Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 143 Kembali dari Surga


__ADS_3

Devano dan Nenek nya baru sampai di rumah Lintang, ia lihat ada beberapa Mobil lain di sana , mungkin sedang ada tamu lain fikir nya, lalu mereka pun berucap salam, dan tak lama keluar sang Art lalu mempersilahkan masuk, Karena art nya sudah mengenal mereka.


"Assalamu alaikum", ucap Devano dan grannny, ketika sudah di dalam, terlihat beberapa orang di sofa sedang duduk dan mengobrol santai.


Ternyata itu adalah Pak kyai, Umi, Afnan, Hasna, kakak kakak Afnan, Ubaydillah, Lintang dan kedua orang tua Lintang, mereka sedang berunding tentang acara


walimatul Urs.


Waalaikum Salam, ucap mereka serempak.


"MasyaAllah Granny," pekik mami Lintang, lalu menyongsong Granny dengan pelukan hangat, karena memang Granny sudah seperti ibunya, sejak anak anak mereka bersahabat maka mereka pun menjadi dekat.


"Granny selamat datang, apa kabar ?" ucap ayah Lintang membentangakan tangan nya Menyambut Nenek nya Devano, lalu mengajak nya duduk di sofa seraya memperkenalkan Nenek nya Devano kepada tamu mereka.


Pandangan Nenek Devano langsung tertuju pada Ubaydillah, betul Ubaydillah mirip sekali kakek nya ketika kakek nya se usia Ubaydillah, Karena Nenek Devano menikah dengan Kakek Devano kala itu saat usia Kakek nya 25 tahun dan Nenek nya 23 tahun.


"Maaf boleh Granny berbicara sebentar dan mengganggu pembicaraan kalian" ucap Granny.


"Oh iya Granny, silahkan" ucap papi nya Lintang.


Granny mulai mendekati Ubaydillah, lalu ia duduk bersebelahan dengan Ubaydillah


"Siapa nama mu nak?" tanya Granny


"Ubaydillah Nek " ucap Ubaydillah sopan ia tersenyum dan sedikit membungkuk


"Nama lengkap mu Nak?" tanya Granny kembali.


"Davian Ubaydillah Al-Jaris Nek" ucap Ubaydillah


Granny mendengar nama DAVIAN, ia menutup mulut nya lalu menarik nafas dan mengelus dada nya.


"SubhanAllah.. apakah kamu


kembali dari surga ?" tanya Granny, terlihat air mata nya mulai menetes, ia belai lembut wajah Ubaydillah penuh kasih sayang.


Umi dan pak Kyai saling berpandangan.

__ADS_1


Dan yang lain nya hanya diam tak bersuara, menyaksikan tindakan Granny.


" Maaf Nak, Granny hanya ingin tahu kebenaran tentang mu, Karena kamu sangat mirip kakek Devano saat seusia mu dan kamu juga mirip Devano" ujar Granny


"Oh mungkin kebetulan saja Nek" ucap Ubaydillah.


"Ya mungkin saja memang kebetulan, namun Nenek pernah kehilangan Cucu, sekitar 23 tahun yang lalu Karena di culik saat kita berlibur di sebuah villa di perbukitan kota S" ujar Granny


"walau pun kenyataan nya cucu Nenek di temukan meninggal di sebuah Mobil yang terbakar di dalam jurang dan kami tidak mengenali lagi jasad nya, namun polisi menemukan kalung yang ia kenakan, dan dari kalung itu kita simpulkan bahwa itu memang Davian cucuku" Granny berhenti sejenak, ia merasa pilu mengingat kejadian itu.


"Sebetul nya dalam keyakinan Nenek , dan di dalam hati kecil Nenek , bahwa Davian cucu Nenek itu masih hidup, namun ucapan Nenek tak ada yang mempercayai," Tutur Granny kembali dengan suara yang bergetar, pandangan nya jauh ke masa lampau.


Umi yang mendengar itu sontak terkejut, lalu ia menutupi mulut nya dan menggeleng gelengkan kepala " Tidak.. Tidak mungkin Utun nya Umi dan Abi " ucap nya lirih, air matanya mulai menetes membasahi pipi nya.


" Umiiii " ucap pak kyai lirih, seraya menggenggam tangan Umi.


" Ingat umi, kita hanya ketitipan utun, Abi sudah katakan dan ingatkan pada Umi jauh jauh hari, jika takdir Allah membawa utun bertemu kembali dengan keluarga nya kita akan ikhlas kan mi, dan mungkin saat ini, cara ini Allah membawa utun kembali pada keluarga nya" ucap pak kyai lirih.


"Iya Abi" balas Umi singkat.




Lalu foto itu bergilir dari tangan ke tangan, dan ketika sampai pada tangan Afnan, ia menarik nafas panjang dan wajah nya sontak pucat ia genggam tangan Hasna erat, dan foto Itu sampai lah pada tangan Abi dan Umi


"Tidak Abi tidak" ujar Umi Lirih, pak kyai menghela nafas berat.


"Ibu..." Panggil pak kyai halus pada Granny.


Lalu Granny menghadap pada Umi dan Abi, dan menanti pak Kyai membuka suara.


"Hmm.. Foto ini memang benar Ubaydillah kecil" ucap Abi bernada berat


" Ubaydillah atau yang biasa kami panggil Dedek utun , memang seorang Anak yang saya ketemu kan sedang menangis di jalanan seorang diri pada tengah malam, ketika itu usia nya, kurang lebih 5 tahun, dan hampir saja tertabrak mobil saya , dan Karena saya khawatir maka dari itu saya bawa pulang dan kami merawat nya, kami sudah melaporkan nya pada polisi, 2 tahun kami menunggu kabar, jikalau utun ini ada yang mencari, namun Nihil, maka dari itu, saya dan Istri melegalkan Hak asuh nya sebagai anak kami, Tutur pak kyai.


Granny mendengar kebenaran itu memeluk Ubaydillah, "Ya Allah, apakah dia kembali dari surga, benarkah dia Davian ku, Davian Arjan Rayker anak dari Dedrick Ryker dan Aaralyn Rayker kaka nya Devano karel Rayker," ucap Granny penuh emosi kesedihan dan kebahagiaan.

__ADS_1


Umi sudah menangis tersedu sedu, kini Hasna berpindah duduk di samping Umi dan memeluk umi untuk menguatkan nya.


Ubaydillah terdiam seribu bahasa, ia menggelengkan kepala tak percaya.


Afnan pun terlihat lesu, ia menyandarkan tubuh nya di sofa berkali kali ia mengusap wajah dan ber istighfar serta menarik nafas.


Afrina dan Adreena saling berpelukan dan menangis, orang tua Lintang terharu dan hanya dapat menggelengkan kepala tak percaya.


Lintang menggenggam tangan Ubaydillah yang masih menganga tak percaya bahwa keluarga kandungan nya masih ada, dan ia bukan di buang namun di culik.


Devano duduk terpisah, ia hanya menyimak.


Umi membuka suara dalam isak tangis ," Kami menamakan Davian, Karena dari pakaian softball yang ia kenakan bernama Davian, dan kami menebak memang itu lah nama nya, dan setelah surat pelegalan adopsi kami dapat maka kami menambahkan Ubaydillah Al-Jaris saat ia kami Khitan, mengapa Ubaydillah, Karena setelah 2 tahun tak ada yang mencari dan mengaku maka dari itu kami anggap anak itu Hamba Allah ( Ubaydillah).


"Untuk lebih meyakinkan kita harus test DNA dan untuk bukti fisik saya ingat betul ada bekas luka jahit di siku sebelah kiri, karena ia pernah jatuh dan harus di jahit, semoga masih ada " ucap Granny penuh harap.


Lalu Afnan dan papi nya Lintang membantu memeriksa luka yang Granny maksud, dan memang ada, walaupun tidak begitu nampak jelas, namun itu masih terlihat dan ada.


Papi nya Lintang mengangguk mengiyakan.


" Iya, ada dan betul itu bekas jahitan luka lama" ucap papi Lintang.


"Cucuku betul kah itu kamu, Davian nya Granny, Davian yang telah kami anggap meninggal" tangis Granny pencah, sembari memeluk Ubaydillah.


Ubaydillah ikut terisak, perasaan nya bercampur, bingung, sedih, sakit, kecewa, bahagia.


Ubaydillah melihat Umi menangis di bahu Abi, ia merasa tak tega dan ada yang menusuk di ulu hatinya , maka ia melepaskan pelukan Grannny dan menghampiri Umi, lalu memeluk nya,


" Umi jangan menangis, Umi jangan bersedih, dedek sakit melihat air mata jatuh dari surga nya dedek, telapak kaki Umi akan tetap menjadi Surga nya dedek, Umi.. Umi.. Umi.. Umi dan Abi akan tetap menjadi ibu dan Ayah yang terbaik untuk dedek," Ucap Ubaydillah dengan isak tangis, mereka saling merangkul, Devano menghampiri Granny yang menangis lalu memeluk nya.


Hampir dua jam isak tangis itu pecah di ruang keluarga Lintang, semua ikut menangis, hingga sampai pada Akhir nya reda, dengan Ubaydillah masih bersandar pada lengan Umi dan memeluk perut Umi.


Lintang berada di pelukan mami nya, Hasna berada di dekapan Afnan seraya tak hentinya Afnan mengelus perut Hasna dan ber sholawat dengan suara lirih hanya terdengar di telinga Hasna.


************


Readerss.. Masih bersambung ya, author nya sedang Syedih... Siapa yang merasa sedih juga, ayo kita berjamaah Nangis 😭😭, tapi ingat, walaupun Syedih tetap atuh like, vote, rate and komen nya... 🙏💪📝🆙

__ADS_1


__ADS_2