
Afnan masih intens memandang dan memperhatikan istri labil Sholehah nya, yang hendak masuk ke jalan raya yang cukup padat kendaraan. Jantung nya terus berdetak yang ia sendiri tak mengerti. "Aish! si gemez nakal. Dada ini bergemuruh hanya karena melihat nya. Astaghfirullah, Uhibbukifillah sayang."
"Masya Allah, Istriku si cewek gahar! itu benar kamu sayang? hehe berdebar terus jantung A'a nih sayang. Ya Allah aku merasa jatuh cinta kembali padanya. Aku sedang tak berlari namun jantung ku berpacu. Ampuni Hamba yang mencintai Istri Hamba seperti ini. Sungguh anak kecil nakal, menggemaskan! selalu saja membuat hati dan imanku porak poranda. Astagfirullah berlebihan sekali diriku ini. Uhibbukifillah Hasna Aulia Zahrani." celoteh Afnan Sembari senyam senyum sendiri. ia sendiri sudah menanggalkan luaran jeans nya karena merasa kegerahan padahal ia sedang berada di dalam mobil ber Ac.
Setelah 25 menit, mereka pun sampai di rumah Papa nya. Afnan dan Hasna sudah memarkirkan kendaraan yang mereka bawa pada tempat nya.
"Sayang ayo," Afnan dengan tergesa namun masih tetap lembut, menarik Hasna menuju kamar mereka. Setelah sebelumnya masuk mengucap salam, walaupun dari mulai ruang tamu hingga ruang santai yang mereka lewati tidak ada orang.
"Byby ada apa sih? koq tergesa begini. Byby marah ya pada Nana, karena menemui Aji?" Hasna tidak mengerti, karena suami nya masih saja menariknya menuju kamar, tanpa bicara apapun.
"Tidak sayang, bukan karena itu!"
"Lalu?"
"Sudahlah! nanti Byby jelaskan di kamar."
Setelah sampai kamar, Afnan hanya memandangi Hasna. Dan Hasna makin ketar ketir, ada apa dengan suaminya. Koq mendadak aneh, atau mungkin ia kerasukan salah satu setan Jakarta, fikir nya.
"Byby kenapa? atau Byby sakit?" tanya lembut Hasna, lalu ia tempelkan punggung tangan nya pada dahi Afnan. "Tidak ada yang salah, tidak hangat apalagi panas. Byby baik-baik saja Nana rasa," celoteh Hasna.
"Byby baik-baik saja sayang. Namun hati Byby yang tidak baik! di sini terus bergemuruh," tunjuk Afnan pada arah dadanya.
"Loh,Dada Byby sakit? Astagfirullah, kita ke rumah sakit ya By," Hasna merasa khawatir.
"Tidak sayang. Bukan karena sakit, namun karena Byby sedang merasa kasmaran dan jatuh cinta kembali," Akhir nya Afnan bersuara dengan lantang.
"SubhanAllah. Astaghfirullah, Byby kasmaran dan jatuh cinta kembali pada siapa?" Hasna terkejut atas pengakuan suami nya baru saja.
"PADAMU! sayang, ya padamu. Akibat Dejavu si cewek gahar dari masa hampir dua tahun lalu. Di jalan itu di suasana yang hampir sama. Byby jatuh cinta kembali padamu sayang! maaf kalau ini terdengar berlebihan," ucap Afnan, ia meraih Hasna dan memeluk nya.
"Pada ku By? dan apa makna dari cewek gahar itu By?" tanya Hasna, masih dalam pelukan Afnan.
"Ya Sayang. Byby jatuh cinta padamu, mencintai mu Lillahita'ala, Byby mencintai Cewek gahar yang dahulu, namun saat ini sudah menjadi Istri Sholehah nya Byby, Masya Allah!" ucap Afnan sembari mengecup dalam kening Hasna.
"Cewek gahar itu kamu sayang. kamu ingat kan, dengan istilah si dada beton? tanya Afnan pelan.
"Iya By, Nana ingat! lalu?"
"Gambaran nya seperti ini, jadi ketika kita habis bertabrakan itu. kita kan saling berpisah. namun ketika sama-sama hendak pergi, sayang yang menaiki motor besar pink itu berada di seberang jalan, Byby melihat sayang menaiki motor besar itu, dengan ber penampilan mempesona. Maka sukses membuat Byby kehilangan sebagian iman Byby karena memandang mu lebih. posisi nya percis seperti tadi sayang. saat Byby hendak mengiring mu dari belakang."
__ADS_1
"Dan, ketika itu Kak Ubay berkata begini (Wiw cewek gahar bro!) hehe. Dan kak Ubay terus-terusan meledek Byby! karena memandang mu tak berkedip. Terjadilah obrolan seputar kamu. Dan ada kata-kata Byby yang di amin kan oleh Kak Ubay, yaitu ketika Byby berkata ingin memiliki istri yang penuh dengan tantangan, Masya Allah dan itu seperti do'a yang terkabul. Beberapa bulan kemudian tanpa Byby sadari ternyata kita di pertemukan lewat jalan yang Indah sayang, hingga Byby dapat menikahi mu dengan mudah walaupun awal nya penuh intrik dan penolakan dari kamu." tutur Afnan.
"Ih, kak Ubay awas ya. berarti pencetus kata-kata cewek gahar itu kak Ubay toh. Masya Allah Do'a yang terkabul By. SubhanAllah, Walhamdulillah, Walailahaillallah, Wallahuakbar, (maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Tuhan pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah maha besar)," ucap Hasna berurai air mata, memeluk Afnan dengan erat. "Nana juga mencintai Byby Lillahita'ala."
"Hehe biarlah si utun berjenggot itu mengatakan seperti itu, Byby suka koq sayang. Dan terimakasih sayang." Afnan dan Hasna masih saling berpelukan, saling berkecup mesra, bermanja ria, merapat kan tubuh saling menikmati detak jantung mereka yang berlomba pada tempat nya, mereka menikmati sekali perasaan itu, seperti hal nya orang yang sedang kasmaran dan jatuh cinta, di iringi hangatnya suasana sore kota itu.
"Astagfirullah sampai terlena, sholat Ashar dahulu sayang! Nanti lanjut kembali manja- manjaan nya yah, manjaan di dalam selimut. Kita panaskan sore ini dengan berdebar tanpa berlari." ucap Afnan dengan senyuman mesum khas nya pada Hasna.
"Ayo By, iih Byby begitu deh! kalau sudah sayang-sayangan begini pasti mode mesum nya langsung ON." pekik Hasna menutup bibir Afnan dengan telapak tangan nya. Dengan saling tertawa, Akhir nya mereka pun menuju ke arah kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
**
Ba'da Maghrib Hasna sudah berada di sebuah Masjid. Dan setelah Sholat Maghrib di tempat yang sama Hasna sedang berbincang serta bercengkrama dengan teman-teman remaja Masjid nya dahulu.
"Masya Allah Nana, apa kabar?" tanya teman- teman Hasna.
"Alhamdulillah kabar baik," jawab Hasna. Dan merekapun terlibat obrolan lain nya, Hasna juga memperkenalkan Afnan. "Perkenalkan ini suami aku," ucap Hasna.
"Masya Allah! Alhamdulillah enak banget Na, kamu sudah dapat jodoh di usia muda," ucap salah satu teman perempuan Hasna.
Namun Afnan memutuskan mengajak Hasna kembali tanpa mengikuti pengajian. karena mereka harus istirahat untuk perjalanan esok hari. Setelah berpamitan kepada teman- temannya mereka pun pulang ke rumah Papanya.
***
Hingga sampailah pada keesokan harinya.
Kini mereka sudah berada di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng (di lounge umroh menunggu check in di terminal keberangkatan Gate 2D). Dan nantinya mereka akan Take off menggunakan Pesawat Turkish Air Lines.
"Pah, Mah, Nana pamit ya," Hasna berpamitan pada Afdal dan Vinny.
"Iya Pah, Mah. saya pun pamit! Doakan agar perjalanan kami dipermudah," timpal Afnan.
"Ya Nak! Semoga semuanya lancar dan mudah. Suatu saat kita pergi bersama ya sayang," ucap Afdal.
"Iya pergilah sayang, Nak! Doa kami menyertai kalian," sambung Vinny.
Tak lupa Afnan dan Hasna pun berpamitan pada Almira. setelah mereka puas berpamitan, maka mereka pun berbaur dengan jama'ah rombongan umroh nya. Dan setelah menunggu beberapa Jam Akhirnya mereka pun Take off.
__ADS_1
Bismillah majreeha wa mursahaa inna robbli laghafuurur rahim" (Surah Hud (11:41)
Artinya: dengan nama Allah (Semoga) menyertai perjalanan dan mendaratnya (Pesawat ini). Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
“Bismilaahir rahmanirrahim Alaahu Akbar Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Subhaanalladzii Sakhkhara Lanna Haadzaa Wamaa kunnaa Laahuu Muqriniin. Wa Inna ilaa rabbinnaa Lamunqalibuun. Allaahumma innaa nas Aluka fi Safarinaa Haadza. Albirra Wattaqwaa, Wamina! ‘Amali maa Tardho. Allaahumma Hawwin ‘alainaa Safaranaa Haadza. Wathwi'annaa Bu'dah, Allaahumma Antes Shaahibu Fissafari Wal Khalifatu Fil Ahli. Allahumma Innii A'audzubika Min wa tsaais Safari Waka ‘aabatil Manzhori' Wassuu IImunqalabi Fil Maali Wal Ahli”
Artinya: dengan nama Alah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar Maha Suci Allah yang menganugerahi kami kemampuan memanfaatkan (Pesawat) ini sedang kami sendiri (Tanpa pertolongan-Nya) tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya hanya kepada Tuhan kita, kita pasti akan kembali. Ya Allah kami bermohon kepada-Mu, anugerah ilahi kami dalam perjalanan ini, kebajikan dan ketaqwaan, serta usaha yang Engkau ridhoi. Ya Allah mudahkanlah perjalanan ini bagi kami dan perpendeklah jaraknya. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan, dan Engkau pula Pelindung bagi keluarga. Ya Allah aku berlindung pada-Mu dari kesulitan perjalanan, kesuraman pandangan, serta bencana menyangkut harta dan keluarga. (Do'a Nabi Muhammad).
Doa serempak mereka saat sudah di dalam pesawat. Setelah kurang lebih menempuh 9 jam perjalanan lamanya. Kini mereka pun tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
"Alhamdulillah akhirnya kita sudah mendarat dengan selamat sayang," ucap Afnan..
"Alhamdulillah By, oh ini ya By bandara king Abdul Aziz," ucap Hasna.
"Iya sayang, mari."
Setelah melalui proses imigrasi jama’ah langsung berangkat menuju Madinah ke hotel dengan menggunakan bus. Untuk Check in di Hotel.
Tak terasa ini sudah hari kedua di Madinnah, mereka Sholat Shubuh di Masjid Nabawi.
Setelah itu rombongan jama'ah Umroh kembali ke hotel untuk sarapan pagi, setelah sarapan, jama’ah berkumpul di lobi hotel untuk mengikuti Ziarah di sekitar Mesjid Nabawi, makam Rasulullah dan para sahabat (makam Baqi) dan berkunjung ke Museum sekitar Masjid Nabawi lalu melaksanakan sholat dzuhur di Masjid Nabawi.
"Masya Allah Cantik dan Indah. Ini baru di Masjid Nabawi, Bagaimana dengan Masjidil haram By," ucap Hasna.
"Iya sayang, Cantik dan Indah juga sayang. InshaAllah dalam empat hari ke depan kita akan sampai di sana ya sayang," ucap Afnan. siang itu mereka sedang menikmati khusunya Ibadah serta mengagumi keindahan Masjid Nabawi.
"Insya Allah By, Nana akan sabar mengikuti proses nya hingga nanti sampai di Masjid haram,"
"Bagus sayang."
Akhirnya mereka kembali ke hotel untuk makan siang dan beristirahat. Setelah istirahat lalu mereka melaksanakan sholat Ashar di Masjid Nabawi, dan setelah sholat fardhu Hasna, Afnan serta jama'ah lainnya, mengisi ibadah dengan Sholat Sunnah, Dzikir atau membaca Al-Qur’an.
Hingga waktunya maghrib dan mereka melaksanakan Sholat Maghrib di Masjid Nabawi terus hingga melaksanakan Sholat Isya di Masjid Nabawi juga, setelah itu kembali ke hotel untuk makan malam. Lalu ketua rombongan mengantar Ziarah dalam dengan mengunjungi Raudhoh, setelah itu kembali ke hotel untuk istirahat.
__ADS_1
Next👉