Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 213. Mewujudkan Cita-Cita


__ADS_3

Dua minggu kemudian,,


Hari ini adalah acara Tasyakuran aqiqahan nya Baby-G. Di rumah utama seperti biasa para tamu dan Undangan, para keluarga kerabat dan sahabat sudah mulai berkumpul menjelang acara di mulai.


"Assalamu'alaikum om, apa kabar? wah selamat ya, Om sudah memiliki jagoan," ucap Adrian pada Ubaydillah.


"Wa'alaikum salam,,terimakasih Yan, Alhamdulillah kabar baik," jawab Ubaydillah. karena kesibukan dengan perkuliahan nya,maka Adrian belum sempat menjenguk Lintang dan Baby-G.


Kini acara pun di mulai. Setelah acara dibuka oleh MC dari pihak santri Putra, dengan Ucapan BISMILLAH, maka pertama-tama dimulai lah Tilawah / Qiro’ah. Adapun ayat yang dibaca adalah surat Thoha ayat 99-104, Al-Israa ayat 23-25, surat Al-Muminun ayat 115-118, dan seterusnya.


setelah Qiro"ah selesai, maka dilanjutkan dengan acara sambutan dari pihak keluarga. dan saat ini yang menjadi juru bicara adalah Zainal sebagai perwakilan keluarga.


"Dimulai dengan ucapan Bismillahirohmanirohim.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. "


Wa'alaikum salam Warahmatullahi wabarakatuh (serempak menjawab salam)


"Alhamdulilahi rabbil ‘alamin,


Was sholatu wassalamu ‘ala,


Asyrofil ambiyaa iwal mursalin,


Sayyidina wa maulana Muhammadin,


Wa ‘alaa ‘alihi wa shohbihi ajma'in.


Ama ba’du."


"Yang saya hormati Rama Ajengan beserta Umi Nyai, Selaku orang tua kami! yang saya hormati para Guru pendidik segenap pengurus ponpes Hubbul Wathan, bapak ketua RT dan RW, yang saya hormati bapak-bapak, Ibu-ibu hadirin hadirat yang berbahagia dan yang saya sayangi adik-adik sekalian(yatim)."


Puji dan syukur marilah sama-sama kita panjatkan kehadirat Allah subhanahu Wa ta'ala atas limpahan nikmat rahmat serta karunia-nya yang diberikan kepada kita sekalian.Nikmat iman dan nikmat Islam. Sholawat serta salam mari kita limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Alhamdulillah Pak, Bu kita masih di beri Nikmat panjang umur sehingga Allah SWT mempertemukan dan kita dapat berkumpul di tempat atau kediaman kami sesuai dengan undangan yang kami berikan yaitu siang hari ini di laksanakan nya tasyakuran atas kelahiran Putra pertama dari kakak saya yaitu Ustadz Ubay beserta Istri. yang di beri Nama GAISHAN ARQYAS RYKER AL-JARIS SAMUDERA atau Baby-G atau Arsya semoga Baby-G di jadikan Anak yang Sholeh, Aamiin ya Rabbal A'laamiin. Dan semoga Tasyaquran walimatul Aqiqah ini diberikan kelancaran dan senantiasa dalam naungan ridho Allah subhanahu wa ta'ala. (Aamiin, serempak).


"Bapak, Ibu hadirin yang dimuliakan oleh Allah atas nama shohibul bait atau tuan rumah. Pertama-tama Saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya semoga langkah kaki bapak dan Ibu dicatat oleh Allah sebagai ibadah yang akan menjadi bekal kita saat berpulang Amin ya robbal alamin. Mohon maaf yang sebesar-besarnya sekiranya sambutan maupun jamuan yang kami hidangkan kurang berkenan."


"Maka demikianlah sambutan singkat dari saya mewakili tuan rumah atau shohibul bait, Akhirul kata wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," Zainal pun selesai memberikan sambutan mewakili keluarga Pak Kyai.


Acara pun dilanjutkan dengan Pencukuran Rambut. Prosesi pencukuran rambut ini dicontohkan langsung oleh Rosululloh SAW, sehingga tidak boleh terlewatkan dalam acara aqiqah. Bersamaan dengan pencukuran rambut ini biasanya juga disematkan nama bayi secara resmi.


Dan setelah selesai cukur rambut, maka tibalah waktunya untuk Tausiah. Kali ini Afnan yang di tunjuk untuk bertusiah.


"ASSALAMUALAIKUM WAARAHMATULLAHI WABARAKAATUH."


(WA'ALAIKUM SALAM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH) serempak jama'ah.


"ALHAMDULILLAHI ROBBL ALAMIIN, NAHMADUHU WANASTAIINU WANASTAGHFIRUHU,,,WANA UUDDZU BILLAHI MIN SYURURI ANFUSINA WAMIN SAAYYIATI A MALINA,,MAYAHDILLAHU FALA MUDHILLALAH WAAMAYUDDHLILHU FALA HAADIYA LAHU,,,ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAH WA ASHADU ANNA MUHAMMADARRASULULLAH ALLAHUMMASALLI ALA SSAAYIDINA MUHAMMAD WA ALA ALI SAYIDINA MUHAMMAD… AMMA BA'DU.


"Sebagai hamba Allah yang beriman marilah kita panjatkan puji dan syukur ke haddirat Allah SWT, yang telah memberikan kekuatan kesehatan  lahir dan batin kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di tempat ini dalam rangka menghambakan diri kepada Allah SWT.


"Sholawat dan salam tidak lupa kita kirimkan kepada junjungan kita nabi Allah Muhammad SAW yang telah mengantarkan umat manusia dari peradaaban hidup yang jahiliyah menuju pada peradaban hidup yang moderen,,,, yg penuh dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti yang kita rasakan pada saat ini. Semoga kita semua termasuk umat nya yang taat, yang berhak mendapatkan syafaatnya di hari akhir kelak. Aaamiin yarobbal Aa'lamiin.


"Bapak,Ibu saya berdiri di sini di acara aqiqahan untuk keponakan saya ini maka saya akan mengupas sedikit hal yang bersangkut paut dengan aqiqah."


"Ibu,Bapak menurut Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, aqiqah yaitu sembelihan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat diberi anak yg dilakukan pada hari ketujuh atau hari ke empat belas atau hari ke dua puluh satu dari kelahiran si bayi.


"Lalu bagaimana hukum dari Aqiqah itu? para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkannya namun mayoritas mengatakan sunnah.


Pihak yang Mewajibkan Aqiqah, antara lain:


– Syaikh Abdul ‘Azhim Al Badawi Rahimahullah dalam kitab Al-Wajiizmenyatakan bahwa ‘aqiqah adalah suatu kewajiban atas orangtua.


Dari Salman bin Amir adh-Dhabby Radhiyallahu’anhu, ia bertutur:


“Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallambersabda,”Bersama seorang anak itu ada ‘aqiqahnya. Karena itu alirkanlah darah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya.” ( HR: Tirmidzi  dan Nasa’i)


"Pihak yang Menyatakan Aqiqah itu Sunnah, antara lain:


– Syaikh Utsaimin Rahimahullah : ‘Aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yg amat dianjurkan). Bagi orang yg tidak mampu melakukannya maka gugur kewajiban (sunnah) ini darinya.


–Imam Ahmad Rahimahullah berkata ‘Aqiqah merupakan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau telah melakukannya untuk Hasan dan Hushain. Para sahabat beliau juga melakukannya. Dan dari Hasan bin Samurah radhiyallahu’anhu, 


Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Semua anak yg lahir tergadaikan dengan ‘aqiqahnya.” (HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa’i).


Sehingga tidak patut, jika seorang bapak tidak melakukan ‘aqiqah untuk anaknya. (Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194)).


"Lalu waktu nya kapan? Disunnahkan pada hari ketujuh dari kelahiran jika terlewatkan maka pada hari ke empat belas kemudian jika terlewatkan lagi maka hari ke duapuluh satu."


Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda,”Kambing ‘aqiqah disembelih pada hari 7 atau ke 14 atau ke 21.” (Shahihul Jami’us Shaghir no: 4132 dan Baihaqi IX: 303).


"Namun ada sebagian ulama, di antaranya Syaikh Shalih Al Fauzan dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bolehnya melakukan ‘aqiqah selain waktu di atas tanpa batasan sehingga berdasarkan pendapat ini, maka orangtua yang belum mampu pada waktu-waktu tersebut dapat menundanya manakala sudah mampu baru mereka melakukan aqiqah."


"Lalu mengenai Jumlah Kambing nya itu berapa? Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan 1 sekor kambing untuk anak perempuan.” ( Tirmidzi )


Demikian ceramah singkat mengenai Aqiqah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia


Akhirul kalam,

__ADS_1


SUBHAANAKA ALLAAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA-ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA-ATUUBU ILAIK. WALLAHUL MUWAFFIQ ILA AQWAMITHAARYQ."


WASSALAMU ALAIKUM WAROHMATULLAHI WABAROKAATUH


Wa'alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh. (serempak)


maka setelah di tutup dengan doa acara aqiqahan pun selesai ditutup kembali dengan santap hidangan.


"Alhamdulillah Baby-G sudah botak yah, Uuu tambah ganteng cayang," goda Umi, saat ini Baby-G sedang ada di pangkuan Umi. sedangkan Afkha dan Afsha berada di pangkuan Pak Kyai. Pak Kyai membebaskan anak-anaknya untuk bersantap ria bersama yang mudah-mudah lainnya.


****


Beberapa hari kemudian,,


Elyavira yang merasa tak kunjung membaik, dan ia juga enggan ke rumah sakit karena takut jarum suntik. Maka siang itu saat Devano masih berada di kampus, Elyavira menghampiri Umi di rumah utama tanpa sepengetahuan Devano, bagi mereka Umi sudah layaknya Orang tua sendiri. jika ada apapun maka orang pertama yang mereka hampir adalah Umi.


"Eh Neng Elya, masuk sayang! Sambut Umi pada Elyavira setelah membuka kan pintu.


"Iya,Umi maaf Elya mengganggu!"


"Tidak ada yang merasa terganggu sayang, mari silakan masuk! masa dengan anak sendiri merasa terganggu ya tidaklah, masuk sayang jangan sungkan," ajak Umi dengan begitu ramahnya seraya merangkul bahu Elyavira dan mengajaknya masuk. Umi membawa Elyavira ke ruang keluarga dan Lintang beserta Baby-G pun sedang berada di ruang tersebut.


"Hai Dek Lilin,,Baby-G! Assalamu'alaikum," Sapa Elyavira pada Baby-G serta Lintang


"Wa'alaikum salam, Ante El," ucap Lintang. mereka pun berbincang-bincang sedikit. Setelah itu pada akhirnya Elyavira mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke rumah utama itu.


"Neng maaf, ter akhir menstruasi kapan?" tanya Umi.


"Elya lupa Umi, tapi seingat Elya harus nya Minggu ini Elya menstruasi, tapi belum Umi dan sepertinya sudah dua periode Umi," Elyavira, menjelaskan pada Umi. Sepertinya Umi mengerti,ia mengangguk-anggukan kepalanya lalu ia berdiri.


"Neng sebentar ya, Alhamdulillah akhirnya alat itu terpakai kembali," ucap Umi pada Elyavira serta bergumam. lalu ia berdiri dan berlalu dari hadapan Elyavira dan Lintang.


Beberapa detik Umi sudah kembali dengan membawa sesuatu di tangannya. "Neng Elya tolong mempergunakan ini dulu ya. jika akurat sekarang pun mungkin hasil nya dapat dilihat koq. kita coba sekarang saja ya! nanti kalau tidak akurat gampang, masih ada beberapa alat koq dulu si Dedek belinya kebanyakan."


Elyavira menerima alat test pack kehamilan dari tangan Umi, walaupun Elyavira tidak mengerti,Ia ikuti intruksi Umi. dan Setelah menunggu beberapa menit akhirnya alat tespek tersebut menunjukkan hasil.



"Ini artinya apa Umi?" tanya polos Elyavira.


"Alhamdulillah,, itu artinya Kamu hamil Sayang," ucap Umi begitu antusiasnya.


"HAMIL?"


"Iya kak Elya, garis dua itu artinya positif, menunjukkan bahwa kak Elya sedang hamil," ucap Lintang. akhirnya Umi dan Lintang memeluk Elyavira dan mengucapkan selamat kepadanya.


"Mooi sayang, dari mana? Apih khawatir sayang!"


"Amih dari rumah Utama sayang, sudah beberapa hari Elya tidak bertemu dengan Umi, dek Lilin serta Baby-G,"


"Tapi mengapa tidak telepon Apih. Tiba-tiba pas Apih pulang Mooi tidak ada di building, tempat panahan dan berkuda. Apih khawatir Sayang! difikir Mooi pergi meninggalkan Apih," ucap Devano.


"Si Apih Fikiran nya koq ke situ, tidak sayang. Mana mungkin Amih meninggalkan Apih yang Amih cintai dan baiknya luar biasa! sini


deh Pih, Elya punya kejutan nih."


Elyavira mengajak Devano duduk di sofa, lalu ia naik ke atas pangkuan Devano dan bergelayut manja di sana. Ia tutup mata Devano dan ia kepalkan pada telapak tangan Devano ketiga alat test pack dari Umi.


"Apa ini Mooi?" tanya Devano.


"Buka saja matanya Pih, lalu lihat ada apa di tangan Apih!" pinta Elyavira, Devano menuruti permintaan Elyavira, Ia membuka matanya perlahan serta membuka kepalan telapak tangan nya secara perlahan pula.


"Apa ini Mooi?"


"Test pack kehamilan Pih, dan hasil nya itu garis dua! menurut Umi dan dek Lilin, itu artinya positif Pih."


"Positif? berarti! Mooi,, kita akan mempunyai Bayi?" tanya Devano, dan Elyavira hanya menganggukan kepalanya dengan tersenyum.


"MasyaAllah,, Alhamdulillah Jadi aku akan menjadi Apih sungguhan Mih?" tanya Devano dengan wajah yang sumringah.


"Iya Apih sayang!"


"Ahhaahha,, MasyaAllah, Terimakasih Mooi, terimakasih," Devano tertawa bahagia ia memeluk Elyavira dan mengecupi wajah Elyavira.


"Sama-sama Apih sayang,"


"Mooi, Besok kita periksa ke dokter ya! dan sebaiknya kita kembali ke Villa sayang. Di villa lebih banyak yang akan mengurus mu Sayang. Dan saat aku pergi kuliah maka aku akan merasa tenang meninggalkanmu.


"kalau untuk ke dokter Ayo Pih, tapi untuk kembali ke villa sementara ini jangan dulu ya Pih, kita tetap di sini saja ya, nanti jika Elya sudah betul-betul kesulitan dalam bergerak karena kehamilan yang sudah membesar. Maka Apih boleh bawa kita ke villa," ucap Elyavira seraya menuntun tangan Devano untuk mengelus perutnya yang masih datar.


"Tapi Apih khawatir sayang. Di sini tidak ada yang menemani,"


"Tak perlu khawatir Pih, ada Umi, dek Lilin, dek Nana. belum lagi banyak santriwati serta guru pembimbing yang lainnya."


"Tapi itu berbeda sayang!" seru Devano.


"PIH!!" protes Elyavira lirih.

__ADS_1


"Baiklah sayang, tapi saat kamu nanti sudah kesulitan untuk bergerak. Jangan pernah menolak jika Apih mengajak kembali ke villa.


"Janji pih," cup! Elyavira mengecup bibir Devano dan tentu saja di sambut baik Devano. Dengan menambahkan bumbu lain dalam kecupan nya hingga kini mereka sudah berada di kamar dan setelah itu???.


Priiiitt Author menyensornya 🤭 . Kata Reader Anyay nanggung Thor! #haram pakai "J" ya😆


********


Beberapa bulan kemudian,,,



"Alhamdulillah sayang! akhir nya aku dapat mewujudkan cita-citamu yang ingin beribadah ke tanah suci dan sholat di Masjidil haram bersama ku," Afnan berbicara sendiri sambil menyetir. Ia amat senang sekali, senyuman terukir di wajahnya. Sebuah buket bunga untuk Hasna sudah dipersiapkan, sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang sudah terlewat beberapa bulan sebetulnya. Afnan akan mengajak Hasna pergi Umroh ke tanah suci dan rencananya Afnan akan mengajak Hasna ke beberapa tempat untuk liburan dan berbulan madu. yaitu diantaranya ke Turki, Dubai, Oman dan mungkin Australia. Mereka akan singgah di kediaman ibunya Hasna yang berada di Australia.


Ia ingat saat Ubaydillah mengusirnya pulang paksa dari kantor beberapa menit yang lalu, agar ia menemui Hasna untuk menyampaikan kabar baik tersebut. Ubaydillah telah menyiapkan satu buah buket bunga beserta sebuah kado yang berisi satu set perhiasan yang bertahtakan berlian, dari mulai kalung, cincin, anting dan gelang.


"A'a bro! tunda pekerjaan nya, nanti biar Ana yang urus. A'a bro sana pulang temui Nana dan berikan ini padanya," ucap Ubaydillah


"Maksudnya dek Sob?" Afnan tidak mengerti.


"Ini satu buket bunga dan sebuah kotak hadiah yang berisi satu set Berlian sebagai hdiah perkawinan kalian untuk Nana dan di dalam map ini adalah berkas-berkas dan dokumen untuk keperluan kalian Umroh A. Ana sudah mendaftarkan kalian di biro perjalanan Umroh milik ayahnya Lilin. Tak perlu khawatir dan repot tentang akomodasi, semuanya sudah Ana urus. kalian tinggal berangkat saja, rutenya setelah dari tanah suci dan selesai Umroh maka A'a dan Nana akan berbulan madu ke Dubai,Oman,Turki dan terakhir ke Australia yaitu untuk berkunjung ke rumah Mama nya Nana. Dan itu sesuai yang pernah A'a bro utarakan."


"Setelah kalian selesai ibadah Umroh dari tanah suci maka, nikmatilah waktu bulan madu kalian yang tertunda." ucap Ubaydillah kembali.


"Tapi Dek,, bagaimana dengan Twins A?"


"Tak perlu khawatir, Twins A biar kami yang menjaga .ini sudah melalui perundingan antara Abi, Umi,Ana, Lilin bahkan Devano, Elyavira serta Adrain sudah bersedia ikut menjaga mereka A. Ninen dan Kiki akan ikut terlibat, mereka telah setuju untuk saling bergantian menjaga Twins A. Jadi kalian dapat bebas menikmati waktu kalian berdua di sana," tutur Ubaydillah.


"Masya Allah dek! entah apa yang harus Ana ucapkan sebagai tanda terimakasih.


"Maka dari itu pulanglah A! senyuman dan kebahagiaan A'a beserta Hasna adalah sebagai ucapan terima kasih yang tiada terhingga," ucap Ubaydillah.


"Terima kasih Dek, terima kasih,,Masya Allah.


Afnan begitu kegirangan ia mengecupi dahi dan pipi Ubaydillah.


"A'a hentikan, iieehh Eikye jijay deh! yah banjir juga deh! hahaha." celoteh ngondek Ubaydillah. hingga Afnan pun melepaskan kecupannya karena tertawa dan kini ia memeluk Ubaydillah.


"A'a pulang Dek. Lain waktu kita berangkat ke sana bersama ya dek. Assalamu'alaikum,"


"InshaAllah A, Wa'alaikum salam."


--------


Kini afnan sudah sampai di parkiran pesantren. dia bergegas turun dari mobil dan menuju rumah kayu. sepanjang jalan ia bertemu dengan beberapa santri Putra dan santri putri serta para tenaga pendidik. Mereka saling menyapa dan mengucap salam.


Hingga akhirnya Afnan pun sudah sampai di rumah kayu.


"Assalamua'laikum Mimma, Twins,, Biyya pulang nih!"


"Wa'alaikum salam, Kha, Sha Biyya kalian sudah pulang," Hasna menjawab salam.


Afkha dan Afsha sudah pandai berangkang. mendengar suara khas Afnan dan mereka tahu itu Biyya nya. Maka dengan hebohnya mereka menghampiri Afnan dengan cara berangkang.


"Hai sayang. Afnan memangku mereka berdua, seraya mengecupi pipi Afkha dan Afsha bergantian dengan gemas nya.


Lintang pun berada di rumah kayu tersebut. "Assalamu'alaikum Neng Lilin," sapa Afnan


"Wa'alaikumsalam A," Jawa Lintang.


Hai Baby-G Apa kabar Sayang. Assalamu'alaikum," sapa Afnan pada keponakannya. Afnan lihat Baby-G menggapai-gapai tangannya seperti meminta digendong. Afnan pun menaruh Afkha dan Afsha lalu ia gendong Baby-G.


"Oh Baby-G hendak digendong Biyya Nan yah," celoteh Afnan pada Baby-G dan membuatnya tersenyum kegirangan serta melonjak-lonjak.


Setelah Afnan dan Hasna menitipkan Twins pada Lintang yang bermain di kamar bermain . Maka Afnan pun mengajak Hasna mengobrol di kamar.


"Umroh By!"


"Iya sayang Umroh dan paket bulan madu, sebelum perkuliahan dimulai kita akan bebas di sana saya, dan Empat hari ke depan kita akan berangkat, setelah nanti kita Manasik Umroh, kita akan berangkat dari rumah singgah," ucap Afnan.


"Alhamdulillah By, Nana bahagia sekali sudah tidak sabar ingin sholat di Masjidil haram," loncat kegirangan Hasna. Sembari memeluk Afnan.


"Alhamdulillah sayang. Insya Allah secepatnya kita sampai di sana ya Sayang. Afnan menangis terharu karena bahagia. Hasna pun ikut menangis dalam pelukan Afnan.


"Lalu Twins bagaimana By?"


"Tenang saja sayang Twins akan banyak yang merawat disini."


"Tapi Nana, tidak tega By kalau harus meninggalkan Twins," ucap Hasna.


"Sama sayang, Byby pun tidak tega, lalu kapan lagi? jika menunggu Twins besar itu terlalu lama dan sebentar lagi perkuliahan sayang kan akan dimulai. Menunggu libur kuliah itu juga terlalu lama sayang. Lebih baik saat ini ada kesempatan mengapa kita harus menyia-nyiakan kesempatan baik ini."


"Betul By, Nana percaya kok dengan orang-orang di sini apa lagi Umi. Nana ingin memantapkan hati berangkat. Alhamdulillah Doa Nan diijabah.


*****


Terima kasih sudah membaca 🤗

__ADS_1


__ADS_2