
Ubaydillah terlihat panik saat Umi berkata Lintang akan melahirkan.
Setelah menitipkan Lintang pada Umi. Kini Ubaydillah sedang berjalan menuju rumah kayu untuk memberitahukan Afnan jika Lintang akan melahirkan dan meminta tolong agar ia mengantarkannya ke rumah sakit.Ubaydillah mengajak serta Ambu agar menemani Hasna, saat mereka pergi ke rumah sakit nanti.
"A,,, Assalamu'alaikum!" ucap salam Ubaydillah dari luar pintu memecah keheningan dan mengetuk pintu rumah kayu tersebut.
"A,, Dek Nana,," "Assalamu'alaikum,,"
tok,, tok,,
"A,,Dek Nana,,," "Assalamu'alaikum!!"
Agak lama Ubaydillah mengetuk pintu. Sayup-sayup dalam lelap nya, Hasna merasa mendengar orang mengetuk pintu dan berucap salam. Ia ingat diri nya dan Afnan baru saja tertidur setelah di kerjai duo twins yang terjaga dan main-main.
Sepulang Afnan sholat Isya berjamaah. Twins A sudah tertidur dan biasanya Afnan dengan kejahilan nya akan membangunkan mereka, namun Hasna saat itu merajuk agar Afnan tak menjahili Twins A! dan kali ini Afnan menurut dengan syarat ia ingin di manja seperti Twins A. Hasna pun menuruti nya. Dari mulai menemani makan, menemaninya menonton televisi. Berlanjut pada obrolan hangat dengan canda tawa, klitikan-klitikan manja penuh kasih sayang serta berlanjut ke hal lain yang membutuhkan proses ber kal-kali untuk Afnan dari pelampiasan puasa nya yang sudah hampir 4 bulan lamanya.
Namun setelah mereka mandi basah malam hari dan ketika mereka hendak tidur ternyata Afsha bangun untuk Mimi di susul Afkha dan setelah selesai Mimi mereka masih terjaga dan mengajak Biyya nya bermain-main . Afnan menemani Mereka di ruang televisi hingga Hasna pun tak ingat sampai pukul berapa mereka bermain-main. Afnan begitu telaten dan sabar menghadapi anak-anaknya. Bermain cilukba,mengajarkan edukasi dini dan merangsang motorik Twins A dengan mendengarkan huruf hijaiyah dari dalam ponsel. mengajak mereka bersholawat. Hasna ingat terakhir ia terlelap di atas sofa. saat ini ia sudah terbangun di dalam kamar di atas tempat tidur. berarti sore tadi Afnan menggendongnya ke tempat tidur. Dan ia lihat Twins A sudah rapi dan tertidur pulas di atas box bayi masing-masing di sebelah tempat tidur mereka.
"By,, Biyya sayang!"
"Mmmm,," Afnan hanya bergumam.
"By,, ada yang mengetuk pintu di depan. Suaranya laki-laki," Hasna membangunkan Afnan perlahan dan berbisik-bisik seraya mengelus lembut pipi Afnan yang sedang memeluk nya.
"Tidak ada Mimma! Mungkin suara katak jantan!" gumam Afnan asal. Karena ia masih dalam keadaan sangat terlihat terlelap.
"Astagfirullah Byby koq suara katak sih?" kerut kening Hasna. Ia tak mengerti Afnan begitu terlelap nya padahal biasanya ia tidak pernah seperti itu. "kasihan Byby! pasti Byby kelelahan sekali ya sayang,hingga terlelap sekali," ucap Hasna seraya bangun untuk menatap Afnan. Melihat suaminya dalam lelap ia merasa gemasnya hinggap. kembali terasa berbuga-bunga bermekaran dalam hatinya dan rasanya banyak kumbang serta kupu-kupu berkeliaran menggelitik perut dan qolbu nya. Entahlah pesona Afnan yang begitu memikat bahkan ketika tidur. rasanya membuat ia jatuh cinta kembali di setiap harinya.
Hasna bangun dan terduduk. Ia kenakan hijab instanya , membaca do'a bangun tidur, mengecup pipi dan kening Afnan. serta kilas bibir. Lalu ia turun dari tempat tidur, Setelah ia lihat anak-anak nya sebentar di box bayi,ia pun menuju ke arah ruang depan, ia bermaksud hendak mengintip ada siapakah di luar. namun makin ia mendekati pintu. Suara itu makin kuat dan ia mendengar bahwa itu suara Ubaydillah.
"Kak Ubay?" Suara keras Hasna dari dalam. ia tidak berani keluar langsung karena rumah kayu yang di belakang dan letaknya sedikit terpencil dari area Masjid serta area building maka ia harus sangat berhati-hati.
"Iya Dek Nana ini kak Ubay. Tolong Kak Ubay dek!" Teriak Ubaydillah dari luar.
"Iya kak sebentar!" lalu Hasna dengan segera Ia membuka kunci pintu dan membuka pintu itu lebar-lebar.
"MasyaAllah kak Ubay,,Ambu ada apa koq terlihat tegang begitu? maaf Nana lama membuka pintunya," uacap Hasna terkejut.
"Iya dek Nana, sepertinya Lilin hendak melahirkan. Dan Kak Ubay ingin meminta tolong A'a bro agar mengantar kan kak Ubay ke rumah sakit! makanya kak Ubay mengajak serta Ambu, untuk menemani dek Nana disini ketika kami pergi nanti," ucap Ubaydillah penuh permohonan.
"Alhamdulillah Lintang sudah mau melahirkan," pekik bahagia Hasna. Lalu ia mempersilahkan masuk Ubaydillah dan Ambu. dan bergegas membangunkan Afnan.
"By,, Biyya sayang bangun dong Lintang hendak melahirkan dan kak Ubay meminta tolong agar Biyya mengantarkannya ke rumah sakit.
"Biyyaaa,, sayang. Bangun sayang!" Hasna mencoba membangunkan Afnan dengan perlahan karena takut Twins A terbangun.Ia kecupi wajah Afnan sembari memanggil manggil nya lirih, hingga Afnan menggeliat dan membuka matanya.
"Astagfirullah,,iya sayang!" Afnan melafalkan doa bangun tidur dalam hatinya.
"By, di depan ada kak Ubay, meminta tolong di antar ke rumah sakit. Sepertinya Lintang hendak melahirkan," ucap Hasna.
"Oh neng Lilin sudah mau melahirkan.Alhamdulillah, ya sudah Byby membersihkan wajah dan berganti pakaian sebentar ya sayang," ucap Afnan lalu ia bangun dan duduk tidak lupa ia mengecup bibir Hasna kilas bibir nya dihiasi senyuman manis.
Sementara Afnan membersihkan wajah di wastafel kamar mandi. Hasna menyiapkan pakaian Afnan. "Sudah selesai By?" saat Hasna melihat Afnan keluar kamar mandi hanya menggunakan Handuk yang dililitkan di pinggangnya, karena piayama nya sudah ia buka di kamar mandi.
"Sudah sayang!"
"Mari Nana bantu berganti pakaian," ajak Hasna yang menarik tangan Afnan agar mendekat pada lemari.
"Baik sayang."
Lalu Hasna memakaikan pakaian ganti pada Afnan, celana panjang berbahan katun berwarna drak grey, dengan potongan reguler fit yang slim tapi tidak terlalu ketat pada saat di kenakan. ia padukan T-shirt light grey sebagai perpaduan yang serasi, kemudian ia pakaikan sandal tali flat casual dark choco. Tak lupa Jasket semi formal berwarna coklat agar Afnan tidak merasa kedinginan.Afnan sangat tampan dan terihat makin muda dengan tampilan nya saat ini. Hasna memperlakukan suaminya itu bak Raja. Kini Afnan yang sering di manjakan oleh Hasna apalagi untuk hal pakaian yang akan ia kenakan, semua harus terlihat sempurna dan kekinian. bahkan makin lama Afnan mirip model dalam gaya berpakaian nya. semua Hasna yang menyiapkan. Dari pakaian untuk ia mengajar, ngawuruk/ tausiah, sholat, ke kantor bahkan hingga pakaian santai saat di rumah. Dan Afnan tidak merasa keberatan sama sekali.
"Sudah selesai, MasyaAllah singa jantan ku!semakin tampan saja," ucap Hasna sumringah saat melihat hasil karya nya.
"Hehe, Alhamdulillah. siapa dulu dong istrinya yang pandai memodifikasi suaminya. Terimakasih singa betina ku," ucap Afnan lalu ia kecup kening Hasna. setelahnya ia hampiri anak-anaknya, "Twin sayang, Biyya pergi dulu ya sayang. Antar O'om Dav dan Aunty Lilin yang hendak melahirkan. Doakan ya semoga semuanya berjalan lancar dan semoga Aunty Lilin segera melahirkan dengan mudah, selamat dan sehat," Afnan berceloteh pada Twins A lalu ia kiss finger yaitu telapak jarinya yang ia kecup lalu ia tempelkan pada pipi Twins A.
"Assalamu'alaikum Dek, Ambu," sapa Afnan
ketika ia sudah berada di ruang tamu. Terlihat ketegangan dari wajah Ubaydillah.
"Wa'alaikum salam Den," jawab Ambu.
"Wa'alaikum salam A, sudah siap kan?" kali ini ubaydillah menjawab salam Afnan. mengiringi Ambu sembari bertanya.
"Sudah Dek ayo lekas," ajak Afnan, dan setelah ber pamitan pada Hasna serta menitipkan Hasna pada Ambu. Maka mereka pun bergegas ke rumah utama untuk menjemput bintang.
__ADS_1
--------
Afnan, Umi, Ubaydillah dan Lintang sudah berada di dalam mobil dan Afnan yang mengemudi. sedangkan Abi Kyai sedang berada di luar kota bersama asistennya. dan karena lahiran Lintang yang sudah mulai mendekati hari H maka Umi tidak ikut serta.
"Aaaa,, Astagfirullah,,,, sakit Yang! Umi tolong! Mami hiks hiks," racau Lintang.
"Tarik nafas Yang, huuuff,, Haaa, Huuuuffff haaa," pinta Ubaydillah.
"Sabar ya sayang,, Istighfar ya, inshaAllah kita akan segera sampai di rumah sakit!" seru Umi sembari terus mengelus punggung Lintang secara lembut.
"Iya, tapi Lilin seperti nya pipis lagi Mi. Yang sakit , huff,, huff,,haa,,haa," ucap Lintang. ia berpegangan erat terhadap Ubaydillah, dan telapak tangan Ubaydillah sudah terkena gigit olehnya.
"Yang,,, Awshh Astagfirullah Ya Allah," (Gep) Lintang menggigit telapak tangan Ubaydillah yang saat itu ia pakai untuk menutup mulutnya saat merintih dan berteriak.
"Aaawwshh,, hessstt" Ekspresi Ubaydillah menahan sakit.
"A'a" Ustadz cepat A terbang saja agar cepat sampai di rumah sakit!" pinta Lintang pada Afnan. sepertinya ia sudah merasakan sakit yang amat sangat pada perutnya. Ia sedang merasakan mulas yang sangat luar biasa menukik ke arah jalan lahir.
"Iya Neng,sabar ya!" ucap Afnan lirih . dengan penuh sabar.
"Umi,, Mami sakit sekali. Maafkan aku mih, maafkan Lilin Umi," ucap Lintang kembali. sembari mencakar, mencubit bahkan menggigit apa yang ia dapat gigit pada tubuh Ubaydillah dan Ubaydillah sudah pasrah. Ia ikhlas menerimanya dari perlakuan Istri nya sat ini.
"Iya sabar sayang, tidak ada kesalahan apapun yang perlu Umi maafkan, karena Lilin tidak pernah berbuat salah apapun terhadap kami," Ucap Umi sembari terus mengelus kepala Lintang.
"Yaaaaaggg,, Aawwsshh,,,Astagfirullah Al Adzim," teriak Lintang. Dan satu cengkraman kuat Ubaydillah rasakan pada bahunya.
"Dek, rumah sakit masih sekitar 15 menitan. Dan Neng Lilin seperti nya sudah tidak tahan Dek," ucap Afnan.
"Iya A, Lalu bagaimana? kasihan Lilin!" seru Ubaydillah. Namun tiba-tiba saja Afnan menginjak pedal gas. Ciiiittt.
"Loh koq berhenti A'a bro?"
"Sebentar dek, lalu afan memundurkan mobil nya dan dia menunjuk ke sebelah kanan jalan. terdapat sebuah klinik mirip rumah biasa dan terdapat sebuah tulisan Bidan dan klinik Bersalin.
"Maksudnya A di sini?" tanya Ubaydillah. Tatapan nya penuh arti.
"Insya Allah, Neng Lilin kan tidak ada keluhan apapun dengan kehamilan nya. Jika kita ke rumah sakit, itu terlalu jauh dek. Ana khawatir Neng Lilin akan melahirkan di dalam mobil dengan keadaan yang sudah dalam keadaan menyakitkan seperti itu. Ana tidak tega," tutur Afnan.
"Baiklah A, Yang tidak apa-apa kan?" Ubaydillah mengiyakan Afnan lalu bertanya pada Lintang.
"Tidak apa-apa kan Mi?" tanya Afnan.
"Baiklah A, tolong cepat panggil Bu bidan nya," pinta Umi.
Afnan pun keluar dari mobil, keadaan klinik itu sepi. namun beruntung pintu gerbangnya tidak dikunci. jadi Afnan dapat dengan leluasa masuk ke dalam gerbang serta mengetuk pintu dari klinik tersebut.
"Assalamu'alaikum,,, Maaf adakah orang di dalam? tolong ada yang hendak melahirkan darurat!" ucap Afnan dengan suara yang keras.
"Tok,,tok,, Assalamu'alaikum," ucapkan kembali. sekitar 5 menit Afnan mengetuk pintu itu dan mengucap salam. Alhamdulilah pada akhirnya, lampu di ruangan dekat pintu itu menyala. Dan muncul lah seorang wanita yang usianya mungkin 25 tahunan.
"Wa'alaikum salam," jawab si wanita tersebut
"Maaf Teh, ini klinik bersalin menerima pasien bersalin kan?" tanya Afnan ragu-ragu karena ia melihat klinik itu sangat sepi sekali.
"Oh ya pak, klinik ini masih menerima persalinan kok. hanya malam ini saja sepi biasanya ada saja satu atau dua orang yang bersalin," ucap perempuan itu.
"Alhamdulillah kebetulan sekali teh ini ada yang mau melahirkan," ucap Afnan, ia terlihat sumringah.
"Oh istrinya nya ya pak, yang mau melahirkan?" tanya si wanita tersebut.
"Adik saya teh, Mmm,, saya ajak kemari ya!"
"Silakan Pak, langsung masuk saja! saya hendak menelepon Ibu bidan terlebih dahulu," ucap wanita tersebut.
"Loh bukannya teteh Ini Ibu bidan nya?" tanya Afnan.
"Oh bukan Pak! Saya ini asisten Ibu Bidan. Dan ibu bidan nya di rumah belakang. Nanti saya telepon agar Ibu bidan nya segera kemari. bawa saju dulu Pak si Ibu yang hendak melahirkannya. nanti saya akan memeriksa nya terlebih dahulu," tutur si wanita tersebut.
"Baiklah terima kasih banyak," Afnan pun segera menghampiri Ubaydillah, Lintang serta Umi di dalam mobil. Ia memberitahukan bahwa di tempat tersebut menerima persalinan. Dan ia segera membawa Lintang ke dalam klinik bersalin tersebut.
Kini Lintang sudah berada di ruang periksa pasien,berbaring di atas meja periksa dengan di temani Ubaydillah dan Umi, sedangkan Afnan menunggu di luar ruangan. namun tiba-tiba saja perutnya terasa sakit. Lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan menanyakan toilet kepada si asisten Bidan.
"Teh maaf toilet nya di mana ya," Afnan melongok sedikit dari pintu yang sedikit terbuka.
"Oh di sebelah kiri pak,masuk saja! ada lorong itu lalu ke kanan sedikit di dekat dapur," petunjuk asisten bidan.
__ADS_1
"Hatur nuhun teh," ucap Afnan.
"Mi A'a ke toilet dulu ya," pamit Afnan pada Umi.
"Loh A'a kenapa?" Umi malah bertanya.
"Mules Mi, nanti lagi ya Mi, A'a sudah tak tahan," ucap Afnan sembari tergesa menuju toilet.
Lintang masih dalam pemeriksaan Asisten Bidan. "Sebentar ya Bu, tadi saya cek sudah pembukaan empat dan dalam lima belas menit ini sedang saya pantau pembukaan nya naik atau tidak.
"Iya teh, Aawwsshh! Astagfirullah,, Yang sakiit huuufff,,haaaa,,," teriak Lintang sembari mengatur nafas.
"Sabar sayang,, SubhanAllah," lengan nya sudah penuh dengan cakaran, ia sudah tak rasakan.
Sedangkan Afnan sudah hampir empat kali bolak balik ke kamar mandi, namun itu hanya mulas tidak buang air kecil ataupun air besar.
Afnan sudah merasa lelah lalu ia paksakan menghampiri Umi.
"Mi, perut A'a tak kunjung membaik!"
"Astagfirullah, sini Nak. Sebentar ya sayang Umi minta air hangat dengan teteh Asisten," ucap Umi lalu ia meminta air hangat pada asisten Bidan, dan Asisten Bidan menunjukkan air hangat berada dekat ruang depan di dalam dispenser.
Umi mengambilkan air hangat lalu memberikannya kepada Afnan. Afnan meraihnya. "Terimakasih Mi."
"Sama-sama sayang," jawab Umi sembari memijat bahu Afnan.
Satu jam jam sudah Lintang berada di klinik bersalin tersebut. setelah pemeriksaan pembukaan yang terpantau. Dalam 1 jam itu pembukaan Lintang naik menjadi 8. Ia sedang di persilahkan untuk berjalan-jalan. lendir bercampur darah sudah mulai keluar dari alat kewanitaan nya.
"Astagfirullah Yang ini rasanya bagaimana ya?"
"Bagaimana apanya Yang?" tanya Ubaydillah tidak mengerti.
"Ada yang menarik dari bawah rasanya!"
Dengan segera Lintang naik ke tempat tidur ia merasakan firasat yang berbeda dengan naluriah nya ia sudah tidak tahan lagi. Rasanya ingin sekali mengeluarkan sesuatu dari area bawahnya.
"Eeeeuumm,,Aaaaaa,,, Astagfirullah!" Lintang mengejan tanpa di paksa. Peluh mulai membasahi dahinya.
Umi meg hampiri Lintang. lalu ia seka buliran peluh di dahi Lintang.Ubaydillah berdiri di sisi Lintang dengan tangan nya tak lepas dari genggaman Lintang. Afnan yang mendengar teriakan Lintang dari dalam. ia pun berdzikir sembari menahan perutnya yang sakit.
"Bu jangan mengejan belum waktunya, sebentar saya lihat pembukaan. Masya Allah full. Namun tolong tunggu sebentar ya! jangan mengejan nanti ada pembuluh darah yang pecah dan pembengkakan v*g*na!" tutur asisten Bidan tersebut.
"Ini saya tidak mengejan. dia dengan sendirinya, sersa ada yang menarik nya teh dari alat kelamin saya," tukas Lintang.
Namun dalam tahapan terakhir, dari teriakan Lintang dan dua kali tarikan Nafas. huuuff,,haaa,,eeeeuumm, Haaaa,, "BISMILLAH." huffff ,haaa ,eeuuuuhh.. uwwaa,,uwaa,,(suara bayi menangis).
"Alhamdulillah." pekik Umi dan Ubaydillah. Bayi itu dengan mudah keluar menyeluncur begitu saja di hadapan asisten Bidan. Dan dalam beberapa detik asisten Bidan hanya ternganga karena ia pun merasa terkejut. Harusnya ia memberikan aba-aba dan menuntun Lintang untuk mengeluarkan bayinya. Namun ternyata Lintang dengan
Naluriah nya ia melahirkan dengan kemampuan seorang diri.
"Alhamdulillah," ucap assisten tersebut seraya mengambil bayi itu lalu mengurusnya dengan membersihkannya.
Ibu Bidan pun tiba dan ia merasa terkejut karena waktu ditelepon Masih pembukaan Empat. Dengan tergesa Bidan itu memakai sarung tangan menyeterilkan nya. Lalu mengurus Lintang untuk mengeluarkan plasenta atau ari-ari dari bayi tersebut.
"Astagfirullah,,,maaf kan saya Bu,pak saya terlambat. Biasanya jika baru pembukaan dua masih lama pak, sekitar dua atau tiga jam bahkan lebih pak baru akan pembukaan full. MasyaAllah,, Alhamdulillah Bu hanya dengan rentang waktu satu jam sudah lahir dan Alhamdulillah bahkan plasenta nya sudah keluar Bu." ucap Bidan.
"Iya Bu, tidak mengapa yang penting Istri dan anak saya sudah selamat, dan Alhamdulillah," Ucap Ubaydillah dengan sumringah lalu ia mengacup dahi Lintang dengan penuh keharuan. "Terimakasih sayang," gumam Ubaydillah di telinga Lintang.
"Alhamdulillah sudah selesai di rapih kan Pak Bu, Putra kalian tampan sekali," ucap asisten Bidan. ini sudah setengah jam Lintang sudah rapi dibersihkan dan bayinya pun sudah rapih, bersih. Kini Lintang sedang diinfus. dan waktu kali ini hampir masuk waktu subuh.
"Putra teh?" tanya Ubaydillah dan Lintang serta Umi.
"Iya selamat Pak, Bu, Nek ini bayinya laki-laki,"ucap asisten Bidan sembari memberikan bayi itu kepada Lintang agar menyusu.
"Alhamdulillah,,A,, A'a,, A,, bayi Ana laki-laki," teriak Ubaydillah melonjak kegirangan. ia keluar dari ruang bersalin dan menghampiri Afnan yang baru saja keluar dari toilet. Afnan dalam ringisan nya dia tersenyum bahagia.
"Alhamdulillah dek, selamat Anta sudah menjadi ayah," ucap Afnan seraya berpelukan bersama Ubaydillah.
"Terimakasih banyak A!"
seiring keluarnya bayi Lintang. Intensitas sakit perut Afnan pun berkurang.
"Ya Allah apakah mungkin aku terkena syndrom simpatik," gumam Afnan dan mengelus perutnya
******
__ADS_1
Maaf sedikit up nya. Mengusahakan Up walaupun banyak kendala. Mohon maklum adanya jika penulisan Thor kurang penghayatan 🙏🤗😍