Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 162. Pergi merantau ke luar angkasa


__ADS_3

Tiga hari kemudian...


"By.." panggil Hasna lirih.


"Iya sayang" Afnan yang sedang menggulung lengan kemejanya di depan cermin, menghampiri Hasna yang tengah duduk di sofa menikmati camilan.


"Sudah tiga hari loh Nana di sekap di kamar ini oleh byby, dan byby sebagai pelaku penyekapan juga sudah tiga hari pula tak memberi kabar orang rumah" ucap Hasna.


"Enak saja penyekapan, pengantinan sayang" ucap Afnan lembut.


"Memang ada pengantin betulan selama tiga hari tidak keluar kamar by? " tanya Hasna, terdengar polos.


"Mungkin, kalau tidak ada kan kita yang membuat nya ada" bisik Afnan dan mencuri kecupan pada bibir Hasna yang sedang blepotan coklat.


" Mmm byby... Tidak lagi ya.. byby kan tahu Nana tidak suka di sun saat bibir Nana kotor" protes Hasna.


"Tapi byby suka, mau apa?" tantang Afnan sembari membersihkan coklat yang menempel dari bibir Hasna ke bibir nya dengan ibu jari dan memasukan nya ke dalam mulut nya.


"Mau Nana beri hukuman" ucap nya, lalu ia olesi kedua pipi Afnan dengan coklat yang ia ambil dari bibir nya, karena Afnan reflek bergerak maka olesan ke tiga mengenai kemeja putih nya.


"Sayang cukup sayang, ini kena kemeja byby" pinta Afnan , "byby klitiki ni ya" ucap nya lagi tertawa kecil sembari mengelitiki Hasna dengan sentuhan jari telunjuk sebelah kiri.


"Ampun.. ampun.. ampun byy ini geli" pekik Hasna sembari tertawa.


Akhir nya mereka terawa bersama dan ber pelukan, "Ya sudah, ayo pulang ke rumah utama, mumpung masih siang" ajak Afnan.


"Iya by tolong bantu Nana bersih bersih dan ganti baju ya" pinta Hasna.


"Ayo, byby juga harus mencuci ulang wajah nih, dan mengganti kemeja yang bersih, ini sudah kena coklat" ucap Afnan


"Makasih byby sayang" ucap Hasna memiringkan wajahnya, tersenyum sembari mengimutkan suara nya.


"Sama sama sayang" balas Afnan dan merangkul pundak Hasna ke kamar mandi.


Di dalam Ladhidh rest and food restaurant , Ubaydillah dengan Lintang sedang mencari keberadaan Afnan dan Hasna, sudah tiga hari mereka tidak tahu keberadaan Afnan dan tidak ada kabar dari Afnan.


"Mbak Wilda masa tidak tahu keberadaan pak Afnan?" tanya Ubaydillah pada Wilda, sang kasir.


"Tidak pak ubay, saya ter akhir bertemu itu hari selasa siang dan setelah pak Afnan dan bu Hasna makan siang saya tidak pernah melihat nya lagi sampai sekarang, iya kan Lan" tutur Wilda lalu bertanya pada Lani yang ada di dekat nya.


"Iya pak, namun saya lihat ter akhir itu pak Afnan, ada di loby hotel berbincang dengan pak Wiranata, kebetulan siang itu saya mengantarkan pesanan ke hotel" penjelasan Lani.


"Mmmm.. Pak wiranata???!!!" gumam Ubaydillah terdengar seperti pertanyaan namun bukan.


"Ayo yang" tarik Ubaydillah pada tangan Lintang dengan wajah datar khas angry bird, Lintang yang sedari tadi diampun merasa terkejut tiba tiba Ubaydillah menarik nya.


"Mbak-mbak.. saya permisi" pamit Lintang ia berbicara sedikit keras pada para pegawai restaurant, karena tubuh nya mulai menjauh.


"Iya bu.." teriak mereka.


"Kira kira kemana ya pak Afnan dan bu Hasna?" tanya wilda pada Lani.


"Iya mbak wil kemana yaah, Lani juga tidak tahu, kan memang sudah biasa pak Afnan terkadang keluar kota atau ada urusan lain sehingga tidak masuk kantor berhari hari" ucap Lani.


"Iya sih, tapi biasanya juga pak ubay tidak pernah terpisahakan dengan pak Afnan, atau jangan jangan...." ucap wilda terputus.


"Hush doakan saja yang baik baik mbak Wil, inshaAllah pak Afnan dan bu Hasna akan baik baik saja, semoga Allah senantiasa melindungi mereka" ucap Lani dan mendoakan Afnan serta Hasna dan di Aamiini oleh wilda.


Ubaydillah kini sudah sampai di kantor pak wiranata...


"Assalamu a'laikum pak Nata" ucapan salam Ubaydillah pada pak Nata yang sedang duduk di meja kerja nya, Karena pintu terbuka maka Ubaydillah langsung masuk saja.

__ADS_1


"Waalaikum Salam pak ubay" jawab pak wiranata


"Yang tunggu di sofa sebentar" pinta Ubaydillah pada Lintang.


"Baik Yang Dav " turut Lintang.


"Pak Nata saya langsung saja ya, apa bapak mengetahui keberadaan pak Afnan?" tanya Ubaydillah.


"Mm.. Pak Afnan?" Pak wiranata malah balik bertanya.


"Saya bertanya pak, koq bapak malah balik nanya " ucap Ubaydillah agak kesal.


"Maaf pak Ubay, pak A..." ia ingat pesan Afnan:


( " Pak Nata tolong rahasiakan keberadaan saya di sini" ucap Afnan.


"Termasuk pak Ubaydillah?" tanya pak wiranata.


"siapa pun tanpa terkecuali" jawab Afnan).


"Pak Afnan..."


Tok tok tok...


"Byyy ada yang ketuk pintu tuh" ucap Hasna saat mereka masih di kamar mandi dan sudah selsai berpakaian.


"Iya sayang, sebentar byby buka ya" ucap Afnan, dan ia berlalu menunju pintu.


" Dek?!.. Ucap Afnan terkejut, Hmmmm ( Tatapan Ubaydillah tajam pada Afnan sulit di artikan, ia berdiri di depan pintu mematung tanpa bersuara ) A'a brooo, huaaaa aaa huuu huuu, hiks hiks, alhamdulillah A'a bro kita bertemu lagi, Ana fikir A'a bro sudah pergi merantau ke luar angkasa, mengapa A'a bro meninggalkan Ana, alhamdulillah A'a bro ternyata baik baik saja serta sehat sentosa, sejahtera dan bahagia" tiba tiba saja Ubaydillah memeluk Afnan sembari menangis dan bicara apa saja seperti orang mengigau.


"Dek, mana ada orang merantau ke luar angkasa, drama lama kenapa harus menangis segala sih, malu sama istri anta, lagi pula Ana tidak kemanapun koq, hanya di kamar ini" ucap Afnan.


Lintang hanya berdiri menahan tawa, menyaksikan kelakuan konyol suami nya.


"Ya begitulah, hehe" Afnan tanpa merasa bersalah malah menyeringai lucu.


Dan tanpa permisi Ubaydillah nyelonong ke kamar di ikuti Afnan dan Lintang, "MasyaAllah... Pantas saja betah selama tiga hari menghilang, sampai melupakan adik nya, ternyata sedang berada di kamar yang bertaman kan bunga" ucap Ubaydillah yang melihat bunga bunga segar bertebaran di mana mana sembari ia duduk di sofa.


Setiap Hari selama tiga hari Afnan meminta petugas room boy atau room girl membersihkan kamar dan mengganti bunga kemarin dengan yang baru dan segar.


Tak lama Hasna terlihat keluar dari kamar mandi, "Nana" pekik Lintang, "Lintang, Alhamdulillah lo di sini, kak ubay juga, Nana senang bertemu kalian lagi" Ucap Hasna menghampiri Lintang dan mengajak nya duduk di sisi tempat tidur.


"Dek Nana Asalamua'laikum" sapa Ubaydillah.


"Waalaikum Salam kak ubay" jawab Hasna.


"Dek Nana baik baik saja kan?" tanya Ubaydillah, bagaimana keadaan keponakan kak ubay? " tanya Ubaydillah kembali.


"Alhamdulillah kak, kabar Nana dan Twins utun baik" ucap Hasna.


"Oh syukur alhamdulillah" ucap Ubaydillah.


"A'a nya gak di tanya kabar nih dek" protes Afnan.


"Alhamdulillah sehat" jawab Ubaydillah ketus, membuat Afnan mengekeh geli "hehe sensi" ucap Afnan.


"Koq anta bisa tahu A'a ada di sini dek?" tanya Afnan.


"Hehe" tiba tiba saja Ubaydillah tersenyum salah tingkah.


Ia ingat saat pak wiranata merasa bingung untuk berkata di mana keberadaan Afnan.

__ADS_1


("katakan pak, di mana pak Afnan, saya yakin bapak tahu keberadaan mereka" ucap lantang Ubaydillah, "pak Afnan..." ucap pak wiranata


"Pak Afnan.." masih ragu, "huaaaa aaa hiks hiks, tolong pak Nata beri tahu di mana A'a saya?" tanya Ubaydillah ia pura pura menangis, Lintang yang Menyaksikan itu ingin tertawa, Ubaydillah yang memeluk pak Nata mengedipkan sebelah mata dan menyeringai dalam tangis, "Pak Afnan di lantai 10 weeding sweet room" akhir nya pak nata luluh dan memberitahukan keberadaan Afnan).


"Koq malah tertawa?" tanya Afnan


"Ada deeh, cie pasti kepo yaaa" jawab Ubaydillah dengan gurauan.


"menang kamu dek " terdengar


"Hihi, iya A'a bro maaf, ana memperdayai pak wiranata sampai harus ber drama nangis bombay" ucap Ubaydillah.


"Ck ck ck pintar betuuuull, hehe " ucap Afnan menyeringai.


"Maksudnya A'a bro apa tuh, menghilang begitu?" tanya Ubaydillah.


"Ana tak ada maksud apa apa dek, hanya ingin membuat Nana senang menikmati suasana kamar pengantin, kan waktu A'a Nikah tahu sendiri hehe" ucap Afnan tertawa kecil ia mengingat kan Ubaydillah tentang kejadian sehabis Nikah, Ubaydillah pun ikut tertawa mengingat itu dan kini ia faham, "Dan A'a tak menghilang juga dek, A'a sudah memberi kabar ke Abi dan Umi koq" penjelasan Afnan.


"Ooohh pantas saja, Umi dan Abi terlihat tenang, sampai Ana mau lapor polisi, Abi dan Umi melarang, rupanya ada wangi perselubungan" ucap Ubaydillah, ia lihat ke sekeliling kamar dan matanya tertuju pada meja di dekat jendela, ada 4 buah monitor pemantau dan monitor untuk memblok pemindai agar tak dapat di lacak , ber arti Afnan memantau semua nya dari kamar, pekerjaan, cctv dan radar pemindai, dan monitor untuk ia ber interaksi dengan para santri yang membutuhkan bimbingan nya, Afnan pun tergolong jago hacker hanya untuk kepentingan pribadi atau jika ada hal urgent masalah perusahaan.


Afnan dan Ubaydillah pun akhir nya berdamai dan memperbincangkan hal lain masalah perusahaan dan pesantren mengenai perkembangan pesantren selama tiga hari ini.


Hasna dan Lintang pun mengobrol seru dari sejak bertemu hingga obrolan berlanjut pada sosok Elyavira.


"Serius Lin?" tanya Hasna.


"Iya Na, serius doi keterima menjadi pembimbing panahan dan berkuda... mbak El itu memakai cadar, seperti nya sih cantik jika di lihat dari area mata yang tak tertutup" penjelasan Lintang.


"Oh Alhamdulillah sih kalau doi keterima bekerja di ponpes Lin" Ucap Hasna.


"Eits tapi jangan salah Na...gue lihat mbak El ini, tatapan nya selalu kek A'a Davian, curi curi pandang gitu Na" ucap Lintang.


"Astagfirullah...serius Lin" pekik Hasna


"Ada apa ibu ibu berdua ini ribut saja" ucap Afnan saat mendengar Hasna agak bersuara keras.


"Tidak by Hehe" jawab Hasna..


"Lalu Lin, Selanjut nya apa yang harus kita lakukan?" tanya Hasna.


"Membuat mbak El ini bersuami Na" ucap Lintang santai.


"Aaah astagfirullah, lalu bagaimana caranya, siapa tahu mbak El memang sudah bersuami Lin" ucap Hasna.


"Nah itu dia Na kita harus berfikir bagaimana caranya, dan ia Belum menikah Na, serius gue lihat di Cv nya masih lajang, Usia nya 26 tahun" ucap Lintang.


"Oh begitu Lin, kita harus pantau terus Lin si mbak El ini, ini gegara Ustadz nyekap gue di kamar ini jadi ketinggalan update pesantren" ucap Hasna.


"Ada ada saja lo Na, masa di enakin begini lo bilang di sekap" ucap Lintang.


"Hehe ia juga ya" Hasna tetawa kecil.


"Eh Na, kalau untuk kandidat calon suami mbak El gue sudah punya Na" tukas Lintang.


"O yah, siapa Lin" tanya Hasna.


"Itu loh Na gue sih klop nya sama..." Lintang berbisik di telinga Hasna.


"Ah Astagfirullah serius Lin, diaaaaa" teriak Hasna seperti terkejut.


Sssssssstttttt.... Ucap para lelaki serempak.

__ADS_1


**********


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐


__ADS_2