanti setelah restoran berjalan normal kembali, Byby dapat tenang meninggalkan restoran dan pulang ke Indonesia."
"Saat ini Byby harus menggaet para pelanggan lama. Jadi Byby terpaksa harus melayani mereka di sana ya mengobrol, membuatkan mereka makanan yang mereka pesan oleh tangan Byby sendiri," tutur Afnan kembali penuh penyesalan.
"Baiklah Byby sayang. Mungkin Nana hanya kesepian jadi Cengeng. Nana sekarang faham koq keadaan Byby. Ya sudah sekarang Byby mau mandi atau bagaimana? kalau mau mandi nanti Nana siapkan air hangat untuk berendam," ucap Hasna.
Afnan melihat raut kesedihan dari wajah Hasna, ia pun merasa bersalah. "Sini!" ucapnya, Afnan menarik lembut Hasna. Lalu ia menuntun Hasna untuk duduk dipangkuannya. Sudah lama sekali rasanya dia tidak merasakan Hasna duduk di pangkuannya.
Tentu saja Hasna sangat gembira sekali diperlakukan seperti itu oleh Afnan. Rasanya sudah lama sekali ia tidak di manjakan dengan belaian kasih sayang Afnan.
"Ya sudah, sayang mau ma'em apa? Biar Byby buatkan," tawar Afnan. "Terima kasih, akan tetapi sepertinya tidak perlu By. Byby kan sudah lelah di restoran, ya masa harus masak pula di rumah! Biar Nana ambil sendiri saja nanti."
"Tidak mengapa sayang! bilang saja mau di buatkan apa?" tanya Afnan, sembari mengecupi pipi Hasna."Steak," ucap Hasna pelan dan malu-malu.
"Tentu, bidadari nya Byby. Dengan senang hati. Ya sudah tunggu sebentar ya. Nanti Byby bawakan ke sini oke sayang? lima belas menit deh!" ucap Afnan.
"Masya Allah. Byby tuh suami yang sempurna sekali, terima kasih banyak Byby sayang!" Ucap Hasna sembari mengecupi wajah Afnan dan dengan secepat kilat Afnan menyambar bibir Hasna, membawa kedalam mulutnya, menekan dan menguasai nya agak lama, hingga nafas mereka saling berlomba menghempas kasar.
"Hehe, Maafkan Byby sayang. Habis tidak dapat menahan," ucap Afnan malu. "Tidak mengapa By, Nana senang koq."
"Ya sudah, Byby buatkan steak dulu untuk mu. Tunggu di sini, jangan Bobo ya!" pesan Afnan. "Baik Byby sayang!" jawab Hasna.
Afnan pun pergi ke dapur untuk membuatkan pesanan Hasna. Hasna yang hanya duduk menunggu, lama-kelamaan ia merasa jenuh juga, akhirnya ia menghampiri Afnan di dapur.
"Loh, sayang kan Byby sudah berkata. Tolong menunggu di kamar saja!" ucap lirih Afnan . Ketika Hasna dengan tiba-tiba memeluknya dari arah belakang dan melingkarkan tangannya ke dada Afnan.
Setelah Afnan selesai menyiapkan semuanya, akhirnya Hasna pun makan dengan di suapi oleh afnan. Sesekali Afnan ikut makan sedikit karena ia merasa kenyang.
Setelah Hasna selesai makan, maka ia gantian menemani Afnan berendam dalam Bath tub. Intinya mereka mandi bersama tanpa melakukan apapun. setelah mandi selesai mereka saling memanjakan dengan kasih sayang sebagai suami istri.
Setelah berpakaian rapih, Afnan dan Hasna mengisi waktu mereka dengan bersenda gurau malam itu, Afnan memeluk dan menciumi istrinya.
” Barangsiapa memegang tangan istri sambil merayunya , maka Allah SWT akan menulis baginya 1 kebaikan dan melebur 1 kejelekan serta mengangkat 1 derajat. Apabila merangkul, maka Allah SWT, akan menulis baginya 10 kebaikan melebur 10 kejelekan dan mengangkat 10 derajat. Apabila menciumnya, maka Allah SWT, akan menulis baginya 20 kebaikan, melebur 20 kejelekan dan mengangkat 20 drajat. Apabila senggama dengannya , maka itu lebih baik daripada dunia dan isi-isinya."
Malam itu suasana bulan madu Afnan dan Hasna yang sempat membeku, kembali mencair seiring keduanya memulai kembali kemesraan mereka yang sempat redup satu minggu lamanya.
Hingga Afnan membaca Doa untuk memulai segalanya, agar tak adanya setan yang menelusup di antara rongga pori sekalipun saat keduanya meng ekpsektasiakan syahwat halal mereka.
BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNIS SYAITHAN WA JANNIBIS SYAITHAN MA RAZAQTANA
Artinya :
Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Engkau rizkikan kepada kami (anak, keturunan).
----
Saat ini mereka berdua telah sampai pada tujuan awal yaitu menapaki asmara mereka untuk menemukan titik akhir saling melengkapi dalam menemukan kepuasan dari sebuah petualangan tengah malam di dalam kamar tanpa pergi kemana pun.
"By, Apakah di dalam Islam itu, memang ada aturan yang tidak memperbolehkan, jika suami Istri berhubungan intim tanpa penghalang apapun?" tanya Hasna penasaran, karena Afnan selalu melibatkan selimut di antara mereka sebagai penutup keduanya saat berjima.
"Heem, begini ya sayang! Beberapa Ulama berkata dan dalam beberapa hadits menyebut bahwa melakukan hubungan suami istri hendaknya tidak telanjang bulat."
"Nabi Muhammad SAW bersabda: 'Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya himar.”
"Maaf By, menyelak!" ucap Hasna "Silahkan sayang," ucap Afnan, yang memang selalu begitu adab dan kesopanan nya walaupun pada Istrinya . "Itu By! apakah yang di maksud dengan himar?" tanya Hasna yang memang tidak mengerti.
"Masya Allah cerdas! pertanyaan bagus sayang," ucap Afnan. "Himar adalah keledai. dan walaupun keledai adalah binatang namun bagi manusia ini merupakan ungkapan konotasi negatif."
"Di kalangan Arab sendiri mereka akan merasa jijik menyebutkan nama Himar (keledai). Dalam ungkapan bahasa Arab, himar adalah sebuah ejekan kasar bagi orang lain. Karena di anggap nya bodoh dan dungu. padahal keledai tak sebodoh itu. Keledai hanyalah jenis binatang pendiam."
"Keledai sendiri telah menjadi aspek penting yang diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya melaui kitab al-Qur'an yang sarat kelebihan dan kemukjizatan."
"Oh seperti itu! teruskan yang tadi By, masalah penutup saat bersenggama," pinta Hasna.
"Baiklah, Jadi..dari Aisyah radhiyallahu ‘anha. Ia berkata, 'Aku pernah mandi bersama Nabi SAW dari satu bejana dan kami berdua dalam keadaan junub.” (HR. Bukhari dan Muslim.
"Hadist tersebut kerap menjadi dasar bahwa antara suami dan istri tidak ada batasan aurat karena jika Rasulullah dan Aisyah mandi bersama maka keduanya otomatis akan saling memandang."
"Sementara Al-Hafizh lbnu Hajar Al-Asqalani berkata, 'Ad-Dawud berdalil dengan hadist ini untuk menyatakan diperbolehkannya seorang suami melihat aurat istrinya dan sebaliknya."
"Pendapat tersebut dikuatkan dengan apa yang diriwayatkan lbnu Hibban dari jalan Sulaiman bin Musa bahwasanya ia pernah ditanya tentang hukum seorang suami melihat aurat istrinya dan sebaliknya.
"Kemudian Sulaiman berkata, "Aku pernah bertanya kepada Atha tentang hal tersebut lalu ia menjawab, "Aku pernah menanyakan persoalan ini kepada Aisyah. Maka Aisyah membawakan hadis di atas dengan maknanya." (Fathul Bari).
__ADS_1
"Sedangkan pendapat berbeda terdapat dalam hadits lainnya. "Jika seseorang menyetubuhi istrinya, janganlah saling telanjang."(HR. An Nasai).
"Akan tetapi hadist tersebut disanggah oleh Abu Zur’ah bahwa yang meriwayatkan hadist tersebut adalah tidak tepat. Bahkan menurut penulis Sahih Fiqh Sunnah, hadis tersebut tidak sahih."
"Terlepas dari perdebatan itu, berhubungan badan suami istri tetap harus menggunakan adab dan tata cara yang baik demi suatu keberkahan. Sedang di dalam Al-Qur'an dikatakan:
"Wallaziina hum lifuruujihim haafizuun, illaa 'alaa azwaajihim au maa malakat aimaanuhum fa innahum gairu maluumiin,"
Artinya: "Dan orang-orang yang menjaga ***********, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (QS. Al-Mu'minun ayat 5-6)
"Wallahu a'lam."
"Bagiamana sayang?" tanya Afnan. "Sudah faham By! ya setidaknya, walaupun kita tanpa busana tapi setidaknya harus ada penutup diantara kita yang selalu Byby lakukan yaitu menutupi diri kita dengan selimut," ucap Hasna.
"Masya Allah, pemikiran yang bijak, ya sudah mandi yuk, habis mandi, baru bobo," ajak Afnan. Setelah Hasna mengiyakan, Mereka pun Kembali mandi bersama hingga selesai dan mereka berpakaian kembali selanjutnya mereka memilih tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka, karena waktu sudah begitu larut.
***
Keesokan paginya, Hasna membantu Afnan memakai pakaian. Hari ini ia memakai celana jeans berwarna hitam dan kemeja putih dengan lengan yang di gulung.
"By! maaf, dapatkah besok siang ini menemani Nana makan di luar? Ba'da Dzuhur," tanya Hasna. "Insya Allah bisa sayang!" Jawab Afnan.
"Alhamdulillah, Nana tunggu ya By," ucap Hasna sumringah.
"Iya sayang. Byby berangkat ya, agar cepat normal kembali restoran nya. Jadi kita dapat pulang lebih cepat!" pamit Afnan.
"Baik By, semoga hari ini restoran nya ramai pengunjung," ucap Hasna. "Insya Allah sayang, Aaminn ya robbal a'lamin. Terimakasih atas doa nya sayang," ucap Afnan seraya mengecup kening Hasna.
Setelah berpamitan dan menitipkan Hasna pada para pekerja rumah nya, Afnan pun berangkat menuju restoran nya. Sedangkan Hasna setelah bercengkrama sebentar dengan para pekerja nya. Ia melaksanakan Sholat Dhuha, dengan tak lupa menghubungi Twins A melalui sambungan video call.
***
Malam hari--
Pukul delapan malam, Afnan belum juga pulang, Hasna sudah menelepon dan berkirim pesan berkali-kali namun tidak ada respon. Hingga pukul sepuluh, sebelas, malam Afnan belum juga kembali dan tak mengabari. karena kantuk yang teramat sangat akhir nya Hasna pun tertidur pulas di ruang keluarga.
Pukul setengah satu Afnan pun baru pulang kerumah. Ketika melewati ruang keluarga la melihat Hasna tertidur pulas di sofa.
"Astagfirullah sayang! koq, bobo di sini?" ucap Afnan, ia pandangi Hasna dan ia elus lembut pipi Hasna yang tidur bersandar. Posisi Afnan di belakang sofa. "Maafkan Byby sayang, malam ini Byby pulang lebih larut dari malam kemarin. Pasti kamu kesepian ya? harus tidak di momen bulan madu kita, Byby membuka kembali restoran ini."
"By! baru pulang?" tanya Hasna yang baru saja membuka matanya karena hangat nya kulit tangan Afnan di pipinya. "Ah_iya sayang. Maaf, Byby mengganggu tidurmu."
"Tidak Koq By!" ucap Hasna seraya duduk dan tersenyum. serta meraih tangan Afnan yang berada di belakang sofa yang ia tiduri.
"Ya Sudah! ngamar yuk bobo nya," ajak Afnan. "Gendong di depan By!" rajuk manja Hasna. Lalu ia berdiri di atas sofa seperti anak kecil yang meminta digendong, ia membentangkan tangannya.
"Manjanya Istriku, Yuk!"
Dan tanpa kompromi Afnan mengabulkan permintaan Hasna, yaitu menggendong nya di depan dengan kaki Hasna di lingkarkan pada pinggang Afnan dan lengannya ia lingkaran pada bahu di antara leher Afnan.
"Nana berat ya By?" tanya Hasna, ketika ia sudah berada dalam dekapan Afnan. "Tidak Koq sayang! hanya lebih berbobot saja," jawab Afnan. "Iiih itu sama saja By! tapi biar saja, ini hukuman untuk suami yang pulang larut!" celoteh Hasna.
"Iya sayang, tidak mengapa! sebagai hukuman atau bukan Byby senang melakukannya sayang, besok Byby akan pulang lebih larut agar hukuman nya lebih dari ini," ucapnya mengekeh, seraya menatap wajah Hasna. Keduanya saat ini saling menatap dalam perjalanan mereka menuju ke kamar.
"Uumm, koq gitu. Dasar suami mesum." Cup! sebuah kecupan mendarat di kening Afnan. "Itu hadiah untuk suami yang super duper baik, kalau Byby mau meminta hadiah lebih dari ini, Nana akan kabulkan! tidak perlu menunggu besok," bisik mesra Hasna. Lelah Afnan seketika hilang mendengar nada menggoda dari suara Hasna.
"Alhamdulillah, hadiah tengah malam. Tentu sayang, Byby mau!" ucap Afnan sumringah.
"Dengan senang hati dan ikhlas luar dalam, Nana akan beri hadiah Istimewa! namun setelah nya Byby harus menjelaskan, mengapa pulang larut seperti ini?" ucap Hasna.
"Baik Nyonya Al-Jaris!"
Setelah sampai kamar, Afnan mulai bergerak pada tubuh Hasna, dengan sebelumnya ia mengambil wudhu.
Maaf, Selipan sedikit, ada beberapa orang yang bertanya pada Author. "Kak Author, saya baca beberapa cerita tentang Ustadz atau tentang Novel Islami lain nya, banyak dari mereka menulis tentang perihal Sholat dua Rokaat untuk pengantin baru, saat akan menggauli istrinya pada malam pertama. Akan tetapi saya tidak pernah membaca apa itu niat nya? tolong Thor ya mbok di tulis gitu buat kami para Reades paham!"
"Baik, Author akan coba menulis dan inilah niat sholat dua Rokaat untuk pengantin baru,
أُصَـلِّىْ سُنَّةَ لَيْلَةِ الزِّفَافِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّـهِ تَعَالَى
Usholli sunnata lailatiz zifaf rok’ataini lillahi ta’ala
"Saya sholat sunah malam pengantin dua rakaat karena Allah Ta’ala." (Ini hanya di sunahkan, terutama pada pengantin baru. Jika tidak melaksanakan nya pun tidak apa-apa, tidak berdosa. Jika di laksanakan Insya Allah mendapatkan pahala)
Afnan pun melakukan sholat dua rokaat itu, walaupun sudah pengantin lawas. Afnan menganggap setiap hendak bersenggama maka malam pengantin nya juga, ia hanya mencari keberkahan dari melakukan sholat tersebut.
Lalu Afnan mengganti pakaian dengan yang bersih memakai wewangian seperti hendak pergi, Hasna pun mengganti pakaian dengan pakaian yang mirip jaring jaring dan berhias agar Afnan makin terperangkap oleh pesona nya.
Dua jam mereka bermain main di dalam selimut, hingga keduanya kelelahan dan beristirahat sejenak sambil bercengkrama ria.
"OOh, jadi Byby mengantar teman Byby yang hendak melahirkan ketika makan di restoran, ke rumah sakit?" tanya Hasna.
"Betul sayang! Byby mengantarkannya beserta pegawai yang lainnya dan kebetulan memang suaminya sedang di luar kota. Saat kamu telepon suaminya meminta Byby dan yang lainnya untuk tetap di rumah sakit sebelum ia datang.
"Ya, kami menurutinya dengan dasar rasa empati," ucap Afnan. "Lalu mengapa Byby tidak mengangkat telepon dan menerima pesan dari Nana?" tanya Hasna.
"Astagfirullah, ponsel Byby tertinggal di restoran sayang! Byby tadi lupa membawa nya. Pantas saja ada yang lupa, dari tadi Byby pikirkan. Saking paniknya sayang, melihat dia kesakitan. Byby ingat waktu sayang hendak melahirkan tapi takut ada apa-apa dengannya."
"Oh seperti itu By, Ya sudah tidak mengapa! Byby jangan salah paham ya. Tidak ada maksud lain, Nana bertanya hanya ingin tahu saja," ucap Hasna. Tidak apa-apa sayang! kamu berhak menanyakannya pada Byby apapun itu," ucap Afnan. "Terimakasih Byby sayang."
"Sudah! Ayuk mandi, baru kita dapat tidur nantinya," ajak Afnan. Mereka pun pergi mandi, setelah berganti pakaian, mereka pun pergi tidur berpelukan sepanjang malam. Hasna dalam pelukan Afnan. Ia tidak melepaskannya satu malam itu. Dekat dengan Hasna membuat Afnan tenang dan itu tidak membuatnya bosan, justru cinta nya semakin bertambah.
**
Next 👉
baca juga ya, karya baru ini, Diary Cintaku (Fifi Safitri) mari dukung para Author lainnya, Terimakasih.
__ADS_1