
Sore hari Lintang dan Devano berangkat menuju ke kota S untuk menemui Hasna.
Sedang kan rombongan pak kyai hanya tinggal melewati dua kota lagi menunju jakarta.
Di dalam Mobil Afnan, terlihat Hasna duduk tak nyaman, mungkin karena terlalu lama duduk di mobil, di tambah lagi terjadi kemacetan parah karena ada kecelakaan Mobil lain di depan Mobil mereka, berbagai cemilan dan minuman telah Afnan beli dari minimarket yang terlewati saat di jalan.
“Sayang, pinggang nya panas ya atau bagaimana? ” tanya Afnan
“Lumayan by, sudah tak nyaman begini rasanya duduk” jawab Hasna
“Mau pindah ke mobil Abi?! , biar utun berjenggot pindah kesini“ ucap Afnan, ia tak tega kalau Hasna harus duduk tersiksa, sebetul nya sudah senyaman mungkin tempat duduk itu Afnan usahakan.
“Di sini saja by” ucap Hasna
“Pindah ke Mobil Abi ya sayang , duduk dengan Umi, di sana lebih luas sayang” bujuk Afnan
“Baiklah By, Nana pindah duduk dengan Umi, lebih enak nanti ada yang sayang sayang Nana kalau sama Umi” ucap nya.
“Yaahh gitu deh, sedih nih Byby kebaikan byby bagai kemarau satu tahun lalu terhapus hujan satu hari hehe”Ucap Afnan menyeringai, Karena ia tahu Hasna hanya berkelakar.
“Hehe, jangan lah marah wahai Ustadz, suamiku yang baik yang ter ter teeeerrr baik pokok nya, iiihh Nana uemneezz deeeh,” lalu Hasna nguwel nguwel pipi Afnan dengan jarinya Karena merasa gemas,dan demi istri nya yang sedang gemas, walaupun pipi nya sakit tetapi Afnan tahan .
“Ya sudah, tolong telepon dek utun berjenggot sayang” ucap Afnan
Lalu Hasna menelpon Ubaydillah memakai ponsel Afnan , setelah di terima maka ia mengalihkan nya pada headset wireless yang Afnan kenakan di telinga nya..
“Assalamu'alaikum A'a bro, ada masalah?” suara Ubaydillah di balik telepon.
“Oh tidak dek, ini Nana ingin pindah duduk dengan Umi, tolong stop sebentar di rest area depan” pinta Afnan
“ iya , baiklah A” ucap Ubaydillah.
Tak lama mereka sudah berada di rest Area, setelah istirahat sebentar dan Afnan membeli keperluan Hasna, makanan, minuman, tisu, termasuk membelikan Hasna nasi dan lauk nya di kedai fast food , maka kini mereka akan kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
“Sayang baik baik di sini ya” ucap Afnan setelah memakaikan safety belt dan memastikan Hasna duduk dengan nyaman, Mobil pak kyai termasuk luas dan tinggi maka Hasna dapat meluruskan kakinya, ia sudah terlihat nyaman di sana.
Hasna duduk bersebelahan dengan Umi, dan pak kyai pindah duduk di samping pak sopir.
“Iya By, tenang saja, byby hati hati mengemudi nya, jangan ngebut ya” pesan Hasna.
“Iya Mimma sayang, biyya tidak akan mengebut koq” ucap Afnan.
“Umi, maaf Nitip Nana ya, ” ucap Afnan pada Umi
“Iya sayang, Umi senang ada teman bicara, dari tadi pembicaraan seputar laki laki terus, heumm“ ucap Umi tersenyum
“Ya sudah jalan lagi ayo, Abi A'a kembali ke mobil Nana Assalamu'alaikum” pamit Afnan pada pak kyai , untuk kembali ke Mobil Hasna.
“ Wa'alaikum Salam , hati hati A” ucap pak kyai
“Iya bi” Ucap Afnan
Setelah di mobil Hasna..
“Loh Dek, biar A'a saja yang bawa, dedek kan calon pengantin tak baik mengemudi” ucap Afnan ketika sudah duduk bersebelahan dengen Ubaydillah di bangku pengemudi.
“Tidak apa apa A, biar Ana saja” Ucap Ubaydillah
“Ayola Deekk, A'a tidak tega, masa kamu yang mengemudi, padahal kan ini menjelang
Hari istimewa nya kamu dek, biar A'a yang mengemudi ya” bujuk Afnan pada Ubaydillah.
“Ana saja A'a bro, Ana pegal hanya duduk saja, A'a bro santai saja ya di situ ” Ubaydillah tak terbujuk Afnan.
“Masa begitu dek, kamu kan calon pengantin, harusnya jangan mengemudi Mobil” ucap Afnan
__ADS_1
“Hehe tidak apa apa A” Ubaydillah menyeringai.
Afnan malah manggut manggut, mungkin sedang berfikir cara agar Ubaydillah tidak harus mengemudi,tapi seperti nya tidak ada cara lain selain mengikuti keinginan Ubaydillah.
“Ya sudah A'a santai nih cerita nya,malah di sopiri calon pengantin, hehe” ucap Afnan, lalu Afnan pasrah ia faham akan isi hati Ubaydillah.
"Ya begitulah, hiii” Ubaydillah menyeringai
“Oke, baiklaaahh” ucap Afnan kembali, sedikit frustasi.
Ubaydillah tersenyum lega, Karena Afnan tak memaksa lagi, ia sudah bergidik jika Afnan yang mengemudi, tadi sewaktu bersama Hasna Afnan boleh pelan, namun jika bersama nya maka Ubaydillah tidak jamin Afnan akan membawa mobil dalam kecepatan rendah.
“Hehe....Alhamdulillah, nah begitu yaa.. Alhamdulillah akhir nya dia jinak juga, maaf A'a bro Ana tidak mau bunga bunga hati Ana yang baru mekar layu sebelum berkembang karena tiupan dahsyat nya Angin dari kecepatan speedo meter mobil ini jika A'a bro yang bawa, Biarkan Ana lelah sedikit, biarpun mungkin tak akan terjadi insiden tapi Ana bisa saja tak berakhir di pelaminan tapi berakhir di bangsal rumah sakit, karena komplikasi, mabok darat, gemetar, pucat, lesu yang lain nya jantung berdebar padahal sudah makan hehe..haddeudeuh Astagfirullah Al' adzim.
Gumam Ubaydillah dalam hati nya.
"Dek, sudah hafal belum untuk ijab qobul?”
Tanya Afnan
“InshaAllah sudah A” ucap Ubaydillah
" Coba dek bro, Ana mau dengar” ucap Afnan
Dan Ubaydillah pun melafalkan bacaan untuk ijab qobul, sesekali tertawa Karena salah, hingga mereka berbincang hal lainnya agar tak bosan di perjalanan.
____________
Di tempat lain, tepat nya di jalan raya yang mengarah ke kota S, Lintang dan Devano sedang asik mengobrol.
“Eh Lin, calon suami lo seperti apa sih?” tanya Devano.
“Yah sahabat gue stereess bucin ” ucap Devano.
“Eh enak aja, serius dia tuh ganteng walaupun cuma seorang sopir” seru Lintang
“Profesi dia sopir gitu Lin?” Tanya Devano
“Iya, kenapa,memang gue cari yang begitu koq, orang yang bisa ada setiap hari buat gue, gak sibuk seperti orang tua kita jarang di rumah, gitu loh Dev” tutur Lintang.
“Ya pilihan lo, semoga lo bahagia, tapi perasaan gue masih sama Lin” ucap Devano.
“Yah Dev, maaaaff yaaaa, memang lo suka sama gue dari mulai kapan sih?” tanya Lintang.
“Hmmm.. Dari mulai kelas dua sih, tapi gue gak yakin, dan gue merasa yakin kalau gue suka sama lo tuh setelah Nana pergi dan kita sering berdua, yang paling yakin ya sejak gue pergi ke Belanda, gue merasa kehilangan lo” penjelasan Devano.
“Dev, gue sayang sama lo, tapi sebagai sahabat, bagaimana dong?” Lintang terlihat menyesal
“Udah santai aja, tapi gue mau kerjain calon suami lo ah” ucap Devano tersenyum hanya di sudut bibir
“Eh Dev jangan macam macan lo” tuding Lintang
“Tenang, gak akan macam macam Lin ” ucap Devano
.
“Awas lo ya aneh aneh” ancam Lintang.
Kini malam haripun tiba, tepat nya ba'da isya, rombongan pak kyai baru saja tiba di rumah Hasna, mbak Nurin dan ibu panti serta anak anak panti Menyambut kedatangan mereka, sling berjabat tangan, dan pak kyai paling cinta dengan anak yatim maka ia menyalami dan menciumi ubun ubun para yatim dan piatu tersebut.
“Assalamu alaikum Adik adik, sesuai yang kak Ubaydillah janjikan, orang tua kalian akhir nya datang, ayo bersalaman, tapi perlahan janagan berebut, ingat ibu kalian sedang mengandung dedek kalian ya” ucap Ubaydillah
Waalaikum Salam,, sahut mereka serempak lalu menghampiri Afnan dan Hasna saling bersalaman, yang masih kecil kecil bergantian di gendongan oleh Afnan.
__ADS_1
Kini sudah tenang kembali, anak anak panti telah d atur masuk kembali oleh ibu panti
Setelah santap malam dan di jamu minuman, akhirnya mereka masuk ke dalam kamar masing masing.
“Nah ini kamar Nana by, kamar ini Nana tempati dari Nana SD kelas 6” ucap Hasna antusias memprerlihatkan kamar dirinya pada Afnan.
Afnan mengangguk anggukan kepala, lalu ia merasa sakit di dalam dadanya, ia membayangkan pasti banyak kesulitan emosi yang Hasna lalui di kamar ini seorang diri, maka tanpa dapat ia tahan rasanya ingin sekali memeluk erat Hasna, lalu ia rapatkan tubuh nya pada tubuh Hasa,.
“Sayang sudah ya, mari kita bersih bersih lalu bobo” ajak Afnan
“Maaf by Nana tak bermaksud, membawa byby ke masa lalu Nana” ucap Hasna
“Tidak apa apa sayang, byby senang berada di sini, akhir nya sampai juga byby di sini di tempat istrinya byby menghabiskan masa masa belia nya, tapi besok lagi yaa beri penjelasan nya, sekarang sayang istirahat dulu, pasti lelah kan , kasihan juga dedek Utun nya perlu istirahat” Afnan berucap selembut mungkin karena ia tak mau mengganggu sikap Antusias yang di tunjukan Hasna lenyap berganti murung.
“Heee iya by maaf, masih terasa kemarin Nana meninggal kan kamar ini, dan sekarang pulang bawa byby” ucap Hasna tersenyum.
“Ya sudah, bersih - bersih dulu yuk byby bantu” ajak Afnan
Lalu mereka pun pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berganti pakaian.
Di kota S, pukul 10 malam Lintang dan Devano baru saja tiba di area Ponpes.
“Wah parah lo Dev, mengapa lo gak bilang kalau Nana tinggal di area Ponpes, kan tau gitu gue pakai baju terturup” gerutu Lintang
“Sorry gue juga gak tahu kalau ini area pesantren” ucap Devano memelas.
“Ya sudah gue pinjam jacket lo” ucap Lintang
“Nih,” ucap Devano seraya memberikan jacket nya, dan Lintang pun memakainya..
Lalu mereka pun turun dari mobil dan kbetulan di masjid area Ponpes itu masih ramai para santri dan para ustadz, serta guru pembimbing lain nya.
Seorang laki laki memakai stelan koko sekitar usia 40 tahun menghampiri mereka.
“Assalamu alaikum adik adik” sapa nya
“Waalaikum Salam pak” ucap Lintang dan Devano.
"Maaf adik adik sedang mencari siapa, dan dari mana ?”
Tanya pria itu kembali.
“Kami sedang mencari sahabat kami pak, dan kami dari jakarta, katanya sahabat kami ada dan tinggal di sini pak” tutur Devano
“Oh dan Nama adik adik siapa?” tanya pria itu
“Saya Devano pak dan ini Lintang, sahabat saya” Devano memperkenalkan diri
Beberapa orang lain santri dan guru pembimbing menghampiri, mereka bersikap ramah.
“Ya sudah, mungkin kami kenal, inshaAllah kami kenal sih kalau ia tinggal di pondok pesantren ini, sebutkan saja Nama sahabat adik adik ini” ucap pria lain nya yang baru tiba
Nama nya Hasna pak Hasna Aulia Zahrani ucap Lintang dan Devano..
Hasna, Hasna aulia Zahrani??!!!
Pria itu berfikir.
“Oh itu Ustadzah Hasna pak” ... Ucap salah satu santri
Ustadzah???????!!!! Bertanya dan berseru Devano dan Lintang serempak karena terkejut.
***************
🙏😍💐😇
__ADS_1