
Ubaydillah baru saja sampai di ponpes, Berbarengan dengan suara adzan dzuhur dari muadzin masjid ponpes yang berkumandang dengan sangat merdu nya.
Setelah memasukan valentino ke garasi yang Sama dengan mahar Hasna, maka Ubaydillah pun bergegas mengambil Air wudhu...
Di dalam masjid, sebelum duduk Ubaydillah melaksanakan sholat Tahiyyatul masjid.
اُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Usholli sunnatan tahiyyatal masjidi rok'ataini lillaahi ta'aalaa
Artinya: "Saya niat shalat tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah ta'ala"
Sedikit pengetahuan :
~(Tahiyyatul masjid adalah.. Bertujuan untuk menghormati masjid. Cara menghormatinya adalah ketika kita masuk masjid maka kita melaksanakan sholat sebelum kita duduk, Sholat tahiyatul masjid disunahkan dua rakaat, Kesunahan sholat sunah tahiyatul masjid hilang ketika masuk masjid langsung duduk, baik lama ataupun sebentar. Kalau lupa atau tidak tahu dibolehkan langsung berdiri mengerjakan shalat sunah tahiyatul masjid, dengan syarat duduknya tidak terlalu lama.) ~
~(Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِس
Artinya: "Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, hendaklah sholat dua rakaat sebelum duduk," (HR Al-Bukhari dan Muslim). ) ~
Setelah selsai dengan sholat Tahiyatul Masjid, maka Ubaydill meneruskan dengan sholat sunnah Qobliyyah Dzuhur
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latin:Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini qabliyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala
Artinya: Aku niat shalat qabliyah dzuhur dua rakaat menghadap kiblat karena Allah.
Sedikit pengetahuan:
"~( Ummu Habibah menuturkan, bahwa aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
Artinya: "Barangsiapa melaksanakan empat rakaat sebelum Dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka." (H.R. Tirmidzi)) ~
Setelah selsai dengan sholat Qobliyyah Dzuhur, Ubaydillah duduk bersila dan bersholawat, sembari menunggu Iqomah.
Masjid mulai padat, para guru pembimbing, pemeliharaan pesantren dan para santri mulai berdatangan untuk melaksanakan sholat berjamaah Dzuhur.
Termasuk pak Kyai, beliau sudah hadir di sana dan duduk Di sebelah Ubaydillah, setelah ia melaksanakan sholat yang sama seperti Ubaydillah, maka pak kyai pun duduk bersila, menunggu iqommah berkumandang.
Setelah iqommah Di kumandangkan, salah seorang Imam Masjid menghampiri Ubaydillah.
"Ustadz ubay, silahkan mengimami," ucap Imam tersebut.
"wah, bapak saja, atau yang lain, masih banyak yang lebih mumpuni dari saya pak," ucap Ubaydillah.
"Ayolah ustadz, sudah lama rasanya Tak Di supiri(imami) ustd hehe" ,ucap Imam kembali menyeringai.
Ubaydillah, menoleh pada pak Kyai, dan pak kyai menganggukan kepala sembari tersenyum pertanda mengiyakan.
"Baiklah pak," Ubaydillah tersenyum seraya melangkah ke arah Mihrab (tempat untuk imam berdiri).
Setelah berada di area Mihrab, Ubaydillah menoleh pada makmum, tersenyum serta menganggukan kepala lembut, dan para makmum mengerti dengan Isyarat Ubaydillah menoleh yaitu, untuk me ngatur dan merapat kan shaf.
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli fardhodl dhuhri arba’a raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillaahi ta'aala.
Allahu akhbar......
Artinya : “Aku berniat shalat fardhu Dzuhur empat raka’at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”
__ADS_1
Ubaydillah pun mengimami sholat dzuhur siang itu tanpa speaker, ia memelankan suara nya, Karena sholat dzuhur dan ashar biasa nya tak mengeraskan suara.
Sedikit pengetahuan:
~(Diantara 5 waktu shalat, mengapa salat dzuhur dan ashar yang bacaannya tidak bersuara?
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dalam shahih Muslim telah memberitahukan bagaimana keadaan Rasulullah ketika salat.
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah shalat bersama kami. Pada shalat zuhur dan ashar, beliau membaca Al Fatihah dan dua surat di rakaat yang pertama. Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca," bahwa dibolehkan mengeraskan bacaan surat pada salat dzuhur dan ashar. Sehingga mengerasakan atau diam dalam bacaan surat bukan menjadi syarat sahnya suatu sholat.
Allah SWT berfirman, memperjelas alasan mengapa salat dzuhur dan ashar tidak bersuara.
قُلِ ٱدْعُوا۟ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُوا۟ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُوا۟ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".
(QS. Al Isra 110)
Ayat ini menjelaskan ketika Rasulullah SAW memimpin salat berjamaah bersama para sahabat dengan mengeraskan bacaan surat, dan kaum musyrikin Mekkah mendengarnya, mereka pun mencaci maki bacaan tersebut, mencaci maki pula Dzat yang menurunkannya dan mencaci maki orang yang menyampaikannya.
Allah SWT memerintahkan untuk tidak "mengeraskan" ketika siang hari, agar tidak menjadi celaan bagi kaum musyrikin.
Akan tetapi Allah SWT juga menyampaikan, "Dan janganlah pula merendahkannya." Sehingga bacaan mesti tetap terdengar oleh para sahabat yang berada di shaf pertama. Maka karena itu Allah SWT memerintahkan Rasul untuk mencari jalan pertengahan diantara keduanya.) ~
Setelah selsai sholat berjamaah, maka Ubaydillah pun melantunkan bacaan doa dan dzikir, setelah sholat, singkat nya semua selsai. Ubaydillah keluar dari area Mihhrab, ia kembali melaksanakan sholat Ba'diyyah Dzuhur.
اُصَلِّيْ سُنَّةَ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ بَعْدِيَّةً مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab-latib: Ushalli sunnatad dhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati ada'an lillahi ta'ala.
Allahhu akhbar.......
Ubaydillah pun selsai melaksanakan sholat Ba'diyyah Dzuhur, ia memutuskan untuk menanti pak Kyai, ia ingin bicara mengenai Lintang, Ubaydillah ini anak yang santun, seberapa manja pun ia di dalam rumah numin ia akan menjadi anak yang hormat pada Abi dan Umi nya ketika berada di luar rumah.
Pak kyai seakan mengerti anak Paling bungsu nya itu sedang menanti nya.
"Ehhem... Dek ada yang mau Di bicarakan sama Abi?" tanya nya.
"Mmm.. Iya Bi.." ucap Ubaydillah.
"Ya sudah, tunggu Di rumah, sekitar satu jam lagi Abi pulang, Abi sedang ada pembicaraan sedikit, bersama para pengurus ponpes" ucap Pak Kyai.
"baiklah Abi, Terimakasih.. Dedek Pulang duluan, assalamu alaikum" pamit Ubaydillah seraya mengecup punggung tangan pak Kyai.
"Ia dek.. waalaikum Salam" jawab pak Kyai.
Di rumah utama-------
"Assalamu alaikum... Umi... Umi sayang, dedek plang nih" ucap Ubaydillah memanggil Umi nya.
"Waalaikum Salam.." Terdengar suara Umi dan Ambu bersamaan dari arah dapur.
Ubaydillah menghampiri Umi nya di dapur, "mmm... Wangi sekali Mi, dedek jadi lapar nih " ucap Ubaydillah ketika mencium bau masakan, seraya merangkul pundak Umi nya.
"Ya sudah ayok makan, sebentar lagi siap, o ya A'a mu sama Nana tidak pulang dek?"
Tanya Umi.
"Tidik Mi, mungkin dua hari ke depan mereka baru pulang" ucap Ubaydillah.
"oo begitu, tapi Nana baik baik saja kan sayang?" Tanya Umi kembali. "ALHAMDULILLAH, baik Koq Mi" ucap Ubaydillah.
"Mi..nanti Dedek mau bicara sama Umi dan Abi" ucap Ubaydillah.
"Mau bicara apa dek?" tanya Umi.
__ADS_1
"bicara masalah perempuan Mi, Dedek Ingin Nikah." ucap Ubaydillah.
"MasyaAllah, dek serius??" Tanya Umi setengah terkejut plus senang mendengar kata Nikahn.
"serius Mi" ucap Ubaydillah.
"Alhamdulillah" ucap Umi.
Setelah satu jam.. pak kyai pun pulang ke rumah, Ubaydillah telah berada di kamar nya, sehabis makan tadi, Ubaydillah pamit ke kamar nya Pada Umi.
"Mi... Tolong panggil si utun Mi" , ucap pak Kyai pada Umi,
"Iya Bi, sebentar umi panggil dulu" ucap Umi.
Kini Ubaydillah, pak Kyia, dan Umi sudah berada di ruang keluar.
"Dek, tadi katanya mau bicara, ayo mau bicara apa?" tanya pak kyai memulai perbincangan..
"ini.. Abi, Umi... Dedek mau minta maaf sama Abi dan Umi, dedek sudah berbuat Dosa" ucap Ubaydillah merunduk.
"Maksud Dedek, Diosa apa? " tanya pak Kyai, Umi menyak.
Ini Bi.. Bla.. Bla.. Bla.. Ubaydillah men ceritakan kejadian bersama Lintang hingga detail, dan terakhir ia menyerahkan secarik kertas berisi pesan dari Lintang.
Abi dan Umi membaca pesan dari Lintang Berbarengan.
" hemmm.. Dek, Abi hangga sama dedek, sudah mau jujur" ucap pak kyai.
"Iya sayang, Umi juga bangga padamu dek" ucap Umi seraya mengelus pundak Ubaydillah.
"Terimakasih Abi , Umi.. Sekarang Dedek mau
Minta tolong pada Abi..." ucap Ubaydillah.
"Mau minta tolong apa dek?" , Tanya Abi.
"Tolong KHITBAHKAN perempuan itu Untuk Dedek" ucap Ubaydillah mantap.
"Apa dedek sudah mantap?" tanya pak Kyai.
"Sudah Bi" ucap Ubaydillah singkat, padat dan jelas.
"Baiklah, jika dedek sudah merasa mantap, tugas dedek saat ini , mencari keberadaan perempuan itu" ucap pak Kyia.
"Ternyata dia sahabat nya Nana Bi, akan Lebih mudah mencari nya, setelah Nana selsai ujian Kita akan ke Jakarta Bi, untuk menemui nya"
Tutur Ubaydillah.
"Ya bagus kalau begitu dek, lebih mudah mencari nya, semoga Allah mempermudah jalan mu " ucap Umi.
"Tapi... Dia masih satu Spesies sekalangan Nana, termasuk pakaian dan kelakuan nya.
Abi, Umi" Ucap Ubaydillah.
Pak kyai dan Umi merasa terkejut, lalu saling bertatapan dan berucap.." ASTAGFIRULLAH AL'ADZIM".
****************
Maaf baru Up para Readers tercintah..
O ya...masalah bacaan, dan Ayat 2 Di Atas, Thor mohon maaf yang sebesar besar nya, tidak bermaksud menggurui dan sok tahu, thor hanya ingin sedikit mengupas tentang sebuah femahaman dan thor ingin kita belajar bersama , bagi yang sudah tahu syukurlah alhamdulillah, bagi yang belum tahu, semoga bermanfaat. Terimakasih
Maaf jika ada kesalahan...
Masih nyambung ya... 🙏🙏🙏😇😇😍😍💐💐
__ADS_1