
Afnan dan Ubaydillah sudah siap berangkat ke Desa Dayeh Pasek.
“Dev,Antum juga ikut ya. Dan Elya tidur di kamar lama Dev saja, jangan kembali ke building sebelum kita kembali ke ponpes,” ucap Afnan. Seakan-akan keadaan sedang genting.
“Iya bang.Dev ikut!” ucap Devano.
“Iya bang Ustadz,” ucap Elyavira.
“Kak Elya dan Lintang tidur dengan Nana ya By,” ucap Hasna.
“Iya boleh sayang,” balas Afnan.
“Mengapa mereka mengincar Elya?”tanya Elyavira.Sebelum berpamitan Afnan dan Ubaydillah telah menceritakan, informasi yang mereka dapatkan dari santri Nirwan.
“kita masih akan selidiki lebih jauh nya,dan apakah Elya mempunyai masalah pribadi dengan seseorang?” tanya Afnan.
“Seingat Elya, jangankan musuh. Teman saja Elya hanya punya beberapa,itu pun sebelum Elya ke Turki dan setelah kembali,hanya satu dua orang yang baru bertemu,” jawab Elyavira.
“Oh begitu ya!,tapi sepertinya orang ini,menginginkan sekali Elya keluar dari ponpes.Maka dari itu ia mencari kesalahan Elya tujuan nya memfitnah Elya,agar pihak ponpes memecat Elya,” ucap Ubaydillah.
“Astagfirullah Al Adziim” ucap mereka bersamaan.
“Atau,,,,,” Elyavira menunduk tak berlanjut bicara.
“Atau apa mooi?” Devano begitu penasaran.lalu ia menghampiri Elyavira, bertekuk lutut di hadapan Elyavira yang tengah duduk di sofa seraya menggenggam kedua tangan Elyavira.Terlihat kecemasan di mata Devano,seraya menunggu kelanjutan dari ucapan Elyavira tadi.
“Hehmmm..atau mungkin Rengga Adipati!” ucap Elyavira setengah berbisik.Namun masihpun sampai pada telinga yang berada di ruangan itu.
“Rengga Adipati?!” gumam Afnan. ia mengerutkan dahinya,tanda ia berfikir sesuatu.
“Rengga Adipati!. apa mungkin ada hubungannya dengan Ringgo Adipati, A?” tanya Ubaydillah pada Afnan.
“Hummmm,, entahlah Dek,Kita belum punya bukti kuat,” jawab Afnan.
“Siapa itu mooi?” tanya Devano.Kecemasan nya makin bertambah.
“Tolong perjelas siapapun orang itu. Jangan takut untuk mengungkapkan nya,saat ini mooi punya Dev.InshaAllah ada bang Dav,dan bang Ustadz juga, yang akan membantu melindungi mu mooi,” Devano meyakinkan.
“InshaAllah,” ucap Afnan.
“Ceritakan lah dek El.Mungkin setelah dek El bercerita akan lebih memudahkan kita mencari si Pelaku utama,” Ubaydillah ikut meyakinkan Elyavira.
“Maaf Dev sayang,Elya tidak menceritakan tentang Rengga pada Dev dari awal,” ucap Elyavira pada Devano.
“Tidak mengapa mooi sayang, ceritakanlah saat ini,” pinta Devano,lalu ia duduk di sisi Elyavira.
“Baiklah, Rengga Adipati adalah orang yang selama ini ingin menikahi Elya. Orang tua Rengga adalah sahabat Ayah ketika mereka di perantauan, dan mereka saling membantu di kala kesulitan hingga mereka berhasil dan pulang kembali ke kota B.Atas dasar persahabatan maka dari itu Ayah Rengga meminta Elya menikah dengan Rengga,dari sejak Elya duduk di bangku SMA. Namun Elya tidak ingin menikah dengan nya ,sebab Elya mendapatkan informasi akurat dari sepupu jauh Elya yang pernah bekerja pada Rengga ,ia memberitahukan bahwa Rengga adalah seorang penjudi,pemabuk, perdagangan manusia serta berbisnis dengan sindikat obat obatan terlarang lintas Negara. Namun sayang nya Ayah dan Bunda tidak percaya karena Elya tidak ada bukti untuk Elya perlihatkan. dan Rengga menjadikan salah satu vila nya di kawasan perbukitan Desa B sebagai tempat perjudian hingga pesta s*x.Setelah lulus SMA, Alhamdulillah Elya masih dapat mengelabuhi mereka dengan mondok di salah satu ponpes terkenal yang berada di kota C, hingga Elya lulus dan menjadi sarjana serta mengabdi 1 tahun untuk ponpes tersebut, dan lagi lagi Elya bersyukur karena merasa beruntung.Dalam 4 tahun Elya dapat menghindari perjodohan itu. Elya mendapatkan beasiswa ke Turki, hingga Elya mempunyai alasan kuat untuk menolak pinangan orang tuanya Rengga, namun saat Rengga tahu Elya telah lulus dan pulang ke kota B,maka dia kembali menemui Ayah dan ingin segera menikahi Elya, Rengga menyuruh Elya menanggalkan pakaian Elya dan mengganti nya dengan pakaian yang dahulu Elya kenakan,namun Elya tidak bersedia. Susah payah Elya hijrah penuh doa dan perjuangan,lalu dengan seenak nya Rengga ingin Elya kembali seperti dulu,lalu Elya mencari alasan kembali yaitu dengan alasan ingin bekerja agar ilmu yang telah Elya dapat tidak sia sia,dan menurut Elya itu keajaiban, Rengga setuju,ia memberi waktu satu bulan,jika Elya tidak juga mendapatkan pekerjaan,maka Elya harus betul-betul menikah dengan nya.
Hingga puncaknya Elya pergi dari rumah dan tinggal bersama keluarga Kakak nya Elya di kota S ini, dengan alasan mencari pekerjaan.Dan justru saat ini Elya bersyukur karena malah menikah dengan Dev!.
Dan ketika Elya merasa kebingungan pada saat itu karena pekerjaan yang tak kunjung Elya dapat, maka Elya tak sengaja melihat profille Kak Afnan dan Kak Ubaydillah sudah menjadi pengusaha muda , dan Elya yakin kak Afnan serta kak Ubaydillah dapat menolong Elya dalam mendapatkan pekerjaan,hingga Elya di terima bekerja pada ponpes ini,maka disinilah Elya merasa aman. Dan Alhamdulillah Ayah serta Bunda luluh saat Agus yaitu sepupu jauh Elya menceritakan tentang Rengga,dan Ayah meminta bukti dan hingga saat ini Elya masih mencari bukti karena Ayah akan tetap menikahkan Elya dengan Rengga jika dalam tiga bulan Elya tidak mendapatkan bukti apapun,bahkan sebetulnya Ayah sudah,,,,,” Elyavira terhenti sejenak. Semua orang saling memandang.
“Heehhmm,, sudah merencanakan perceraian Elya dengan Dev!” Elyavira menarik nafas panjang dan mengakui apa yang sebetulnya sedang ia hadapi.
“Astagfirullah,,, sungguh mooi?” tanya Devano,ia terkejut.Bahkan pernyataan Elyavira membuat satu ruangan itu terkejut.
“Dev maaf!”
“SubhanAllah,,,” - Pak Kyai.
“Astagfirullah,,,” - Afnan.
__ADS_1
“Innalillahi,,,” - Ubaydillah.
Umi,Hasna, Lintang, ikut ber Istighfar.
“Assalamu'alaikum Den Ustadz mobil nya sudah siap dan santri Nirwan juga sudah menunggu di sana,” Seorang laki laki menghampiri mereka.
“Wa'alaikumsalam,iya pak Mahli sebentar, saya Pamitan dulu” jawab Afnan.
“Baiklah den Ustadz,saya tunggu di mobil,” timpal pak Mahli.Ia adalah sopir pak kyai. Afnan tahu Ubaydillah lelah bekerja dari siang, maka dari itu kali ini ia memakai mobil pak Kyai beserta sopir nya.Karena Abi tidak akan mengizinkan Afnan yang mengendarai mobil.
“Abi,,Umi A'a berangkat!,mohon Doa.Agar kami selalu di beri kemudahan dan perlindungan oleh Allah SWT Bi,” pamit Afnan pada Abi dan Umi.
“Dedek juga pamit Abi,,Umuli” ucap Ubaydillah.
“Pergilah A,,Dek. InshaAllah Doa Abi dan Umi menyertai” ucap Umi.
“Iya A,,Dek pergilah. Abi merestui kepergian kalian!” timpal Abi seraya berucap:
الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
latin: Alhamdulillah ‘ala kulli hal
arti: “Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan”
Doa ini sebenarnya sama saja dengan lafal Innalillahi wainna ilaihi rodzi'uan yaitu pelafalan nya saat kita mengalami musibah atau keadaan dalam tidak baik seperti
ketika dalam Keadaan Sakit, Sedih dan Kesal.
Mengacu terhadap sutau kondisi yang pernah dialami oleh manusia yang pada umumnya, yaitu saat sedang merasa kesal, merasa sedih dan sakit, ini sangat dianjurkan supaya dapat mengucapkan kalimat dengan ucapan الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ (alhamdulillah ‘ala kulli haal).
Dalam sebuah riwayat Rasululloh SAW telah bersabda yang berbunyi;
“Sesungguhnya balasan yang paling terbesar adalah berasal dari ujian yang terberat. Apabila Allah Subhana Wa Ta’ala mencintai suatu kaum, maka Allah Swt akan memberikan suatu cobaan terhadap mereka”.
“Dari Aisyah R.a, apabila Rasulullah SAW menyaksikan hal-hal yang beliau sukai (menyenangkan) maka beliau mengucapkan “ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ (Alhamdulillah alladzi binimatihi tatimmus shalihat)”. artinya:
Segala puji bagi Allah, dengan kenikmatan dari-Nya menjadi sempurna semua amal kebaikan.
Sedangkan apabila beliau menyaksikan hal-hal yang tidak disukai (tidak menyenangkan), maka beliau Rossul SAW mengucapkan “ الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ” “Alhamdulillah ‘ala kulli hal” [HR Ibnu Majah no.3803 dinilai hasan oleh al Albani]
kini saat nya mereka pamit kepada Istri-istri mereka.
“Byby sayang hati-hati ya, hubungi Nana terus By,” ucap Hasna memeluk Afnan.Hasna begitu enggan melepas Afnan sebetulnya,seolah-olah Hasna akan melepas Afnan ke medan perang.
“Iya Sayang, Doakan Byby agar semua berjalan lancar,” ucap Afnan.
“InshaAllah By,Nana akan selalu mendoakan Byby,” ucap Hasna.
“Terimakasih sayang,jaga diri dan jaga Twins utun kita baik-baik ya,Byby pasti akan merindukan Sayang dan Twins utun” ucap Afnan lirih.
“Sama-sama Byby sayang, inshaAllah Nana akan selalu menjaga diri dan Twins utun” ucap Hasna.
“Twins sayang jangan Nakal ya,jaga Mimma selagi Biyya tidak bersama kalian, inshaAllah Biyya akan secepatnya pulang,Doakan Biyya pulang dengan selamat!” ucap Afnan,Ia membungkukan tubuh nya seraya berucap pada calon anak-anak nya dan mengecup perut Hasna tujuan nya pamit pada Anak-anak nya.
Ubaydillah pun berpelukan bersama Lintang, “Ayang Dav cepat kembali,” pinta Lintang.
“Iya Ayang Lilin, inshaAllah A'a Dav akan cepat kembali ya, setelah semua urusan selesai.Doakan saja semua lancar,” ucap Ubaydillah.
“Iya Yang inshaAllah,Lilin akan mendoakan Ayang Dav selalu,” ucap Lintang.
“Terimakasih Yang,” Ubaydillah mengecup kening Lintang agak lama.
__ADS_1
“Dev sayang, Elya tidak menyesali pernikahan kita.Tidak ada keraguan apapun akan Dev dan tolong bawa diri Dev pulang dengan selamat!” ucap Elyavira lirih di balik Niqab yang ia kenakan.
Devano menggenggam tangan Elyavira ia mengecup kening Elyavira mendalam.
“El,tidak ada keraguan untuk diri mu mooi,Dev akan mencari bukti agar Ayahmu tidak memisahkan kita dengan kata itu(maksud Dev cerai,dan ia tidak mau mengucapkan nya) .Dan katakan pada Ayahmu,Aku pastikan setelah ini hanya akan ada kebahagiaan untuk putrinya (Elyavira).tunggu aku dalam sajadah cintamu ,saat pulang nanti, inshaAllah aku akan menembakmu dengan kata kata cinta di hadapan sang pemilik cinta, yaitu Allah Subhannahuwata'ala” ucap Devano begitu manatap dan beberapa bulir air mata jantuh dari pelupuk matanya..
Elyavira memeluk Devano,“Elya akan menunggu saat itu tiba Dev, sajadah cinta Elya akan selalu terbentang menanti sang pujaan mendatanginya membawa Cinta, terimakasih Dev!” ucap Elyavira lembut.
“Sama-sama mooi sayang!”
kini setelah puas berpamitan, merekapun berangkat ke Desa Dayeh Pasek, dengan di awali:
بِسْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ
-Bismillahirrohmaanirrihiim- Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Dan ucapan sepenggal Doa agar di mudahkan nya urusan mereka oleh Allah SWT:
“Robbisy rohlii shodrii, Wa yassirlii amrii, Wahlul ‘uqdatan min lisaani, Yafqohuu qoulii”
Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkan untukku dadaku, Dan mudahkanlah untuk urusanku, dan lepaskan kekakuan dari lidahku, agar mereka dapat dengan mudah mengerti perkataanku.” (Surat Thaha ayat 25-28)
فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۙ اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
fa inna ma'al-'usri yusroo,
inna ma'al-'usri yusroo
"Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,"
"sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."
(QS. Al-Insyirah 94: Ayat5- 6) .
Dan setelah membaca doa untuk di perjalanan,kini Afnan, Ubaydillah,Devano, Santri Nirwan dan pak Mahli, berangkat menuju Desa Dayeh Pasek.
-------
Hampir pukul 11 malam,kini mereka telah sampai di alamat yang di sebutkan oleh Nirwan dan karena ini sudah hampir tengah malam dan tidak sopan bertamu malam malam jika tidak lapor dahulu pada ketua RT setempat.
“Dek,kita harus lapor dulu pada pak Rt,” ucap Afnan.
“Iya A,eh itu ada yang sedang siskamling,” ucap Ubaydillah.
“Ayo tanya pada mereka Dek, dimana rumah ketua RT nya,” ajak Afnan.dan merekapun menghampiri bapak bapak yang sedang ronda malam,dan Alhamdulillah ternyata ketua RT nya sedang berada di pos ronda tersebut.Setelah mendapatkan izin berkunjung dengan alasan mengunjungi santri nya yang baru beberapa hari tidak hadir di ponpes, maka Afnan dan yang lainnya bergegas menghampiri rumah santri furqon.
“Assalamu'alaikum” ucap salam Afnan dan yang lainnya.
“Wa'alaikumsalam” terdengar suara wanita dari dalam.Lalu pintupun terbuka dan terlihat seorang wanita yang mungkin usianya sudah setengah abad muncul dari dalam pintu.
“Maaf ibu,apakah Ibu ini orang tua dari Furqon?” tanya Ubaydillah
“I,,iya betul.Bapak-bapak ini siapa dan dari mana?” tanya Ibu itu.
Kami dari ponpes Hubbul Wathan.Saya Afnan ibu ,dan ini Ubaydillah, Devano,Nirwan dan pak Mahli.Niat kami malam-malam bertamu hanya ingin menjemput Furqon” ucap Afnan memperkenalkan diri.
Namun sesaat setelah Afnan berkenalan,tiba tiba saja Nirwan berteriak.
“Furqon,,,, Ustadz itu Furqon!” tunjuk Nirwan pada arah seseorang di remang malam,dan terlihat sosok pria belasan tahun itu sedang berusaha menaiki pagar pembatas , seperti nya ia hendak berlari demi menghindari seseorang.
*********
__ADS_1
terimakasih banyak sudah membaca 🙏😍