
Devano baru saja sampai di parkiran ponpes ..
“Sayang, El pulang dulu ya, tolong ambilkan buku nikah kita sayang,nanti bawa ke Aula. Dev akan menjemput pacar di gerbang Aula.” ucap Devano.
“Dev...Elya takut,nanti kita akan di apakan oleh mereka” ucap Elyavira,ia genggam tangan Devano.
“Tidak sayang,tenang saja!,kita tak melakukan perbuatan yang tercela,mengapa harus takut ada aku,mari kita hadapi bersama,oke sayang” ucap Devano lembut.
“InshaAllah,ya sudah Elya ke building sebentar ya” ucap Elyavira,dan setelah Devano mengecup kening Elyavira,maka mereka pun berpisah.Devano bergegas menuju Aula dan Elyavira menuju building nya.
“Assalamua'laikum” ucap Devano saat sudah sampai Aula,dan yang ada di Aula menjawab serempak.termasuk Afnan,pak Kyai dan Ubaydillah.
“Waallaikumsalam”
“Dev,kamu sudah tiba,mana Elya?” tanya Afnan.
“Sedang ke building sebentar bang,mengambil buku nikah kita dan akta perkawinan” Jawab Devano,lalu Devano bersalaman dengan mengecup punggung tangan kanan pak kyai,lalu bersalaman pada Afnan dan Ubaydillah.
“Nah ini pelaku nya , pelaku perbuatan yang hina” teriak seorang warga lalu ia melemparkan gulungan news paper ke arah Devano dan entah kapan Elyavira muncul,ia berlari memeluk tubuh Devano dan gulungan Newspaper itu mengenai punggung Elyavira.
Buk.....
“Astagfirullah...” ucap Elyavira.
Dan “Astagfirullah” ucap mereka serempak,di antara nya pak kyai, Afnan, Ubaydillah dan Devano.
“Subhanallah pak, tolong redam emosi anda,bapak bisa kami laporkan atas tuduhan provokasi serta pelaku kekerasan karena bapak sudah melempar sesuatu dan mengenai tubuh seseorang” ucap Afnan lantang sembari berdiri dari tempat ia duduk.
“Aaaaahh ... manusia_manusia hina seperti ini,pantas nya di telanjangi lalu di arak keliling kampumg!” seru seorang warga kembali dan seperti nya masih satu pro dengan warga yang tadi.
“Ini lagi ,hei perempuan untuk apa kau tutup seluruh tubuh mu jika di balik pakaian mu ternyata kau busuk,bertindak memalukan dan tidak senonoh di muka umum,pantas saja foto kalian beredar,lihat bahkan dia tidak malu lagi berpelukan dengan bukan mahram nya.” sambung salah satu warga kembali saat ia lihat Elyavira memeluk Devano.
“cukup!” teriak Devano.
“silahkan kalian persalahkan saya jika memang saya salah ,di cambuk bahkan di hukum pancung pun saya siap, namun jika itu betul adanya,tapi tolong jangan kalian hina Istri Saya.”
__ADS_1
suara lantang Devano dan ia kini menyembunyikan tubuh Elyavira di balik tubuh nya bagian belakang.
Elyavira menutup telinga nya,ia menangis di balik bahu Devano,dari depan tidak begitu nampak Elyavira sedang berada di balik tubuh Devano kecuali untaian Niqab pink nya yang ia kenakan terkibas karena tiupan angin dari arah luar.
ket:
*Niqab adalah:hijab yang menutupi kepala dan hampir seluruh bagian wajah, kecuali mata. Niqab cukup panjang untuk menutupi leher, muka dan dada.(masyarakat tahunya cadar).
*Khimar adalah: dalam Al-Qur’an disebut dengan istilah Khumur, adalah kain yang menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka). Khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala hingga seluruh dada tertutupi,(masyarakat tahunya kerudung Syar'i).
*Hijab adalah : Hijab dalam bahasa Arab berarti “penghalang”. Sedangkan dalam keilmuan Islam, hijab sendiri lebih merujuk pada tata cara berpakaian yang pantas dan menutup aurat sesuai syariat agama.
*Jilbab adalah : Jilbab adalah gamis longgar yang dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah ,tidak membentuk lekuk tubuh, seperti perintah Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 59: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Jilbab juga biasanya menutupi seluruh tubuh kecuali tangan, kaki dan wajah.
*Kerudung / tudung adalah : sebetulnya kerudung/kudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung hanya sebagai penutup kepala saja dan tidak cukup panjang untuk menutupi dada, leher serta lekuk tubuh pemakainya.
contoh:
*Burqa adalah :
contoh:
itu walaupun fungsi nya sama untuk menutup kepala muslimah, namun sebetulnya beda pengertian.
walaupun beda usia Devano dan Elyavira hampir 7 tahun,nyata nya tubuh Devano yang lebih muda malah lebih besar,ia tinggi dan kekar,ia mirip pria dewasa jika dari segi postur tubuh , dibandingkan tubuh Elyavira yang mungil dan lebih pendek dari Devano.
namun dari segi wajah Devano muda dan tampan.
“Haaah Istri??”
“Istrinya??”
__ADS_1
“Ah masa sih?”
“Ah yang benar?”
“Memang ia mereka suami istri?”
“Masih muda yang laki lakinya.”
suara riuh dari para warga dan wartawan,saat mendengar Devano menyebut kata Istri, padahal pak Kyai sudah menjelaskan nya berkali kali,bahwa mereka memang sudah menikah,namun mereka memilih tak mempercayai perkataan pak Kyai.
“Cukup..cukup .. alangkah baik nya kita mendengarkan dahulu penjelasan dari Nak Devano ini , saudara saudara sekalian” Ucap pak kyai.
“Baiklah” ucap salah satu wartawan, seperti nya para wartawan lebih berhati nurani ketimbang warga yang seperti sudah gelap mata karena ada warga lain nya yang memprovokasi.
“Sayang,lebih baik kamu duduk agak jauh dari sini ya,biar aku yang menyelsaikan masalah ini” bisik Devano pada Elyavira,ia tahu bahwa Elyavira saat ini mengalami syok.
“Tidak sayang,Elya akan tetap bersamamu,bahkan jika Dev di hukum cambuk atau apapun Elya akan ikut di hukum bersama Dev!” ucap Elyavira, terdengar suara serak dan Isak nya akibat ia menangis tadi, dalam beberapa detik Devano memejamkan mata,ada rasa berbeda di relung hatinya, kehangatan yang menjalar serta rasa tenang.
“Iya,saya dan Istri saya ini memang sudah menikah sejak hampir dua Minggu yang lalu dan jika bapak bapak ini tak percaya,ini surat nikah serta Akta perkawinan kami berdua,bisa di cek ini surat asli, sah dan legal di mata hukum” ucap Devano dengan tenang, walaupun ia masih belia,namun Devano sudah terbiasa menghadapi masalah, terkadang ia harus mengahadi masalah pelik pada perusahaan keluarga nya,dan didikan Granny serta Daddy nya lah yang membuat ia kuat, walaupun ia anak yang memiliki sifat manja,namun ia bukanlah anak yang cengeng.
salah satu wartawan meraih buku nikah dan Akta perkawinan Devano dan Elyavira.dan memperlihatkan buku nikah itu secara bergiliran.
“Iya,ini surat nikah dan akta perkawinan Asli dari catatan sipil” ucap wartawan tersebut.
“Lalu mengapa anda berdua-duaan berpelukan di muka umum area pesantren,dan seperti nya waktu anda berdua belum menikah,berbarti berita dan bukti foto yang mencuat itu betul adanya?” tanya wartawan.
“Ya,waktu itu memang nb s at r dra istri saya jatuh kepelukan saya , mungkin akibat saya panik dan menarik nya terlalu kuat.
“Dan anda menikahi Istri anda karena hal ini kan, untuk mengelabuhi kami dengan menikahinya,agar anda terbebas dari tuduhan melakukan perzinahan dan anda berusaha menutupi aib anda?" tanya wartawan ,memberondong pertanyanDevano.
“Tidak, sebelum nya memang sudah ada niatan saya untuk menikahinya,namun kejadian yang di anggap perzinahan itu lebih dulu terjadi,maka kesan nya saya menikahinya karena untuk menutupi Aib.” ucap Devano.
(Ket: memang benar Devano sempat berfikir akan menikahi Elyavira,saat ia tahu Elyavira awal nya suka dengan Afnan,ia awalnya berniat menyakiti Elyavira karena Elyavira telah hamir saja merusak rumah tangga Hasna dan Lintang,namun siapa sangka Devano malah terpikat dan kini diam diam ia telah jatuh hati pada Elyavira, karena selain cantik, Elyavira juga pintar memanjakan Devano,dari segi masakan, tutur kata , urusan pakaian Devano bahkan untuk urusan hasratnya, Elyavira mampu membuat Devano ketagihan untuk belajar dan belajar kembali membuat ia pintar bercu*mbu dan kini memang ia sudah pintar,hanya laba keberuntungan dari usaha malam pertama nya saja belum ia peroleh, akibat ada saja gangguan.
“Jika memang kalian menikah itu bukan karena untuk menutupi Aib,lalu apa kalian saling mencintai?” tanya Wartawan lain nya,dan pertanyaan itu membuat Devano saling beradu pandang bersama Elyavira, mereka bingung harus menjawab seperti apa.
__ADS_1
***********
terimakasih banyak sudah membaca 🙏😍,yang sudah vote,like, Komen,rate terimakasih banyak,baik sedikit atau banyak ,yang hanya membaca,saya juga sampai kan terimakasih.