Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps184. Bersu'udzon


__ADS_3

Elyavira merasa terkejut saat asap hitam mulai mengepul dari wajan yang sedang menghangatkan semur ayam nya, dengan reflek ia dorong bahu Devano yang posisi tubuh nya saat itu sedang membungkuk


Karena wajahnya ia benamkan di dada Elyavira.


“Aaaaoouusshh” Devano meringis menahan sakit , ia tersentak saat punggung nya mendarat bebas pada dinding akibat dorongan kuat Elyavira.


Elyavira bergegas mematikan kompor dan menyiram air pada wajan yang sudah terlihat menghitam itu.


“Astagfirullah.. Astagfirullah Al'adzim..” ucap Elyavira, jantung nya berdegup kencang Karena merasa terkejut akut, degupan yang hampir sama namun lain cerita saat ia di cumbu oleh Devano.


Devano masih menganga, ia berusaha berdiri tegak, menelan saliva nya kelu, dan kini ia berusaha menekan gejolak panas serta bergemuruh dalam dadanya, setelah menenangkan diri kini nafas nya mulai normal dan ia hampiri Elyavira, ia lihat Elyavira berdiri bersandar pada kitchen sheet dengan piyama yang masih terbuka dan memamerkan sesuatu yang yang tadi membuat Devano lupa diri, yang menurut kisah Nabi Adam As dan Siti Hawa itu tumbuh dari buah Khuldi yang sempat di telan Siti hawa akibat ke khilafan siti Hawa Karena bujukan Iblis, dan ketika sampai dada ia ingat maka tumbuhlah dada wanita, dan untuk laki laki itu jakun, Karena saat Nabi Adam As ingat bahwa buah Khuldi adalah buah yang Di larang di konsumsi oleh Allah Subhanahuwata'ala itu saat di tenggorokan.


Elyavira terlihat sedang mengatur nafas nya yang terengah, pandangan matanya nanar.


“Maaf El” ucap Devano, ia merasa menyesal, karena Perbuatan nya yang tidak tahu tempat, maka hampir saja mereka celaka, lalu ia mendekati Elyavira dan dengan cepat kembali Devano kancingkan pyama Elyavira secara utuh agar ia tak kembali terbuai.


“Tidak apa apa kan, ada yang terluka, kena panas atau terkena percikan api?” tanya Devano beruntun dengan nada khawatir.


Elyavira menelan ludah nya dalam, “aaah.. haaaa..desah nafas panjang kelegaan dari Elyavira


“Tidak Dev, Alhamdulillah tidak terluka dan tidak terkena apapun” ucap nya seraya tersenyum.


“Maafkan Dev, pacar! Dev sudah egois dan hampir saja membuat kita dalam bahaya serta hampir celaka.” ucap penyesalan Devano, lalu ia menarik tubuh Elyavira ke dalam pelukan nya dan Elyavira pun ikut memeluk Devano tangan ya ia lingkarkan pada pinggang Devano.


Tak lama Devano pun melepaskan pelukan nya dan segera mengambil air minum untuk Elyavira.


“Nih minum dulu” Devano memberikan air minum pada Elyavira.


“Terimakasih” ucap Elyavira, meraih gelas air minum pemberian Devano, lalu meminum nya.


“Sama-sama pacar” balas Devano.


“Tenang pacar Ini Sudah aman, coba lihat macaroni schotel nya, seperti nya sudah matang” pinta Devano.


“Iya kekasih, Elya lihat dulu ya, Dev tunggu di meja sebentar” ucap nya.


Elyavira pun melihat macaroni schotel nya dan betul memang sudah matang, sedangkan Devano beranjak ke kamar, ia mengambil dompet nya,lalu kembali dan duduk di kursi makan.Devano akhir nya setia menanti hidangan yang kata Elyavira itu memakai resep rahasia.


“Alhamdulillah selamat, taraaa.. Sudah siap!, silahkan di nikmati kekasih halal” Ucap Elyavira penuh semangat,kini macaroni schotel pun sudah siap di atas meja.



“Waaooww Cantik tampilan nya El, jadi tambah menggugah selera, tapi lebih cantik yang buat siih” Devano memiringkan wajah nya, tersenyum pada Elyavira, serta menarik kedua alis nya pertanda menggoda Elyavira yang sedang berdiri di hadapan nya dan Elyavira tersipu malu


“Sudah boleh di makan pacar?” tanya Devano.


“Boleh kekasih, tapi hati hati masih agak panas” ucap Elyavira.


Bismillah...


اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 


Laten:“Alloohumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaa bannar”


Artinya :“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air ini (minuman) segar dan menggiatkan dengan rahmat-Nya dan tidak menjadikan air ini (minuman) asin lagi pahit karena dosa-dosa kami”.


Bacaan doa diatas dibaca ketika kita hendak makan, ditujukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberikan rezeki sehingga kita masih dapat makan, dan juga mencegah setan yang hendak mengganggu saat kita sedang makan.


Lalu Devano mulia menyendok macaroni schotel nya dan menyuapkan ke mulut nya.

__ADS_1


“Mmm.. Waow, cp cp cp.. percis buatan Mommy ini rasanya El!” ucap Devano antusias,selain nikmat memang ia juga lapar, dari siang ia hanya makan sandwich, terlebih ia menahan hasrat yang gagal maka ia butuh mengisi otak nya dengan keleztan makanan sebagai pengalihan.


“Dev, pelan pelan makan nya, nanti tersedak”


Ucap Elyavira.


“Habis ini enak El, Terimakasih” ucap Devano.


“Iya.. Kembali kasih” ucap Elyavira, sembari tersenyum.


Melihat Devano makan berantakan, maka Elyavira duduk mendekat pada Devano, dan ia bantu membersihkan mulut Devano dengan ibu jarinya.


“El juga makan ya, aaaa...” Devano menyuapi Elyavira.


Dan kini mereka makan saling menyuapi, hingga macaroni schotel nya tak tersisa.


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مُسْلِمِيْنَ


“Alhamdu lillaahil ladzii ath’amanaa wa saqoonaa wa ja’alnaa muslimiin”


Artinya :


“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan kami dan minuman kami, serta menjadikan kami sebagai orang-orang islam”


Ucap Devano dan Elyavira saat sudah selesai makan.


Doa di atas di baca ketika kita telah selesai makan, ditujukan sebagai rasa syukur kita kepada Allah Swt yang telah memberi kita makan dan minum dan juga menjadikan kita sebagai orang muslim.


Adapun doa lain yang dapat di baca saat kita betul betul lupa membaca doa sebelum makan:


بِسْمِ اللهِ فِىِ أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ


Artinya :


“Dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya”.


Pada saat kita lupa membaca doa sebelum makan, telah dijelaskan menurut sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah ia ucapkan “Bismillah”.


Jika ia lupa untuk menyebutnya, hendaknya ia mengucapkan”Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi “(dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhirnya).


Dengan kita membaca doa sebelum maupun sesudah makan, maka kita telah memanjatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT.


Setelah selsai makan Elyavira pun beranjak ke dapur dan Devano menawarkan diri membersihkan meja, setelah selsai Devano menghampiri Elyavira yang sedang mencuci wajan yang menghitam Karena hangus.


“Eh pacar, itu sedang apa?” tanya Devano.


“Membersihkan wajan yang gosong tadi Dev” jawab Elyavira.


“Astagfirullah, no..no..no!”seru Devano, lalu ia merampas wajan itu, dan ia membuang nya ke tempat sampah.


“Koq di buang Dev, itu masih dapat di gunakan, nanti juga bersih kembali” protes Elyavira.


“Jangan!, nanti tangan nya pacarku kotor, tuh lihat hitam hitam kan kukunya, iyyuuh gak banget deh El” ucap Devano. Dan Elyavira yang menyadari kukunya saat Ini hitam karena wajan berkerak, maka ia pun menyeringai.


“Nih, pacar beli yang baru saja, dan pergunakan isi Atm ini untuk kebutuhan kita sehari hari dan yang ini pergunakan jika El, hendak kesalon, membeli kosmetik ataupun pakaian, belilah sesuka El, isi Atm ini nafkah Dev untuk El” ucap Devano terdengar begitu dewasa, ia mengeluarkan dua buah kartu Atm dari dompet nya.


“Tapi Dev, Elya rasa tidak perr.... ”


“Stttttt” Devano mengecup cepat bibir Elyavira sebelum Elyavira protes lebih jauh, feeling Devano Elyavira akan menolak nya.

__ADS_1


“Nomor pin nya tanggal lahir Dev, hanya di ganti belakang nya saja, yang coklat Ini angka satu dan yang biru chip gold ini angka dua, okke!” tutur Devano.


“Dan Dev, melarang El mencuci sendiri, bawalah cucian ke binatu ponpes, lalu untuk bersih bersih tempat ini, sewa orang saja, dan El jangan terlalu lelah, jika lelah jangan masak ya, pesan saja atau beli.


“Lalu Elya, masih boleh bekerja kan?” tanya Elyavira.


“Ya tentu boleh sesuai kemauan El, namun ingat pekerjaan El tidak lebih dari sekedar hobby ya, Dev tidak izinkan bekerja jika untuk mengejar materi” ucap Devano seraya menggenggam kedua belah bahu Elyavira.


“Dev terimakasih, sebetul nya El tidak perlu. Kartu ini , El ikhlas koq jika harus pun membiayai hidup kita hingga Dev mempunyai pekerjaan nanti nya” ucap Elyavira lirih.


“Hei, pacar.. jangan berfikir begitu, Walaupun Dev masih kecil dan baru lulus SMA, tapi Dev tahu kewajiban Dev sebagai seorang suami, dan Dev juga mempunyai penghasilan, InshaAllah cukup untuk biaya hidup kita dan biaya kuliah Dev nanti.” ucap Devano.


“Satu saja Dev, ini untuk pegangan Dev satu” ucap Elyavira seraya memberikan Atm yang satu nya, yang ber chip gold yang ia yakini Isinya lebih dari 100 juta, Elyavira memang bukan dari kalangan Jet-set namun ia faham betul masalah logo yang bergold gold seperti itu.


“Tidak mengapa pacar, simpan saja oke, Dev masih punya yang lain nya koq, asal El tahu ya hidup Dev itu tidak mudah, walaupun terlihat bergelimangan harta namun hidup Dev bagai di kejar waktu, dari SMP kelas 1 , Dev sudah di tempa di didik dan di haruskan terjun langsung ke perusahaan walaupun tidak harus satu hari full, namun itu beban bagi Dev, hingga kelas 2 SMP Dev home schooling, Dev jenuh dan kesepian El, Granny sakit bertahun tahun hingga ia harus bolak balik Jakarta Belanda terlebih perusahaan tekstil milik bang Dav yang dulu sudah di anggap meninggal harus tetap berjalan.


Saat anak anak lain nongkrong di mall, bioskop dan mungkin sekedar pedekate dengan gebetan Dev tidak mempunyai waktu untuk itu El, hingga Dev bertemu duo bidadari perusuh itu, Dev baru tahu warna Dunia, terlebih saat bang Dav muncul dalam keadaan masih hidup dan kembali pada keluarga kami, maka hidup Dev makin berwarna, oleh sebab itu Dev tidak ingin kembali ke Jakarta, Dev lebih nyaman di sini, di ponpes ini, dan ternyata Allah membawa Dev ke sini bertujuan memberikan jodoh juga. tolong El, buat hidup Dev tambah berarti, tambah berwarna dan please buat Dev jatuh Cinta dengan cara El, Dev akan menanti saat itu tiba.


“Dev, InshaAllah Elya akan membuat Dev jatuh Cinta dengan cara Elya dan Dev juga tolong buat Elya jatuh Cinta pada Dev. Elya tunggu Di penghujung malam dalam kedahsyatan Qiyamullail, saat Dev sudah merasa jatuh Cinta pada Elya datanglah kedalam hamparan sajadah milik ku, Elya tunggu di sana Dev!” bisik Elyavira lirih penuh arti dan pengharapan.


“Hmmm terimakasih El, maafkan Dev sempat kabur dari pernikahan” lalu Devano memeluk Elyavira kembali.


Elyavira pun melakukan hal yang sana , namun hikss hikss” tiba tiba saja Elyavira mulai menangis ia tersedu menjadikan dada Devano media pertumpahan air matanya.


“Loh kenapa, koq menangis?, pasti karena masih terkejut ya, atu terharu akan cerita ku.


Elyavira menggelengkan kepala dan melepaskan pelukan nya.


“Sini.. dasar cengeng, baru begitu saja sudah menangis!” ucap Devano dan kembali memeluk Elyavira.


“Enak saja cengeng, Elya bukan menangis Karena hal ini!” ucap Elyavira.


“Lalu..menangis karena apa?” tanya Devano.


“Karena Dev!” ucap Elyavira malu-malu lalu menelusupkan wajah nya pada dada Devano ia menyembunyikan wajah di sana cukup lama.


Devano tetap memeluk nya hangat, “pacar koq menangis karena Dev, bagaimana coba ceritanya?” tanya Devano.


“Maafkan El, Karena sudah bersu'udzon terhadap Dev!”ucap Elyavira kembali.


“Bersu'udzon?” tanya Devano penasaran.


“Iya, jadi Elya sempat takut dengan Dev, Karena waktu di parkiran Dev bersikap kasar, mengancam bahkan mencengkram bahu El, dan itu membuat El sedih, takut, dan jujur saat Dev kabur Elya sempat merasa senang, itu berarti kita tidak jadi menikah, namun ketika Dev kembali, Elya merasa terharu apalagi lihat Dev saat ini, ternyata Dev baik, sabar,tanggung jawab, penyayang dan Elya takut Dev akan meninggal kan Elya” ucap nya sedih.


“Astagfirullah, jadi El sebetul nya takut dngan Dev?” tanya Devano kembali.


“Iya awal nya, El takut lihat otot lengan Dev, wajah Dev yang terlihat sangat marah waktu itu, tapi tidak untuk saat Ini, Terimakasih Dev, sudah begitu baik pada Elya”


“Astagfirullah, Maafkan perbutan Dev pada El ya” penyesalan Devano.


“Sudahlah Dev Elya sudah memaafkan Dev, semuanya sudah terjadi.


“Terimakasih pacar” dan mereka kembali berpelukan.


“Sudah mau maghrib Dev, mau mandi lagi atau langsung pakai koko, mari El bantu” tawar Elyavira.


“Hehe, seperti nya harus mandi lagi, mandi basah!” seringai Devano.


**********

__ADS_1


Terimakasih untuk me na sx 🙏


__ADS_2