
Uuwwhekk... Uwheek.. Ooouu..oouu..
"Astagfirullah.. Ya Allah..."
Afnan masih saja mengeluarkan isi perut nya, padahal sudah habis , yang keluar juga hanya air liur ..
"Astagfirullah...Astagfirullah Ucap Afnan"
ia bersandar Di sofa, terlihat begitu lelah.. Peluh membasahi dahi Afnan..
"Abi.. Dedek.. Tolong jagain A'a " ucap Umi.
"Baik mi" ucap Ubaydillah
"Nana sayang, ikut Umi ya , ambil air urin sebentar"
Ajak Umi
"Iya Umi.." Hasna menurut
Lalu Umi Dan Hasna masuk ke kamar mandi untuk ambil air urin
Terlihat Ubaydillah sendang menyeka peluh Afnan memakai tisu, Dan pak kyai memijiti bahu Afnan.
"Abi, dek, Terimakasih.."
Ucap Afnan
"Iya sama sama A'a"..
ucap Ubaydillah
"Abi.." panggilan Afnan lirih
"Iya A..." ucap pak kyai lembut.
"Memang nya ada Bi, kalau istri hamil tapi suami yang mengalami gejala nya, seperti A'a ini?" Tanya Afnan pada pak kyai.
"Setahu Abi, memang ada, tapi kemungkinan itu langka, yaa mungkin 3 banding 100.
Ucap pak kyai
" Oohh.. Berarti ada kan.." ucap Afnan
" Iya ada, dalam dunia medis Di kenal dengan sebutan couvade syndrome. Atau Di sebut juga Sindrom kehamilan simpatik."
Tutur pak kyai.
"Ooh koq bisa gitu Bi.." . Tanya Ubaydillah
"Ya, bisa saja dek.. penyebab nya bisa Karena, stress atau ikatan batin suami dengan sang istri yang terlalu kuat, rasa sayang yang luar biasa, akhir nya menimbulkan rasa simpatik yang berlebihan."
"Mmm... Selain suami, apa bisa orang lain seperti mertua atau adik gitu yang ikut merasakan Bi?"Tanya Afnan.
"Tergantung seberapa intens kedekatan mereka, tapi ada walaupun mungkin hanya 1 banding 100, bisa mertua, adik bahkan sahabat dekat ikut merasakan, yaaa tidak melulu muntah yang seperti A'a alami, bisa saja hanya ikut kram perut atau saat nya persalinan tiba, Karena rasa cemas berlebihan, maka bisa saja ikut merasakan mulas. "
Tutur pak kyai.
" Wuuiihh Abi mantabzz... Kenapa tidak jadi dokter saja Bi..dokter Abi Qorry Husain Al -Jaris" (nama pak kyai)
Ucap Ubaydillah .
"Ya kan memang gelar Abi Prof . Dr.. Dek.. Hehe.."
Ucap pak kyai terkekeh
"Yaaah.. Abi, itu gelar kesarjanaan.. hihi."
Ucap Ubaydillah sembari nyengir..
"Sudah sudah sudah.... Ayo lihat sini para lelaki... "
__ADS_1
Ucap Umi yang baru saja keluar dari kamar mandi sembari merangkul pinggang Hasna
"Siapkan telinga kalian..." Ucap Umi kembali.
"Dan hasil tespek dari air urin Nana.." yaitu...
.....
Umi berhenti sejenak.
"Yeeeaayyy alhamdulillah Positif..."
Teriak Umi seperti anak kecil baru dapat mainan.
"Ma... Ma.. Maksud nya mi..." Tanya Afnan Tak percaya
"Iya A'a sayang ... Nana hamil...Dan A'a InshaAllah akan jadi Abi" ucap Umi
"Haa.. Haa.. Mil mi... " Tanya Afnan kembali.
"Iya sayaaaang... " ucap Umi
"Alhamdulillah....terimakasih ya Allah,"
ucap nya , lalu Afnan menghadap kiblat Dan ia bersujud syukur
(Nawaitu sujudas syukri Lillahi Ta'aalla, artinya, Saya niatย sujud syukurย karena Allah Ta'aalla).
Setelah selsai bersujud syukur.. Afnan menghampiri Umi Dan Hasna lalu memeluk Dan mengecupi pipi keduanya secara bergantian.
Tak lama di susul pak kyia Dan Ubaydillah..
"Alhamdulillah Nana... Terimakasih sudah mengandung cucu Abi, " ucap pak kyai seraya mengelus kepala Hasna.
"Iya Abi, sama sama" ucap hasna
"Yeaayy jadi Om betulan nih dedek, gak jadi om om lagii...ahahahah."
Ucap Ubaydillah tertawa.
_______________
Sejak dari pak kyai, Umi Dan Ubaydillah meninggalkan kamar Afnan...
maka Tak sedetikpun Hasna lepas dari pelukan Afnan,
sampai sampai Hasna yang sudah siap berangkat sekolah pun ia cegah Dan meminta tolong Ubaydillah untuk membawa surat izin tidak masuk ke sekolah Hasna
Afnan begitu manja , ia terus saja mengelus perut Hasna Dan mengecupi tangan Hasna , entah berapa kali terimakasih ia ungkapkan.
"Byby sayangg.. Sudah dong, elus elus perut Nana nya, ini geli by..." ucap Hasna
"Ummm.. sebentar lagi sayang... Ya Allah.. Nanti pas mem besar seperti apa ya, akan seperti balon atau semangka " ucap Afnan mengira ngira
"Iihh.. Byby masih lama byyy..." ucap Hasna
"Ya tidak apa apa.. Byby hanya membayang kan, jika perut nya mulai me besar. Hihi"
Ucapa Afnan menyeringai.
"Sayang terimakasih sudah mau mengandung anak byby.." Ucap Afnan.
"Sama sama By..." Ucap Hasna
"Lalu... Bagaimana perasaan sayang saat ini?" Tanya Afnan.
"Perasaan aku bahagia tapi bingung" ...ucap Hasna.
"Bingung kenapa sayang?" Tanya Afnan.
"Ya bingung saja, apa yang harus Nana lakukan." Ucap Hasna
__ADS_1
"Hikkzz.. Hikkzz..."
Hasna mulai tersedu.
"Sayang.... Sayang ... Koq menangis.. Maafkan byby, maafkan byby Karena menghamilimu di usia Dini,
maaf.. Maaf byby mengerti kegundahan sayang..."
Ucap Afnan lebih erat lagi dalam memeluk Hasna Dan Afnan pun ikut terisak..
"Loh kok byby ikut menangis??" Tanya Hasna.
"Byby sedih, Karena byby Sudah egois merebut masa remajamu.." Ucap Afnan sembari menyeka air mata nya.
"Loh koq byby berfikir nya begitu... Nana bahagia by, bisa memberi anak untuk byby,itu berarti Nana sudah mampu membalas kebaikan, ke sabaran, rasa kasih sayang Dan waktu yang byby curahkan untuk Nana, Karena selama ini Nana berfikir, cinta Dan kesetiaan Nana saja tidak akan cukup membalas perlakuan byby terhadap Nana, terutama kesabaran yang luar biasa nya byby , Nana sudah banyak berbuat sesuka hati terhadap byby, terkadang Nana marah, membentak, bahkan Nana sudah ngajak byby duel, merusak rumah byby.. Tapi byby betul betul masih memanja kan Nana, jangankan berbuat kasar kepada Nana bahkan membentak saja tidak byby lakukan. " ucap Hasna
" jika saja bukan byby yang menjadi suami Nana bisa saja Nana sudah habis di Aniaya Karena kelakuan buruk Nana.
Terimakasih by.. Terimakasih."
Lalu Hasna mengecup hidung Afnan Dan beralih ke Bibir, Hasna mel**at nya penuh gai*ah, biasa nya ia Tak pernah memulai dahulu apalagi seagresif itu hingga Afnan membalas nya dan saling berpagut cukup lama, Hingga Hasna menyudahinya, Dan menormalkan nafas marathon nya....
Ia menangkup wajah Afnan di kedua pipi afnan Dan berucap lirih...
"Byby sayang.... Benih ini, yang ada Di perut Nana ini,
Nana persembahkan untuk byby sebagai hadiah terbesar kesabaran byby..
Terimakasih by, sudah begitu menyayangi Dan mencintai Nana, tak ada harta ataupun nominal yang mampu menebus kesabaran byby selain bakal anak ini,
Nana tahu itu by, Karena hanya calon anak ini yang akan membuat byby punya segala nya.. Bahagia, kebanggan, percaya diri Dan yang terutama gelar baru yang tidak akan pernah Di dapat di sekolah manapun, yaitu
gelar sebagai AYAH... "
Hasna tersenyum lebar sembari mengecup. Kedua mata Afnan yang masih berkaca kaca.
"Ah.. Ha.. Ha... MasyaAllah sayang.. Byby tidak berfikir begitu, byby justru merasa bersalah Karena telah menghamilimu Di usia dini, Dan belum lulus sekolah..
Byby sangat bahagia tau kamu hamil, memang ini yang byby inginkan, namun byby Tak pernah mengungkap kan pada sayang, Karena byby tidak ingin sayang merasa terbebani oleh keinginan byby" Tutur Afnan
"By... Sejak byby buka SEGEL nya Nana,
Nana sudah siap Dan ikhlas jika Nana hamil, apalagi waktu byby buka SEGEL nana, hari itu hari Di mana Nana baru selsai haid Dan itu adalah fase tersubur Nana..
Jika Nana belum siap, pasti Nana gunakan alat kontrasepsi dari awal by...
Biar Nana masih kecil tapi Nana faham by apa itu alat kontrasepsi, kan Di sekolah di ajarkan, apalagi saat ini banyak situs untuk kita mencari tahu" Tutur Hasna.
"SubhanAllah... Jadi byby tidak seegois itu?"
Tanya Afnan..
"Tidak byby sayang, ini keikhlasan Nana koq,nana sudah siap toh InshaAllah, sekolah Nana juga akan lulus sebelum perut Ini mem besar " Ucap Hasna Sambil tersenyum lebar
"MasyaAllah.. Terimakasih sayang.. Ternyata usia Tak mem pengaruhi seseorang untuk berfikir dewasa." ucap Afnan sembari mengecup dahi Hasna.
"Sama sama by..." Ucap Hasna
"Ya sudah, sebagai hadiah Kehamilan sayang mau minta apa?"
Tanya Afnan.
"Tidak by, tidak ada." Ucap Hasna
"Ayolah sayang, ada dong.." bujuk Afnan by
"Kalau pun ada, apa byby mau menjawab nya?" Tanya balik Hasna penuh teka teki
"Maksud sayang???" Tanya Afnan kembali.
"Tidak by! "
__ADS_1
**************
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐