Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 179. Tikung Saja A!


__ADS_3

“Astagfirullah.. Dev Kabur??!!”


“Iya A, mari kita menyusul nya A, tolong tempatkan orang Di sini agar keadaan tetap tenang, 45 menit sampai 1 jam A, InshaAllah kita bisa bawa balik Dev” tutur Ubaydillah.


“Ya sudah, Anta tolong siapkan Mobil, tunggu di ujung gerbang agar tak mencurigakan, A'a cari Zainal dan Nurmala untuk meng handle di sini” ucap Afnan.


“Baik A” Ubaydillah pun berlalu menyiapkan Mobil dan Afnan menemui Zainal, terlihat senyum sumringah Hasna, Lintang dan Angela sedang mendampingi Elyavira dari sebrang Afnan berbincang dengan Zainal.


“Ada apa kak?” tanya zainal, saat Afnan menarik nya agak menjauh dari kelompom laki laki.


“Zain, tolong kak Afnan ya, Antum handle di sini, usahakan para tamu tetap tenang, Devano kabur dan sekarang kakak serta kak Ubaydillah Ingin mencarinya, beri waktu satu jam Zain, setelah satu jam tidak dapat hasil maka Kakak akan kembali dan memberi tahu mereka” tutur Afnan.


“Astagfirullah, kabur Kak!” ucap Zainal terkujut.


“Iya, ya sudah, tolong untuk meng handle para perempuan libatkan Nurmala” ucap Afnan kembali.


“Tenang saja kak, Ana pastikan di sini akan terkendali sebelum kak Afnan pulang, dan Zain doakan semoga kakak kembali bersama Dev”


“Syukron Akhy, memang Antum selalu dapat di adalkan, ya sudah Ana pergi ya, Assalamu'alaikum” ucap Afnan.


“Afwan, Wa'alaikumsalam” ucap Zainal.


Afnan keluar lewat pintu samping, ia mengendap agar tidak menimbulkan kecurigaan dari para tamu dan orang tua mereka.


Kini Afnan dan Ubaydillah Sudah berada di mobil, dengan kendali di tangan Afnan.


“Dek, kira kira kemana Dev pergi?” tanya Afnan.


“Seperti nya ke villa,” ucap Ubaydillah.


“Nah, masalah nya kita tidak tahu villa nya di mana” ucap Afnan.


“Ya sudah jalan nya sih ke sebelah kiri A, Karena Granny pernah memberi gambaran jalan arah ke villa nya, mau minta Share lok, nanti Granny curiga” ucap Ubaydillah.


“Ok dek” kini Afnan susuri jalan yang menurut Ubaydillah menunju Villa milik Granny.


15 menit kemudi, di persimpangan Jalan dan dalam kebingungan Karena Ubaydillah pun tak dapat melacak keberadaan Devano, maka ia lihat sebuah Mobil ber plat B 943 Dev yang sedang berhenti menunggu masuk jalan Selanjut nya, Ubaydillah ingat betul itu Mobil Devano 943 itu artinya (gue) jadi B gue Dev.


“A Mobil Devano!!!”


“Yakin Dek?”


“InshaAllah A, plat nomor nya itu B 943 Dev” ucap Ubaydillah.


“Ya sudah kita buntuti dulu, begitu ada kesempatan Nanti Ana tikung” ucap Afnan.


Lima menit mereka membuntuti Devano, terlihat keragu raguan dari mobil Devano, sejenak berjalan, sejenak menepi, lalu berjalan kembali, jika di ibarat kan manusia, Mobil itu berjalan gontai Karena ragu dalam melangkah.


“Telepon Dev dek!”

__ADS_1


“Tidak ada jawaban A, atau mungkin Dev tidak membawa ponsel nya” perkiraan Ubaydillah.


Namun saat mereka asik adu argumen, Devano seperti nya menyadari jika ia sedang di buntuti dan ia mulai mempercepat laju kendaraan nya.


“A makin cepat tuh Dev”


“Seperti nya, dia sadar kita buntuti Dek”.


“Kejar A!”


“Astagfirullah Dev, harus gitu ya pakai drama kejar kejaran gini, pakai minggat segala, gak tau ya dek nikah itu Enak, hihi” Afnan sempat sempat nya berkelakar.


“Hehe, ya belum tahu saja A si Dev, nanti kalau sudah mersakan, bisa bisa bucin tuh”


“Haduuh bahasamu Dek, ahaha.. Let's Dev, minta di tikung tajam nih si Dev, pegangan Dek.. Bismillahhirohmannirrohiimm“ celoteh Afnan lalu melajukan kendaraan nya dengan menaikan level kecepatan nya untuk mengejar Devano.


Triing.. Triing....,(suara ponsel Afnan berdering)


“Yah Dek, ini ada yang menelpon, tolong lihat siapa?” ucap Afnan pada Ubaydillah, dan Ubaydillah pun merogoh ponsel Afnan di saku celana nya.


“Dek Nana A!”


“Terima saja, kalau di reject bisa jadi pas pulang kalau tidak mampir kerumah sakit ya Plesiran ke tukang urut atau ee telinga pada loncat, mkkkkk” Afnan menahan tawa.


“Ahahah kasian amat dek Nana punya suami hobby nya meledek Istri” Canda Ubaydillah.


“Anta juga sama Dek, hehe”


Dalam penguntitan itu mereka terlihat santai, bagi mereka yang penting target sudah terlihat dan tinggal memikirkan cara nge gep nya saja.


Mobil Devano semakin melaju kencang, dan Afnan beberapa kali membunyikan klarkson, dan mengedipkan lampu kedip di tujukan pada Mobil Devano, dan seperti nya memang Devano sudah tahu ia sedang di kuntit siapa.


“Dev, ayo menepi Deevvv!”, teriak frusratsi Afnan.


Mobil Afnan melaju lebih cepat, Afnan menambah kecepatan nya, ia mengimbangi kecepatan Devano agar tidak tertinggal oleh Devano dan ketinggalan jejak.


Sementara Ubaydillah menerima telepon dari Hasna.


“Assalamu'alaikum Dek Nana” sapa Ubaydillah saat menerima telepon dari Hasna pada ponsel Afnan.


“Wa'alaikumsalam” koq kak Ubay, Ustadz nya mana?”_Hasna


“A'a Ustadz sedang menyetir”_Ubaydillah


“Sayang, maaf Byby sedang sibuk mengejar Dev” , teriak Afnan.


“Dek gimana nih atau langsung tikung saja ya?!”


“Tikung saja A!, di depan sebelum jembatan jalan agak lebar A, leluasa untuk nikung” ucap Ubaydillah.

__ADS_1


“Halo... Halo... Kak Ubay, itu sedang apa berdua, dan kalian di mana?”_Hasna


“ Ustadz, Ustadz tolong jawab!” teriak Hasna Karena ia merasa cemas mendengar keributan dari suara Afnan dan Ubaydillah. (jika di depan Umum khalayak kecuali keluarga inti, Hasna tidak akan menunjukan kemesraan nya, baik dari sikap maupun panggilan kesayangan nya pada Afnan, Karena prinsip nya ia boleh gila di kamar atau tempat privacy lain nya, namun tidak di tempat umum).


Hingga para tamu yang di dalam pun menoleh karena teriakan Hasna.


“Iya Dek, maaf sebentar A'a Ustadz nya sedang dalam posisi tidak dapat di ganggu!”


Dek lihat sebelah kiri ada kendaraan tidak, Ana nikung Dev sekarang ya” terdengar suara Afnan.


“Aman!”


“By” gumam Hasna, telepon masih menempel pada telinga nya.


“Bismillah, tamam.. Şimdi yap!” 👈turki


(baik.. Lakukan sekarang). Teriak Ubaydillah.


Sambungan telepon masih menyala.


“Bismillahi Ya Allah..... Allah hu Akbar!!!!” terdengar teriakan Afnan.


اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَالْهَدْمِ وَالْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا


“Yaa Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kebinasaan (jatuh), kehancuran (ditimpa sesuatu), tenggelam, kebakaran, dan aku berlindung kepadaMu dari dirasuki setan pada saat mati, dan aku berlindung kepadaMu dari mati dalam keadaan berpaling dari jalanMu, dan aku berlindung kepadaMu dari mati karena tersengat (binatang berbisa)” (HR An-Nasa’i 5531)


Terdengar Doa memilukan dari suara Afnan, seperti sedang bernegosiasi dengan Allah saat di ambang kematian,suara Afnan setengah berteriak karena Hasna masih mendengar nya dengan jelas


Lalu......


“nggiik... sreeett... ciiiiiittt... duaaarrr, craang...” terdengar suara pergantian perseneleng yang berpadu rem tangan dan kopling,deru roda yang dan decitan panjang. Pedal rem yang di Injak mendadak , lalu benturan keras dan pecahan kaca Mobil, Hasna hafal betul suara nya walaupun ia tak melihat nya.


“Innalillahi.. Astagfirullah, SubhanAllah.. BYBY!!!!”


Ponsel Hasna pun terjatuh kelantai, “Twins apa yang terjadi pada Biyya kalian?!” gumam nya sembari memegangi perut nya.


Tak lama Lintang dan Umi menghampiri nya, “sayang ada apa?” tanya Umi, dengan cepat menahan Tubuh Hasna yang terkulai lemas.


“Mi, kak Afnan dan Kak Ubay!”


Lintang meraih ponsel Hasna dari atas lantai, Halo.. Halo..A, A'a Ustadz Halo...


Tuuut tuut tuut.... Sambungan telephone telah terputus.


Bersambung.....


***********


Sabar ya, maaf sudah membuat berdebar tanpa berlari🙏😍

__ADS_1


Jika masih berdebar, coba obati pakai nasi dan kuda laut bakar, atau rendang paus InshaAllah, mual🙊😜🙏😂😂


__ADS_2