Istrinya Ustadz?

Istrinya Ustadz?
Eps 169. Lilin sudah siuman


__ADS_3

"Sabar Mi, sebentar A'a panggilkan dokter!" Afnan dengan sigap bergegas menuju ruang dokter yang merawat Lintang dari awal.


Ubaydillah yang sedang tertidur di pangkuan mommy nya, mendengar Lintang ada kemajuan, maka ia langsung terbangun dan berlalu dengan cepat menuju ruangan ICU.


"Eh Dedek mau kemana?" tanya Umi pada Ubaydillah


"Lihat Lilin Mi" ucap nya.


Di dalam ruang ICU....


"YANG bangun!, Yang kata Umi kamu sudah mulai sadar, tolong bangun, buka mata nya" suara Ubaydillah terdengar putus asa , dan tidak ada reaksi dari Lintang, hingga Ubaydillah menangis memeluk Lintang yang terbaring, di sela guncangan tubuh Ubaydillah terdengar suara Lintang bergumam pelan,


"Heehhmm Cengeng!" ucap nya dengan suara lemah, dan saat Ubaydillah mendongak ke arah wajah Lintang, ia sudah membuka mata nya dan sedang tersenyum di balik masker oksigen yang menutup mulut dan hindung nya.


"Alhamdulillah Ayang Lilin sudah sadar!" Ubaydillah mengecup kening Lintang,


hingga dokter datang dan ia di usir paksa oleh dokter Karena harus memeriksa Lintang secara detail.


"Maaf tolong saudara keluar dulu agar kami dapat memeriksa pasien dengan seksama" ucap dokter


"Tapi dok... Istri sa... " ucap Ubaydillah.


"Mohon kerjasama nya pak, nanti jika Istri saudara di nyatakan stabil kami akan memberi tahu Anda dengan segera" ucap suster.


Dan Ubaydillah pun menurut, ia menghampiri keluarganya di ruang tunggu, Tatap mata papi nya Lintang belum bersahabat pada Ubaydillah.


"Bagaimana keadaan Neng Lilin dek?" tanya Afnan.


"Alhamdulillah A, tadi sudah membuka matanya dan bicara sedikit" ucap Ubaydillah.


"Alhamdulillah" ucap yang ada di ruang tunggu serempak,


"Ya sudah semoga hasil nya memuaskan" ucap Daddy nya Ubaydillah.


Kini mereka sedang harap harap cemas akan hasil dari pemeriksaan perkembangan Lintang.


Dua jam kemudian Lintang betul betul sadar walaupun masih terlihat lemah, dan setelah serangkaian pemeriksaan dan di nyatakan masa kritis nya telah berlalu, maka Lintang kini sudah di pindah ke ruang perawatan VVIP.


"Alhamdulillah sayang kamu sudah sadar dan melewati masa kritis" ucap Ubaydillah.


" Iya Alhamdulillah Yang" ucap Lintang tersenyum lemah.


"Sudah dong dek jangan di pelukin terus Neng Lilin nya nanti malah lecet belum juga sembuh betul" ledek Afnan,


"sirik aja nih A'a, memang sendal bisa buat lecet, hehe... pasti A'a juga akan ngelakuin hal yang sama jika dek Nana di sini"


ucap Ubaydillah dan membuat yang berada di kamar itu tertawa.


"Oh iya ngomong ngomong soal Nana.. ya Allah sampai lupa, dia harus ke sekolah kan hari ini, ya sudah Saya pamit ya, menjemput Nana dulu sekalian nanti di ajak ke sini" ucap Afnan dan pamit pada Abi, Umi, papi, Mami dan Daddy, Mommy Ubaydillah.


Hasna baru saja selesai menandatangani berkas berkas kelulusan nya, berkali kali ia meliha ponsel nya, namun Hasna merasa kecewa untuk kesekian kali nya juga, dari saat ia melihat ponsel yang berkali kali itu, ia hanya mengharap nama My Hubby muncul di layar ponsel ataupun message, namun nihil


dan ia memilih menyembunyikan rasa kecewa dengan bergabung bersama Angela, Elyavira dan Adrian di kantin.


"Heh Yan lo mojok aja sih, gak lihat ada kak Elya nih" tegur Hasna sembari cemberut

__ADS_1


"Apaan sih lo na, sirik saja, kak Elya nya juga fine gitu koq, ya kan kak El?" Adrian ngeles.


"Iyaaa" ucap Elyavira singkat dan lirih, terlihat dari matanya ia sedang tersenyum.


"Yaah kak Elya, orang sedang berbuat zinah di belain" ucap Hasna lagi, kali ini ia tertawa sembari melemparkan tisu bekas mengelap tangan nya yang tidak kotor pada bahu Adrian.


"Iiih Nana apa sih nih, jorok lo" protes Adrian.


"Biar...buat nge lap otak lo tuh, belum halal sudah peluk peluk" ucap Hasna seraya duduk di Samping Elyavira dan memesan minuman, Adrian malah makin asik berdua Angela dengan tertawa bersama, entah apa yang Angela pamerkan di layar ponsel nya pada Adrian.


Di parkiran sekolah Hasna..


Afnan sudah berada di halaman parkir sekolah dari 10 menit yang lalu, ia dengan sengaja tak menghubungi Hasna karena ingin membuat kejutan untuk Hasna, dan saat melihat Mobil hitam milik nya yang di pakai Hasna terparkir di parkiran sekolah maka ia memutuskan parkir di dekat Mobil nya, dan saat ini ia memakai Mobil sport milik Ubaydillah yang ia yakin Hasna tidak mengenalinya, maka ia ingin sedikit menjahili nya.


Tak berapa lama Hasna terlihat keluar berbarengan dengan Adrian, Angela dan Elyavira. Afnan tersenyum bahagia melihat Istri labil nya, yang mampu membuat ia selalu ber bunga bunga dan merasa muda kembali berjalan ke arah di mana ia parkir,


"Tid... Tid" Afnan membunyikan klarkson saat Hasna melewati Mobil nya, namun Hasna Tak merespon hingga ia bunyikan kembali klarkson, dan ia membuka kaca Mobil.


"Assalamu'alaikum, hust.. hust.. Wit wiw bumil godain A'a dong" , ledek Afnan pada Hasna yang secara tak sadar melewati nya, dan Hasna masih dapat mendengar suara Afnan.


"Kalian duluan ke Mobil, sebentar yan gue mau buat perhitungan sama Mobil sebalah nih, penghuni nya kurang ajar" ucap Hasna


"Na sudah biarkan" ucap Adrian.


"Gak bisa yan!" Adrian sudah kenal sifat Hasna, ia hanya diam memperhatikan Hasna yang mulai menggerutu kesal.


Dan Hasna merasa di permainkan ia siap menyambal mulut laki laki itu pada awal nya,


"Bumil.. Bumil.. mulut mu pingin di sambal rupanya" gerutu Hasna.


"Byby, MasyaAllah bybyyy"...pekik Hasna dan tersenyum malu.


Yang awal nya Hasna merasa kesal Karena ada laki laki yang menggoda nya, namun ia berubah bermimik gembira saat ia lihat di dalam Mobil adalah seseorang yang sedang ia ridukan dari kemarin.


Afnan tersenyum ke arah nya..


Hasna melongok dari kaca jendela Mobil yang terbuka.



"Assalamu'alaikum bumil yang emosian..


ya ampun.. kemana tuh suami nya, koq Istri cantik dan calon Mimma nya dari twins untun tidak di dampingi" canda Afnan tetap dengan senyum nya.



"Wa'alaikumsalam , Suami nya minggat dari kemarin gak ada kabar" ucap Hasna mimik nya ia buat seakan akan sedang kesal.


Dalam hatinya ia merasa bahagia, melihat sang pujaan hati menjemput nya tanpa memberi tahu sebelum nya.


Dan Afnan Segera turun menghampiri Hasna.


"Byby benar kan ini jemput Nana?" tanya Hasna tak percaya, hal kecil seperti ini justru membuat nya merasa berbunga bunga.


"Ya, iya dong sayang, lalu kalau bukan sayang siapa lagi" ucap Afnan kini ia bersandar santai pada Mobil yang ia bawa dan ia tersenyum menatap wajah Hasna tanpa perduli murid murid lalu lalang dan melihat ke arah nya, ada yang kagum, ada yang kesemsem lihat ketampanan Afnan.

__ADS_1


"Hehe maaf by, masalah nya Nana terkejut dan senang" ucap nya menyeringai kikuk.


"Ya sudah ayo naik, pamit dulu pada mereka dan beri tahu mereka Lilin sudah siuman" ucap Afnan.


"Alhamdulillah, serius by? "


"Serius dong Sayang"


Setelah Hasna pamit pada Adrian, Angela dan Elyavira maka Ia Segera masuk ke dalam Mobil dengan pintu Mobil Afnan buka kan untuk nya.


Hasna sudah di dalam Mobil Afnan, dan Angela serta Elyavira pulang ke ponpes, nanti malam mereka akan menjenguk Lintang.


"Betul by Lintang sudah siuman ?"


"Betul sayaaang๐Ÿ˜"


"Alhamdulillah hirobbil a'lamin๐Ÿ˜‡".


"Kita kesana kan by๐Ÿ˜?"


"Iya sayang, kita jenguk Lintang, bagamana tanda tangan berkas nya sudah rapihโ˜บ?"


"Sudah rapih semua by, dan kini Nana sudah bukan Anak SMA lagi, hihi๐Ÿ˜"


"Alhamdulillah, Ya sudah, tinggal menentukan ingin kuliah Di mana๐Ÿ˜€"


"Nanti rempugan dengan Lintang by๐Ÿ˜ƒ"


"Baiklah terserah nyonya Afnan saja! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


"Dan ini untuk sayang, selamat telah lulus dengan nilai terbaik" ucap Afnan kembali , Ia meraih bucket bunga dari arah belakang yang memang sudah ia siapkan.



"MasyaAllah by, Terimakasih banyak Biyya sayang" Ucap Hasna


Sam Sama Mimma sayang,


______________


Kini Hasna dan Afnan sudah berada di rumah sakit....


"Lintang, ya Allah lo sudah siuman".


"Alhamdulillah Na"


"Alhamdulillah Lin, gue bahagia sekali" ucap Hasna sembari memeluk Lintang.


"Maaf, mohon perhatian dari semua nya, Anak saya sudah siuman dan Dengan terpaksa esok saya akan membawanya pulang ke Jakarta" tiba tiba saura papi Fendri, membuat aktivitas kebahagiaan terhenti begitu saja.


"Maksud papi apa pih?" "tanya Ubaydillah bernada bingung.


*******


Gambar hanya pemanis biar gak jenuh,maaf tidak bermaksud apapun.

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca ๐Ÿ™ ๐Ÿ˜ ๐Ÿ’


__ADS_2