Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
63. Nga-Wuruk


__ADS_3

Afnan bergegas ke Masjid. Sudah terbiasa ia diam Masjid, dari mulai waktu tahajud sampai waktu Subuh tiba.


Tak terasa waktu Subuh pun tiba, terdengar lantunan suara Azan yang begitu merdu. Hasna yang masih terlelap, mendengar suara Azan yang begitu merdunya, ia pun terbangun.


"Masya Allah Byby ... aku yakin itu suara mu, begitu merdu By."


"Ya Allah ... terima kasih Engkau kirimkan lelaki luar biasa sebagai imam ku." gumam Hasna.


Lalu Hasna beranjak ke kamar mandi.


Ini hari jum'at dalam pikirnya. "Sepertinya, haid ku sudah selsai deh!"


Ya memang benar. Ketika di cek, haidnya Hasna sudah selsai. Lalu Hasna pun bergegas mandi, tak lupa ia mandi junub haid, keramas membershikan diri dari hadas besar.


'Nawaitul Ghusla Lifraf il Hadatsil Akbari minal Haidil Lillahi Ta’ala'


Artinya: Saya berniat mandi wajib untuk mensucikann hadast besar dari haid karena Allah Ta’ala.


Selsai mandi, Hasna mengenakan pakaian, lalu ia membuka kotak kaca yang berisi satu set mukena bordilan yang sangat cantik.


"Syukurlah ... waktu itu, kotak seserahan yang berisi Mukena ini, sudah di bawa ke sini, tapi yang lainnya di simpan di mana ya? ah, sudahlah, nanti saja di carinya," ucap Hasna, bicara sendiri.


Lima menit kemudian Hasna sudah berada di atas hamparan sajadah. Mengenakan mukena, menghadap kearah kiblat, ia melantunkan sholawat Nabi sembari menunggu iqomah.


Setelah terdengar lantunan iqomah ia pun melaksanakan sholat Subuh.


Setelah Salat, ia mengambil Mushaf Al-Qur'an. Hasna rindu sekali melantunkan Ayat suci Al Qur'an.


Lalu Hasna memulai, dengan merdunya ...


** بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ **,


1.


ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَىٰ عَبْدِهِ ٱلْكِتَٰبَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ


Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.


2.


قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا


sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,


3.


مَّٰكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا


mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

__ADS_1


4.


وَيُنذِرَ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا


Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak".


5.


مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَٰهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا


Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.


6.


فَلَعَلَّكَ بَٰخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا۟ بِهَٰذَا ٱلْحَدِيثِ أَسَفًا


Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).


7.


إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا


Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.


8.


وَإِنَّا لَجَٰعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا


9.


أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَٰبَ ٱلْكَهْفِ وَٱلرَّقِيمِ كَانُوا۟ مِنْ ءَايَٰتِنَا عَجَبًا


Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?


10.


إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا


(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".QS. Al.KAHFI


-(صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْم)


Maha benar Allah yang maha Agung.


اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ


Ya Allah rahmati aku dengan al-Quran..


Afnan yang sudah pulang dari Masjid, ia urung masuk kamar, ketika mendengar suara merdu Hasna. Afnan menunggu Hasna selsai mengaji di balik pintu, sembari meresapi merdunya suara Hasna Ayat per ayat. "Masya Allah ya Rab ... benar itu suara merdu istriku."

__ADS_1


Setelah Hasna terdengar menyelsaikan bacaan Al-Qurannya, Afnan pun masuk.


Ia melihat Hasna sedang melipat Mukenanya."Assalamualaikum ... istriku sayang!"


"Wa'alaikum Salam ... Byby Sayang!"


"Wah, sudah boleh Salat ya sayang?"


"Sudah By ...."


"Sudah selsai haidnya, Sayang?"


"Sudah By ...."


"Kalau begitu temani ku tidur."


"Emmmm ...." Hasna ragu.


"Bagaimana kalau kita olahraga saja By? Kita Joging Keliling pesantren ...."


ucap Hasna


"Aku sih mau saja Sayang! tapi ... pagi ini jadwal aku ngawuruk ibu ibu pengajian, Sayang!"


"NgaWuruk. Apa itu Byby Sayang?" tanya Hasna


"Ngawuruk itu seperti halnya ngawulang artinya mengajar para murid dalam bahasa Sunda. Jadi ... ngawuruk itu sama halnya mengajar, tapi biasanya istilah ini lebih di gunakan untuk para guru ngaji. Ngawuruk itu kata halus dari ngawarah, yang artinya mendidik.


"Misalnya, ngawarah anak artinya mengajar atau menghukum itu mendekati ke arah itu pribahasanya, nah kalu untuk mengajar mendidik ngaji itu ngawuruk. Lebih seperti mengajar atau membimbing para santri. Nah sama halnya saat para kyai, Ustadz atau Ustadzah ketika berceramah dalam sebuah pengajian, Sayang. Karena harus ada, suatu hal positif serta doa doa atau potongan potongan Ayat yang para Ustadz, Ustadzah itu Sampaikan. Nah jadilah di namakan ngawuruk , atau memberi pengajaran atau bimbingan, ya sama halnya dengan itu-lah."


"Oh ... begitu ya By."


"Ya ... seperti itulah. Ayok sini Sayang! temani aku tidur."


Saat Itu Afnan, telah duduk bersandar pada kepala dipan, dengan posisi kaki lurus di atas kasur. Posisi Hasna berdiri di sisi tempat tidur menghadap ke arah Suaminya.


"Eummm, tapi By?" Hasna nampak ragu. Namun, belum pun Hasna selesai berkata, Afnan telah menarik Hasna kedalam pangkuannya.


Bersambung ...


***


Nahloh, mau ngapain tuh Ustadz?


Nana Haidnya sudah selsai.


Waduh, signal ... bahaya ... bahaya ... bahaya!!


Ooppsss... Para readers gemes kesayangan. Hayo jangan piktor ya ...

__ADS_1


🙏😁😁😁😁 Tetap ... Vote , like, koment. 👍👌😍😍


__ADS_2