Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 221. Air Mancur Bergoyang


__ADS_3

Di sebuah jalan dan di dalam mobil yang sedang berjalan.


"O yah, Itu Abi dan Umi berapa lama bang, keluar kota nya?" tanya Devano.


"Kurang tahu Dev, bisa jadi tiga hari. Bahkan lebih, makanya Abang hendak menitipkan Ahkfa dan Afsha serta Baby-G di Villa Granny. Kemarin Granny telepon. Kata nya, sudah menyiapkan pengasuh untuk masing-masing anak! kita tinggal santai Dav di sana," tutur Ubaydillah.


"Ooh.. begitu. Memang Granny ter the best deh! A'a Kha dan Dedek Sha mau ke mana coba?" goda Devano. Afkha sedang duduk di pangkuan nya dan dengan gemas Afkha ia kecupi. Sedangkan Afsha sedang di nina bobokan dalam pangkuan Elyavira.


"Mau ke rumah G-G ya, A'a Kha. Dedek Sha!" celetuk Ubaydillah.


"Koq G-G bang?" tanya Devano.


"Great-Granny kan! hihi," jawab Ubaydillah.


"Yah Bang! di pikir apa itu G-G. Lagi pula senang betul singkat -singkat Nama! Baby-G Nama nya sepanjang jalan kenangan. Di singkat G, ahahaha, Kasihan kamu Dedek G! punya Daddy nya kurang kreatif dalam memberikan nama," ledek Devano.


"Pih!" protes lembut Elyavira.


"Hehe, tidak mengapa Mih! Bang Dav tidak akan marah. Iya kan Bang?" tanya Devano sembari menyeringai.


"Woles Dek Elya. Lagi pula biar saja! yang penting Baby-G nya ganteng seperti Diddad, ya sayang," ucap Ubaydillah sembari membelai lembut kepala Baby-G yang sedang tertidur di pangkuan Lintang.


"Iya dong Dad Chayank," jawab Lintang dengan suara yang di kecilkan.


"Eits, jangan salah bang. Ada wajahku di wajah nya Baby-G!" timpal Devano. Lalu Elyavira menatap Devano dengan lekat, lalu beralih ke wajah Baby-G yang nampak pulas.


Elyavira sedang membuktikan ucapan Devano baru saja. "Nanti, wajah Anak kita juga ke tempelan wajah bang Dav dong Pih?" tanya polos Elyavira.


"Bisa jadi. Kenapa Mih, keberatan?" Devano tersenyum mendengar pertanyaan polos Elyavira. Begitupun dengan Ubaydillah dan Lintang mereka saling pandang dan melempar senyum.


"Tidak keberatan koq Pih. Hanya saja, jika nanti anak kita seorang perempuan masa brewokan begitu, hehe," ucap Elyavira mengekeh.


"Ahahahah, Di pikir apa Mooi, tidak tahu nya masalah brewok. Lucu juga kamu sayang," kelakar Elyavira yang polos membuat tawa Devano pecah.


"Hihi..Kak Elya bisa saja! Brewok itu tumbuh karena request dari Lilin loh! iya kan Yang?" ucap Lintang. Lalu bertanya pada Ubaydillah.


"Hehe iya Dek Elya. kalau Ana membabat habis ini brewok, habislah Ana sama si imut bawel ini. Bisa-bisa Ana bobo di luar!" canda Ubaydillah.


Ubaydillah ingat, akan keinginan Lintang yang menginginkan Ubaydillah menumbuhkan brewok nya. Kata Lintang Ubaydillah kalau brewokan sexy.


Suatu hari: "Yang sedang apa?" tanya Lintang yang melihat Ubaydillah berdiri lama di hadapan cermin.


"Biasa! membabat brewok genit di wajah, hehe," ucap Ubaydillah.


"Yang! jangan di babat habis ya. Di rapihkan saja! kalau Ayang brewokan terlihat sexy," ucap Lintang.


"Ah! serius Yang?" tanya Ubaydillah.


"Serius Yang! dan juga menggairahkan," ucap Lintang lagi, dengan senyuman nakal nya. Sukses nya kata-kata ter akir Lintang menjadikan Ubaydillah klepek-klepek di buat nya.


"Kalau A'a Dav, cukur bersih bagaimana Yang?" tanya Ubaydillah terdengar polos.


Lintang pun tersenyum menghampiri Ubaydillah. "Ya tidak mengapa! malah bagus licin wajah nya, seperti ABG! Namun Lilin malas bobo dengan ABG. Maka dari itu, Ayang bobo saja di luar! ngerti Yang?" ucap Lintang.


Dengan serius nya Ubaydillah menghentikan kegiatan bercukur nya, karena ia takut di suruh tidur di luar. "Tidak jadi di cukur bersih Yang!" suara keras Ubaydillah. Karena Lintang sudah masuk ke dalam kamar.


Ubaydillah pun mengikuti Lintang, masuk ke dalam kamar. "Yang tidak jadi di cukur habis nih, A'a Dav sudah sisakan! bagaimana?" tanya Ubaydillah penuh harap.


"Lumayan!" Cup. Lintang mengecup pipi Ubaydillah, "Itu hadiah nya. Coba masih agak lebat, hadiah nya lebih dari itu Yang! sudah ya, mau lihat Umi ke dapur. Bye Ayang," ucap Lintang dan keluar dari kamar.


"Yang satu kali lagi hadiah nya. minimal pipi sebelah nya, biar adil dan tidak iri Yang! kan ini masih lebat juga Yang!" teriak Ubaydillah, seperti anak kecil. Sedangkan Lintang sudah masuk ke dapur dan tak menanggapi nya.


"Apa yang lebat sih Dek?" Tiba- tiba suara ngebas Abi bertanya, Ubaydillah tidak menyadari Abi nya sedang duduk sembari membaca buku di ruang keluarga yang Lintang lintasi.


"Hehe Abi. Assalamu'alaikum Abi sayang," sapa Ubaydillah malu.


"Wa'alaikum salam Utun." lalu Ubaydillah menghampiri Abi nya dan ikut duduk di sebelah Abi. Setelah itu mereka mengobrol hal lain.


Ubaydillah senyum-senyum sendiri dan lamunan Ubaydillah buyar saat pahanya di tepuk lembut Lintang. "Dad! lampu merah itu, memang nya mau di terobos?" ucap Lintang mengingatkan.


"Astagfirullah.. gara-gara brewok hihi," ucap Ubaydillah. Hingga yang lain ikut tertawa.


"Pasti Ayang sedang membayangkan waktu brewok itu Lilin larang cukur?" tebak Lintang.


"Ahahaha Iya Yang! gara-gara brewok Didad jadi di malu dan di tertawakan Abi," jawab Ubaydillah tertawa. Lintang pun ikut tertawa.


"Uumm kalian lucu deh! Pih, brewok apih jangan di cukur ya. Biar seperti bang Dav," pinta Elyavira.


"Maaf Mooi untuk yang itu, tidak dapat Apih kabulkan!" timpal Devano.


"Loh kenapa?" tanya Elyavira.


"Takut di sangka Anak kembar nanti. Seperti kejadian jubah Triple twins. Ahahah kita di tertawakan para santri ya bang?" ucap Devano.


"Hehe iya Dev! bayangkan jubah kita sama percis. Sampai para santri pada cekikikan," timpal Ubaydillah.


"Iya bang Astagfirullah. Sampai sholat juga tidak konsentrasi, tapi itu kerjaan siapa ya bang kira-kira?" ucap Devano mengingat triple twins. Lalu bertanya.


"Itu kerajaan Nana! Dek Nana!"ucap serempak Lintang dan Elyavira sembari tertawa.

__ADS_1


"Sudah terduga Dev! Kerjaan si cewek gahar, gemes nakal," ucap Ubaydillah.


"Ahahah iya bang! Haduuh Twins. Mimma kalian tuh parah kelakuan nya asli," ucap Devano seraya mengecupi pipi embul Afkha.


Di sebuah kamar hotel nan jauh di negara Raja salman.


Sayang! mau sampai pukul berapa bobo terus? memang sayang tidak sholat Dhuha?



"Sholat By! sebentar lagi ya, Nana sedang mager dan ingat Twins A. Sedang apa ya mereka By? dan siapa ya pagi-pagi begini membicarakan Nana. Telinga Nana panas." ucap Hasna.



Hasna tak beranjak dari tempat tidur, dari sehabis sholat Subuh, ia tertidur kembali. Ia pun belum ber pakaian secara betul. Hasna masih menggunakan lingerie.


"Hush! Suudzon deh!"


"Hehe, Maaf by!"


"Ayo bangun dong sayang! apa kamu tidak ingin jalan-jalan keluar kamar?" tanya Afnan.


"Kemana by yang seru?" Hasna malah balik bertanya.


"Ke pantai, ke mall, ya kemana saja yang sayang inginkan," ucap Afnan.


"Nanti saja, selepas Dzuhur by! Nana sedang malas ke manapun. Bahkan beranjak dari tempat tidur ini pun malas, hehe," ucap Hasna.


"Ya, semau sayang deh! sekarang jalan jalan saja dulu dengan Byby ke dunia luar biasa!" ucap Afnan, dengan menghampiri Hasna dan mulai menggoda Hasna.


"Dunia luar biasa lagi. Tidak Byby! Ampun!"


**


Siang hari, Hasna dan Afnan telah berada di pantai untuk hanya sekedar menikmati pemandangan pantai.


"Masya Allah. Ini namanya pantai apa By?


"Pantai Jumeirah, sayang!"


"Nah itu hotel apa by? yang harga cekin nya ratusan juta ya?"



"Itu Hotel Burj Al Arab, sayang! yah katanya sih kamar presiden suit nya 500 juta per malam! sayang mau menginap di hotel itu? ayo Kalau mau," tanya Afnan.


"Tidak mengapa sayang! Byby ada koq buat bayar nya. untuk satu minggu pun InshaAllah cukup!"


"Terimakasih by. Rasanya tidak adil kalau Twins tidak ikut menikmati," ucap Hasna.


"Eeuumm jiwa mak-mak nya, sayang berlonjak ria," ucap Afnan.


"Iya dong by! sudah yuk, kelamaan di sini nanti masuk angin. Heee," Hasna menyeringai. Kini mereka berjalan santai di pantai, tangan keduanya saling bertautan.



Sore hari, ba'da Ashar Afnan dan Hasna kembali menikmati gemerlap nya Dubai. Kali ini mereka masuk ke dalam Mall. Dubai Mall.



"Waah di dalam mall, ada air terjun buatan nya By!"


"Iya sayang, bagus ya," ucap Afnan.


"Iya by. Cantik!"



"Sayang, di sebelah sana ada wahana aquarium. Masuk ke dalam wahana aquarium yuk!" ajak Afnan.


"Iya by. Tapi harga tiket nya seperti nya lumayan mahal by!"


Iya sih, sekitar 480an ribu. Tidak apa-apa ayo, kalau hendak masuk," jawab Afnan.


"Lihat dari luar saja by. Sayang uang nya, beli tiket satu orang 480 han. Hampir satu juta by berdua, kalau dengan Twins, Nana mau."


"Tidak mengapa sayang! Nanti kita kembali ke sini bersama Twins, kalau sudah agak besar!"


Sudah By, ayo kita lihat! waah Masya Allah cantik sekali by, ikan nya berbagai jenis!" ucap Hasna senang.





"Byby ayuk, lihat air mancur bergoyang by!" pekik Hasna, sembari menarik tangan Afnan.


"Iya sayang! eh, sebentar, tali sepatu mu lepas. Biar Byby ikat kembali," ucap Afnan. Lalu ia berjongkok mengikat tali sepatu Hasna.

__ADS_1


"Terimakasih Byby Sayang," ucap Hasna, seraya membelai waja Afnan.


"Sama-sama sayang, yuk!" ajak Afnan sembari menautkan jemari mereka, menuju ke pelataran mall untuk menyaksikan air mancur bergoyang.




Hasna dan Afnan saling merasakan debaran asmara. mereka seperti sepasang kekasih yang tengah pacaran. yang laki-laki tampan,yang wanita cantik, dan terlihat pasangan muda yang belum memiliki anak.


"By. Nana Sayang dan Cinta Byby," bisik Hasna.


"Byby pun Sayang dan Cinta kamu," balas Afnan.


"Karena Allah ya," ucap keduanya tersenyum bahagia dan saling memandang. Setelah agak lama saling memandang, maka mata mereka teralihkan karena sorak sorai pengunjung lain yang kagum akan air mancur bergoyang.


"Masya Allah indah nya," ucap Hasna kagum. Afnan melingkarkan lengannya pada bahu Hasna dan Hasna memeluk pinggang Afnan.





"Sehabis ini makan dulu ya sayang,lalu belanja untuk oleh-oleh," ucap Afnan.


"Terimakasih by." senyuman Hasna.


"Mintalah yang lebih dari ini semua sayang," pinta Afnan.


"Apa ya by? Nana tidak ingin apapun! kasih sayang dari Byby sudah lebih dari cukup By," ucap Hasna.


"Insya Allah tidak akan pernah pudar sayang! saat ini mintalah sesuatu, ya apa gitu!"


"Mmm..kalau minta beli perhiasan, tapi bukan untuk Nana, boleh?" tanya Hasna.


"Boleh sayang! tapi untuk siapa?" Afnan balik bertanya.


"Untuk Mama, Umi, Dedek Sha, Mbak Nurin, Ninen, Lintang, Angela, kak Elya, Mama vinny, Almira, kak Nurmala. O ya! untuk Granny dan Mommy Araalyn," ucap antusias Hasna.


"Loh, lalu sayang sendiri? tidak membeli?" tanya Afnan.


"Tidak perlu! pasti Byby sudah menghabiskan uang banyak untuk perjalanan kita ini," ucap polos Hasna.


"Ahahhaah,oh hanya kerena itu! jadi sayang tidak ada keinginan apapun?" tukas Afnan.


"Hemm," Hasna hanya nyengir lebar, karena malu. "Ya Allah, Sayang! untuk biaya perjalanan kita ini sudah ada budget nya tersendiri dan itu sudah Byby tabung dari 5 tahun yang lalu. Tenang saja! untuk biaya lain nya, Byby sudah ada dana terpisah. Nikmati saja perjalanan kita ini sayang! jika kurang, nanti pinjam dengan uang nya Utun berjenggot, " bisik Afnan.


"Tidak. Masa pinjam uang kak Ubay!" protes Hasna.


"Hehe, nanti kan setelah Byby bekerja akan di kembalikan. Jangan salah loh! si Utun berjenggot itu tabungannya banyak, lebih dari 5M. Dan asal Sayang tahu, Satu seat berlian hadiah untuk ulang tahun perkawinan kita, itu murni pakai uang dia. Dan dia yang belikan, dan Biaya umroh kita, itu juga si utun berjenggot yang membiayai. Nah baru setelah kita di sini, ini uang Byby yang di pakai."


"Wah hebat juga kak Ubay, sampai lebih dari 5 Milyard By?" tanya Hasna tak percaya.


"Hu'uh, Mungkin saat ini malah sudah bertambah, dengan gelar nya sebagai Presdir PT. A*R itu," ucap Afnan.


"Tapi kak Ubay, punya uang sebanyak itu bersumber dari mana By?" Hasna makin penasaran.


"Sambil jalan cari tempat makan yuk, nanti Byby ceritakan. Besok pagi baru kita menuju ke tempat penjualan emas terkenal di Dubai ini," ajak Afnan. Dan Hasna pun menurut.


"Jadi By?" tanya Hasna, menagih janji Afnan yang ingin bercerita.


"Hemm.. jadi, kak Ubay itu memiliki beberapa sumber penghasilan. Salah satunya, ia pintar main saham. Gedung Universitas di ponpes dan beberapa lahan pertanian itu milik nya. ia memiliki bisnis lainnya, restoran, toko pakaian, serta restauran di Jakarta serta Turki."


"Sebenarnya Utun berjenggot tidak bekerja pun. Uang akan mengalir ke dalam rekening nya," ucap Afnan.


"Owh, wah keren kak Ubay. jika uang tabungan kak Ubay jumlah nya hingga 5M, lalu jumlah tabungan Byby berapa?" Hasna makin penasaran.


"Uang Byby! eh, sudah sampai sayang!" Afnan malah mengalihkan pembicaraan dari pertanyaan Hasna.


"Byby, koq gitu! jawab dulu," protes Hasna agak kesal.


"Iya nanti sayang, setelah makan ya! ayok pilih dulu, mau ma'em apa?" pinta Afnan, ketika mereka sudah sampai restauran.


"Tidak mau ma'em, jika tidak di jawab!" ucap Hasna, masih belum lupa.


"Iya sayang! Masya Allah. Maksa betul, ma'em dulu ya!"


"Tidak mau!" Hasna agak cemberut dan memalingkan wajah.


"Ya ampun sayang! mode labil nya jangan on sekarang dong!"


"Biar saja, habis Byby jahat!"


"Hummm, dasar labil sholehah. Oke akan Byby beri tahu, tapi harus ada imbalan nya! imbalan nya, tak harus saat ini, dan Uang Byby jumlahnya..........."


"Hoooo," Hasna terkejut.


Next 👉

__ADS_1


__ADS_2