Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps. 160. Byby Saja Yang Pakai


__ADS_3

Kini sudah masuk waktunya dzuhur dan di ponpes untuk para pelamar ini waktu Istirahat sholat dan makan siang , keputusan penerimaan hari ini pun akan di umumkan nanti.


"Alhamdulillah wa syukurillah, sudah memasuki waktu dzuhur dan sesi pertama yaitu sesi wawancara sudah selsai ya, nanti pukul tiga akan kami umumkan hasil nya siapa siapa saja yang masuk kandidat menjadi guru pembimbing di ponpes Hubbul wathan ini, sekian dari kami sampai berjumpa di sesi selanjut nya, yaitu sesi pengumuman, Assalamu alaikum warahmattullahi wabarokatuuh "


tutur Ubaydillah.


" Waalaikum Salam warahmattullahi wabarokatuuh "


ucap para pelamar


yang jumlah


nya ada 17 orang.


Dan mereka pun membubarkan diri dari Aula menuju masjid untuk Sholat sebelum nanti nya makan siang dan ber istirahat


menunggu pengumuman


pada pukul tiga.


Di kantor Afnan...


Hasna dan Afnan setelah makan, kini mereka melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah bersama beberapa pekerja Hotel dan restaurant di mushola yang sengaja di bangun di area Hotel dan restaurant.


Setelah sholat,Afnan mengajak Hasna masuk ke dalam Hotel, di lobby sudah menuggu ayah Adrian, dan melihat Afnan tiba lalu ia menghampiri Afnan, "tinggal naik saja pak, semua sudah siap" ucap pak Natta.


"Baiklah pak Natta terimakasih banyak atas bantuan bapak" ucap Afnan,"sama sama pak" ucap pak Natta"ya sudah kalau begitu saya permisi pak, naik dulu ya" ucap Afnan


"oohh silahkan pak" timpal pak Natta.


Afnan menggenggam tangan Hasna dan membawa Hasna masuk ke dalam lift naik ke lantai 10 dan seperti nya itu ruangan private, karena lift nya saja berbeda dengan lift tamu lain nya, "By kita mau apa koq masuk ke hotel, kenapa tidak pulang saja ke rumah utama atau rumah kecil?" tanya Hasna.


"Sayang sabar ya, lihat saja Nanti kita mau apa, kalau pulang ke rumah utama terlalu banyak orang, kalau ke rumah kecil, terlalu lama sampai nya, lebih baik di sini kan lebih cepat sampai" tutur Afnan, dan Hasna hanya menurut, tak lama mereka tiba di lantai 10 dan ruangan itu terlihat luas seperti nya itu di peruntukan untuk tempat jamuan atau pesta sederhana , dan hanya terdapat beberapa kamar saja yang berhias bunga segar di depan pintu nya.


Dan sampailah Hasna bersama Afnan di sebuah kamar bertulisakan sweet Room for Love after marriage, Hasna hanya diam, ia ikuti langkah Afnan dan ketika pintu Afnan buka dengan hanya sentuhan jarinya, ia ikuti langkah Afnan berjalan di antara koridor dari arah pintu masuk lalu sedikit berbelok menuju ke arah sofa dan tempat tidur, maka pandangan pertama Hasna tertuju pada hamparan kelopak bunga mawar merah yang terhampar di lantai dan tersusun memanjang sebagai jalan menuju arah ke tempat tidur.



"MasyaAllah By, cantiik nyaa" ucap Hasna tersenyum serta berdecak kagum, "Apa ini yang di maksud byby sebagai kejutan Untuk Nana by?" tanya Hasna, mata nya berbinar gembira


"Iya sayang, bagaimana sayang suka atau tidak?" tanya balik Afnan


"Ya jelas, suka sekali dong byy" ucap Hasna, lalu ia menghambur ke arah tempat tidur tanpa memperdulikan Afnan yang masih senyam senyum mengamati Keriangan nya, Hasna menapaki kelopak mawar yang mengarah ke tempat tidur, setelah sampai di tempat tidur maka ia genggam kelopak mawar yang terhampar di atas tempat tidur lalu ia menebarakan nya ke atas dirinya dan ia pun terhujani ratusan kelopak mawar tersebut.


"Hmmm.. Cerita nya si Pemberi kejutan nya terlupakan nih?" bisik Afnan yang kini sudah memeluk nya dari arah belakang, "Heee maaf by, tidak koq masa Nana lupa dengan byby sih mana mungkin, ia menggenggam tangan Afnan yang berada di atas Perut nya.

__ADS_1


Kemudian Ia merasakan Afnan tengah memakai kan sesuatu di pergelangan kanan nya dan ketika ia lihat, itu adalah sebuah gelang pentol mutiara yang cantik terlihat sederhana namun tetap Elegan Karena bertabur berlian di seluruh lingkaran nya , Afnan mengenakan di pergelangan kanan Hasna karena pergelangan kiri nya Hasna sudah mengenakan gelang Khitbah dari nya.



"MasyaAllah byby cantik sekali, Terimakasih lagi dan lagi by" Hasna berbalik dan memeluk Afnan matanya berkaca kaca, "Maafkan byby sayang, sudah terlalu keras dan mengabaikan mu dalam beberapa hari ini" gumam Afnan,


ia benamkan wajah nya di antara bahu dan


leher Hasna, Dan Hasna melepaskan pelukan, sebelah tangan nya masih melingkar pada leher Afnan,dan tangan kanan nya menangkup serta mengelus lembut wajah Afnan dengan telapak tangan nya " Byyy.. Jika memang itu pantas Nana dapat kan, jangankan di perlakukan seperti kemarin, mungkin jika byby ingin mencambuk Nana pun, itu harus Nana terima, bukan byby yang harus meminta maaf tapi Nana" ucap Hasna lembut.


"Tidak sayang tidak, di dalam Islam tidak


di perbolehkan menghukum Istri dengan menyakiti dan menggunakan kekerasan, apalagi sampai mencambuk, itu tidak


betul sayang, tidak sayang byby juga salah Karena seharus nya mencabut hukuman itu secepat nya bukan menunda seperti kemarin, jika begitu byby pun berdosa Karena sudah mendiamkan istrinya lebih dari tiga hari, dan jika itu ter ulang sayang berhak menegur


byby serta sayang berhak melakukan hal


yang sama Karena kesalahan yang byby lakukan" tutur Afnan tak kalah lembut


dengan kata kata Hasna.


"Iya byy, sekali lagi terimakasih telah begitu sabar terhadap Nana dan terimakasih telah menjadi suami terbaik, setiap Hari rasa Cinta Nana makin bertambah, Terimakasih byby Sudah membuat Nana jatuh cinta sehebat ini, Nana mencintai byby karena Allah" ucap Hasna lirih.


"Iya sama sama sayang, MasyaAllah byby pun begitu, cinta byby bertamabah setiap hari padamu, Ana UHIBBUKI Fillah sayang" ucap Afnan masih dengan nada yang lembut, dan kini mereka saling berpelukan kembali dengan air mata menetes dari mata mereka, air mata bahgia.


"Iiih byby apa sih, Nana di beri kejutan suasana kamar pengantin, gelang , dan sekarang jaring laba laba, aaahh Nana kan malu byy" ucap Hasna tertunduk malu,wajah nya merona.


"Hehe ya tidak apa apa kan biar lebih roman roman nan dari utun berjenggot dan Lilin lampu" canda Afnan


"Hihi.. romantis byyy kok roman roman, lagi pula mengapa harus memberikan kejutan berupa suasana kamar pengantin sih by?" tanya Hasna


"Dan kenapa suasana kamar pengantin?! Karena kita tidak pernah seutuh nya menikmati kamar pengantin kita sayang, igat saja kejadian awal kita Nikah, kamu kan datang bulan, terpaksa byby puasa, dan malam berikut nya kita pengantinan di kantor polisi lalu kita pulang ke rumah kecil dan juga kamu kan belum ikhlas waktu itu " tutur Afnan, tersenyum simpul mengingat kejadian waktu itu.


" Bybyyy Nana maluuu uuuu kalau mengingat moment itu hiiii" ucap Hasna menutup wajah nya serya menyeringai.


"Ya sudah, sana ke kamar mandi dulu, pakai baju yang tersedia, nanti kita menari black pink sama sama jangan tari india ya" , bisik Afnan


"Ya ampun byy masa black pink, ada ada saja" Hasna terkekeh dan berlalu menuju kamar mandi, " biar saja jadi tidak meniru utun berjenggot dan Lilin lampu" ucap Afnan mengiringi langkah kaki Hasna, dan Hasna hanya tersenyum.


"Pelan pelan saja sayang, jalan nya hati hati" Afnan berbicara mengeraskan suara nya.


" Iya byyy" jawab Hasna.


Di rumah Utama pesantren....

__ADS_1


Devano, Lintang serta Ubaydillah sedang menikmati makan siang mereka sembari bercengkrama, " Yang Davi tolong jelaskan siapa Elyavira dan sejak kapan Ayang Davi mengenal nya?" tanya Lintang.


"Baiklah, jadi begini Yang, Nona El itu adalah orang yang pernah kita tolong waktu kita berkuliah di Turki, dan..." Ubaydillah menceritakan apa yang dulu mereka alami dan sering lakukan.


"Berarti Ayang dan El itu pernah deket dan suka sukaan ya?" tanya Lintang kembali


Tidak Yang, bukan seperti itu koq, kita cuma sebagai teman komunitas mahasiswa Indonesia di sana ya otomatis kita sering bertemu dan saat kita berkumpul tuh tidak hanya berdua atau bertiga, tapi beberapa orang Yang" penjelasan Ubaydillah.


"Ooohh.." ucap singkat Lintang, lalu ia diam seribu basa wajah nya sinis terlihat kurang suka dengan nama Elyavira.


" heuhh.. El ini seperti nya memang calon paperpus (para perempuan penyabet Ustadz) juga, harus hati hati, aku tadi lihat sorot mata nya aneh pas lihat Ayang Davi, harus di cariin jodoh nih si El ini agar tak jadi paperpus" gumam Lintang dalam hatinya, lalu ia pandang tajam wajah Devano seperti ada yang ia sedang rencana kan dan Devano merasa salah tingkah di pandang seperti itu oleh Lintang.


"Hehh ada apa lo lihat lihat gue seperti itu?" tanya Devano sembari melemparkankan kerupuk ke arah Lintang, dan itu membut Lintang terkejut.


"Eh amm enggak, kepedean lo" ucap Lintang salah tingkah.


Ubaydillah yang melihat kejadian itu, ia tak mengerti, " sudah sudah ada apa sih, kalian koq malah pada nyolot gitu" ucap Ubaydillah.


"Gak tau tuh" ucap kedua nya serempak.


Dan mereka melanjutkan makan nya dengan tanpa bersuara, setelah selsai makan, Devano, pamit pada Ubaydillah untuk ikut anak anak Hadroh latihan di Aula, Ubaydillah di temani Lintang menonton televisi di ruang keluarga hingga mereka tertidur di atas sofa.


Di Kamar Hotel..


Hasna baru saja selsai membersihakan diri, ia mandi dan memakai wewangian yang sudah Afnan sediakan, lalu ia hampiri baju jaring laba laba yang di maksud Afnan, " hooo Astagfirullah" Hasna merasa terkejut, matanya terbelalak dan ia menutup mulutnya yang kini membentuk huruf O dengan telapak tangan nya, Ia terkejut melihat Lingerie yang sangat tipis dan sexy berbahan brokat, lebih seperti bahan brokat tipis yang hanya di beri tali sebagai pengikat, yang menerawangkan bagian bagian vital nya jika Hasna kenakan.


"Iiiihh bybyyyyyy... Fiktooorr, Mesuuummm" teriak Hasna , dan membuat Afnan yang sedang senyum senyum membayangkan Hasna mengenakan Lingerie pesanan nya itu terkejut Karena teriakan Hasna dari arah kamar mandi, dan stengah berlari ia menghampiri Hasna, braakk pintu terbuka dengan keras.


"Ada apa sayang, kamu kenapa, ada yang sakit?" pertanyaan Afnan beruntun khawatir, ia menghampiri Hasna yang duduk di tepi bathtub.


Dan Hasna hanya menunjuk Lingerie yang tergantung di hanger, Afnan menoleh ke arah yang Hasna tunjuk.


"Astagfirullah, ini bukan pesanan byby sayang" Afnan ikut terkejut dan ia menutupi wajah nya dengan telapak tangan nya, dan ia mengintip dari sela sela jari nya.


"Memang pesanan byby seperti apa?" tanya Hasna, lalu Afnan mengeluarkan ponsel nya dari dalam saku celana nya, "Ini sayang, yang byby pesan model begini" Afnan memperlihatkan foto Lingerie pesanan nya, dan memang itu masih tergolong sopan, Karena Hanya berupa tali tangtop pada bagian atas dan lebih mirip bra ber aksen brokat di bagian dada, dan kebawah nya mirip dres mengembang berbahan satin lembut dengan ujung yang di hiasi berokat tipis, dan itu memang pakaian kesukaan Hasna jika harus pun memakai lingerie, Hasna tidak suka pakaian sexy macam wanita binal, biarpun ia sudah bersuami ia hanya menggunakan piyama celana atau berlengan pendek tidak pakain model seronok gitu dan Afnan pun memang tidak menyukai istrinya berpakain seperti itu, ia lebih suka Hasna tidur dengan kemeja atau piyama milik nya yang berlengan panjang dan hanya menampakan bagian paha Hasna saja.


"Maaf ya by , baju ini terlalu nista dan seronok, Nana tidak ingin memakai nya, di fikir Nana wanita panggilan apa, kalau mau byby saja yang pakai" gerutu Hasna, dan berlalu ke dalam kamar hanya mengenakan Handuk.


" Sayang tunggu, maaf ini bukan perbuatan byby" ucap Afnan membujuk Hasna, namun Hasna sudah membalut tubuh nya dengan selimut, "Ya Allah masa gak jadi sih nari black pink nya, padahal udah romance begini suasana nya, astagfirullah gegara jaring laba laba nya salah bawa pak wiranata ya ampuuuunn" gumam Afnan frustasi.


Masih nyambung ya....


********


Terimakasih sudah membaca 🙏 😍 💐

__ADS_1


Mampir juga ke karya Author ya "Satpam cintaku, dan Cinta tersembunyi" coba ketik lah se ketik dua ketik di kolom komentar jika suadah mampir 👌😍


__ADS_2