
Di rumah kecil...
tepat nya di ruang televisi, terlihat begitu berantakan,sisa makanan dari berbagai jenis makanan ,kulit makanan ,minuman juice dan lain nya,dan beberapa potong gaun terlihat menumpuk.
Hasna, Lintang dan Angela sedang menonton drama turki.
Hasna dan Lintang serta Angela di ungsikan ke rumah kecil sementara suami mereka sibuk dengan pekerjaan nya.
“Nana koq di ganti lagi Chanel nya?” pekik Lintang.
“Biar saja ,gue bosan nonton drama beginian” ucap Hasna santai,ia sudah berkali kali merebut remote tv dari tangan Lintang dan berkali kali pula merubah Chanel tv nya.
“sini remote nya” Lintang kembali merebut remote tv tersebut,lalu ia mengalihkan Chanel tv nya ke Chanel drama yang dari tadi ia tonton.
“Aaahhh... Lintang,gue gak suka nonton yang melow melow” ucap Hasna.
“Sesekali kenapa sih Na,saat ini kita sudah menjadi seorang Istri,dan lo akan menjadi ibu!” ucap Lintang.
“Issh,lo payah Lin gak ngaruh juga kale,gue mau nya film Action sama balapan” ucap Hasna.
“Iihh gak,gue maunya nonton ini,kalau lo gak suka, ya sudah pindah gih sana nonton tv di kamar!” seru Lintang.
“Eits enak saja,koq malah gue yang di usir,ada juga lo tuh sana nonton nya di ruang kerja Ustadz di saja juga ada televisi” ucap Hasna.
“Malas,lo saja sana,kan di kamar lo ada home teather nya” ucap Lintang kembali.
“Uuumm Lintang,gue tuan rumah nya,kok lo yang ngatur!” ucap Hasna kemabli.
“kenapa, gue tamunya,mau apa lo?” tanya Lintang.
Angela malah tak sedikit pun terganggu dengan perdebatan antara Hasna dan Lintang,ia malah sedang asik dengan ponsel nya , terlihat ia senyam senyum sendiri, seperti nya Angela sedang terfokus pada hal yang menarik dari layar ponsel nya ,dan ia enggan terlibat beradu argumen antara drama melow dan Acion.
“Ange,lo ngapain sih malah asik sama ponsel, bantuin nih lo gak ikutan berebut televisi?” tanya Lintang.
“Heeumm malas, meladeni kalian Mommy mommy tapi mirip kids” ucap Angela santai.
“Eehh enak saja,Mommy mommy tapi kids,Lin!” ucap Hasna ,lalu memberikan kode pada Lintang agar merebut ponsel Angela.
“Dapat Na!” teriak Lintang saat ponsel Angela sudah ia dapat.
“Lari ke kamar gue Lin,baca message nya ahahaah” teriak Hasna semabari tertawa saat lihat Lintang dan Angela kejar kejaran ,dan Lintang pun menuruti Hasna berlari ke kamar Hasna,dan setelah merebahkan dirinya di kasur lalu ia membaca pesan di chat Angela dengan suara yang di kencang kan, ternyata itu chat dari Adrian.
“Ofcourse Baby i really love you” ucap Lintang membaca pesan dari Adrian.
“oohh so sweet,love you too Honey” ucap nya kemabli.
“Nana.. Baby sama Honey Na...”teriak Lintang.
“Return my phone(kembalikan ponsel saya)”Angela ikut berlari masuk ke kamar Hasna dan ia berusaha merebut ponsel milik nya ,kini mereka saling berebut di atas kasur Hasna dan Afnan.
“Ahahahaha ayo ambil nih Ange” ledek Lintang semabari menjulurkan lidah nya.
,hingga Hasna menghampiri mereka.
“Please turn back Lin” pinta Angela dengan wajah yang memelas,saat Hasna tiba di kamar maka Lintang melemparkan ponsel Angela pada Hasna.
“Na..tangkap” ucap Lintang,dan Hasnapun menangkapnya, kejahilan nya muncul,lalu Hasna menyambungkan chat Angela dengan Adrian melalui sambungan Vidio call.
Adrin mendapatkan Vidio call dari Angela,ia amat senang. tanpa fikir panjang lalu menerima nya.
“Hai,Honey” teriak Lintang dan Hasna,mereka berdua yang nampak di layar ponsel.
“Innalillahi.. Mak Mak labil,mana bebeb gue,jangan bilang lo berdua menganiaya nya ya” ucap Adrian sedikit kesal yang ia buat buat.
“Astagfirulaah,lihat kita sampai Innalillahi si Adrian” ucap Lintang.
“Ahahah,sorry sorry” ucap Adrian.
__ADS_1
“Yan..kirim salam buat orang ganteng yang di belakang lo ya, sampaikan jangan terlalu lelah bekerja,kita butuh cinta bukan butuh uang” Ucap Hasna, saat Afnan terlihat pada layar ponsel Adrian ia sedang berdiri agak jauh dari posisi Adrian.
“Eh salam juga dari gue yan,tuh buat si unyyu berjenggot” ucap Lintang pula, karena ia lihat Ubaydillah juga ada di sana.
“Om Ustadz,Om Ubay ada yang kirim salam nih, dari cewek cewek labil” ucap Adrian pada Afnan dan Ubaydillah di sela sela Vidio call nya.
“Wa'alaikumsalam” jawab mereka serempak melambai pada layar ponsel Adrian, mereka tahu itu Hasna dan Lintang,lalu mereka berselfie dan mengirim kan nya pada ponsel istrinya masing masing.
“Sudah tuh,mana bebeb gue” ucap Adrian.
“Nih,Ange Si Winny the Pooh pujaan hati lo” Lintang menyerahkan ponsel Angela pada pemilik nya.
lalu ia kembali ke ruang tamu, mematikan televisi dan kembali ke kamar Hasna.
“Na.. maskeran ayo biar nanti malam wajah kita glowing” ajak Lintang.
“Bentar Lin,uuumm Ustadz kirim foto nih,ooouuh masyaAllah tampan nya byby” ucap Hasna dengan sumringah.
“oouu ayang Dav gue juga Na,ya Allah keren nya suami ku yang unyu” ucap Lintang,kini mereka tengah berbunga bunga karena kiriman foto dari suami mereka.
setelah Angela selesai ber Vidio call dengan Adrian,maka kini mereka bertiga pun sudah berbaring di atas kasur dengan masker face mask menempel pada wajah mereka.
di Hotel Afnan...
Pekerjaan dekorasi untuk acara prom night nanti malam sudah rampung hanya butuh sedikit sentuhan agar nampak lebih sempurna.
atas permintaan Afnan bangku di pisah antara laki laki dan perempuan,ia tahu bahwa mereka bukan mahram,hanya ingin menjaga tak ada nya sentuhan antara laki laki dan perempuan.
“Alhamdulillah akhirnya nya selesai” ucap Afnan.
“Iya A..Alhamdulillah,bisa pulang dan menjemput bidadari bidadari kita sebelum Maghrib A” ucap Ubaydillah.
triiing triing triing, suara ponsel Afnan berdering,dan tertera nama Umi.
“Dek,Umi menelfon ada apa ya?” ucap Afnan.
“Iya Dek!”
“Assalamu'alaikum Umi”_ Afnan.
“Wa'alaikumsalam A, A'a masih di Hotel?”_Umi.
“Masih Mi, sedang meninjau pekerjaan dekorasi dan Alhamdulillah sudah rampung, sebentar lagi pulang ke rumah kecil menjemput Nana”_Afnan.
“A'a tahu tidak Devano dan neng Elya ada di mana saat ini?”_ Umi.
“Devano dan Elya ke Villa nya Granny Mi, mereka sedang membicarakan tentang resepsi pernikahan mereka”_ Afnan.
“Ooh Alhamdulillah, syukurlah mereka tidak berada di ponpes saat ini” gumam Umi di balik telepon dan Afnan masih dapat mendengar nya.
“Mi,ada apa?”_Afnan ,nada khawatir.
“Tidak A,sudah ya Umi masih ada urusan, Assalamu'alaikum A”_Umi
“ Wa'alaikumsalam”_Afnan.
tut tut tut tut.... sambungan telepon terputus.
“Dek,kita pulang ke ponpes sekarang!” ucap Afnan, wajah nya mulai dingin.
“Ada apa A, bukan kah kita akan ke rumah kecil?” tanya Ubaydillah.
“Seperti nya di ponpes ada masalah Dek,nanti minta tolong Adrian saja untuk menjemput mereka” ucap Afnan.
“Baiklah A” ucap Ubaydillah,ia sudah faham betul dari mimik wajah Afnan,jika sedang ada yang tidak beres saat ini di ponpes.
__ADS_1
lalu Ubaydillah dan Afnan menghampiri Adrian , menitipkan Hasna , Lintang serta Angela agar ia yang menjemput nya, tentu saja Adrian tidak menolak.
Di Aula pesantren...
“Bapak Bapak di mohon tenang ya” ucap pak kyai.
“Bisa tenang bagaimana,jika sang pezina berkeliaran di ponpes ini dengan bebas,dan malah di sembunyikan oleh pak Kyai sendiri” ucap salah satu warga.
“Astagfirullah Al adzim pak,kan sudah saya katakan, mereka tidak berzina dan mereka sudah menikah” ucap pak kyai kembali.
“Kami tidak percaya,jika benar hadirkan para pezina itu,tapi mana dari tadi pak Kyai hanya berbelit belit dan tetap menyembunyikan mereka” ucap seorang warga kembali.
“SubhanAllah pak, mereka memang sedang tidak ada di ponpes saat ini” ucap pak kyai.
“Lalu di mana mereka, dan foto foto yang beredar luas itu memang nyata adanya kan pak Yai?” tanya seorang wartawan.
“Tidak..itu tidak nyata, karena itu hanya kesalahan fahaman saja dan kebetulan ada orang yang tak bermoral mengambil foto serta Vidio dan menyebarkan nya bertujuan memfitnah, dan Anda Anda ini yang membuat nya menjadi berita miring karena Anda Anda ini melebih lebihkan nya” ucap seseorang pria dengan lantang,ia baru saja masuk ke dalam Aula setengah berlari dan itu adalah Afnan.
Afnan seperti biasa,mencium ada keanehan dari suara Umi maka secepatnya ia kembali ke ponpes dengan injakan pedal gas yang melebihi batas kecepatan,yang biasa nya jarak antara kantor nya 40 menitan kini hanya ia tempuh 25 menit saja.
“A'a, Utun” gumam pak Kyai.
“Baiklah,jika kata kata Anda ini dapat di pertanggung jawabkan maka sialhkan Anda hadirkan orang ini di sini Ustadz” tantang salah satu wartawan.
“Baiklah, saya akan bertanggung jawab atas kata kata saya,dan mohon bersabar orang ini akan saya hadirkan di sini untuk memberikan klarifikasi,namun butuh waktu sekitar 30 menit untuk mereka hadir di tempat ini,karena mereka sedang di tempat lain” ucap Afnan.
“kami siap menunggu” ucap mereka.
lalu Afnan menelpon Devano agar ia kembali ke ponpes dari villa Granny.
sedangkan Devano saat ini sedang menc*mbu Elyavira, setelah mereka selesai membicarakan tentang resepsi, maka Devano pun pamit pada Nenek dan Orang tuanya dengan alasan ingin istirahat,dan Devano mengajak Elyavira ke dalam kamar nya yang terpisah dari ruangan utama, kamar Devano lebih mirip kamar resort yang menghadap ke arah kolam renang dan taman.
semenjak mereka menikah hampir tiap Hari Devano belajar berc*mbu dengan Elyavira,Devano semakin pintar memanjakan Elyavira dengan permainan nya,namun hanya satu yang belum ia dapatkan yaitu hubungan seutuhnya sebagai suami istri ia belum pernah mereguk nya ,karena ada saja hambatan nya. dan saat ini ia yakin akan berhasil Devano sudah tak dapat menguasai gejolak nya pada Elyavira ,kini mereka sudah sama sama polos saling bertaut di dalam selimut.
“Sayang sudah siap?” tanya Devano.
“sudah sayang, jangan lupa baca doa dulu” ucap Elyavira,dan Devano pun melafalkan doa besenggama yang sudah ia hafal belajar dari Afnan maupun Ubaydillah.
“Bismillah..” ucap Devano dan triing triing triing, ponsel Devano berbunyi nyaring karena ia lupa mensenyapkan nya,sontak ia kikuk antara meneruskan untuk mengakhiri keperjakaan nya atau menerima telepon.
“Astagfirullah,cobaan apalagi” gumam Devano frustasi , saat Elyavira sudah meraih ponsel Devano dari sisinya.
“Terima dulu sayang,nanti kan dapat di lanjut” pinta Elyavira yang posisinya masih dalam rengkuhan Devano.
“Baiklah,bang Afnan sayang” Ucap Devano,saat ia lihat si penelepon.
“Terimalah sayang, cepat mungkin ada hal penting” ucap Elyavira.
“Iya Cantik!” Ucap Devano,lalu menerima telepon dari Afnan.
“Wa'alaikum salam bang”_Devano
“Iya bang,Apa?”
“Oke, oke bang Dev, kembali ke ponpes saat ini juga, Assalamu'alaikum” ucap Devano panik.
sambungan telepon pun terputus.
“Sayang ayo mandi,ada problem di ponpes,kita harus kembali saat ini juga!” ajak Devano.
“Ada problem apa sayang?” tanya Elyavira.
“sudahlah nanti Dev beritahu di jalan” ucap Devano seraya menggendong Elyavira ke kamar mandi ,untuk mandi.dan kini mereka sudah berada di jalan, setelah sebelumnya nya berpamitan pada Granny,Grandad dan kedua orang tua nya.
“Astagfirullah Al adzim, sayang Elya takut!” ucap Elyavira, setelah Devano menceritakan masalah di ponpes yang ia tahu dari Afnan tadi di telepon.
“Ada Dev!,tidak perlu takut ya sayang” ucap Devano menenangkan Elyavira, seraya menggenggam tangan Elyavira dan mengecup nya berkali-berkali.
__ADS_1
***********
terimakasih banyak para Readers sudah membaca 🙏😍