
Assalamu'alaikum warahmatullah.
Selamat membaca para Readers gemez kesayangan dan Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalan kan nya.
Keesokan pagi nya...
Jam menunjukan pukul sembilan, Hasna baru saja terbangun dari tidurnya. Ia lihat Afnan di sisinya dan sedang memeluk dirinya, Afnan masih terlelap.
Lalu Hasna memandang Afnan yang masih terlelap, terlihat tampan, terlebih lagi wajah Afnan terkena bias sinar matahari yang menerobos dari sela-sela gorden yang tidak tertutup Full. Wajah putih mulus, alaminya Afnan memancar seperti bercahaya.
Hasna menggapai pipi Afnan dan ia elus lembut sambil bergumam.
"Heemm... Kasihan kamu By! pasti lelah yah. Seharian keluar kota, malamnya harus ngurusin aku di polsek. Semalam kamu buatin makanan untuk aku. Eh aku nya malah ketiduran."
"By ... ma'afkan Nana yah! jangan marah ya By! Nana sudah ngerepotin Byby." Lalu Hasna mengecup cepat Bibir Afnan, ia takut si empunya bibirnya tahu.
Tiba tiba Afnan bersuara, masih dalam mata terpejam ...
"Iya sayang tidak mengapa! sudah Byby ma'afkan koq! apalagi kalau cunnya agak lamaan, ma'af nya double deh."
"Ooppss Byby ... kamu ngintip yah!" pekik Hasna.
"Enggak koq, gak ngintip, serius!" balas Afnan dengan bergumam seperti orang berbicara dalam keadaan bermimpi.
"Iikh Byby gitu deeh! Pura-pura tidur yaa?!" tuding Hasna.
"Ini tidur sungguhan sayang!" gumam lembut Afnan.
"Masa orang sedang tidur dapat bicara sih, By?"
"Ini contoh tidur zaman now sayang, tidurnya bisa sambil bicara dalam lelap."
"Byby aneh-aneh saja. Ada lah tidur jaman now." ucap Hasna. "kalau begitu ... harus ada cara ngebanguninnya juga untuk tidur zaman Now, seperti ini, By." Lalu Hasna mengelitiki Afnan, hingga Afnan menggerinjal kegelian.
"Sayang geli!" ucap Afnan.
"Makanya bangun! kalau tidak, maka Nana akan tetap melakukan ini hingga Byby bangun." Tangan Hasna terus menerus mengelitiki bagian pinggang Afnan.
"Baiklah, ini bangun! sudah-sudah sayang, geli ... geli ... geli...," ucap Afnan sembari tertawa kecil menahan geli.
"Biar saja kegelian, sampai pipis di celana kayak Aku semalam." Hasna rupanya ingin membalas perbuatan Afnan semalam.
"Waaahh mau balas dendam nih rupanya. Jangan dong sayang! kalau kamu pipis di celana, ada aku yang menggendong ke kamar mandi. Jika aku yang pipis, lalu siapa yang akan menggendong ke kamar mandi. Masa Ubaydillah." Afnan mengekeh.
__ADS_1
"Uummm, iya juga sih!"
Hasna berhenti menggelitiki Afnan dan berfikir sejenak. Melhat Hasna lengah, Afnan menarik Hasna dan menindih tubuhnya. Mata mereka saling bertatapan, Afnan mengelus rambut Hasna, mulai dari pucuk dahi Hasna lalu ke belakang kepala.
"Morning sayang," Afnan tersenyum.
"Morning too Byby, sayang." Balas Hasna.
Lalu Afnan mengecup dahi Hasna cukup lama, ia memejamkan matanya. Setelah itu ia memeluk Hasna, dan membisikan sesuatu di telinga Hasna
" Hasna Aulia Zahrani Kamu cantik sayang!" (اَنَا اُحِبُّكِ)\= Ana Uhibukki) (saya mencintai kamu!") ucap Afnan.
(اَنَا اُحِبُّكِ فِي ﷲِ)
Ana uhibbuki Fillah)
"Aku mencinta kamu karena Allah) / B. arab. Afnan meneruskan kata-katanya.
Setelahnya Afnan melantunkan sholawat Nabi dengan lirih, namun terdengar merdu. Hasna memejamkan mata meresapi lantunan sholawat dari Afnan, dan itu terasa damai bagi Hasna.
Lalu Afnan bergegas turun dari Atas tubuh Hasna. Ia takut jika di teruskan, bukan tidak mungkin akan memancing hal yang lebih jauh untuk menggoda Hasna.
Afnan tahu istrinya belum siap ke arah yang lebih jauh. Biarlah ia mengalahkan keegoisan nya. Afnan menikmati moment kebersamaan dengan Hasna yang seperti ini. Toh ia juga sudah cukup bahagia dengan sikap Hasna saat ini. Pernikahan itu kan tujuannya bukan hanya untuk hal yang menghalalkan birahi.
"Iya," jawab Afnan.
"Lalu... Artinya apa,By?" Hasna dengan polosnya bertanya.
"Haaa ... ternyata dia gak tau artinya ... pantas saja ia hanya diam, Hihi." Batin Afnan.
"Mmmm ... Bukan apa-apa Koq!" mari cuci wajah dahulu setelah itu kita makan. Aku lapar sayang! sepertinya pegawai resto sudah mengantar makanan tadi."
"Resto?" batin Hasna sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Oohhh mungkin Byby beli makanan dari resto." Hasna menebak sambil manggut-
manggut .
Afnan terlebih dahulu membasuh wajah di wastafel dekat pintu kamar mandi. Lalu Setelahnya Afnan selesai Hasna pun melakukan hal serupa.
Setelah mengeringkan wajah dengan handuk kecil, Hasna mengikuti langkah Afnan menuju meja makan. Namun ia masih penasaran dengan ucapan Afnan tadi. Hasna yakin itu sesuatu yang penting, Karena Afnan mengatakannya terlihat sungguh sungguh.
"By ... Iiikhh tunggu! tadi Byby bicara apa memakai Bahasa Arab?" tanya Hasna.
"Sudah sayang, makan dulu yah."pinta Afnan.
__ADS_1
"Enggak mau, aku butuh jawaban itu, ayok By jawab!" rengek Hasna sembari duduk di kursi tempat makan.
"Mmm ... mau tau ajah, atau mau tau banggetz?" ledek Afnan cuek sambil mengambil piring dan memasukan Nasi yang memang sudah di persiapkan di atas meja makan bersama lauk pauk nya.
"Uuumm Byby! serius by," ujar Hasna sembari cemberut manja.
"Ini serius sayang! makan dulu nih." Afnan menyodorkan piring yang sudah ia isi dengan nasi dan lauknya.
"Gak! gak mau makan! kalau Byby gak kasih tahu." Hasna makin cemberut dan memalingkan wajahnya.
"Ya sudah. Aku makan sendiri saja." Ucap Afnan, setelah berdoa hendak makan, Afnan menyuapkan makanan ke dalam mulut nya. "Ummm enaaak! ya Allah ... Nikmat mana lagi yang Kau dustakan!" ucapnya.
"Ustadz ..." Hasna melihat Afnan merem melek menikmati makanannya malah merasa di ledek. Lalu ia berteriak dan memanggil Afnan dengan kata Ustadz.
"Loh koq sama suaminya berteriak begitu? hayoo gak takut dosa yah!" ucap Afnan lembut.
"Biar saja, suaminya ngeselin." ujar Hasna, mengerucutkan bibirnya.
"Em ...em ...em!" gumam Afnan sambil menggeleng gelengkan kepala. "mau tau?" tanya Afnan kemudian.
"Hu'uh." Hasna mengangguk dan seperti biasa Hasna memajukan bibirnya manja. Lalu Afnan berdiri dan mencondongkan tubuhnya pada Hasna. Kemudian ia berucap tepat di hadapan wajah Hasna.
"Kalau mau tau, ke ARAB gih, tanya sama orang arabnya langsung, aku juga hanya berucap saja koq, artinya lupa!" Afnan tertawa kecil lalu memundurkan tubuhnya dan ia kembali duduk serta meneruskan makannya.
"Iiikh ustadz ngeseliiiin!" teriak Hasna. Lalu Hasna berdiri, ia mendengus kesal, kemudian Hasna pergi meninggalkan Afnan begitu saja.
Afnan melihat kelakuan Hasna, tidaklah marah, Afnan malah tertawa lucu. Juteknya Hasna lagi keluar dan itu membuat tambah lucu bagi Afnan.
"Hai istri ku! bidadari ku! sayang ku! kekasih hati ku! mau kemana di kau?" tanya Afnan namun terdengar sebuah ledekan.
Afnan berbicara mengeraskan suaranya pada Hasna sambil tertawa geli.
"Ke ARAB!!"
Jawab Hasna ketus, sambil ngeloyor menuju kamar. Tentu saja Afnan tambah terkekeh.
Bersambung ....
***
Terima kasih Readers gemez kesayangan Sudah membaca!
AUTHORnya meeting dulu ya sama kompor and sahabat-sahabatnya.😆😆
__ADS_1
Vote, like, komen🙏😇