
Hasna sedang akan berjalan di Atas hamparan jutaan kelopak mawar putih dan pink yang di susun memanjang sebagai pijakan menuju pelaminam.
Hasna berjalan perlahan dengan anggun, di sisi kiri dan kanan nya di apit Mama Hasna dan Istri Ayah nya.
Di belakang Hasna, Mbak Nurin menyertai langkah nya dengan sebuah buket bunga cantik dan kotak kecil di tangan nya.
Suara lantunan Ayat suci Alqur'an yang dari setadi tidak hentinya berkumandang dan bergantian dengan lantunan sholawat dari Anak-anak Hadroh pun kini berhenti untuk menyambut kehadiran nya.
---
"Baiklah, acara walimatul Urs ini saya buka dengan ucapan BISMILLAH," ucap MC.
"Para tamu undangan di harap berdiri, mari kita sambut pengantin wanita yang sangat cantik dan anggun.
"Silahkan masuk untuk Mbak Hasna, yang saat ini sudah menjadi Nyonya Afnan Al-jaris, anda telah di nanti oleh suami Anda," ucap MC kembali.
Para tamu undangan pun serempak berdiri, mereka berbaris melihat pengantin wanita yang baru saja masuk. Afnan menunggu di sisi tangga untuk naik ke pelaminan. Afnan di damping Ubaydillah dan orang tua nya.
Kini sampailah Hasna di hadapan Afnan dan kedua orang tua Afnan serta Ayah nya yang sudah siap naik ke pelaminan untuk mendampingi mereka. Hasna menyalami mereka dengan mengecup tangan kanan mereka satu persatu.
Ketika Hasna sudah selesai dengan ritual nya, dan berhadapan dengan Afnan, Mbak Nurin menyerah kan buket bunga dan kotak kecil kepada Afnan.
Setelah Afnan menerima kotak itu, lalu Afanan pum memberikan nya pada Hasna "Assalamu'alaikum, Istriku." ucap Afnan.
"Wa'alaikum salam. Suamiku." jawab Hasna seraya mengecup punggung tangan kanan suami nya.
"Ini bunga sebagai lambang rasa sayang ku padamu, semoga kamu suka." ucap Afnan.
"Terimakasih, bunga yang cantik, aku suka!" balas Hasna.
"Buka lah kotak ini," ucap Afnan seraya menyerahkan kotak kecil dari tangannya.
"Apa ini suamiku?" tanya Hasna tidak paham.
"Buka saja!" pinta Afnan, tanpa banyak cakap kembali, lalu Hasna membuka nya.
"Kunci?!"
"Ya, seperti yang kamu minta, kunci dari mahar yang Kau ingin kan, tadi kan baru lisan nya saat Ijab Qabul, ini bentuk nyatanya, dan lihatlah kesebelah kanan," pinta Afnan kembali.
Hasna pun menoleh pada arah yang baru saja Afnan tunjuk. Sebuah Mobil sport putih, percis sesuai yang ia sebutkan tempo hari sebagai mahar.
"Ustadz!" gumam Hasna dengan mata yang berkaca-kaca. Hasna merasa tidak enak Hati sebetul nya.
Awal nya Hasna, hanyalah ingin mengerjai Afnan agar membatalkan pernikahan, namun mengapa kini malah menjadi kenyataan.
"Ssttt," Afnan paham akan kegundahan Hasna.
"Terimakasih Suamiku." ucap Hasna. Afnan hanya tersenyum.
"Mmm...maaf suami ku, boleh aku meminta satu permintaan, sebagai hadiah Istimewa dari pernikahan kita, yang tidak berbentuk nominal dan barang, serta ini di luar dari protokoler WO, dan hanya kamu yang dapat memberikan nya," ujar Hasna.
"Katakan saja! jika Aku mampu, maka akan aku berikan untuk mu," pinta Afnan dengan segala kesiapan.
"ARRAHMAN, lantunkan surah surah ARRAHMAN untuk ku! namun tanpa memegang Mushaf dan melihat isi di dalam Al Qur'an," ucap Hasna pasti.
"Baiklah...Insya Allah aku dapat mengabulkan permintaan mu dan Aku akan membacakan ARRAHMAN untuk mu tanpa memegang Mushaf dan tanpa melihat isi Al Qur'an," ucap Afnan lembut sambil tersenyum.
"Dek Sob, tolong meminta waktu pada Mc, lima belas menit hingga dua puluh menit dan di luar protokol, untuk Ana membaca Surah ARRAHMAN." Pinta Afnan pada Ubaydillah yang ada di samping nya.
"Baik A'a Bro," ucap Ubaydillah, lalu Ubaydillah pun bergegas meninggalkan mereka untuk menghampiri MC. Dan Afnan menuntun Hasna untuk naik ke Atas pelaminan. di ikuti oleh orang tua mereka dari kedua belah pihak.
"Baiklah, maaf ada sedikit perubahan acara, saya mohon waktu nya dan kepada para tamu undangan di mohon untuk duduk kembali. Karena pengantin pria akan melantunkan sebuah surah Ayat Al-Quran, kepada pengantin pria, waktu dan tempat kami persalahkan," tutur MC.
"Assalamu'alaikum warahmatullah, terimaksih Atas waktunya , saya akan melantunkan surah ARRAHMAN sebagai Hadiah Istimewa untuk istri saya," ucap Afnan, yang kini telah duduk di bangku pelaminan bersebelahan dengan Hasna. Ia mulai menarik nafas dalam dalam Dan....
بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
1
ٱلرَّحْمَٰنُ
(Tuhan) Yang Maha Pemurah,
2
__ADS_1
عَلَّمَ ٱلْقُرْءَانَ
Yang telah mengajarkan al Quran.
3
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ
Dia menciptakan manusia.
4
عَلَّمَهُ ٱلْبَيَانَ
Mengajarnya pandai berbicara.
5
ٱلشَّمْسُ وَٱلْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.
6
وَٱلنَّجْمُ وَٱلشَّجَرُ يَسْجُدَانِ
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.
7
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلْمِيزَانَ
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).
8
أَلَّا تَطْغَوْا۟ فِى ٱلْمِيزَانِ
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.
وَأَقِيمُوا۟ ٱلْوَزْنَ بِٱلْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا۟ ٱلْمِيزَانَ
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.
10
وَٱلْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya).
11
فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخْلُ ذَاتُ ٱلْأَكْمَامِ
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.
12
وَٱلْحَبُّ ذُو ٱلْعَصْفِ وَٱلرَّيْحَانُ
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
13
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
14
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن صَلْصَٰلٍ كَٱلْفَخَّارِ
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,
15
__ADS_1
وَخَلَقَ ٱلْجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
dan Dia menciptakan jin dari nyala api.
16
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
17
رَبُّ ٱلْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ ٱلْمَغْرِبَيْنِ
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya
18
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan**?
-(صَدَقَ اللهُ اْلعَظِيْم)-
Maha benar Allah yang maha Agung.
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِالْقُرْآنِ وَاجْعَلْهُ لِي إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًى وَرَحْمَةً،"
Ya Allah rahmati aku dengan al-Qur`ân, dan jadikanlah ia sebagai imam, cahaya, petunjuk dan rahmat bagiku."
Maka selsai suda lantunan surah Arrahman oleh Afnan, yang begitu merdu.
"Terimakasih banyak suamiku." ucap Hasna setengah berbisik sambil tersenyum menatap nya haru.
"Iya sama-sama sayang! namun ada imbalan setimpal yang harus kamu berikan untukku," ucap Afnan berbisik sambil tersenyum menyungging penuh misteri, dan menaikan kedua alis nya.
(Hoho..senyuman apakah itu Hasna, Mattelah kau hihi.THOR as 😈😅)
----
Acara walimatul Urs, berjalan dengan lancar. Para tamu undangan satu persatu naik ke pelaminan untuk menyalami mereka, mendoakan dan mengucpkan selamat. Sesekali ada yang meminta berphoto dan ber selfie.
Hasna sudah merasa pegal dan tidak nyaman sebetulnya. High heels yang menyiksa karena berdiri terlalu lama, belum lagi keadaan datang bulan yang mulai derasnya di tambah pegal pada pinggang serasa mau copot.
Alhamdulillah, akhirnya pukul sepuluh malam acara pun selsai dengan lancar tanpa suatu rintangan dan hambatan apapun.
**
Kini Afnan dan Hasna telah kembali ke kamar mereka, dengan sebelum nya ikut berbincang sebentar bersama keluarga mereka.
"Lelah ya? sini duduk," pinta Afnan pada Hasna. Hasna masih berdiri, ia terlihat canggung. Afnan telah duduk terlebih dahulu di atas sofa yang ada di kamar mereka.
"Ustadz mau apa?!" Hasna masih terbayang ngeri terhadap ucapan dan senyuman Afnan tadi yang meminta imbalan untuk hadiah yang ia minta.
"Sini, duduk saja." ucap Afnan kembali. Menepuk pelan ruang kosong di sisinya. Akhirnya Hasna pun menuruti permintaan Afnan.
Setelah Hasna duduk. Lalu Afnan berusaha mendekatkan wajah nya pada wajah Hasna, Hasna pun memundurkan tubuhnya hingga condong ke belakang.
"Ustadz jangan macam macam-macam yah, nanti aku bogem! Aku bisa silat loh, walaupun hanya sabuk coklat." ucap Hasna menunduk dan meremas tangan nya, bicara setengah berbisik.
"Oh ya! Waaww aku takuuutt..ampuunn Nyonya Afnan!" Ledek afanan. "Tapi..kuatan mana bogeman sabuk coklat? atau hantaman taekwondo sabuk hitam?'
Afnan tersenyum penuh kemenangan. Dan ia tambah memajukan kembali tubuh nya, hingga kini berada di atas tubuh Hasna yang sudah tak dapat berkutik, bersandar pada sisi sofa.
*************
Masih up..
Vote
Like
Komen
🙏😇😇😇
__ADS_1