Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
8Eps 139. SAH nya DAVIAN UBAYDILLAH AL-JARIS


__ADS_3

Siang hari ba'da dzuhur semua sudah siap, mereka hendak ke rumah Lintang, Ubaydillah sudah menggunakan stelan jas lengkap, ia sudah tak sabar dan tak bisa tenang, mungkin sudah 10 kali ia putari halaman rumah Hasna hingga ia tersenyum dan bersiul.



Afnan melihat Ubaydillah mondar mandir karena grogi, ia tersenyum serta menghampiri Ubaydillah sembari menggedong anak nya Afrina yang masih berusia 4 tahun, kakak nya Afnan beserta keluarga yaitu Afrina baru saja tiba sekitar pukul 9 selang satu jam bersama Adreena yang kembali dari turki.


Afnan faham akan perasaan adik nya itu, gugup, bahagia dan tidak sabar, ia pun pernah merasakan itu namun tak se aktif Ubaydillah, Karena Afnan lebih cenderung pendiam, namun Ubaydillah yang pembawaan nya hyper aktif dari kecil, maka jika di keluarga inti ia tidak akan malu berteriak bahkan berjingkrak.


"Nikah dek??" gurauan Afnan menghentikan aktivitas Ubaydillah.


"Hhuuu A, tegang nih, hari bersejarah detik detik pelepasan masa jomblo hehe" Ubaydillah menanggapi gurauan Afnan.


"Yakin Lintang nya mau terima" ledek Afnan kembali


"Heeeiii menyepelekan, papi nya Lintang yang sudah berada di kubu Ana A'a bro, InshaAllah yakin kemungkinan gagal ziro persen, hehe"


Ubaydillah begitu yakin.


"Hehehe,okke, akhir nya dek hari pembalasan Ana tiba, untuk membuat kamu merasakan sesuatu yang menggantung kemudian hari" ucap Afnan tersenyum penuh intrik.


"Wadaw terdengar mengerikan A'a bro" ucap Ubaydillah ahahaha, lalu mereka tertawa bersama.


Afnan mengenakan stelan jas serta kemeja yang senada dengan gaun serta Hijab yang Hasna kenakan, bila acara acara seperti ini Hasna akan mengenakan gaun dan Hijab walaupun belum memakai yang syar'i


Hasna dalam balutan hijab:



"Sudah siap, mari berangkat" , ajak pak Kyai


"Iya ayo" , ucap mereka serempak


Afnan mengemudikan Mobil Lintang bersama Ubaydillah di samping nya, dan Hasna besama pak kyai serta yang lain nya.


Tak sampai 10 menit kini mereka sudah sampai di rumah Lintang, acara pertama tetap di adakan Khitbah, lalu acara kedua menikah dan Ubaydillah bersikeras ingin menikah di masjid, maka mereka telah meminta Izin menikah di masjid yang berada di tengah komplek tersebut.


Mereka di sambut baik, saat orang tua Lintang keluar, pak Kyai dan Papi nya Lintang sama sama saling menunjuk dan mengingat


"Assalamu alaikum" ucap pak Kyai


"Waalaikum Salam" jawab Fendri


"Loh.. Loh.. Loh.. KYAI QORRY HUSAIN?!!!


Jadii.. Yang akan menjadi besan ku pak Kyai??" MasyaAllah" ucap bahagia Fendri papi nya Lintang.


"MasyaAllah, pak Fendri Samudera?!!!"


Begitupun dengan pak kyai merasa terkejut yang akan menjadi besan nya itu orang yang masih ia kenal, lalu mereka sama sama berpelukan


" SubhanAllah, tak menyangka kita akan bertemu di sini pak kyai, calon besan lagi" ucap Fendri


"Iya iya MasyaAllah, ternyata saya menghantarkan putra bungsu pada orang yang saya kenal .." Ucap pak kyai tersenyum


Para tamu hanya diam, Mereka belum mengerti, mengapa pak kyai dan papi nya Lintang saling mengenal.


" Ya Allah, saya tidak mengetahui pak Kyai memiliki dua orang putra, MasyaAllah.. Dan Mana putra pak kyai yang satunya , dek Afnan ahahaha, sempat saya tertarik menjodohkan putri saya dengan nya, ternyata sekarang malah berjodoh dengan adik nya, ah tidak mengapa sama saja, saya bersyukur Allah mendengar keinginan saya ternyata alhamdulillah " ucap papi Lintang sembari tertawa.


"Nih putraku Afnan dan kini sudah menikah, nih istrinya, saat ini sedang mengandung cucuku pak Fendri" ucap pak kyai.


"Assalamu alaikum om" ucap Afnan serta menyalami Fendri


"Waalaikum Salam, waaahh makin gagah dan tampan saja Dek Afnan ini" puji Fendri


"Ah om bisa saja, o iya perkenalkan ini istri saya" ucap Afnan.


"Hasna?!!" ucap Fendri, ia merasa terkejut Karena istri Afnan itu ternyata sahabat anak nya yang sudah sangat ia kenal.


"Mih, mih lihat mih ternyata Nana mih" panggil Fendri pada istrinya.


"Ya Allah benar ini Nana, Aunty Rindu" ucap mamih Lintang.


"Sama Nana juga Rindu Uncle dan Aunty " ucap Hasna, seraya menyalami mereka.


"Afdal tidak memberi tahu kita mih kalau Nana sudah menikah, em em em Afdal Afdal..." gumam Fendri terdengar nada menyesal.


"Ya sudah mari masuk" ajak Fendri

__ADS_1


Kini semua sudah berada di dalam rumah, rumah Lintang luas jika hanya untuk tamu sebanyak 100 orang saja sih cukup.


Hasna pamit untuk menemui Lintang, Devano sudah berada di ruang keluarga dari setadi.


"Hai Dev" , sapa Hasna ketika ia melihat Devano sedang duduk di sofa dan memainkan ponsel nya


"Hai bu Ustadzah Assalamu alaikum" ucap Devano menyeringai


"Ah elo Dev, waalaikum Salam" ucap Hasna.


"Lintang di dalam" tunjuk Devano pada kamar Lintang yang kini sudah di rias menjadi kamar pengantin.


"Okke gue menemui Lintang ya Dev" pamit Hasna.


"Yups masuk saja" ucap Devano


Di dalam kamar Lintang...


"Lin, gue masuk ya" ucap Hasna di balik pintu yang sedikit terbuka.


"Iya Na masuk saja," ucap Lintang ketika ia menoleh dan ia lihat Hasna di ambang pintu.


Hasna lalu masuk ke dalam kamar Lintang, dan kini Lintang duduk di sisi tempat tidur, berbalut gaun pengantin yang terlihat sederhana namun elegant, begitu ia tahu Ubaydillah adalah seorang putra kyai dan seorang Ustadz maka dalam hitungan jam ia membatalkan gaun terbuka nya dan meminta gaun yang yang berhijab dan ia memimta yang tidak terlalu mencolok.



"Lintang lo cantik sekali, uuumm" mereka berpelukan


"Na, maafin gue ya" ucap Lintang


"Iya Lin, gue juga minta maaf, coba dari awal gue menghubungi lo, pasti kejadian nya gak seperti ini, hehe" ucap Hasna


Akhirnya sama sama terkekeh.


"Jadi gue mau punya keponakan dong," ucap Lintang seraya mengelus perut Hasna.


"Iya Lin, twins Baby heeee" ucap Hasna menyeringai.


"What Twins Baby, ahahaha serius lo na?" tanya Lintang sembari tertawa senang


"Hooh.." ucap Hasna mengiyakan


"Eh Na, kak Davi itu orang nya bagaimana sih?" tanya Lintang kembali


"Lucu hihi, kak ubay itu lucu, baik, pintar,sopan, pokok nya InshaAllah, lo gak akan menyesal Nikah sama kak Ubay Lin" ucap Hasna antusias.


"Ya ampuuuun kalau baik dan lucu sudah kelihatan koq Na, ooohh Kak Davi, uumm gue kesemsem pouoll sama doi hihi.. Oh jadi lo panggil dia nama tengah nya ya, dan lo yang kakak ipar malah panggil dia kak, ahhaha ada ada aja lo Na" ucap Lintang dengan nada manaja, bergurau higga tertawa.


"Ahaha ya habis dia kan lebih tua dari gue Lin" hasna tertawa merasa lucu


"Non, sudah di panggil ke luar," tiba tiba Art Lintang muncul, memberi tahukan agar Lintang keb luar kamar.


"Oh iya Mbak, Terimakasih, ayo Na nanti nanti kita ngobrol lagi ya dan please lo dampingi gue terus yaa" ucap Lintang mengiyakan pada Art nya, serta mengajak Hasna untuk ke luar dan meminta tetap di sisi nya.


"Iya Lin, gue akan tetap di samping lo, sampai lo halal menjadi milik kak ubay, baru akan gue serahkan pada kak ubay Heee" ucap Hasna tersenyum.


"Terimakasih Na.... sama sama" ucap Lintang dan di balas oleh Hasna


Kini Lintang dan Hasna, sudah berada di kumpulan para perempuan, bergabung bersama Mami nya, Umi kyai, kakak kakak nya Afnan, Nurmala dan para kerabat dari Lintang, karena tempat laki laki dan perempuan di pisahkan dan mereka membuat dua kumpulan untuk laki laki dan perempuan.


Pak kyai selaku orang tua laki laki, memulai pembicaraan..


" Assalamu alaikum warahmatullahhi wabarokatuuh " ucap pak kyai


"Waalaikum salam warahmatullahhi wabarokatuuh" ucap semua seremapak.


"saya selaku orang tua dari pihak laki laki , alhamdulillah telah di beri Nikmat sehat oleh Allah hingga dapat hadir di kediaman bapak Fendri Samudera dan telah di terima dengan amat baik , tidak lain adalah, berniat Meng Khitbah serta setelah nya kami akan meminta putri dari Pak Fendri Samudera yaitu saudari Lintang menikah dengan putra kami Davian Ubaydillah Al-Jaris " tutur pak kyai


" Terimakasih atas kehadiran bapak kyai di kediaman saya yang sederhana ini, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami" ucap papi Lintang.


"Langsung saja pada intinya, ini untuk dek Lintang, apakah dek Lintang menerima pinangan dari anak saya Davian dan apakah setelah nya setuju untuk menikah dengan Davian??" tanya pak kyai.


Lintang berkaca kaca lalu ia menoleh pada mami nya dan mami nya menganggukan kepala pertanda mengiyakan


" InshaAllah saya menerima pinangan dari kak Davian dan InshaAllah juga saya bersedia untuk di nikahi kak Davian" ucap Lintang lirih namun pasti.


"Alhamdulillah hirrobal alamin, jika dek Lintang bersedia, silahkan Umi pakai kan cincin Khitbah nya" seru pak kyai pada istrinya.

__ADS_1


"Iya Abi baiklah, mari sayang Umi sematkan cincin Khitbah di jari manis kirimu" ucap Umi pada pak kyai, lalu di lanjut kan pada Lintang, ia meraih tangan Lintang dan menyematakan sebuah cincin cantik di jari manis bagian kiri, cincin mas putih bertahtakan berlian.


Acara Khitbah pun selsai, lalu mereka menuju masjid komplek.


Kini mereka sudah berada di dalam masjid dan Ubaydillah telah siap untuk melafalkan ijab Qobul


Pak penghulu dan para saksi pun sudah siap di dalam masjid


Seperti tadi saat Khitbah maka barisan perempuan dan laki laki pun kembali di pisah.


Kini Ubaydillah telah berhadapan dengan papi nya Lintang dan penghulu serta para saksi.


Di awali...


BISMILLAHIROHMANIRROHIM..


Kini tangan Ubaydillah di jabat oleh papi nya Lintang.



Dan papi nya Lintang di tuntun oleh pak penghulu untuk melafalkan ijab.


Ijab:


Ankahtuka wa Zawwajtuka Makhtubataka Binti  LINTANG PRAMESWARI SAMUDERA alal Mahri LOGAM MULIA SEBERAT 100 GRAM.


Artinya: “Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu puteriku LINTANG PRAMESWARI SAMUDERA dengan mahar LOGAM MULIA SEBERAT 100 GRAM.”



Qobul:


قَبِلْتُ نِکَاحَهَا وَ تَزْوِيْجَهَا عَلَي الْمَهْرِ الْمَذْکُوْرِ وَ رَِضِْیتُ بِهِ وَ اللهُ وَلِيُّ التَّوْفِیْقِ


Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq.


Artinya: "Aku terima nikahnya dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah.”


Ubaydillah melafalkan qobul nya dengan satu tarikan nafas.


" Bagaimana saksi apakah SAH??"


Tanya pak penghulu.


"SAH !!" ucap saksi


"SAAAAAHHH " ucap para tamu serempak


ALHAMDULILLAH HIROBBAL ALAAMIIN


Pak penghulu menutup dengan Doa.


Lalu Lintang di jemput oleh Ubaydillah untuk duduk bersama nya di dekat papi nya serta pak penghulu, dan ia menyematkan cincin pernkahan di jari Lintang, begitupun sebalik nya:




Setelah menyematkan cincin mereka menandatangani buku nikah serta membacakan isi hak dan kewajiban suami istri yang tertera di buku Nikah.


Setelah selsai Ubaydillah melafalkan doa setelah ijab qobul ia memabawa Lintang untuk menghadap nya dan ia memegang pucuk kepala Lintang seraya melafalkan doa:



اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَمِنْ شَرِّ مَا جَبَلْتَهَا عَلَيْهِ


Allahumma inni as-aluka khaira-ha wa khaira ma jabaltaha ‘alaihi wa a-‘udzu bika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha ‘alaihi


Artinya: Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiat yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.


Proces ijab qobul selai, di Lanjutkan sungkeman pada orang tua ke dua belah pihak, Lintang, Ubaydillah serta orang tua mereka sama sama meneteskan air mata.


Akhir nya selsai sudah, proses SAH nya DAVIAN UBAYDILLAH AL-JARIS


Process panjang, menegangkan dan melelahkan di tutup dengan pelaksanaan sholat Ashar berjamaah.


Dan setelah selasai, semua meninggalkan masjid untuk kembali ke rumah Lintang, sekedar menyantap jamuan yang sudah di siapkan.

__ADS_1


***********


Alhamdulillah selsai juga Bab ini, Thor gemetaran Karena grogi dan tegang dalam menulis part ini, lanjut nanti lagi ya, Terimakasih telah membaca, semoga memuaskan, bab terpanjang ter grogi ter lelah untuk thor hihi, jika readers puas maka thor bersyukur ber arti thor menulis ini tak sia sia 🙏🙏🆙😍😍


__ADS_2