
**********
"Eh om ustadz, om ubay.."
"Tidak om saya sedang menjadi tawanan.. Eh jaminan ...".
Continued ____________
"Jaminan?"
"Maksud kamu?"
Tanya Afnan..
"Iya om..Hasna meminjam Mobil kakak ini untuk ke rumah sakit, antar pegawai om yang pingsan.. Nah jadilah saya sebagai jaminan nya.." tutur Adrian.
"Khmmppfff" ... Afnan menahan tawa..
"Ahahahahahaah.." . Sedang Ubaydillah tertawa Lepas..
Betapa tidak mengundang tawa, Adrian bercerita dengan mimik muka memelas, Dan merasa lucu..kok Bisa gitu, Hasna mempunyai ide menjadikan nya Adrian sebagai jaminan..
Nah si empunya Mobil juga, kenapa bukan dia saja yang antar, malah rela berduaan bersama Adrian nunggu Mobil kembali.
"Oh jadi maksud dari ke kacauan yang tadi itu..
ini toh.." Ucap Afnan..
"Tolong lihat rekaman Cctv sob.. Ana mau lihat, apa yang Di lakukan Nana tadi"
Ucap Afnan pada Ubaydillah
"OK... Bro, sebentar ya..."
Lalu Ubaydillah masuk ke dalam ruangan Afnan, yang berada terpisah dari restaurant tersebut, namun Afnan masih dapat melihat kondisi restaurant dari dalam lewat kaca besar yang menghadap ke arah restaurant tersebut...
Dan Di sebelah kanan terdapat sebuah hotel berlantai 15 yang juga terhubung ke restaurant.
"Ya sudah Adrian, kamu pesan makan saja dulu, pasti kamu lapar.."
"Dan mas nya.. Apa Anda mau minum sesuatu?"
Tanya Afnan ramah .
"Iya terimakasih om..." Ucap Adrian.
"Mm...iya pak, terimakasih.." Ucap orang tersebut.
Lalu Afnan memesan menu makanan Dan minuman kepada pegawai nya ...
"Adrian.... ,
Mas......
Maaf saya Tinggal, masih banyak pekerjaan menunggu." Ucap Afnan
"Oh iya om, pak... Silahkan jawab keduanya.."
"Asalamualaikum..." Ucap Afnan
"Waalaikum Salam.." Ucap kedua nya
Afnan masuk ke dalam kantor nya, dan pesanan makanan untuk Adrian pun tiba .
Di dalam kantor Afnan, ia lihat Ubaydillah sedang tertawa tawa, matanya tertuju pada layar laptop..
"Ada yang lucu sob?" Tanya Afnan
"Tuh lihat, kelakuan istri Anta bro..."
Tunjuk Ubaydillah pada laptop nya.
Lalu Ubaydillah menyodor kan laptop nya itu pada Afnan..
"Eehhhhhehehe .. Na Nana...
Kelakuan mu , bikin gemezzz saja ....
Ya sudah, Ana tunggu dia kembali.. ..
__ADS_1
Apa yang sebetul nya yang terjadi.".
Ucap Afnan.
"Ya... Kalau begitu Ana ke hotel lihat Ada pengaduan apa hari ini.."
Pamit Ubaydillah.
"Biklah sob...." ucap Afnan
"Asalamualaikum..."
"Waalaikum salam.."
...........
Hasna kembali dari rumah sakit..
"Kak.. Nih kunci Mobil nya.. Terimakasih banyak.."
"Sudah selsai ?. " tanya si pemilik Mobil...
"Sudah " ucap Hasna singkat
"Ya sudah saya pamit...." Ucap si pemilik Mobil
"Terimakasih banyak kak.." ucap Hasna
"Ya sama sama, " balas si pemilik Mobil.
"Na.... Terus pelayan itu mana??" Tanya Adrian.
"Masih di rumah sakit, harus menjalani perawatan ."
jawab Hasna
"Loh.. Memang kenapa Na?"
Tanya Adrian lagi...
"Ternyata dia sakit, kelelahan.." jawab Hasna, terlihat rasa kesal di dalam mata nya, entah untuk siapa rasa kesal nya itu.
Tutur Adrian
" Ruangan nya yang mana yan?"
Tanya Hasna pada Adrian..
"Yang itu Na..." Tunjuk Adrian pada ruangan Afnan
" Ya sudah.. Gue masuk dulu yan.. Gue mau buat perhitungan sama ustadz sekaligus boss gak punya perasaan itu."
Lalu Hasna berjalan dengan tergesa menerobos masuk ke dalam kantor Afnan.
"Na.. Na.... Nana..." Panggil Adrian..
Namun percuma, Nana mengacuhkan panggilan Adrian.
Di kantor Afnan...
Braaaaakkkk.... Suara pintu terbuka tanpa ada yang mengetuk.. Terlihat Afnan sedang fokus Di meja kerjanya
"Astagfirullah..."
Ucap Afnan.. Ia terkejut dengan suara pintu yang terbuka lebar Dan menghantam tembok.
Ketika ia menoleh, tak kalah terkejut Hasna tengah berdiri dengan wajah nya penuh kekesalan.
"Waalaikum Salam sayang, selamat datang di tempat byby cari nafkah ..." ucap nya, masih dalam posisi duduk Dan fokus kembali pada dokumen dokumen nya .
"Byby...tak perlu basa basi..." ucap Hasna,
Masih berdiri di pintu.
"Waalaikum Salam sayang ...." ia mengulang ucapan Salam dengan penuh penekanan.
Dan Afnan masih fokus pada kertas yang ia pegang.
__ADS_1
"Asalamualaikum..." Ucap Hasna dengan wajah yang di tekuk.
"Waalaikum Salam.."
Ucap Afnan tersenyum, ia tahu Hasna sedang kesal, namun penyebab nya ia belum tahu.
"Loh kenapa kok baru saja tiba, marah marah begitu.. Ucap afnan lembut."
Hanya menoleh sebentar pada Hasna lalu pandangan nya kembali pada kertas kertas Di Atas meja nya.
"Sini mendekat ke byby ... Dan Tutup pintu nya sayaang ..." ucap nya masih dalam posisi wajah menghadapi kertas.
Di luar, ada beberapa pasang mata para pegawai restaurant yang mem perhatikan kelakuan Hasna .. Mereka tahu Afnan telah menikah namun ia Tak tahu kalau Hasna adalah istri dari boss nya tersebut.
{Eh kok itu cewek masuk kantor pak Afnan, siapa dia? Ucap salah satu pelayan
Ia tuh, wah pak Afnan kan tidak pernah memasukan perempuan ke kantor nya ....
Nah loh kalau istrinya tau gimana tuh..??
Dih Lagian anak sekolah.. Apa dia salah satu penggoda om om ya...??
Baru liat gue, tuh cewek.. Bgitulah berbagai terkaan Dan spekulasi dari para pekerja Afnan.}
"Sayang kok masih di situ, ayo masuk sini,tutup pintu nya"
ucap Afnan kembali..masih tetap fokus pada kertas Di tangan nya.
"Lalu Hasna masuk Dan menutup pintu dengan keras Dan asal "
... Bruuuggh.. Suara pintu.
Hasna berjalan mendekati Afnan sambil bersungut sungut, kehadiran nya merasa tidak di anggap Dan di sepelekan oleh Afnan .
BY .. Byby..? tuh tega ya sama pegawai nya...pegawai byby tuh sakit, dia kecapean sampai jatuh pingsan gitu." "ucap nya dengan suara keras.. Hingga pegawai Afnan yang berada di dekat ruangan itu mendengar perempuan itu sedang memarahi boss nya..
{Iih siapa sih tuh cewek kok berani berani nya ngomong keras gitu sama pak Afnan}
Adrian yang masih terduduk Di meja dekat kantor Afnan, ia pun mendengar, Dan ia tahu para pegawai berbisik bisik.. Namun apalah daya Adrian, Ia hanya memilih diam.
Afnan mendengar Hasna bersungut sungut, ia hanya tersenyum.
Dan Setelah Hasna dapat ia raih, maka Tak fikir panjang afanan menarik Hasna Dan terjatuh Di pangkuan nya..
Lalu ia membungkam bi*ir Hasna dengan b*bir nya...
Le.. Mm.. PP.. PP.. Aas bb.. Bb...yy..
Ucap Hasna sembari menggigit bibi* Afnan..
"Awwsshh.."
Afnan meringis, Bibir bawah nya baru saja terluka karena Di gigit oleh Hasna.
"Heemmmmmm...."
Afnan menghembuskan nafas panjang... Dengan Hasna yang masih ia dekap erat Di pangkuan nya..
"Sayang ada apa????
Memang tidak bisa, bicara baik baik...
Koq baru masuk malah marah marah gitu, salah nya byby di mana?"
Ucap Afnan lembut..
Sembari memegangi bibir nya yang terluka.
Lalu Afnan menekan Bibir bawah nya yang terluka itu dengan lidah nya.
Dan tak lama Afnan mengalihkan wajah nya menempel kan hidung mancung nya pada pipi kanan Hasna, lalu menyesap myesap pipi Hasna dengan hidung nya, penuh dengan rasa gemass..
Hasna yang awal nya mencak mencak, ia mulai luluh dengan perlakukan Afnan.
Continue...
***********
Uuuhhhhh... Ustadz.... THOR pngen dong Di gituin... Hihi... Hush author nih.. Genit 🙉🙊🙈😅😅
__ADS_1
Vote like komen 🙏🙏👌👌😍😍😇😇