Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 136. Lintang pandai ber seriosa


__ADS_3

Na...Nanaaa.. Keluar lo.. Hasnaaaa keluar, gue mau buat perhitungan sama lo.. Hai Hasna Aulia Zahrani keluaaaaaarrrrr....” Teriak Lintang.


Lanjutkan🙉🙊🙈👉👉👉


Lintang membuat gaduh di rumah Hasna shubuh shubuh begini, beruntung rumah Hasna luas dan besar, jadi kegaduha hanya terdengar sampai halaman depan Karena pintu terbuka lebar.


Pak Kyai baru saja selsai sholat shubuh berjamaah bersama Umi di kamar yang bersebelahan dengan kamar Ubaydillah ,ketika hendak berdoa dan ber dzikir ia mendengar suara teriakan dari arah ruang keluarga yang menghadap ke arah tangga


“Astagfirullah Al adzim, ada apa itu mi?” tanya pak kyai pada Umi.


“Kurang tahu BI” ucap Umi.


Ubaydillah, baru saja mengucapkan salam yang kedua, ketika menengadah kan tangan hendak berdoa , ia mendengar suara wanita berteriak memanggil Hasna


Hasna dan Afnan baru di Rokaat ke dua dan saat menengadah tangan untuk melafalkan Doa qunut shubuh, maka ia mendengar nama nya ada yang meneriaki.


Begitupun dengan Zainal, Nurmala, keluarga nya, para sopir, para anak panti, ibu panti dan pengurus panti semua terkejut, lalu serempak keluar dari kamar masing-masing


Nana.. Keluar !!!! Lintang masih saja berteriak


Devano yang terlelap di dalam mobil samar samar mendengar yang berteriak lalu ia mencoba membuka mata dan mengerjap ngerjap kan nya, mengumpulkan kesadaran dan ia baru tersandar kalau itu rumah Hasna atau rumah singgah,


“Astagfirullah, Lintang” ucap nya, ia yakin yang sedang berteriak di dalam itu adalah Lintang, bergegas ia turun dari mobil dan berlari kecil menerobos ke dalam rumah, benar saja ia lihat Lintang sedang berkacak pinggang.


“Lin, udah Lin apa apaan si lo, malu tau pagi pagi kayak begini bergaduh di rumah oarang” ucap Devano


“Biar.. Biar saja, gue belum puas kalau belum membuat perhitungan dengan pemilik rumah ini” hardik Lintang


Setelah mengucap salam Hasna setengah berlari keluar kamar, ia tahu itu suara Lintang, Afnan yang khawatir melihat istrinya setengah berlari masih bermukena lengkap, maka ia pun mengejar nya.


"Sayang, sayang jangan berlari sayang” panggil Afnan khawatir.


“Itu Lintang By, pasti ia sedang kesal sekali, kalau tidak dia tidak akan pernah seperti itu” ucap Hasna.


Afnan berhasil meraih Hasna, lalu ia mendekap nya.


" Byyyy lepas, lepas kan Nana, itu Lintang kasihan cari Nana” Hasna mencoba melepaskan diri dari dekapan Afnan, namun ia kalah kuat,lalu Afnan melepaskan dekapan nya dan kini ia pegang kedua pundak Hasna, dan berbicara berhadapan, Hasna menunduk.


"Masih kamu fikirkan orang lain?!!


Walaupun ia sahabat mu fikirkan juga dirimu, fikirkan calon anak kita dong sayang!”


Seru Afnan sedikit membentak namun lebih ke arah tegas penuh penekanan.

__ADS_1


Hasna mulai berkaca kaca, ia merasa di intimidasi suaminya.


"Maaf by.. Maafkan Nana” ucap nya lirih


"Baik jika ingin ke lantai bawah byby antar tapi tolong, jangan gegabah, ada dua janin di perutmu” ucap Afnan, kali ini ia berusaha bernada lembut


" Iya by, terimakasih” ucap Hasna pelan seraya menatap mata Afnan penuh penyesalan.


"Hmmm.. Maafkan byby sayang, sudah bicara keras pada mu” ucap Afnan serta mengecup dahi Hasna.


Hasna hanya menganggukkan kepala dan tersenyum, ia faham Afnan meng khawatirkan dirinya.


Emosi Lintang sudah sedikit mereda, ia duduk di sofa.


Hasna dalam rangkulan Afnan, ia sedang menuruni Anak tangga, menuju ke lantai bawah untuk menemui Lintang.


Ubaydillah baru saja keluar kamar, Berbarengan dengan Abi dan Umi.


“Ada apa ini dek ribut ribut” Tanya Umi


“kurang tahu mi, ini dedek baru saja akan melihat nya” ucap Ubaydillah pada umi.


“Lihat sana dek utun , temani A'a mu dan Nana, mereka baru saja turun seperti nya” ucap pak kyai.


"Baik Bi, dedek turun sebentar, Abi dan Umi tunggu di sini Saja ya” ucap Ubaydillah


“Dek Lilin??!!” gumam Ubaydillah


Terdengar suara Lintang kembali berteriak saat Hasna telah berada di depan nya.


"Nana lo jahat banget sih sama kita, lo menghilang begitu saja tanpa kabar” ucap Lintang penuh lupan emosi.


"Lintang maafin Nana Lin, Dev.. Ini semua sekenario papah, saat Nana pergi kota S, bukan hanya motor yang di sita papah, tapi juga ponsel, Nana tidak bisa menghubungi kalian Lin, Dev” Hasna memberi penjelasan pada Lintang dan Devano.


(Hasna menyebut dirinya Nana bukan gue, krena ia sadar ada mertua nya dan yang lain nya).


" Tetap saja gue kecewa sama lo Na” ucap Lintang kembali


Afnan tak melepaskan Hasna dari rangkulan lengan nya .


Abi dan Umi yang melihat Ubaydillah tidak juga berlalu dari tempat ia berdiri dan malah terlihat menganga, maka Abi dan Umi memutuskan untuk menghampiri Ubaydillah.


Setelah Abi dan Umi berada di dekat Ubaydillah, maka Abi bertanya.

__ADS_1


“Ada apa dek Utun, bukannya turun, malah bengong di sini? ” tanya pak kyai.


"Iya nih dedek turun Sana” timpal Umi


" Nanti dulu ABi, UMi.. Ada adegan seru lihat tuh, Abi sama Umi tahu tidak?” Ubaydillah malah balik bertanya.


"Tahu tentang apa dek? ” tanya Abi dan Umi serempak ya memang tidak mengerti.


“Itu tuh perempuan itu Lintang, calon Istri nya dedek serta calon menantunya Abi dan Umi, hehe selain pandai menganiaya ternyata Lintang pandai ber seriosa (lagu yang serius dan sering di bawakan dalam nyanyian ketika petunjukan opera dengan tekhnik suara tinggi, terkenal dari italia) Abi, Umi hehe”


Ubaydillah memberitahukan jika perempuan yang dari tadi teriak teriak itu adalah Lintang calon istri nya, dan Ubaydillah malah melihat kelakuan Lintang terkesan Lucu.


"Astagfirullah Al adzim, jadi itu Lintang dek?” tanya kedua nya, bernada terkejut.


" Iya Abi.. Umi.. Itu Lintang yang akan dedek Nikahi hari ini” ucap Ubaydillah santai


" Heeeehhhmmmmmmm” Pak kyai dan Umi hanya dapat menghela nafas panjang dan saling bertatapan


Yang lain juga ikut keluar kamar, namun hanya sebagi Penonton, Anak anak panti sudah di tertibkan oleh ibu panti agar masuk kembali ke dalam kamar.


“Nikah gak kasih tahu juga, padahal gue bolak balik ke rumah ini, tapi Mbak Nurin gak beri petunjuk apapun, ya ampun Na, lo tegaaa, masih dengan nada berteriak, hikss hikss lalu Lintang menangis tersedu menumpahkan emosi nya, Devano mengelus punggung Lintang di saksikan Ubaydillah dari atas tangga dan mereka tidak menyadari nya kalau ada yang memperhatikan mereka Sedari tadi dengan tatapan elang nya.


Hasna pun ikut menangis, lalu mereka bertiga berpelukan di saksikan Afnan


“Lo tau gak Na, gue dan Devano baru saja balik dari kota S untuk menjemput lo awal nya, ternyata lo malah sudah lebih dulu ke Jakarta, kita tahu dari orang yang ada di ponpes” ucap Lintang


“Tega banget lo Na, tega, jahat, gak punya perasaan lo Naaa” Lintang masih histeris bercampur tangis, ia mengguncang guncangkan tubuh Hasna, Afnan yang khawatir maka ia dengan sigap menarik Hasna ke dalam dekapan nya, lalau ia mendekap nya memutar dan jadilah Afnan membelakangi Lintang, dan saat Ini malah berbalik punggung Afnan lah yang Lintang pukuli memakai kedua tangan nya.


“Jahat lo Na, jahat... Tega.. Tegaaa.. Iiihh gue kesel sama lo Na....” Huuuu.. Huuu.. Duuk duuk buuk buuk... Kedua lengan Lintang masih saja memukuli bahu Afnan, dengan Hasna masih di dekapan nya, Afnan menahan hantaman demi hantaman lengan Lintang, namun sebetul nya lengan Lintang pun sakit, karena punggung afnan yang kekar, kedua lengan nya sudah memerah apalagi kulit Lintang putih bersih.


“Lin sudah, Lin...” Devano berusaha menenangkan Lintang, namun Lintang masih tak mau berhenti, lalu Devano terpaksa menarik Lintang dan memeluk nya, Ubaydillah yang Menyaksikan drama shubuh di barengi adegan pelukan Devano dan Lintang, maka ia tak rela melihat calon Istri nya di sentuh pria lain, tanpa fikir panjang Ubaydillah berlari menuruni anak tangga dengan Abi dan Umi nya menatap ke bingungan.


“Hai lepas, tolong lepaskan sentuhan mu ia calon istri ku” Teriak Ubaydillah pada Devano.


Devano dan Lintang sama sama terkejut dengan suara teriakan yang mendekat, maka merekapun melepaskan kan pelukan satu sama lain.


"Kak Davian???!!” Lintang lebih terkejut lagi, ketika ia tahu siapa yang berada di hadapan nya kini.


“Lin, jadi ini calon suami lo?” tanya Devano


“Ii.. Iya Dev” jawab Lintang gugup.


Ketika Devano dan Ubaydillah saling berhadap-hadapan dan menatap wajah satu sama lain maka keduanya menepuk perlahan pipi mereka sendiri dengan tangan masing masing, mereka merasa sedang mengaca, walau pun Ubaydillah versi 27 /28tahunan dan Devano Versi 18/19 tahunan.

__ADS_1


“Kak Davi sedang apa di sini?” tanya Lintang


“Se... Se.. Sedaaang...” Ubaydillah gugup tak dapat menjawab pertanyaan Lintang dengan lantang , Karena Ia baru menyadari bahwa ia telah membuat Lintang terkejut karena kehadiran nya yang taba tiba saja.


__ADS_2