
Siang hari Afnan begitu sibuk dengan pekerjaan nya, ia sudah tak sempat menghubungi Hasna.
Dan Hasna sedang membuka album foto lama milik Ninen nya, hingga ia tertuju pada seorang anak laki laki sedang menggendong diri nya saat berusia sekitar 1 tahun, dan anak laki laki itu Usia nya mungkin 12 atau 13 tahun.
“Nin” panggil Hasna lirih.
“Iya, sayang” jawab Ninen.
“Kalau tidak salah ini foto Nana waktu kecil kan Nin?” tanya Hasna, seraya memberikan selembar foto yang sudah ia keluarkan dari album foto pada Ninen.
“Iya ini fotomu waktu Usia 1 tahun” jawab Ninen.
“Lalu siapa anak laki laki itu Nin?” tanya Hasna kembali.
“Loh memang Nana tidak mengenal nya?” Ninen bukan nya menjawab ia malah, balik bertanya.
“Tidak Nin” ucap Hasna menggelengkan kepala nya.
“Itu kan suami mu,Nak Ustadz sayang” ucap Ninen.
“MasyaAllah Nin, jadi ini Ustadz?” pekik Hasna tak percaya.
“Ia, ini waktu Usiamu 1 tahun dan nak Ustadz 12 tahunan, coba sebentar Ninen ingat ingat, oohh iya kita bertemu saat acara walimatul Urs nya Amang kamu sayang”
(ket: Amang itu adalah om, adik dari ayah atau ibu). Kalau untuk Hasna berarti anak nya Ninen adik dari Ibunya Hasna.
“MasyaAllah Ninen berarti memang dari bayi Nana sudah bertemu Ustadz sebetul nya?” tanya Hasna tak percaya.
“Iya sempat bertemu, ini kalau tidak salah kamu itu menangis saat tamu sedang ramai ramai nya, sampai Mama dan Papa mu saja tidak dapat membujukmu, namun entah apa yang membuat kamu diam saat nak Ustadz yang menggendong kamu, Ninen fikir mungkin sikap lembut dan tutur kata nak Ustadz serta lantunan ayat Suci alqur'an saat membujuk mu, yang membuat kamu diam,Ninen sempat mendengar ia melantunkan sholawat dan ayat ayat pendek, nak Ustadz itu kalem pendiam namun pintar, cerdas serta cekatan, ia sudah hafal beberapa zuj Alqur'an dari Usia 4 tahun dan pak kyai sendiri tidak pernah mengajarkan nya, ia belajar sendiri saat mengikuti pengajian Alqur'an wajib dan ia baca berulang bahkan saat main pun ia akan terdengar sedang mengaji dalam gumaman nya, jika bicara terdengar menyejukan walaupun masih kecil, ya mirip pak kyai perangainya bersahaja, berwibawa bahkan saat masih usia belasan.
“Ya Allah Ustaaaddz Ana makin UHIBBUKKA deeehh, Nin kenapa tidak di nikahkan dari bayi aja sih Nana dengan Ustadz, hiiiii” celoteh Hasna.
“Ngaco kamu ah!, tjjiiee pasti sudah jatuh cinta betulan niih degan nak Ustadz, sampai nyesel pingin di nikahkan dari bayi,dulu saja waktu mau di Khitbah nak Ustadz, malu maluin Ninen dan kiki di hadapan pak kyai hayoo dan siapa yang panggil calon suami nya dengan sebutan Om, sekarang saja oohh byby, byby chayank suaminya Nana yang paling sholeh dan tampan, hehe” ledek Ninen.
“Heee Alhamdulillah jatuh cinta betulan dong Nin, Aaahhh Ninen, Nana kan malu,” ucap Hasna lalu memeluk Ninen nya dan menyusup pada dada Ninen nya.
“Chhiii malu malu, bagaimana nikah dengan Nak Ustadz, seru kan pasti tiap hari Di buat kesemsem tuh, secara Ustadz tampan, sabar, pengertian dan baik hati” ucap Ninen sembari mengelus lembut punggung cucu kesayangan nya itu.
“Hihi seru Nin, ya gitu deh Nin, lihat saja nih hasil dari Perbuatan Ustadz hampir tiap hari Nana di kerjai sampai hamil, hikkkkk” Hasna terkekeh.
“Ah memang kamu nya juga yang suka kaan jika sudah di kerjai nak Ustadz Hehe ” ledek Ninen kembali.
“Iiiiihhh Nineeen, Nana tambah malu niiihh” pekik Hasna tambah mengeratkan pelukan nya, dan obrolan Usia beda genersai itupun semakin seru. (curhat dikit 🙏🙊thor sedih nih, jadi membayangkan saat Ninen nya Thor masih ada, percis kek gini klu sudah ngobrol, Ninen thor itu hangat, asik, dan beliau tidak pernah segan turun ke dapur buatkan makanan untuk thor, maaf ya Thor jadi terharu, karakter sosok Ninen Hasna Ini memang mirip dengan sosok alrmh. Ninen nya Thor, Bi'arkati Alfaaatihhaahh...).
____________
Sore hari di rumah sakit.....
“Assalamu'alaikum” ucap Salam Afnan memecah keheningan kamar ruangan rawat Lintang,terlihat Lintang dan Ubaydillah sedang Asik berduaan berangkulan di atas sofa menyaksikan film di layar laptop, dengan selang infus masih menempel di lengan kanan Lintang.
“Wa'alaikumsalam” jawab kedua nya, terlihat Afnan membawa bucket bunga dan dua buah paperbag.
__ADS_1
“Eh, A'a...masuk A” ucap Lintang.
“Hehe ia Neng terimakasih, nih A'a bawakan bunga serta camilan untuk kamu Neng, dan paperbag yang ini Isinya steak, A'a masak sendiri di restaurant khusus untuk Adik nya A'a yang dalam masa recoveri” ucap Afnan lalu melirik pada Ubaydillah dengan senyuman meledek Ubaydillah.
“Terimakasih banyak A” ucap Lintang.
“Sama sama Neng” balas Afnan.
“Oowwhh hanya untuk Lilin kaan dan Ana tidak boleh ikut campur mencicipinya, okke A..Nanti Ana masak untuk Nana dan A'a jangan ikut mencicinya ya, apalagi ikut memakan nya” balas Ubaydillah.
“Huuu Sensi, dendam niyye hehe” ucap Afnan.
“Ahahahha,” akhir nya mereka tertawa bersama
“Loh Nana mana A, koq tidak ikut?” tanya Lintang.
“Nana sedang di rumah Ninen nya tadi pagi A'a antar kesana, dan tadi A'a langsung ke sini neng dari kantor” tutur Afnan.
“Oh, padahal Lilin rindu dengan Nana A” ucap Lintang.
“Besok pagi ya A'a bawa ke sini, sekarang coba vc an saja dulu” ucap Afnan.
“Iya A” jawab Lintang.
“A ayo kota bicara di luar mengenai yang tadi pagi di telepon” ajak Ubaydillah.
“Ayo dek” timpal Afnan.
“Sayang kembali ke tempat tidur ya, A'a Dav ada hal yang harus di bicarakan dengan A'a Ustadz” pinta Ubaydillah.
Tak lama dua orang laki laki dan perempuan baru saja tiba di ruangan tersebut, saat sudah mengucap Salam...
“MasyaAllah Granny, Grandad, kapan tiba dari Jakarta?” ucap Ubaydillah, lalu mereka saling bersalaman dan ber pelukan, begitupun dengan Afnan ia melakukan hal yang sama pada mereka.
“Semalam sayang, SubhanAllah bagaimana keadaan Cucu Granny?” tanya Granny.
“Alhamdulillah sudah membaik, mungkin besok sudah boleh pulang” ucap Ubaydillah.
Dan setelah Ubaydillah menitipkan Lintang pada Granny, serta Afnan berpamitan, maka kini mereka sudah berada di taman Rumah sakit.
“Dek, itu bagaimana cerita nya, A'a belum begitu faham dengan masalah Devano” tanya Afnan.
“Ya nih A foto dan vidio nya” Ubaydillah memperlihatkan Foto dan vidio Devano saat insiden tadi pagi dan di vidio terlihat seperti nyata di mulai dari Devano menarik tangan Elyavira hingga Elyavira merapat pada tubuh Devano dan tangan Devano merangkul pinggang Elyavira,serta wajah mereka yang saling menatap.
“Astagfirullah Al adziim” ucap Afnan.
“Lalu Dev nya sudah tahu belum?” tanya Afnan.
“Sudah A, baru tahu sebelum A'a bro datang tadi, nanti dia kesini, tadi Adrian yang menelpon dan menurut Adrian Devano sedikit syok” ucap Ubaydillah.
“Tadi menurut Anta, Abi sudah tahu Dek?” tanya Afnan.
__ADS_1
“Iya A, bahkan foto dan vidio ini pertama kali masuk ke group para pengurus ponpes, para Ustadz,Dosen, Guru pembimbing, Guru umum, dan itu di kirim sebagai Spam dengan judul,
Perbuatan Zina pagi di ponpes Hubbul wathan, Astagfirullah” tutur Ubaydillah.
“Ya Allah, keadaan Abi bagaimana dek, A'a belum sempat menghubungi nya?”
“Alhamdulillah, Abi.. Seperti biasanya
,tenang,legowo, Ikhlas dan tawaqa”
ALHAMDULILLAH, Afnan melafalkan sepenggal ayat sebagai ungkapan kata Syukur nya:
رَبِّ اَوْزِعْنِيْۤ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْۤ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَا لِدَيَّ وَاَ نْ اَعْمَلَ صَا لِحًـا تَرْضٰٮهُ وَاَ دْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَا دِكَ الصّٰلِحِيْنَ
Robbi auzi'niii an asykuro ni'matakallatiii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shoolihang tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii 'ibaadikash-shoolihiin
" Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."(QS. An-Naml 27: Ayat 19).
“Aamiin Allah huma Amiin” , ucap kadua nya
“Hmmm... Lalu si pengeirim?” tanya Afnan.
“Sedang Ana lacak seperti nya pemilik akun bukan orang dalam atau para santri A dan 10 menit setelah pesan terkirim dia menon aktifkan lebih tepat nya memblock server nya namun sudah Ana susupkan virus pengeblockkan, jika ia buka kembali server nya setidak nya akan terblock otomatis, beberapa group daring pesantren sudah berhasil Ana block dari foto dan vidio ini, para pengurus ponpes minta pertanggung jawaban Abi untuk memberi penjelasan dan jalan keluar agar nama baik ponpes kembali bersih”
Penjelasan Ubaydillah panjang lebar.
“Astagfirullah ya Allah” ucap keduanya
“Lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya Afnan.
“Hmm... Besok siang Lilin sudah boleh pulang A, dan Abi berkata minta waktu pada para pengurus ponpes, agar kita ikut mendampingi Abi,Alhamdulillah mereka mau mengerti dan mungkin besok malam kita adakan pertemuan tertutup” ucap Ubaydillah.
“Iya Dek, semoga saja masalah ini tidak berlarut” ucap Afnan.
“Iya A, Aamiin ya robbal a'lamin” jawab Ubaydillah.
“Tapi kira kira sudah menyebar keluar ponpes belum Dek?” tanya Afnan.
Ubaydillah hanya menggelengkan kepala lemah, dan Afnan mengerti.
Tak selang beberapa lama, Devano serta Adrian pun tiba.
“Assalamu'alaikum” ucap Devano dan Adrian.
"Wa'alaikumsalam” jawab Afnan serra Ubaydillah.
“Bang sumpah aku gak sengaja melakukan itu, aku gak ada maksud melakukan pelecehan pada Nona El, bang please ngertiin aku” Devano memelas.
“Kita mengerti Dev dan tahu kalau Dev tidak sengaja melakukan itu, sabar dan tenang dulu ya nanti kita bicarakan dengan keluarga untuk menemukan jalan keluar nya.” ucap Ubaydillah , Kini mereka berusaha menenangkan Devano.
“Terimakasih bang” ucap Devano.
__ADS_1
*************
Terimakasih sudah membaca 🙏 😍